<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682</id><updated>2011-12-31T10:50:52.393+07:00</updated><category term='http://www.blogger.com/img/blank.gif'/><title type='text'>R A T M A N</title><subtitle type='html'>b   o   o   m   e   n</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>134</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-6637721212595598538</id><published>2011-12-31T10:00:00.000+07:00</published><updated>2011-12-31T10:01:40.834+07:00</updated><title type='text'>Memaknai Tahun Baru 2012</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-i-w-y7RcfuY/Tv57CwaR4oI/AAAAAAAAArw/_aMQYhH64Do/s1600/2012.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 139px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-i-w-y7RcfuY/Tv57CwaR4oI/AAAAAAAAArw/_aMQYhH64Do/s200/2012.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692122266327966338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi tahun baru 2012? Apa yang ada dalam pikiran dan perasaan kita? Sejatinya, pergantian tahun adalah keniscayaan. Allah telah menentukan hukum atas waktu yang terus berjalan. Yang harus dilalui makhluk-Nya tanpa kecuali. Bagi umat manusia, tahun baru adalah lembaran baru dalam rangkaian episode kehidupannya. Lembaran-lembaran itulah yang akan merupa wajah kehidupan kita. Lalu, bagaimana seyogyanya kita memaknai tahun baru 2012 besok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Renungkan dan Koreksilah yang Telah Lalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setahun yang lalu sudah banyak atau justru tidak banyak yang kita lakukan. Maka, renungkanlah apa yang telah atau belum kita kerjakan. Tercapaikah target-target kita di tahun lalu? Jika sudah, layak untuk diapresiasi dan ditingkatkan di tahun selanjutnya. Jika belum, maka perbaikilah di tahun yang baru itu. Dalam bahasa agama (Islam), itulah yang disebut muhasabah, yaitu merenungkan dan menghitung-hitung diri (koreksi). Sampai-samapi ada ungkapan "hisablah dirimu sebelum engkau dihisab (oleh Allah)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tentukan Target di Tahun Baru Esok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Amat rugi orang-orang yang tahu tahun lalu tidak mencapai apa-apa, lalu di tahun berikutnya tidak melakukan perbaikan. Sungguh merugi. Orang-orang yang cerdas adalah yang mempersiapkan dan bertekad meraih sebuah pencapaian di tahun berikutnya. Kegagalan di tahun lalu adalah cambuk untuk melaju di tahun yang baru. New year, new hope, new success. Tentukanlah, target apa yang akan diraih di tahun baru esok itu. Kita bisa menentukan sebuah tema untuk tahun baru yang akan kita hadapi. Misalnya: Tahun 2012 adalah Tahun Sehat, Tahun Pengusaha Sukses, Tahun Menulis 10 Buku, Tahun ke Luar Negeri, Tahun S2/S3, dan sebagainya. Dengan menentukan tema, maka target kita sudah jelas. Dengan demikian, kita bisa fokus mencapainya. Buatlah skema (rencana program/palan) pencapaian agar target-target tersebut bisa terealisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bulatkan Tekad untuk Pencapaian di Tahun Baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah menentukan target dan skema rencana, maka suntiklah dengan tekad bulat. Sulutlah tahun baru dengan energi besar tekad yang membara. Saya lebih menyukai kata "tekad" daripada "semangat". Menurut saya, tekad lebih bernenergi, lebih utuh dan kuat serta sustainable (istiqomah). Bahkan, tekad yang bulat bisa menciptakan "nekad". Itu yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yakinlah Sepenuh Hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan adalah tambatan hati dan "energi ketuhanan" yang invisible. Tak kasat mata, tapi nyata. Keyakinan adalah tali penghubung antara hamba yang berusaha sekuat tenaga dengan takdir Allah. Jika usahanya benar-benar, tekadnya bulat, maka tali suksesnya (takdir kesuksesan) adalah keyakinan, yang tentunya disertai ketawakalan. Maka, yakinlah, insya Allah mengikatnya dengan takdir kesuksesan. Amin. Selamat mencapai sukses di 2012! []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-6637721212595598538?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/6637721212595598538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/12/memaknai-tahun-baru-2012.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6637721212595598538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6637721212595598538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/12/memaknai-tahun-baru-2012.html' title='Memaknai Tahun Baru 2012'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-i-w-y7RcfuY/Tv57CwaR4oI/AAAAAAAAArw/_aMQYhH64Do/s72-c/2012.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-5041381309774818723</id><published>2011-12-31T08:57:00.003+07:00</published><updated>2011-12-31T09:57:20.576+07:00</updated><title type='text'>Saat Menunggu Pesawat Bersama Dahlan Iskan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-XKls6mR8tXw/Tv56Bz9ra4I/AAAAAAAAArk/rtEk5QROeqE/s1600/dengan%2Babah%2Bdahlan%2Buplod.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-XKls6mR8tXw/Tv56Bz9ra4I/AAAAAAAAArk/rtEk5QROeqE/s200/dengan%2Babah%2Bdahlan%2Buplod.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692121150590249858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOAL PAK DAHLAN DAN BUMN.Ini bukan narsis atau apa, tapi sekadar sharing aja. Semalam saya bersama Pak Dahlan Iskan (Menteri BUMN, mantan Dirut PLN, CEO Jawa Pos) di bandara Cengkareng. Cukup banyak yang saya tanya dan diskusikan di kesempatan menunggu pesawat itu, mulai dari soal listrik, BUMN, Merpati (yang saya dan Pak Dahlan naiki ke Surabaya), bahkan sampai soal saya yang belum dikarunia anak hehehehe (waktu itu saya juga bareng istri). Denga tanpa pengawal, hanya memakai kemeja putih polos, celana hitam dan pastinya sepati kets kesayangannya. Sejak saya di Jawa Pos Group dan bertemu Pak Dahlan untuk pertama kalinya, beliau selalu pakai sepatu kets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun menteri, Abah (saya manggilnya begitu ke Pak Dahlan) tetap beli karcis, dan tampak biasa saja, layaknya penumpang seperti saya. Ndak minta previlage atau ini itu ke petugas bandara. Bahkan saat masuk pesawat, seluruh penumpang disuruh naik dulu semua, baru Pak Dahlan masuk belakangan. Sambil baca koran dan sesekali BBM-an (entah dengan siapa), beliau menanggapi saya dan istri dengan ramah. Saya sama sekali ndak merasa sedang diskusi dengan menteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abah, kenapa sejak Abah nggak di PLN, listriknya sering mati dan lama hidupnya?" tanya saya.&lt;br /&gt;"Ah, masa," jawabnya dengan senyum.&lt;br /&gt;"Iya, Bah. kemarin di tempat saya dua hari berturut-turut, sampe 6 jam lagi," terang saya. Beliau hanya tersenyum. Saya nggak tahu apa yang dipikirkan beliau, tapi saya melihat beliau mikir setelah saya "mengadu" soal listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abah, apa bedanya di PLN sama Menteri BUMN?" tanya saya lagi.&lt;br /&gt;"Sama saja. Sama-sama kerja," jawabnya singkat sambil lihat koran.&lt;br /&gt;"Banyak orang ingin Abah jadi RI1 (presiden) loh," lanjut saya.&lt;br /&gt;Beliau langsung lihat saya serius sambil jawab, "Ah, ndak..ndak.. jangan gitu. Nanti saya dikira kerja untuk itu. Ndak...ndak...," jawabnya.&lt;br /&gt;"Tapi emang banyak loh Bah, yang ingin Abah jadi RI1. Mereka berhusnuzhon agar Abah jadi RI1," terang saya lagi.&lt;br /&gt;"Ndak...ndak...jangan gitu," tegasnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa naik Merpati," tanya Pak Dahlan sam saya yang duduk di samping kanannya.&lt;br /&gt;"Murah," jawab saya singkat.&lt;br /&gt;"Berapa tiketnya?" tanyanya lagi.&lt;br /&gt;"Saya sama istri habis 1 juta 10 ribu PP Surabaya-Jakarta," jawab saya. Beliau manggut-manggut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena belum juga ada pengumuman untuk boarding, padahal waktu sudah 20 menit telat dari jadwal keberangkatan, saya disuruh lihat pesawatnya, apakah udah datang apa belum. Saya pun langsung lihat landasan, tanya petugas, dan balik lagi ke Pak Dahlan.&lt;br /&gt;"Sudah ada pesawatnya, Abah. Tapi ya emang begini, telat terus. Kemarin saya dari Surabaya juga telat. Bahkan yang ini bebrapa kali ada perubahan jadwal," kata saya.&lt;br /&gt;"Dikasih tahu perubahan jadwal lewat apa?" tanya Pak Dahlan.&lt;br /&gt;Saya jawab, "Lewat telpon sama SMS."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau langsung pegang BB-nya.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian beliau bilang ke saya, "Saya SMS Dirutnya Merpati..."&lt;br /&gt;Hahahahahaha....saya tertawa dalam hati sekaligus senang. Saya ndak perlu "mengadu" soal perubahan/keterlambatan ke Merpati, sudah langsung Pak Mentri yang ngurusi. Beliau juga tanya soal perbandingan tiket maskapai lain. Sepertinya beliau sedang mengumpulkan informasi dari penumpang, mengingat Merpati merupakan salah satu BUMN yang merugi. Apa kesan Anda dengan Dahlan Iskan? Terserah Anda. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-5041381309774818723?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/5041381309774818723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/12/saat-menunggu-pesawat-bersama-dahlan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/5041381309774818723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/5041381309774818723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/12/saat-menunggu-pesawat-bersama-dahlan.html' title='Saat Menunggu Pesawat Bersama Dahlan Iskan'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-XKls6mR8tXw/Tv56Bz9ra4I/AAAAAAAAArk/rtEk5QROeqE/s72-c/dengan%2Babah%2Bdahlan%2Buplod.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-204975145955536593</id><published>2011-11-30T22:37:00.013+07:00</published><updated>2011-12-01T09:40:49.888+07:00</updated><title type='text'>Seminar 100 Mitos dan Fakta Diabetes</title><content type='html'>Prof. Dr. dr. Hans Tandra merupakan salah seorang dokter ahli diabetes yang terkenal di Surabaya, bahkan di Indonesia. Dokter murah senyum yang produktif menulis buku kesehatan, khususnya tentang diabetis ini baru saja membedah buku terbarunya berjudul "100 Mitos dan Fakta Diabetes" yang diterbitkan Jaring Pena, Jawa Pos Group (2011) di Ballroom ICBC Surabaya. Ruangan megah tersebut penuh oleh peserta dari berbagai kalangan, tua-muda, dari berbagi daerah di Surabaya dan sekaitarnya. Acara ini tak kalah sukses dengan bedah buku Prof. Hans sebelumnya yang berjudul "Langsung Jadi Langsing" yang juga diterbitkan Jaring Pena. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter yang sering disebut sebagai Health Motivator ini menyampaikan ilmu dan informasi seputar kesehatan dan diabetis dengan ringan, rileks, dan mudah dipahami. Para peserta yang juga dihadiri perkumpulan penderita diabetes ini juga diberikan testimoni oleh salah seorang penderita diabetes yang telah berhasil hidup sehat selama 30 tahun dengan menjaga tips-tips hidup "bersama" diabetes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal penting dari acara ini adalah How to Get a Healthy Live (Bagaimana Meraih Hidup Sehat). Bahkan, ada lagu khusus How to Get a Healthy Live yang isinya 10 cara hidup sehat yang dinyanyikan oleh dokter dan peserta seminar. Apa dan bagaimana lagunya? Di bawah foto-foto seminar inilah lagu yang tidak hanya perlu dihafalkan, tapi lebih penting lagi dipraktikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-OYHD43-1_P0/TtZUZxSChjI/AAAAAAAAArY/N4vpHEGXvEQ/s1600/hans%2B.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-OYHD43-1_P0/TtZUZxSChjI/AAAAAAAAArY/N4vpHEGXvEQ/s200/hans%2B.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680820781676922418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-iLN_op5BA8A/TtZUU5PDimI/AAAAAAAAArM/my2ijKweaN4/s1600/buku%2B100%2Bmitos.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-iLN_op5BA8A/TtZUU5PDimI/AAAAAAAAArM/my2ijKweaN4/s200/buku%2B100%2Bmitos.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680820697912543842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-9MhIUja8BWo/TtZUOh9zQdI/AAAAAAAAArA/yfem0z3O9Sc/s1600/peserta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-9MhIUja8BWo/TtZUOh9zQdI/AAAAAAAAArA/yfem0z3O9Sc/s200/peserta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680820588586942930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-X6DqOcevt-U/TtZUI7aR_rI/AAAAAAAAAq0/AKm7Qc4tx5o/s1600/mami.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-X6DqOcevt-U/TtZUI7aR_rI/AAAAAAAAAq0/AKm7Qc4tx5o/s200/mami.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680820492338069170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-BbZ0GET-m1U/TtZUBR02cRI/AAAAAAAAAqo/jLHehLplwok/s1600/beli%2Bbuku.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-BbZ0GET-m1U/TtZUBR02cRI/AAAAAAAAAqo/jLHehLplwok/s200/beli%2Bbuku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680820360916136210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-kdeXbFk5zlM/TtZT5xXyEWI/AAAAAAAAAqc/t1qdfkMhJ7A/s1600/nyanyi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-kdeXbFk5zlM/TtZT5xXyEWI/AAAAAAAAAqc/t1qdfkMhJ7A/s200/nyanyi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680820231945195874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;How to Get a Healthy Live&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Banyak orang ingin hidup sehat&lt;br /&gt;Tapi tak tahu caranya&lt;br /&gt;How to get a healthy live punya solusinya&lt;br /&gt;How to get a healty live&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sembarang makan dan minum&lt;br /&gt;Tidur secukupnya, rajin olah raga&lt;br /&gt;Merokok dan narkoba, say no no no&lt;br /&gt;Jangan punya gaya hidup yang salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan gemuk dan gak boleh stres (aduh pusing)&lt;br /&gt;Suka kebersihan&lt;br /&gt;Rajin check up dan kontrol ke dokter (ayo periksa)&lt;br /&gt;10 how to get a healthy live&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-204975145955536593?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/204975145955536593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/11/seminar-100-mitos-dan-fakta-diabetis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/204975145955536593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/204975145955536593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/11/seminar-100-mitos-dan-fakta-diabetis.html' title='Seminar 100 Mitos dan Fakta Diabetes'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-OYHD43-1_P0/TtZUZxSChjI/AAAAAAAAArY/N4vpHEGXvEQ/s72-c/hans%2B.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-8633108027411551065</id><published>2011-11-30T21:47:00.012+07:00</published><updated>2011-11-30T23:16:10.084+07:00</updated><title type='text'>Pameran Pendidikan SMA/SMK Surabaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-OYhXlsXGjeA/TtZL31Ho9JI/AAAAAAAAAo8/BoyWzCGuVIc/s1600/backdrop%2Bpameran%2Bpendidikan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-OYhXlsXGjeA/TtZL31Ho9JI/AAAAAAAAAo8/BoyWzCGuVIc/s200/backdrop%2Bpameran%2Bpendidikan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680811402498471058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sudah berlangsung pada bulan Juni 2011 lalu, sepertinya penting saya bagikan info kegiatan Pameran Pendidikan SMA/MA-SMK se-Surabaya ini. Kegiatan pameran tersebut sepertinya dilaksanakan tiap tahun menjelang tahun ajaran baru. Pada bulan Juni-Juli memang sedang sibuk-sibuknya para siswa kelas akhir SMP/MTS dan para orang tua mencari sekolah lanjutan yang diinginkan. Oleh karena itu, pameran ini menjadi wahana informasi lengkap bagi para siswa dan orang tua dalam mencari SMA/SMK yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pameran pendidikan ini digelar di Jatim Expo (sekarang JX Internasional) Jl. A. Yani Surabaya dalam beberapa hari. Sekolah-sekolah SMA/SMK negeri dan swasta menggelar stand layaknya pameran produk. Mereka menampilkan berbagai program unggulan sekolah dan hasil karya serta prestasi lain yang telah diraih. Hal itu untuk menarik pengunjung, terutama siswa kelas akhir SMP/MTS yang akan melanjutkan ke SMA/SMK dan para orang tua agar memilih sekolah tersebut sebagai sekolah pilihannya. Jurusan SMA yang ada antara lain IPA, IPS, Bahasa. Sedangkan jurusan SMK sangat bervariasi, antara lain: otomotif, listrik, tata boga, tata rias, perkapalan, kesehatan (farmasi, keperawatan, analis kesehatan, keperawatan gigi), multimedia, teknik komputer &amp; jaringan (TKJ), pedalangan, pariwisata, patiseri, busana butik, perhotelan, bisnis manajemen, akuntansi, sekretaris, penjualan, seni lukis, desain komunikasi visual (deskomvis), interior landscaping, kriya kayu, kriya tekstil, kriya kulit, kriya logam, animasi, dan sebagainya.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain program/jurusan yang ditampilkan, rincian biaya pendaftaran dan biaya sekolah juga diberikan, baik secara lisan maupun dengan brosur, leaflet, dan berbagai media lainnya. Dengan demikian pengunjung mengetahui kelebihan dan kekurangan serta biaya sekolah tersebut. So, jika Anda ingin mengetahui SMA/SMK di Surabaya, pameran ini penting dikunjungi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ewrMMlsFw-E/TtZMuPuq68I/AAAAAAAAAqQ/QKUbl2RRu5E/s1600/mesin%2Bbordir.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ewrMMlsFw-E/TtZMuPuq68I/AAAAAAAAAqQ/QKUbl2RRu5E/s200/mesin%2Bbordir.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680812337354435522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-4qAlJd8XMYQ/TtZMpTZ3afI/AAAAAAAAAqE/gtCg3YQ2aKw/s1600/motor%2Bbanyu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-4qAlJd8XMYQ/TtZMpTZ3afI/AAAAAAAAAqE/gtCg3YQ2aKw/s200/motor%2Bbanyu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680812252441569778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/--Hp3hr_LQak/TtZMhkDiZQI/AAAAAAAAAp4/r6rLJIh1eHQ/s1600/smk%2Bmultimedia.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/--Hp3hr_LQak/TtZMhkDiZQI/AAAAAAAAAp4/r6rLJIh1eHQ/s200/smk%2Bmultimedia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680812119472366850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-MZynCIsPxIU/TtZMN0XwnCI/AAAAAAAAApU/mFT0C20g8z0/s1600/smk%2Bkesehatan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-MZynCIsPxIU/TtZMN0XwnCI/AAAAAAAAApU/mFT0C20g8z0/s200/smk%2Bkesehatan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680811780254768162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-FbzhMRBlIpA/TtZMBFDY2CI/AAAAAAAAApI/QTaNUXjxJgI/s1600/smk%2Bal%2Birsyad.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-FbzhMRBlIpA/TtZMBFDY2CI/AAAAAAAAApI/QTaNUXjxJgI/s200/smk%2Bal%2Birsyad.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680811561394427938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Gsftfrm1TpU/TtZMbzDVkhI/AAAAAAAAAps/1J9XSRwoERY/s1600/odong2%2Bputih.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Gsftfrm1TpU/TtZMbzDVkhI/AAAAAAAAAps/1J9XSRwoERY/s200/odong2%2Bputih.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680812020418843154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-8633108027411551065?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/8633108027411551065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/11/pameran-pendidikan-smasmk-surabaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/8633108027411551065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/8633108027411551065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/11/pameran-pendidikan-smasmk-surabaya.html' title='Pameran Pendidikan SMA/SMK Surabaya'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-OYhXlsXGjeA/TtZL31Ho9JI/AAAAAAAAAo8/BoyWzCGuVIc/s72-c/backdrop%2Bpameran%2Bpendidikan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-3787522529375587212</id><published>2011-10-31T16:46:00.011+07:00</published><updated>2011-10-31T16:58:35.408+07:00</updated><title type='text'>Kusuma Agro Wisata Batu; Kebun Apel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-y8GucVKzutc/Tq5wZe7c72I/AAAAAAAAAok/co-kO8oGYB8/s1600/pintu%2Bmasuk.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-y8GucVKzutc/Tq5wZe7c72I/AAAAAAAAAok/co-kO8oGYB8/s200/pintu%2Bmasuk.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669592564007497570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-pg44n2pCO9g/Tq5vKxH1_II/AAAAAAAAAnQ/CCkHTNr_3a0/s1600/kebun%2Bapel.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-pg44n2pCO9g/Tq5vKxH1_II/AAAAAAAAAnQ/CCkHTNr_3a0/s200/kebun%2Bapel.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669591211681643650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-iYpqIcU5RU4/Tq5vlVv-GkI/AAAAAAAAAn0/fMsbYSwyBzM/s1600/petik%2Bjeruk.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-iYpqIcU5RU4/Tq5vlVv-GkI/AAAAAAAAAn0/fMsbYSwyBzM/s200/petik%2Bjeruk.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669591668190222914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-guv_SU-slMs/Tq5vdqPJcRI/AAAAAAAAAno/yVE5I4bFdgY/s1600/bunga2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-guv_SU-slMs/Tq5vdqPJcRI/AAAAAAAAAno/yVE5I4bFdgY/s200/bunga2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669591536250745106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-fWHqFyEL7BE/Tq5vYs1odeI/AAAAAAAAAnc/xeUcrvJ3eKk/s1600/bunga.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-fWHqFyEL7BE/Tq5vYs1odeI/AAAAAAAAAnc/xeUcrvJ3eKk/s200/bunga.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669591451049686498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-o02PMwUM9Ek/Tq5wMfUtWyI/AAAAAAAAAoY/-bnsHaCnKeE/s1600/jeruk%2Bapel%2Bgratis.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-o02PMwUM9Ek/Tq5wMfUtWyI/AAAAAAAAAoY/-bnsHaCnKeE/s200/jeruk%2Bapel%2Bgratis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669592340775131938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-IVdZma4y7jQ/Tq5wA-LQ0iI/AAAAAAAAAoM/5S4qSdjvcQ0/s1600/roti%2Bapel.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-IVdZma4y7jQ/Tq5wA-LQ0iI/AAAAAAAAAoM/5S4qSdjvcQ0/s200/roti%2Bapel.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669592142898582050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-N-NbHokcI5U/Tq5xL9yRqJI/AAAAAAAAAow/64WQ3Yl8ol8/s1600/pabrik.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-N-NbHokcI5U/Tq5xL9yRqJI/AAAAAAAAAow/64WQ3Yl8ol8/s200/pabrik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669593431283968146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ingin berlibur bersama keluarga atau teman-teman di Jawa Timur, kota Batu merupakan pilihan tepat. Kota Batu, yang dulu masih menjadi wilayah Malang, kini menjadi kotamadya sendiri dengan ikon "Kota Wisata Batu". Ya, di Batu terdapat sekian banyak obyek wisata alam dan buatan yang dikelola dengan baik dan menarik. Tak heran jika tahun 2011 ini Batu menerima penghargaan sebagai kota nomor satu yang paling peduli wisata di Jawa Timur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan lalu, saya dan istri berlibur ke tiga obyek wisata di Batu, yaitu Kusuma Agro Wisata, Songgoriti, dan Batu Night Spctacular (BNS). Nah, bagian pertama adalah ke Kusuma Agro. Letaknya tak jauh dari pusat kota Batu. Tempat ini sangat terkenal karena salah satu ikon Batu, yaitu buah apel. Di Kusuma Agro ini kita akan berada di kebun apel dan jeruk yang luas juga kebun strowberry. Saya sarankan, jika Anda ingin ke sini, perhatikan waktu. Sebaiknya datang saat buah-buah tersebut sedang berbuah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kebun buah, ada juga pabrik minuman sari apel Kusuma. Letaknya di kompleks kebun. Anda akan dibawa oleh guide berkeliling kebun. Setelah capai keliling, Anda akan disuguhi roti tawar apel gratis dan makan apel serta jeruk sepuasnya. Saya dan isti juga berkali-kali nambah sepuas-puasnya. Awalnya saya kira bisa memetik apel untuk dibawa pulang, ternyat tidak bisa. Jika dulu pengunjung katanya boleh makan apel sepuasnya di kebun, kini sudah tidak di kebun, tapi arena istirahat dan bermain anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, di kompleks ini juga ada area bunga-bunga dan bonsai. Kita bisa membeli aneka rupa bunga dan bibitnya. Bukan saja bibit yang masih kecil, tapi bibit berupa biji dari bunga dan tanaman lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ingi  menginap, di area Kusuma Agro juga ada villa dan hotel yang sangat menarik dengan suasana dingin dan hijau. Hotel dan villa ini persisi di pintu pertama kali masuk kompleks. Lalu, Berapa tiket masuknya? Ada beberapa tipe tiket sesuai obyek yang akan dikunjungi. Waktu itu saya membeli tiket 50 ribu, sehingga saya hanya bisa keliling di kebun apel dan tak bisa ke kebun strowberry. Lumayan lah untuk refreshing!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-3787522529375587212?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/3787522529375587212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/10/kusuma-agro-wisata-batu-kebun-apel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/3787522529375587212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/3787522529375587212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/10/kusuma-agro-wisata-batu-kebun-apel.html' title='Kusuma Agro Wisata Batu; Kebun Apel'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-y8GucVKzutc/Tq5wZe7c72I/AAAAAAAAAok/co-kO8oGYB8/s72-c/pintu%2Bmasuk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-2604757010734275273</id><published>2011-10-31T16:16:00.009+07:00</published><updated>2011-10-31T16:46:06.094+07:00</updated><title type='text'>Songgoriti; Taman Sejuk dan Air Panas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-hwxQDLDPIPY/Tq5uUXrLqWI/AAAAAAAAAm4/-_NgO2Xnf10/s1600/song-berdua.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-hwxQDLDPIPY/Tq5uUXrLqWI/AAAAAAAAAm4/-_NgO2Xnf10/s200/song-berdua.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669590277137607010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-muA7m6fdDdI/Tq5uP6TvcbI/AAAAAAAAAms/aZygR9C13C8/s1600/song-kolam.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-muA7m6fdDdI/Tq5uP6TvcbI/AAAAAAAAAms/aZygR9C13C8/s200/song-kolam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669590200535183794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-BbThdFh5n_A/Tq5tqGn_UVI/AAAAAAAAAmg/lFgMYfvY_is/s1600/song-air%2Bpanas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-BbThdFh5n_A/Tq5tqGn_UVI/AAAAAAAAAmg/lFgMYfvY_is/s200/song-air%2Bpanas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669589551006306642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Z7bLc2WQwC4/Tq5tkLemKQI/AAAAAAAAAmU/0WACT2J9rfg/s1600/song-danau2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Z7bLc2WQwC4/Tq5tkLemKQI/AAAAAAAAAmU/0WACT2J9rfg/s200/song-danau2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669589449229871362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-wpEcXZUTomo/Tq5tVSbs8uI/AAAAAAAAAmI/sF83vbRohS8/s1600/song-danau.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-wpEcXZUTomo/Tq5tVSbs8uI/AAAAAAAAAmI/sF83vbRohS8/s200/song-danau.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669589193398743778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-DJdQpmVu3uc/Tq5tPIvvPFI/AAAAAAAAAl8/V4Bo29ZZseU/s1600/song-dino.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-DJdQpmVu3uc/Tq5tPIvvPFI/AAAAAAAAAl8/V4Bo29ZZseU/s200/song-dino.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669589087719210066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-iCdzyBfCBFM/Tq5tJOF2KLI/AAAAAAAAAlw/Qh9dXQRc24A/s1600/song-taman2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-iCdzyBfCBFM/Tq5tJOF2KLI/AAAAAAAAAlw/Qh9dXQRc24A/s200/song-taman2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669588986074900658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-EP5PrxuQZCk/Tq5tBOjrnyI/AAAAAAAAAlk/vvXryqC0aFA/s1600/song%2B-%2Btaman.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-EP5PrxuQZCk/Tq5tBOjrnyI/AAAAAAAAAlk/vvXryqC0aFA/s200/song%2B-%2Btaman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669588848761085730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Kusuma Agro, saya dan istri ke Songgoriti. Sebuah taman hijau nan asri dengan kolam renang serta pemandian air panas yang menyenangkan. Tidak jauh dari Kusuma Agro. Begitu melihat bagian dalam taman, saya begitu terkesan dan merasa damai. Lahan hijau rerumputan luas dan pohon-pohon besar rindang membentang dengan balutan hawa dingin menyejukkan. Wuiiih segeeer bener!  Saya dan istri kemudian bermain ayun sekalian makan bekal sambil menikmati kesejukan anugerah Allah yang terhampar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian lain, banyak pengunjung bersama keluarga sedang menikmati makan siang. Walaupun siang, suasana tak terasa terik. Justru segar, sejuk, dingin dengan sapuan angin spoi-spoi. Yah, mungkin terasa di taman surga. Begitu damai dan menyejukkan. Masih di bagian taman, terdapat arena bermain anak-anak dengan miniatur bunga dan buah yang besar dan menarik. Sebuah danau buatan dengan patung Kera Sakti dan kawan-kawannya (seperti di film) bertengger di tengahnya semakin menambah asyiknya suasana. Pengunjung bisa naik perahu di danau ini. Entah berapa tiketnya, karena saya tak naik. Saya justru berfoto ria dengan istri di jembatan melengkung di atas danau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ingin berenang, Anda bisa berenang di kolam renang yang cukup luas, dan pastinya airnya begitu dingin. Setelah lelah berenang, warung makan dan penjual makanan asongan juga bertebaran. Jika Anda ingin mandi di air panas, sebuah kompleks pemandian air hanyat siap menghangatkan diri Anda. Pemandian air panas ini dikemas per kamar, walaupun ada kolam air panas  diluar yang bisa digunakan banyak orang. Di Songgoriti ini, kita benar-benar disejukkan dan dihangatkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-2604757010734275273?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/2604757010734275273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/10/songgoriti-taman-sejuk-dan-air-panas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/2604757010734275273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/2604757010734275273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/10/songgoriti-taman-sejuk-dan-air-panas.html' title='Songgoriti; Taman Sejuk dan Air Panas'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-hwxQDLDPIPY/Tq5uUXrLqWI/AAAAAAAAAm4/-_NgO2Xnf10/s72-c/song-berdua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-3026436479992473155</id><published>2011-10-31T15:03:00.009+07:00</published><updated>2011-10-31T15:56:45.772+07:00</updated><title type='text'>BNS: Batu Night Spectacular</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-_46x0ZY2n2M/Tq5iwXogjCI/AAAAAAAAAlY/iXGRBJyRJ_Y/s1600/BNS.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-_46x0ZY2n2M/Tq5iwXogjCI/AAAAAAAAAlY/iXGRBJyRJ_Y/s200/BNS.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669577564023196706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya dan istri ke Kusuma Agro dan Songgoriti hingga sore, kami mampir ke rumah seorang teman sekalian ingin melihat anaknya yang masih kecil. Di sana hingga maghrib. Tak disangka saya dan istri ingin sekali ke BNS setelah bercerita banyak tentang obyek wisata di Batu. Selain itu, letak BNS yang tak jauh dari rumah teman saya ini semakin membuat saya dan istri makin ingin ke BNS setelah setahun yang lalu gagal ke BNS! Itung-itung balas dendam mumpung malam-malam di Batu. Akhirnya, saya dan istri bersama teman tersebut (suami-istri) sekalian anaknya yang masih bayi ke BNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ada di BNS? Mirip Dufan di Jakarta. Sebuah arena bermain yang makin indah saat malam. Namanya saja Batu Night Spectacular. DI sana berbagai wahana bermain disajikan, terutama wahana yang memompa adrenalin seperti sepeda angin (sepeda di udara), rodeo/matador (naik patung banteng yang bergerak tidak karuan), trampolin, orbit (berputar dan berbalik di udara),rumah hantu, pink park, piramida kaca, pasar aksesori dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-vfImEff_zxo/Tq5hkym5OdI/AAAAAAAAAkc/t3qFJG-_9ms/s1600/bns%2Bberdua.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-vfImEff_zxo/Tq5hkym5OdI/AAAAAAAAAkc/t3qFJG-_9ms/s200/bns%2Bberdua.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669576265594124754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-HkATSBuL9aM/Tq5hxONVncI/AAAAAAAAAko/wTBcYYqeeis/s1600/orbit.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-HkATSBuL9aM/Tq5hxONVncI/AAAAAAAAAko/wTBcYYqeeis/s200/orbit.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669576479161556418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-EQu2ija2Vng/Tq5h9j7rBuI/AAAAAAAAAk0/csaETdJ9cas/s1600/rodeo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-EQu2ija2Vng/Tq5h9j7rBuI/AAAAAAAAAk0/csaETdJ9cas/s200/rodeo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669576691151472354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-u0AQ0wnuWo0/Tq5iKg_aUrI/AAAAAAAAAlA/JqHEXJEv-Xs/s1600/rumah%2Bkaca.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-u0AQ0wnuWo0/Tq5iKg_aUrI/AAAAAAAAAlA/JqHEXJEv-Xs/s200/rumah%2Bkaca.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669576913700147890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-3RjWB830NHk/Tq5iSs9a9WI/AAAAAAAAAlM/oc_AgfWYj9g/s1600/trampolin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-3RjWB830NHk/Tq5iSs9a9WI/AAAAAAAAAlM/oc_AgfWYj9g/s200/trampolin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669577054351979874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya, jika Anda ingin bermain dan memompa adrenalin, datanglah ke BNS! Saya sampai hilang suara dan kepalanya munyeng-munyeng naik orbit.  Istri saya tidak berani naik orbit, karena memang gila bener! Tapi, stresnya hilang. Selain naik orbit, sya juga naik sepeda angin, yang bisa melihat kota Batu dari atas dan satu lagi saya lupa namanya (wahana yang naik turun dan goyang kanan-kiri) mengocok perut.Berapa tiketnya? Terjangkau, tidak mahal. Yang membuat menarik adalah lampu-lampu dari tiap wahanya yang sangat menarik dan warna-warni spektakuler! Bnas adalah pasar malam yang menegangkan dan menyenangkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-3026436479992473155?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/3026436479992473155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/10/bns-batu-night-spectacular.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/3026436479992473155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/3026436479992473155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/10/bns-batu-night-spectacular.html' title='BNS: Batu Night Spectacular'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-_46x0ZY2n2M/Tq5iwXogjCI/AAAAAAAAAlY/iXGRBJyRJ_Y/s72-c/BNS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-8184245629224922392</id><published>2011-08-26T09:20:00.012+07:00</published><updated>2011-08-26T09:46:03.886+07:00</updated><title type='text'>Air Terjun Madakaripura; Wisata Alam Probolinggo</title><content type='html'>Jika Anda ke Probolinggo atau ke wilayah Gunung Bromo, air terjun Madakaripura merupakan salah satu tujuan wisata alam yang mempesona. Berada di wilayah Probolinggo agak ke "dalam". Perjalanan ke air terjun hampir satu jam melalui area pedesaan dan hutan yang menyejukkan. Jalannya naik-turun dan berkelok. Harus berhati-hati jika baru pertama kali menempuh jalur itu. Tentang keindahan air terjun ini, jangan diragukan. Benar-benar alami. Hawa di sana seperti AC dengan suhu 16 derajat, dingin sekali. Polusi udara sangat minimal. Dijamin stres Anda hilang di sini. Lokasi air terjunnya harus ditempuh jalan kaki sekitar 2 kilometer dari area parkir. Di sana ada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;guide&lt;/span&gt;, jika Anda menginginkan panduan jalan. Anda harus bernegosiasi harga sebelum dipandu. Menuju ke air terjun, kita menyusuri aliran sungai kecil dari air terjun di atasnya. Pepohonan hijau yang lebat menghiasi sepanjang mata memandang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang unik, air terjun ini berada "di bawah" bumi. Jika kita memandang ke atas, kita berada di dalam sebuah lubang besar dengan air terjun yang mengalir dari atas. Selain itu, konon menurut cerita warga sekitar, air terjun ini merupakan tempat "akhir" pertapaan Gajah Mada hingga menghilangnya (mungkin "moksa" dalam kepercayaan Hindu). Itulah mengapa air terjun ini dinamakan MADAKARIPURA. Mada: Gajah Mada, Kari: terakhir, Pura: tempat pertapa. Makanya, ada patung Gajah Mada di lokasi menuju air terjun. Buktikan kesegarannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-TGODhoXXiY4/TlcGZobGLtI/AAAAAAAAAjA/AUo9yV6FOOg/s1600/air%2Bterjun%2Bport%2Bup.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-TGODhoXXiY4/TlcGZobGLtI/AAAAAAAAAjA/AUo9yV6FOOg/s200/air%2Bterjun%2Bport%2Bup.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644987695349771986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-aJfMSksdUFQ/TlcGlEkFJZI/AAAAAAAAAjI/LAaLeAdDG2U/s1600/air%2Bterjun%2Bport%2Bup.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-aJfMSksdUFQ/TlcGlEkFJZI/AAAAAAAAAjI/LAaLeAdDG2U/s200/air%2Bterjun%2Bport%2Bup.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644987891882206610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Gk4wZhbTWek/TlcGsFVcWkI/AAAAAAAAAjQ/RFu56YLhirE/s1600/air%2Bterjun%2Bport%2Bup%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Gk4wZhbTWek/TlcGsFVcWkI/AAAAAAAAAjQ/RFu56YLhirE/s200/air%2Bterjun%2Bport%2Bup%2B2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644988012348332610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Zm6r7VhIxJc/TlcG0df4dDI/AAAAAAAAAjY/Dys7bk1SmzU/s1600/di%2Bbawah%2Btanah%2Bport%2Bup.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Zm6r7VhIxJc/TlcG0df4dDI/AAAAAAAAAjY/Dys7bk1SmzU/s200/di%2Bbawah%2Btanah%2Bport%2Bup.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644988156273521714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-nf2PrdRB4lQ/TlcIXHO64ZI/AAAAAAAAAkI/JojpWymwUXg/s1600/air%2Bterjun%2Bport%2B5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-nf2PrdRB4lQ/TlcIXHO64ZI/AAAAAAAAAkI/JojpWymwUXg/s200/air%2Bterjun%2Bport%2B5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644989851103846802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-34IUJP61G5w/TlcHCFbqZbI/AAAAAAAAAjg/f3yLwRK2Pw4/s1600/jembatan%2Bport%2Bup.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-34IUJP61G5w/TlcHCFbqZbI/AAAAAAAAAjg/f3yLwRK2Pw4/s200/jembatan%2Bport%2Bup.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644988390331540914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-aUVeiFvSp8w/TlcHNkVXd-I/AAAAAAAAAjo/ikAhgbK1ddQ/s1600/air%2Bterjun%2B3%2Blands%2Bup.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-aUVeiFvSp8w/TlcHNkVXd-I/AAAAAAAAAjo/ikAhgbK1ddQ/s200/air%2Bterjun%2B3%2Blands%2Bup.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644988587605194722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-5lxDiu_64ss/TlcHXAJiQsI/AAAAAAAAAjw/YSTo_Yd_Fxs/s1600/jalan%2Blands%2Bup.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-5lxDiu_64ss/TlcHXAJiQsI/AAAAAAAAAjw/YSTo_Yd_Fxs/s200/jalan%2Blands%2Bup.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644988749690585794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-72GHJu-wSRM/TlcHdhWV6qI/AAAAAAAAAj4/E08yOZh6hGo/s1600/hutan%2Blands%2Bup.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-72GHJu-wSRM/TlcHdhWV6qI/AAAAAAAAAj4/E08yOZh6hGo/s200/hutan%2Blands%2Bup.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644988861681887906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-MEoFFGb2KPU/TlcHk78THJI/AAAAAAAAAkA/7Jhi_UpLVoo/s1600/gajah%2Bmada%2Blands%2Bup.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-MEoFFGb2KPU/TlcHk78THJI/AAAAAAAAAkA/7Jhi_UpLVoo/s200/gajah%2Bmada%2Blands%2Bup.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644988989079493778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-8184245629224922392?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/8184245629224922392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/08/air-terjun-madakaripura-wisata-alam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/8184245629224922392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/8184245629224922392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/08/air-terjun-madakaripura-wisata-alam.html' title='Air Terjun Madakaripura; Wisata Alam Probolinggo'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-TGODhoXXiY4/TlcGZobGLtI/AAAAAAAAAjA/AUo9yV6FOOg/s72-c/air%2Bterjun%2Bport%2Bup.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-4307123247278350812</id><published>2011-08-26T08:56:00.006+07:00</published><updated>2011-08-26T09:08:20.635+07:00</updated><title type='text'>Tengkleng; Menu Klangenan Solo</title><content type='html'>Jika Anda mudik ke Solo, atau orang yang bukan asli Solo sedang berada di Solo, menu daging kambing ini sangat direkomendasikan. Daging kambing yang diolah dengan kuah tanpa santan, dengan racikan rempah-rempah khas membuat lidah bergoyang. Ya, TENGKLENG! Makanan khas Solo ini banyak diburu para pemudik, termasuk saya (karena saya suaminya "putri" Solo hehehe.....). Ada beberapa tempat penjual tengkeleng di Solo, antara lain Bu Pon di sebelahnya Pom Bensin timurnya Telkom Gladak, di selatan BTC (Beteng Trade Center) dan PGS (Pusat Grosir Solo), dan beberapa tempat lain yang saya agak lupa. Di dua tempat itu saya sudah merasakan enaknya tengkleng dengan porsi yang memuaskan. Coba saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ARKv63RDnqM/Tlb_K0v8DfI/AAAAAAAAAig/Ls0QueSf-RU/s1600/plakat%2Bup.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ARKv63RDnqM/Tlb_K0v8DfI/AAAAAAAAAig/Ls0QueSf-RU/s200/plakat%2Bup.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644979744378981874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-FETtvf7lB2k/Tlb_X3Sf6hI/AAAAAAAAAio/SklLOLtt380/s1600/tengkleng%2Bup.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-FETtvf7lB2k/Tlb_X3Sf6hI/AAAAAAAAAio/SklLOLtt380/s200/tengkleng%2Bup.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644979968399108626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-7CSzdNdHTFE/Tlb_hp2muoI/AAAAAAAAAiw/HGn78oRAGXg/s1600/nampang%2Bup.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-7CSzdNdHTFE/Tlb_hp2muoI/AAAAAAAAAiw/HGn78oRAGXg/s200/nampang%2Bup.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644980136591145602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-eF88aejkXZ4/Tlb_osNhs1I/AAAAAAAAAi4/hXwzyRRe3oY/s1600/mbok%2Btengkleng%2Bup.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-eF88aejkXZ4/Tlb_osNhs1I/AAAAAAAAAi4/hXwzyRRe3oY/s200/mbok%2Btengkleng%2Bup.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644980257483240274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-4307123247278350812?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/4307123247278350812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/08/tengkleng-menu-klangenan-solo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/4307123247278350812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/4307123247278350812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/08/tengkleng-menu-klangenan-solo.html' title='Tengkleng; Menu Klangenan Solo'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ARKv63RDnqM/Tlb_K0v8DfI/AAAAAAAAAig/Ls0QueSf-RU/s72-c/plakat%2Bup.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-6867678622528780297</id><published>2011-08-26T08:41:00.002+07:00</published><updated>2011-08-26T08:50:06.385+07:00</updated><title type='text'>Iblis Guruku; Buku yang Kontroversial</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-lkMgL9m-6jg/Tlb7w3JY9UI/AAAAAAAAAiY/-cnPVJPmkiM/s1600/cover%2Biblis%2Bup.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 203px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-lkMgL9m-6jg/Tlb7w3JY9UI/AAAAAAAAAiY/-cnPVJPmkiM/s320/cover%2Biblis%2Bup.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644975999811122498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Baru saja terbit buku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Iblis Guruku&lt;/span&gt;, karya Moeslih Rosyid. Diterbitkan oleh Jaring Pena, AGustus 2011. Ada banyak hal menarik dari buku ini. Ada paradigma "tidak umum" yang disajikan penulis tentang iblis. Sampai-sampai penulis banyak "disidang" oleh para kyai di beberapa kota di Jawa Timur, bahkan di Nusa Tenggara Barat. Seperti apa isinya? Lebih baik Anda baca sendiri saja, agar lebih memahami isinya dan bisa berkomentar atau memberikan argumen lain yang mencerahkan. Berikut ini tulisan di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;back cover&lt;/span&gt; buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jika para nabi, kyai, ustadz, cendekiawan, motivator, pebisnis sukses, dan orang baik-baik jadi guru, itu biasa. Tapi, iblis jadi guru? Bagaimana mungkin makhluk biang dosa dan permusuhan ini menjadi guru bagi manusia? Bukankah dia makhluk yang dilaknat oleh Allah? Kok berani-beraninya? Ini memang luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sering menyalahkan iblis. Jika kita sering mengkambinghitamkan iblis atas semua dosa dan kejahatan. Jika kita memusuhi dan membenci iblis. Jika selama ini kita menganggap iblis tidak taat kepada Allah dan membangkang-Nya. Maka, kini saatnya kita menilik lebih dalam atas peran iblis dalam skenario Allah atas kehidupan kita. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bukankah iblis makhluk yang taat dan hanya menuhankan Allah, hingga tak mau sedikit pun “bersujud” kepada Adam? Jika iblis tak menggoda Adam, bukankah kita tak akan hidup di dunia ini? Mengapa pula iblis begitu jujur kepada Rasulullah saw. serta mengungkap segala sesuatu tentang diri dan aksinya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak rahasia tersembunyi tentang iblis yang tak diketahui manusia. Maka, kini saatnya tabir rahasia itu disingkap selebar-lebarnya. Agar semuanya tahu. Jika pengalaman saja bisa menjadi guru, kenapa tidak dengan iblis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-6867678622528780297?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/6867678622528780297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/08/iblis-guruku-buku-yang-kontroversial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6867678622528780297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6867678622528780297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/08/iblis-guruku-buku-yang-kontroversial.html' title='Iblis Guruku; Buku yang Kontroversial'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-lkMgL9m-6jg/Tlb7w3JY9UI/AAAAAAAAAiY/-cnPVJPmkiM/s72-c/cover%2Biblis%2Bup.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-1268652393440858753</id><published>2011-04-30T11:58:00.002+07:00</published><updated>2011-04-30T12:05:08.048+07:00</updated><title type='text'>KAZAN; Kota Santri di Rusia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ST3oH1NcXjY/TbuYcTEX57I/AAAAAAAAAgs/Jzf8lxLgz7M/s1600/masjid%2Bkazan%2Buplod.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ST3oH1NcXjY/TbuYcTEX57I/AAAAAAAAAgs/Jzf8lxLgz7M/s200/masjid%2Bkazan%2Buplod.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601238173487720370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: M Aji Surya (Diplomat RI di Rusia, dalam buku Vodka, Cinta, dan Bunga, 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Islam berkembang pesat, di bawah Putin dan Medvedev.&lt;br /&gt;Jadilah Kazan kota santri Rusia.&lt;br /&gt;Indah dan bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Persahababatan yang baik terbangun dari kepercayaan dari waktu ke waktu. Namun tidak demikian dengan teman-teman di Kazan. Sekali kenal, langsung jadi saudara. Ke manapun kita pergi, selalu bersama. Inilah ciri kota santri di Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang mudah sekali dirasakan dalam sanubari. Kazan yang berada di bagian tengah barat Rusia ini masyarakatnya mirip dengan Indonesia. Pengalaman ini diamini oleh banyak orang yang pernah ke sana. Perangai yang dimiliki sangat lain dengan orang Rusia pada umumnya. Meski pernah tertekan di masa kejayaan komunis, mereka sampai sekarang masih bisa mengobral senyum. Bahkan, banyak yang mensinyalir bahwa mereka memiliki etos kerja yang unik dan akan mudah menggapai kemajuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya posisi kota Kazan tidak jauh dari Moskow. Pada kisaran 950 km, atau maksimal 1,5 jam penerbangan dari Moskow ke arah selatan timur. Bagi pelancong yang tidak punya waktu terlalu banyak, bisa pulang balik dalam sehari. Berangkat pagi pukul tujuh dan kembali ke Moskow pada sore atau malam hari. Bila datang pada musim panas, waktu segitu sudah lumayan melihat kota Kazan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya pribadi, Kazan mengingatkan saya akan keramahan masyarakat Indonesia. Sungguh, dua kali berkunjung ke sana, seolah kami baru saja bolak-balik ke Indonesia. Di sini sangat mudah mendengar azan, sesuatu yang aneh di manapun di Rusia atau Amerika sekalipun. Naik mobil dalam setengah jam di dalam kota, puluhan masjid dapat kita lihat. Bahkan banyak lelakinya memakai kopiah ala Arab dan wanitanya berjilbab seperti di Indonesia. “Assalamualaikum,” demikian sapaan itu terdengar di banyak tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harap maklum saja, penghuni kota ini separuhnya beragama Islam, atau pada kisaran 2 juta orang. Mereka mengaku pertama kali mendapatkan sinaran agama Islam dari utusan penguasa Islam dari Baghdad (zaman sahabat Nabi Muhammad) pada abad ke-7 Masehi manakala Kazan masih menjadi bagian dari wilayah Bulgaria. Sejak saat itu, agama ini berkembang cepat dan mendapatkan tempat yang baik di hati rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti nasib agama lainnya, pada masa komunis yang nyaris 80 tahun itu, perkembangan agama Islam mendapatkan hambatan yang sangat serius. Hampir semua masjid dipusokan dan dijadikan gudang ataupun gardu jaga. Apalagi dakwah dan pengajaran Islam. Sesuatu yang sangat diharamkan. Hanya satu masjid saja di tengah kota yang dibiarkan berdiri dan berdampingan dengan gereja Kristen Ortodoks.&lt;br /&gt;Uniknya, setelah komunis tumbang dan menjadi bagian dari Rusia yang terbuka dan maju, maka masyarakat muslim di sini seperti bangkit dari tidur panjangnya. Mereka kembali membangun tempat ibadahnya dan institusi keagamaannya dengan sangat cepat di bawah seorang Mufti (pemimpin agama Islam tertinggi di negara bagian) yang berwibawa. “Dengan bangga dapat saya informasikan bahwa hampir setiap minggu kami selalu meresmikan satu masjid,” ujar Rustam Gataulin, ketua organisasi layanan haji, pertengahan tahun 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mufti Iskhakov malah menyebut bahwa Republik Tatarstan yang dengan ibukotanya Kazan merupakan pusat peradaban Islam pada wilayah Euroasia. Kini tidak kurang 1.200 masjid telah kembali berdiri dan menjadi semacam organisasi yang mendorong kemajuan masyarakat di berbagai bidang. Di wilayah ini pula aneka helikopter canggih Rusia diproduksi dan petenis dunia Marat Safin dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, jumlah calon haji setiap tahun terus bertambah. Kalau 5 tahun lalu hanya pada kisaran 1.000-an jamaah, maka kini telah lebih dari 3.000 orang per tahun. Jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah sehingga diperlukan suatu organisasi yang matang dan baik. “Saya selalu melihat jamaah haji Indonesia teratur saat di Tanah Suci. Kita ingin belajar bagaimana mengorganisasikan seperti itu,” lanjut Rustam. Dari perbincangan dengan Rustam dan Mufti sendiri, akhirnya kita sepakat untuk membuat pelatihan jamaah haji dengan mendatangkan instruktur dari Depag dan swasta yang mengorganisasi ONH Plus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota ini pula ada universitas Islam yang diberi nama Universitas Islam Rusia. Perguruan tinggi ini mirip sekali dengan IAIN di Indonesia. Seluruh pelajarannya melulu mengenai keislaman dan belum menyentuh masalah lainnya. Jumlah mahasiswanya juga masih dalam hitungan ratusan dengan dosen yang masih muda-muda.&lt;br /&gt;Rektor Universitas Islam Rusia, Muhamedsin terkagum-kagum pada suatu saat saya ajak ke Indonesia untuk melihat Islam di negeri kita. Ia memang mengenal Indonesia dari banyak buku, tetapi rupanya jauh lebih menarik datang langsung. Dikatakannya, Islam datang ke Rusia dan Indonesia itu sama, yakni datang melalui jalan damai alias perdagangan. Konsekuensinya, Islam berkembang namun adat istiadat setempat tidak hilang. “Kita ingin mempelajari konsep toleransi dari negerimu,” akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhamedsin mengaku terkesan dengan UIN Jakarta, Jogjakarta dan Malang yang sempat ia kunjungi. Namun kesan terdalam adalah dengan UIN Malang yang memberikan landasan kepada semua mahasiswanya bahasa Arab dan pelajaran agama pada tahun pertama. Karenanya, ia sudah teguh akan mengirimkan dosen-dosennya untuk belajar di Indonesia.&lt;br /&gt;Menurut penuturan banyak pihak, pendidikan Islam di Tatarstan tetap berlangsung meskipun di masa komunis. Mereka melakukan dakwah minimal kepada anggota keluarga. Dan bila lebih dari itu, maka diperlukan suatu aktivitas bawah tanah yang rapi. Itulah sebabnya Islam tetap hidup dan diyakini kebenarannya oleh masyarakat. Meskipun begitu, pendidikan agama mereka tetap ketinggalan bila dibandingkan banyak negara karena larangan beraktivitas religi selama satu generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Kazan adalah ibukota dari negara bagian Rusia yang dikenal dengan Tatarstan. Berdasarkan penuturan masyarakat, telah terjadi semacam salah persepsi dalam batas-batas tertentu sehingga mereka ini dimasukkan dalam suku Tatar. “Sebagian kita adalah anak turun dari bangsa Eropa Timur (Bulgaria) yang telah migrasi ke sini jauh sebelum Islam masuk. Lihatlah wajah kami berbeda, baik dengan orang Rusia maupun Cina,” kata pemandu saya dalam bahasa Inggris yang fasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota santri ini memiliki landskap yang unik dan menarik. Meskipun tidak di gunung, namun Kazan berada di atas bukit dengan pemandangan danau di bawahnya. Persis di pinggir danau, terdapat beberapa monumen besar: masjid agung Kul-Syarif, sebuah gereja kuno, kremlin (benteng kota) serta makam syuhada. Masjid Kul-Syarif termasuk terbesar di Eropa ini memiliki arsitektur yang unik dengan banyak menara yang tinggi, yang barangkali terpengaruh oleh Masjid Biru di Istanbul, Turki. Meskipun mencorong, masjid tidak mengalahkan bangunan di sekitarnya. Semua tampak rukun dan berdiri dengan kepribadian masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana di kota Moskow, inilah pusat kota yang memiliki keindahan luar biasa. Di sini, para pelancong wajib kunjung sebagaimana banyak pengantin pada datang untuk mengambil foto. Aneka souvenir juga dijual dimana-mana dengan harga miring. Tidak heran, tempat ini selalu saja ramai pengunjung, khususnya di musim panas. Mereka bisa duduk menikmati indahnya danau di samping masjid, katedral, dan kremlin beserta para pengantin yang berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman saya yang beragama Kristen sempat dibuat kagum. Saat berkunjung ke Kazan pada bulan Ramadhan, ia dipersilakan menunggu rekannya yang sedang salat tarawih di dalam masjid agung Kul-Syarif. Sambil duduk bersila, ia terkantuk-kantuk di dalam masjid. “Eh…begitu saya terbangun, sudah ada kue dan minuman di hadapan saya. Luar biasa,” ujarnya dengan mata berbinar.&lt;br /&gt;Jujur saja, menurut pendapat pribadi saya, Lapangan Merah di Moskow sangat menarik, namun lingkungan Kremlin Kazan dan masyarakatnya, jauh lebih mengesankan. Maafkan saya. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-1268652393440858753?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/1268652393440858753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/04/kazan-kota-santri-di-rusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/1268652393440858753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/1268652393440858753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/04/kazan-kota-santri-di-rusia.html' title='KAZAN; Kota Santri di Rusia'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ST3oH1NcXjY/TbuYcTEX57I/AAAAAAAAAgs/Jzf8lxLgz7M/s72-c/masjid%2Bkazan%2Buplod.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-6391509633060783139</id><published>2011-04-30T11:44:00.002+07:00</published><updated>2011-04-30T11:52:49.049+07:00</updated><title type='text'>Nyantri di Rusia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-X6mUcXmuJFI/TbuVfyhIgZI/AAAAAAAAAgk/LTxy7dvVPpI/s1600/nyantri-%2Buplod.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-X6mUcXmuJFI/TbuVfyhIgZI/AAAAAAAAAgk/LTxy7dvVPpI/s200/nyantri-%2Buplod.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601234934934569362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: M Aji Surya (Diplomat RI di Rusia, dalam buku Seruling Diplomat, 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat datang pertama kali di pesantren, jantung santri baru biasanya berdegub keras. Kehidupan yang dihadapi serasa gres semua. Jauh berbeda dengan dunia rumah yang biasa dikenal. Mengalami culture shock alias gegar budaya meski hanya berada ratusan kilometer dari rumah. Walau masih dalam satu pulau. Meski sama-sama satu iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua karena dunia pesantren memang lain. Merupakan boarding school yang mengedepankan kemandirian dan mengajarkan problem solving. Kehidupan bersama yang tercipta diibaratkan sebuah tim sepakbola yang harus saling membahu dan membantu untuk mencapai tujuan bersama. Segala kesulitan hidup dinisbahkan sebagai tantangan dan batu ujian. Tidak ada kata mengeluh dan cengeng, atau menurut istilah almarhum KH Hammam Ja’far dari Pesantren Pabelan: sifat plentung pes alias hangat-hangat tahi ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, jangan heran para santri bisa tidur 30 orang dalam satu kamar, mandi berdua dalam satu waktu dan ruang yang sama, serta makan bertiga dalam satu piring. Bahkan bila kamar kecil yang sederhana dan jumlahnya terbatas itu sedang penuh, maka harus bisa ber-pupria di aliran sungai yang deras samping desa. Semua itu akan mendewasakan kita, demikian Sang Kyai selalu memberikan alibinya. Bangun sebelum beduk subuh ditabuh dan tidur menjelang pagi datang. Itu juga akan membuat santri menjadi manusia yang disiplin, suatu karakter yang konon waktu itu hanya dimiliki oleh kelompok militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja kenangan pesantren itu menyeruak di kepala ini saat menjemput delapan mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Rusia di Domodedovo International Airport, 45 km luar kota Moskow, September 2008. Wajah mereka segar-segar meski telah menempuh perjalanan panjang Jakarta-Doha-Moskow. Semangat belajar pun tampak jelas dari aura yang terpancar dari anak-anak muda lulusan SMA itu. Semua mengisyaratkan bahwa yang ada di hadapan mereka serbamudah, kecuali belajar itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus kemudian ada briefing oleh mahasiswa Indonesia yang lebih dulu datang maupun dari kantor perwakilan Pemerintah RI di Moskow. Pertemuan pagi buta dengan suhu 5 derajat Celsius di pojokan bandara ini memang tidak main-main. Sebuah penataran singkat bagi peningkatan kekuatan mental dan aktivitas brain washing bagi mereka yang sedang bermimpi memasuki wilayah yang sama dengan Amerika Serikat, Australia, Kanada ataupun Eropa Barat. Beberapa arahan singkat berbunyi: Alle anfange immer schwer (semua yang baru selalu sulit) dan ajakan memahami makna sabda Nabi Muhammad  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Uthlubul ’ilm walau bissīn” &lt;/span&gt;(tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China) yang saat itu memang dalam keadaan serbasusah. Siap-siap masuk kawah Condradimuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petuah itu meluncur karena di Rusia ini perbedaan antara idealita dan realita terkadang sama dengan gap baina samā’ wal ardh, antara langit dan bumi. Bagaimana tidak, anak muda itu datang di sebuah kota di luar negeri dengan tiket dari kantong orang tua yang pas-pasan, tanpa pernah tahu ke mana ia harus belajar. Mereka baru tahu persis kota dan universitasnya manakala kakinya menginjak airport Domodedovo. Tak bisa disangkal bahwa orang tua yang melepas di Jakarta pun hanya bisa membekali dengan tumpukan doa dan tangis perpisahan. Dan benar saja, ternyata ada satu di antara kedelapan mahasiswa itu harus menjadi pionir ke sebuah kota yang masih asing di telinga masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang tidak menyadari bahwa beasiswa ke Rusia ibarat tiket santri di “Pondok Pesantren” Federal Republik Rusia. Jangan pernah samakan apa yang akan diterima secara materiil dengan mahasiswa kita di Paris atau di Melbourne. Pemerintah Rusia sejak awal secara gamblang hanya menjanjikan pembebasan uang kuliah serta sekitar 1500-an rubel (50 dolar) uang saku. Berarti orang tua sejak awal harus ’ainul yaqīn akan nombok pada kisaran 200-an dolar sebulan, tergantung model kehidupan apa yang dipilih. Tanpa itu, sang anak pasti akan menghadapi ujian berat dalam hidup keseharian sekaligus terganggu aktivitas belajarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, berbagai fasilitas yang tersedia di universitas kadang juga minim. Sesuai dengan harganya, maka banyak pondokan yang masih bersifat komunal warisan zaman komunis. Itulah keterbatasan yang akan menjadi tantangan mahasiswa baru. Mulai dari aspek estetika, norma hingga urusan kebersihan. Gaya kehidupan pesantren salaf pun kadang menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari. Bagi mereka yang bersifat plentung pes, jangan harap bisa bertahan. Tidak heran ada cerita seorang bapak mengantarkan anaknya ke Rusia, tidak sampai satu bulan keduanya bersalaman: sepakat untuk pulang ke tanah air. Hahaha.... Menggelikan sekaligus menggelisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; &lt;br /&gt;Transisi dan Metamorfosis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rusia sekarang hakikatnya masih dalam masa transisi, dari suatu masyarakat komunal berlandaskan komunisme menjadi masyarakat individualis berdasarkan demokrasi dan kebebasan. Perubahan yang terjadi sangat cepat seiring dengan perubahan norma-norma yang berlaku. Kepemilikan yang dahulu tabu, misalnya, kini menjadi jamak. Orang kaya terus menjamur, sedangkan kaum papa juga seabrek jumlahnya.&lt;br /&gt;Lupakan saja istilah lama: sama rata sama rasa. Buktinya, lebih dari 80 persen mobil di jalanan Moskow adalah mobil baru dari Eropa Barat, Jepang, dan Korea yang dengan mudah didapatkan melalui skema kredit. Dan tahun ini, Moskow  pun sudah dibaptis menjadi kota termahal di dunia. Wow... keren!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan namanya, masa transisi adalah masa gonjang-ganjing, suatu masa yang tidak jelas juntrungnya. Di bidang ekonomi, misalnya, antara penawaran dan permintaan pasar kadang tidak menemukan titik equilibriumnya. Pemilik apartemen bisa saja tiba-tiba minta kenaikan harga sewa bulanan sekian ribu dolar yang menurut kalangan umum tidak masuk akal. Namun, mereka tetap berprinsip just take it or leave it. Di negeri Beruang Merah ini, pembeli bukan raja. Penjual masih menjadi raja yang kadang kurang ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putaran transisi juga dialami berbagai sektor kehidupan, salah satunya adalah bidang pendidikan. Pelayanan kepada para penerima beasiswa relatif masih dalam tataran konsep “tangan di atas lebih mulia dari tangan di bawah”, terlepas seberapa besar rubel yang menetes. Meskipun pada dasarnya, orang tua mahasiswa juga harus merogoh kocek dalam-dalam lalu melakukan pengiriman devisanya setiap bulan dalam jumlah yang tidak sedikit. Dosen bergaji minim dan mahasiswa asing dilarang bekerja. Dus, konsep tersebut sering terimplementasi di kehidupan akademis sehari-hari dalam berbagai bentuk yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, kini berbagai universitas di Rusia menjadi semacam sarang tawon yang dipenuhi lebah. Ratusan mahasiswa asing dari Eropa Barat maupun Asia seperti China, Korea dan Vietnam, terus membanjiri aneka kursus bahasa Rusia di berbagai universitas setiap tahun. Tidak kurang-kurang, ribuan mahasiswa Malaysia kini sedang nyantri di Moskow, St. Petersburg, dan kota besar lainnya. Bahkan konon kabarnya, mahasiswa saudara serumpun kita ini mendapatkan gelontoran dolar dari pemerintahnya lebih dari 500 dolar per bulan. Jumlah yang relatif cukup mewah untuk ukuran mahasiswa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua pada galibnya memberikan beberapa sinyal yang mesti diperhitungkan. Pertama, meskipun beasiswa yang diberikan Pemerintah Rusia rendah plus servis serba pas-pasan, tetapi tombokan secara keseluruhan masih jauh lebih murah dibanding kuliah di Australia, misalnya. Kedua, ekonomi Rusia yang sedang booming serta geliat hegemoni politik internasionalnya merupakan kesempatan yang harus diantisipasi oleh siapapun sejak dini. Ketiga, terdapat beberapa universitas di Rusia memang memiliki reputasi internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Pemerintah Rusia sedang melaju kencang untuk menyulap model dan sistem pendidikannya agar menyamai Eropa Barat dan Amerika Serikat. Pada saatnya, bila tangan dingin Presiden Medvedev berhasil membereskan urusan pendidikan ini dalam hitungan dua-tiga tahun ke depan, bisa-bisa kuliah di Rusia menjadi sangat eksklusif dan sulit dijangkau. Sebelum metamorfosa itu terwujud, apa boleh buat, mahasiswa Indonesia yang berjumlah 100-an saat ini masih harus mempertahankan hidupnya ala santri pondok pesantren: bermental baja dengan sarana yang bersahaja. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan tentang pendidikan Rusia. &lt;br /&gt;Moskow, akhir tahun 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-6391509633060783139?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/6391509633060783139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/04/nyantri-di-rusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6391509633060783139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6391509633060783139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/04/nyantri-di-rusia.html' title='Nyantri di Rusia'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-X6mUcXmuJFI/TbuVfyhIgZI/AAAAAAAAAgk/LTxy7dvVPpI/s72-c/nyantri-%2Buplod.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-6273977043986502087</id><published>2011-04-30T11:33:00.003+07:00</published><updated>2011-04-30T11:43:18.135+07:00</updated><title type='text'>Bule dalam Karung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ciwE-6A1oC4/TbuTQFK4QHI/AAAAAAAAAgc/bYJE_UT50VE/s1600/kebo%2Bkyai%2Bslamet%2Buplod.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 147px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ciwE-6A1oC4/TbuTQFK4QHI/AAAAAAAAAgc/bYJE_UT50VE/s200/kebo%2Bkyai%2Bslamet%2Buplod.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601232466040340594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: M Aji Surya (Diplomat RI di Rusia, dalam buku Seruling Diplomat, 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mungkin termasuk manusia katrok bin ndeso seperti Tukul ‘Empat Mata’ Arwana yang masih ngetop itu. Mau bukti? Saya kaget betul ketika mengetahui hasil jajak pendapat partikelir yang menyebutkan bahwa banyak wanita Indonesia lebih menyukai suami bule dibandingkan dengan pria lokal. Kepala saya jadi tambah puyeng ketika mengetahui alasan umum yang diberikan: “Memperbaiki keturunan!” Awalnya, saya mengira fenomena itu hanya ada di kalangan selebriti yang bergelimang sensasi. Hingga kini, pernyataan aneh itu masih saja saya dengar dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada multitafsir soal “perbaikan keturunan” yang disampaikan cewek-cewek yang mengaku modern itu. Namun, setidaknya bisa ditengok dua hal. Pertama, pria bule memang rata-rata secara fisik lebih yahud dibandingkan dengan pria lokal. Tubuh jangkung, dada bidang, kulit putih, rambut pirang, dan mata biru. Kedua, mereka dianggap sebagai golongan yang paling maju peradabannya dan makmur (banyak duitnya). Bandingkan dengan pria kita yang rata-rata pendek, kecil, udah gitu, tongpes lagi. Duh, cape deh…. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi, ini merupakan warisan budaya inferior setelah sekian ratus tahun dijajah bangsa berkulit putih. Barat masih selalu dianggap baik dan positif  ketimbang Timur. Bukti paling sederhana, berapa banyak dari kita tidak pede dengan kulit sawo matang, lalu dengan berbagai cara dipucatkan (diputihkan) dan rambut hitam yang eksotik itu diwarnai agar mirip rambut bule, blonde dan kepirangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, mayoritas orang kulit putih justru sudah bosan dengan warna kulitnya dan lebih bangga bila berubah kecokelatan, khususnya setelah dipanggang matahari di musim panas. Bahkan, di beberapa negara Eropa bertebaran salon khusus untuk menghitamkan kulit. Kalau demikian, tidak salah dong bila ada bule nyindir: “Pada saat diterpa matahari, orang kulit putih buka baju, sedangkan orang Indonesia buka payung.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi di Prancis. Cewek-ceweknya yang dikenal bertubuh jaran teji alias tinggi semampai itu justru lebih menyukai cowok asal Afrika yang berkulit hitam gosong, beraroma khas, meskipun lebih sering berkantong bolong. Mereka menganggap pria kulit putih tidak macho dan cenderung “melambai”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kebanggaan vs Kepasrahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cinta memang tidak mengenal logika. Begitu kata Vina ‘Burung Camar’ Panduwinata. Ketika sedang jatuh cinta, semua yang ada pada sang pasangan jadi indah. Meski demikian, tetap saja ada rambu-rambu yang harus menjadi pegangan. Orang Jawa, misalnya, mengedepankan konsep bibit, bebet, dan bobot. Sedangkan ajaran Islam menyarankan kesetaraan kehidupan sosial seperti kemampuan intelektual, selain kesamaan iman, sebagai hal yang paling penting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, ada orang yang sudah suka sebelum bersua. Cinta mati meski belum tahu orangnya. Dengan kata lain, membeli bule dalam karung. “Pokoknya asal bule, saya oke deh,” begitu sering terdengar. Dampak perilaku asal tubruk ini sangatlah fatal. Tidak terdapat lagi analisis SWOT (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;strength, weakness, opportunity, threat&lt;/span&gt;), padahal perkawinan adalah proses negosiasi serta take and give yang sarat substansi. Mulai dari menyatukan dua hati, keluarga, visi, kebiasaan, adat, budaya, hingga agama. Dengan model perkawinan “karena bule” bukan “karena kecocokan” itu, potensi konflik dan bubar menjadi sangat rentan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dimafhumi, meskipun Indonesia berbhinneka tunggal ika, kenyataannya perkawinan antar-suku kadang tetap sulit. Mereka lebih suka dengan kalangan sendiri, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;inward looking marriage&lt;/span&gt;. Selain lebih mudah, juga tidak ada konflik budaya. Tapi, ajaib dan anehnya, banyak yang begitu permisif perkawinan dengan bule yang notabene sangat ekstrem perbedaan sistem budaya, sosial, kekeluargaan, kebiasaan, pendidikan, dan (kadang) agamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, kisah sedih perkawinan asal tubruk bule merunyak. Seorang kenalan yang lulusan S-2 universitas  terkemuka di Amerika Serikat suatu ketika mengeluh dan meneteskan air mata di depan saya. Setelah menjalani perkawinan selama satu setengah tahun, WNI yang tinggal di Eropa Barat ini tanpa ba-bi-bu ditinggalkan suaminya. Si bule dengan gaya narsisnya hanya meninggalkan secarik kertas, “Sorry, habis bagaimana, saya nggak cinta lagi, sih.” Logis bagi si bule, tapi ngeselin dan nyebelin abis bagi kawan kita itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi. Ijab kabul dilakukan di depan penghulu dan disaksikan Buya Hamka. Alih-alih terus rajin salat, setelah kembali ke negaranya, dengan enteng si bule mengaku bahwa syahadat yang diucapkan hanyalah akal bulus untuk mendapatkan pujaan hatinya. Sang istri yang salehah akhirnya lebih memilih cerai. Terlambat sudah, ia tidak bisa “pulang” ke Tanah Air karena telanjur menjadi warga negara asing. Saudari kita itu kini hidup kesepian di tengah keramaian dan harus ikhlas mengajukan visa ketika kangen kampung halaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, banyak juga pasangan cokelat-bule yang berhasil. Umumnya wanita kita harus “menyerah” total, baik dari segi budaya maupun agama. Anaknya rata-rata jadi sekuler dan tidak kenal lagu Indonesia Raya. Mereka pada galibnya telah melakukan barter kebanggaan dengan kepasrahan. Kata orang bijak, “Perlu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;wisdom&lt;/span&gt; dan pengetahuan yang tinggi agar perkawinan dengan bule dapat berimbang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf  beribu maaf, pembaca yang budiman. Pikiran saya kok tiba-tiba menerawang, teringat kebo bule  bernama Kyai Slamet di Keraton Solo. Apa ya karena kebetulan berkulit bule, hewan bertanduk itu lalu dikeramatkan? Bukankah kebo, meski berkulit bule, tetap kebo? Entahlah. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;S’il vous plait madame et mademoisele&lt;/span&gt;, merenunglah dulu sebelum mengikuti pikiran saya yang konvensional, katrok, dan ndeso ini. Hehe…. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan tentang tren yang sulit dipahami: Kawin dengan bule. &lt;br /&gt;Penerbangan Singapura-London, 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-6273977043986502087?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/6273977043986502087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/04/bule-dalam-karung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6273977043986502087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6273977043986502087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/04/bule-dalam-karung.html' title='Bule dalam Karung'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ciwE-6A1oC4/TbuTQFK4QHI/AAAAAAAAAgc/bYJE_UT50VE/s72-c/kebo%2Bkyai%2Bslamet%2Buplod.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-7790533511618036851</id><published>2011-03-31T14:53:00.002+07:00</published><updated>2011-03-31T15:15:39.575+07:00</updated><title type='text'>MASJID BIRU DAN BERKAH SOEKARNO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-6OeRBrLd87U/TZQ3-NWji-I/AAAAAAAAAgM/PM76vydAsy8/s1600/masjid%2Bbiru.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-6OeRBrLd87U/TZQ3-NWji-I/AAAAAAAAAgM/PM76vydAsy8/s200/masjid%2Bbiru.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590154579349310434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: M. Aji Surya (Diplomat RI di Rusia, dalam buku MPV, Jaring Pena, 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Masjid Biru St. Petersburg.&lt;br /&gt;Simbol persaudaraan.&lt;br /&gt;Simbol kepedulian.&lt;br /&gt;Indonesia dan Rusia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar tegas Presiden Soekarno akhirnya membuat Kremlin Moskow mengizinkan umat Islam di Petersburg kembali diperbolehkan melaksanakan salat di negeri komunis ini. Sesuatu yang selalu ada dalam ingatan umat Islam St. Petersburg.&lt;br /&gt;Bermimpi berkunjung ke masjid ini bagi muslim Indonesia yang sedang berada di Rusia, bukan sesuatu yang aneh apalagi salah. Berbagai cerita unik yang pernah dilansir di media massa maupun buku selalu memberikan tambahan semangat untuk berziarah ke masjid penuh sejarah tersebut. Inilah tempat yang terus menjadi tujuan ribuan pelancong yang datang dari tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 5 Ramadan 1430 H, pukul 19.00, waktu setempat. Tiupan angin sejuk merasuk ke tubuh saat Mercedes yang saya tumpangi berhenti persis di depan masjid paling megah di kota ujung barat utara Rusia, St. Petersburg. Rasa lelah perjalanan panjang selama 9 jam dari kota Moskow seolah terobati dengan cuaca yang benar-benar bersahabat. Layaknya di surga, tidak terlalu panas tidak juga dingin. Sunggingan matahari sore itu menambah kemolekan kota yang dulu dikenal dengan sebutan Leningrad. Temperatur menunjuk pada angka 17 derajat Celsius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;St. Petersburg didirikan oleh Peter the Great pada abad 17. Kota yang senantiasa menjadi rebutan banyak negara dalam berbagai masa itu memang sangat cantik, berarsitektur ala Eropa Barat dan terletak di delta sungai Neva. Kota ini pernah menjadi ibukota kekaisaran Rusia selama 200 tahun. Di sini pula berdiri istana-istana terkenal, seperti istana musim panas Peterhof, istana musim dingin Hermitage, benteng Peter and Paul serta lanskap kota yang tidak kalah dengan kota mode Paris.&lt;br /&gt;Diantara kelebihan kota ini adalah adanya sebuah masjid yang sering disebut  The Blue Mosque atau Masjid Biru. Meski nama aslinya adalah Masjid  Jam’ul Muslimin, orang lebih sering mengasosiasikannya dengan kubah dan gerbang warna biru nan cantik yang dimilikinya. Letaknya yang berada di jantung kota dan diantara berbagai obyek wisata utama, menjadikan masjid ini dikenal oleh siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan lain dari kota yang berbatasan dengan Finlandia tersebut karena memiliki musim panas yang sangat panjang. Pada minggu ketiga bulan Juli, mahahari dari sini bisa terlihat selama 24 jam selama dua hari. Inilah yang sering disebut dengan  white night (malam putih). Sebuah fenomena alam yang digandrungi ratusan ribu pelancong untuk menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum. Vie iz Indonesiyi (Anda dari Indonesia)?” Seorang dengan wajah berkharisma dan berpakaian ala orang terhormat Arab menyapa dengan penuh hangat. “Kenalkan, saya Mufti Ja’far Nasibullah yang bertanggungjawab atas masjid ini selama 31 tahun terakhir. Silakan masuk ke rumah Allah,” lanjutnya sambil menjabat erat.&lt;br /&gt;Dari tubuhnya yang tidak terlalu tinggi, kulit yang sedikit berwarna serta wajah yang oval, mudah ditebak bahwa sang Mufti ini pastilah berasal dari kawasan selatan Rusia, wilayah yang banyak dihuni oleh mereka yang beragama Islam.&lt;br /&gt;Memasuki masjid ini terasa sejuk di hati dan seolah berada di suatu tempat yang akrab dengan diri kita: tempat bersujud. Di atas pintu masuknya, sebuah kaligrafi berukuran sedang memberikan perintah berdasarkan ayat Tuhan: “Masuklah dengan damai dan aman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melewati ruang penerimaan, kita akan langsung masuk ke dalam masjid lantai pertama yang mampu menampung lebih dari dua ribuan jamaah. Kubah yang dari luar berwana biru, di dalamnya terdapat ukiran dan lukisan yang terpengaruh oleh budaya Arab dan menggantung di tengah-tengahnya lampu bulat besar bertatahkan kaligrafi buatan Rusia dengan berat lebih dari 2 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan terlihat mihrab yang agung berwarna biru terbuat dari ribuan marmer yang didesain khusus. Di tengah-tengahnya terdapat siluet berupa kaligrafi yang menegaskan pesan-pesan Tuhan tentang kebaikan dan kebijakan yang harus dianut oleh umatnya. Di sampingnya, terdapat mimbar khutbah dengan tangganya yang tinggi terbuat dari kayu yang sangat terawat. Pada saat khatib naik mimbar, ia akan memegang tongkat yang merupakan pengganti tombak pada zaman para sahabat Nabi.&lt;br /&gt;Lantai dua dan tiga dipakai untuk salat jamaah wanita, sehingga tidak perlu sekat seperti yang ada di beberapa masjid. Uniknya, untuk bisa mengikuti salat berjamaah, para wanita hanya bisa melihat ke imam melalui dua jendela yang telah disiapkan. Melihat modelnya, jendela ini pastilah model Mesir seperti yang kita bisa lihat dalam film Ayat-Ayat Cinta-nya Hanung Bramantyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilar-pilar besar penyangga kubah dan lantai dua dan tiga dihiasi dengan aneka lukisan bunga yang lebih mirip budaya Rusia bagian selatan. Pembagian ruangan yang lega serta kebersihannya yang terjaga membuat para jamaah betah berzikir di dalamnya. Di bulan Ramadan tahun ini, jamaah salat tarawih tidak terlalu banyak atau hanya sekitar 300-an orang. Ini disebabkan puasa jatuh pada musim panas sehingga salat tarawih dilakukan hampir tengah malam sehingga banyak jamaah kesulitan mendapatkan transportasi umum pada saat pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga kaligrafi terbuat dari kayu berukuran sekitar satu kali dua meter yang terpajang di samping ruang imam salat. Tembakan dua lampu dari samping dan atas memberikan nuansa tersendiri atas tatahan indah surah al-Fatihah yang berada di tengah-tengah ukiran model Bali. “Yang satu ini memang hadiah dari Presiden Megawati Soekarnoputri,” ujar sang Mufti dengan bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengenang Jasa Soekarno&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memang, hubungan antara masjid ini dengan mantan presiden pertama Indonesia, Soekarno, tidak bisa dipisahkan. Di negeri komunis Uni Soviet, nama Soekarno sangat dikenal. Bukan hanya dianggap sebagai teman dalam Perang Dingin melawan poros Barat, namun juga sebagai presiden muslim yang memberikan “berkah” bagi sebagian muslim di negeri Beruang Putih ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ja’far Nasibullah, suatu hari di tahun 1955, Soekarno berkunjung ke St. Petersburg yang saat itu masih bernama Leningrad. Ia datang dan menikmati kota indah ini dengan putri kecilnya yang bernama Megawati Soekarnoputri.&lt;br /&gt;Dari dalam mobil itu, Soekarno sekilas melihat sebuah bangunan yang unik dan tidak ada duanya. Sopir diminta memutar haluan untuk melihat bangunan tersebut. Namun, sang sopir tak menuruti permintaan orang nomor satu RI itu. Tidak ada perintah untuk memutar apalagi berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman itu, di bawah pemerintahan komunis nyaris tidak ada kekuasaan dan kesempatan berdiskusi yang diberikan kepada seorang sopir. Dari pembicaraan dengan beberapa pihak, Soekarno akhirnya tahu bahwa gedung itu adalah sebuah masjid yang saat itu dijadikan gudang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu pertemuan dengan pejabat setempat, Presiden melontarkan permintaan agar pada hari berikutnya diatur suatu kunjungan ke masjid yang dilihatnya. Namun, aturan protokoler tidak memungkinkan karena acara yang disusun sudah sangat padat. Dalam cerita lain menyebutkan Soekarno sempat mampir sekilas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua hari menikmati keindahan kota St. Petersburg yang saat itu masih bernama Leningrad, Soekarno terbang ke Moskow untuk melakukan pembicaraan tingkat tinggi guna membahas masa depan kerja sama bilateral dan berbagai posisi kunci dalam Perang Dingin yang terus memuncak. Dalam bincang-bincang di istana Kremlin itu sempat tersiar kabar suatu pembicaraan yang unik diantara kedua pemimpin bangsa.&lt;br /&gt;“Bagaimana kunjungan ke Leningrad, Tuan Presiden. Tentu sangat menyenangkan, bukan?” tanya pemimpin Rusia saat itu. &lt;br /&gt;Di luar dugaan, Soekarno memberikan jawaban yang mengagetkan. &lt;br /&gt;“Rasanya saya belum pernah ke Leningrad,” ujar Soekarno.&lt;br /&gt;“Tuan Presiden memang pandai bertutur. Ada apa yang salah dengan Leningrad? Bukannya kemarin dua hari berjalan-jalan dengan Sang Putri di sana?”&lt;br /&gt;“Ya. Kami memang berada di sana, tapi kami belum ke sana.”&lt;br /&gt;“Kenapa begitu?”&lt;br /&gt;“Karena kami tidak pernah diberikan kesempatan untuk mengunjungi bangunan yang disebut Masjid Biru.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan Soekarno ke Rusia berjalan lancar dan seolah tidak pernah ada apapun yang terkait dengan masalah agama ataupun masjid. Soekarno juga tidak banyak membicarakan lagi tentang masjid yang pernah dilihatnya di kota terindah di Uni Soviet tersebut. Meskipun begitu, diam-diam banyak kalangan muslim memasang kuping atas berbagai kejadian yang dialami oleh tamu kehormatan dari Indonesia tersebut.&lt;br /&gt;Seminggu setelah kunjungan usai, sebuah kabar gembira datang dari pusat kekuasaan, Kremlin di Moskow. Seorang petinggi pemerintah setempat mengabarkan bahwa satu-satunya masjid di Leningrad yang telah menjadi gudang pasca-revolusi Bolshevic tersebut bisa dibuka lagi untuk beribadah umat Islam, tanpa persyaratan apapun. Sang penyampai pesan juga tidak memberikan alasan secuil pun mengapa itu semua bisa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Umat Islam di St. Petersburg mengenal dengan baik Presiden Soekarno. Kita sangat berterima kasih kepada almarhum Soekarno. Kami akan ingat jasa-jasanya,” ujar Mufti Ja’far Nasibullah. Tanpa Soekarno, katanya, mungkin masjid indah ini sudah hancur sebagaimana masjid dan gereja lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, masjid yang didirikan pada tahun 1910-1921 itu masih berdiri megah. Dua menaranya menjulang setinggi 48 meter, sedangkan kubahnya yang dibalut keramik warna biru sangat gagah dengan ketinggian 39 meter. Tempat ibadah umat Islam yang diarsiteki oleh dua orang nasrani bernama Vaslilier dan Alexander Von Googen ini memang mirip dengan sebuah masjid di Samarkand, Asia Tengah. Meskipun sempat akan hancur kubahnya pada tahun 1980-an, namun berkat kebaikan hati beberapa pemimpin komunis era Uni Soviet dan pinjaman seseorang yang beragama Ortodoks, maka renovasi selama 18 tahun telah mengembalikan kemegahan rumah Allah di bumi utara tersebut.&lt;br /&gt;“Sebagai muslim, saya harus jujur dan mengucapkan terima kasih bukan hanya kepada umat Islam yang senantiasa memakmurkan masjid ini. Tetapi juga kepada pemerintah pada masa komunis, pemerintah sekarang dan juga para donatur yang berbeda agama. Semoga Allah memberikan balasannya atas kebaikan mereka,” ungkap Ja’far.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mercedes tua itu segera saya starter setelah bersalaman beberapa kali dengan Sang Mufti. Pelukannya yang hangat dan ciumannya yang ikhlas mengesankan ia telah bertemu dengan seorang “Soekarno” kecil. Saya pun jadi termangu, tidak bisa tidur dan selalu bertanya, “Kontribusi apa yang bisa saya berikan untuk muslim Rusia di masa keterbukaan ini?” []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-7790533511618036851?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/7790533511618036851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/03/masjid-biru-dan-berkah-soekarno.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7790533511618036851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7790533511618036851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/03/masjid-biru-dan-berkah-soekarno.html' title='MASJID BIRU DAN BERKAH SOEKARNO'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-6OeRBrLd87U/TZQ3-NWji-I/AAAAAAAAAgM/PM76vydAsy8/s72-c/masjid%2Bbiru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-3713515555163461844</id><published>2011-03-31T14:41:00.003+07:00</published><updated>2011-03-31T15:13:45.004+07:00</updated><title type='text'>SINAR ISLAM SEMAKIN CEMERLANG DI RUSIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-fuxwjsDsN9g/TZQ3OXTSDLI/AAAAAAAAAgE/mPN2mHshvOQ/s1600/sinar%2Bislam%2Bmencorong.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-fuxwjsDsN9g/TZQ3OXTSDLI/AAAAAAAAAgE/mPN2mHshvOQ/s200/sinar%2Bislam%2Bmencorong.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590153757386214578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: M. Aji Surya (Diplomat RI di Rusia, dalam buku MPV, Jaring Pena 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berbagai umat beragama di Rusia kini sedang bergairah;&lt;br /&gt;bangun dari tidur panjangnya.&lt;br /&gt;Bukan sebuah basa-basi, bila sinar Islam juga makin cemerlang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian masyarakat Indonesia masih terkooptasi oleh sebuah bayangan yang salah, bahwa Rusia adalah Uni Soviet. Rusia adalah ateis dan komunis. Tidak lebih dan tidak kurang. Padahal, bersamaan dengan gerakan pembaruan yang diawali oleh Mikhail Gorbachev tahun 1990-an, Rusia kini menjadi negara yang terbuka dan eksotik. Kegiatan religi makin marak, dan umat Islamnya makin bergairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca-runtuhnya Uni Soviet, Islam memainkan peranan penting dalam perkembangan Rusia. Umat Islam terus berkembang menjadi salah satu sokoguru bagi Rusia secara keseluruhan. Bahkan bila ingin mengetahui politik Rusia secara utuh, mau tidak mau harus memahami pula perkembangan Islam kontemporer di Rusia dan peranannya dalam masyarakat. Benarkah Islam sedang bangkit di Rusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak banyak orang Indonesia yang mengetahui bahwa umat Islam di Rusia merupakan kelompok kedua terbesar setelah penganut Ortodoksi (Pravoslaviya). Beberapa data dan pernyataan menyebutkan angka sampai 25 juta muslim dari 145-an juta penduduk Rusia. Hubungan antara umat Islam dan mayoritas Ortodoksi nampak cukup harmonis. Pemerintah sekarang juga memberikan keleluasaan bagi perkembangan kedua kelompok terbesar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan muslim Eropa, muslim Rusia mempunyai sejarah panjang yang dimulai di pertengahan abad ke-7. Dari 182 etnis di Rusia, 57 etnis mengikuti agama Islam dan hal ini membuat Islam sebagai unsur yang tidak dapat dipisahkan dari budaya dan sejarah Rusia. Muslim Rusia punya hubungan baik dengan agama-agama lain dan mereka tidak bersikap ekstrem. Itulah mengapa mereka menentang kelompok-kelompok seperti al-Qaeda dan Taliban karena mereka tidak menerima sikap kekerasan dan pemikiran fanatik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari berbagai kenyataan itulah barangkali, saat bertemu dengan ulama Islam Rusia, Presiden Rusia Dmitry Medvedev menegaskan tentang pentingnya posisi umat Islam Rusia. Ia mengatakan, “Umat Islam Rusia di negara ini dihormati dan punya pengaruh. Lembaga-lembaga Islam punya peran penting dalam menyebarkan perdamaian dan menciptakan atmosfer spiritual dan perilaku baik di tengah-tengah masyarakat serta berjuang melawan sikap ekstrem.” Mantan Presiden Putin juga tidak segan mengucapkan “Selamat Idul Fitri” pada akhir bulan Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Federasi Rusia, awal abad ke-21 adalah periode kebangkitan kembali rohani dan keagamaan, termasuk Islam. Mayoritas muslim Rusia adalah sunni. Terdapat dua mazhab di Rusia: mazhab Syafi’i di Kaukasus Utara dan mazhab Hanafi di wilayah negara lainnya. Dalam beberapa kawasan terdapat tradisi sufi, utamanya pada suku Chechen dan Azeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunnya kembali Islam di Rusia dimulai dengan pembentukan berbagai organisasi Islam dan masjid sebagai tempat berkumpulnya umat. Muslim Rusia membentuk organisasi dan masjid untuk mengorganisir struktur, pengaturan, pendekatan yang efisien dan tertib untuk  mencapai tujuan serta kerja kebangkitan Islam. Pendidikan adalah prioritas utama organisasi Islam Rusia. Mereka menyadari bahwa kebangkitan Islam tidak mungkin tanpa kebangkitan pendidikan Islam, karenanya sampai tahun 2009 tercatat telah berdiri 18 sekolah tinggi Islam hasil upaya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data register negara terdapat 3.345 organisasi keagamaan muslim di tingkat lokal. Jumlah yang terbesar dari organisasi keagamaan tersebut terdaftar di daerah Volga sebanyak 1.945, Kaukasus Utara mencapai 980, dan Ural mencapai 316 lembaga. Di beberapa kawasan lain pun bermunculan organisasi serupa meski jumlahnya lebih kecil.&lt;br /&gt;Untuk jumlah masjid, yang tercatat resmi saat ini sebanyak 4.750 masjid. Kawasan yang paling banyak terdapat masjid adalah di Dagestan dengan jumlah 3.000-an masjid. Begitu pula di Tatarstan, yang dalam 10 tahun terakhir telah mencapai lebih dari 1.000 masjid. Sementara di ibukota Moskow, yang populasi muslimnya sekitar satu setengah juta jiwa, terdapat 20 komunitas Islam dan lima masjid besar. Pakar data Rusia memperkirakan, jumlah masjid seluruhnya dapat mencapai sedikitnya 7.000 masjid di Rusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti konkret potensi kebangkitan yang dapat dilihat saat ini antara lain makin maraknya muslim Rusia yang mempelajari al-Quran, tingginya animo berangkat ke Tanah Suci untuk haji dan umrah, jamaah masjid yang meningkat untuk menghadiri salat atau acara religius lainnya, tingginya proposal untuk pembangunan masjid baru, meningkatnya proyek acara-acara Islam di radio dan program televisi, serta maraknya restorasi pemakaian bahasa Arab  dalam kehidupan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan, lebih dari 32 ribu muslim Rusia telah menunaikan ibadah haji di tahun 2008. Jumlah itu mengalami peningkatan setelah sebelumnya hanya 26 ribu dan kemudian ditambah kuotanya oleh pemerintah Arab Saudi sebanyak 6 ribu akibat meningkatnya minat muslim Rusia pergi haji. Meski kondisi ekonomi mereka sulit tetapi kerinduan berat pergi ke Tanah Suci dapat menjadi bukti konkret makin menguatnya gelombang kebangkitan muslim Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap minggu, TV pemerintah Rusia menayangkan program yang dinamakan “Muslim”. Program tersebut menceritakan mengenai tradisi, adat istiadat dan budaya pemeluk Islam di Rusia. Radio pemerintah juga mempunyai program serupa. Pada tahun 2003, dibentuk Persatuan Wartawan Muslim Rusia di bawah payung Mufti Rusia dan dukungan Persatuan Wartawan Rusia. Muslim Rusia juga aktif berpartisipasi dalam dialog antaragama yang diadakan pemerintah Rusia setahun sekali untuk membahas isu-isu aktual dan memecahkan isu-isu sensitif antarumat beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi kebangkitan lain adalah tingkat fertilitas muslim Rusia yang telah melampaui etnis Rusia. Misalnya, tingkat fertilitas Republik muslim di Kaukaus Utara, khususnya  Chechnya, mempunyai jumlah penduduk muda yang termuda dalam struktur demografi masyarakat Rusia yang menua. Pada paruh pertama tahun 2007, tingkat kelahiran di Chechnya 26,4 per 1.000 orang, sementara di Rusia hanya 11,28 per 1.000 orang. Perbedaan 15,12 poin ini merupakan gap tingkat fertilitas etnis yang besar di Rusia. Untuk itu, masa depan Islam nampaknya akan menjadi perhatian serius bagi pemerintah Rusia dan menarik untuk dilihat bagaimana pemerintah Rusia menanggapi statistik faktual ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bulan puasa Ramadan di Masjid Prospek Mira Moskow tahun lalu, Mufti Besar Ravil Gainutdin menekankan pentingnya tradisi turun-temurun dialog antara muslim dengan pemeluk agama lain di Rusia. Ia juga menyatakan, “Rusia adalah tanah air kita bersama. Selaku muslim Rusia, kita berkewajiban untuk melindungi dan memperluas kekayaan spiritual yang ditinggalkan oleh nenek moyang kita.” Subhanallah. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-3713515555163461844?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/3713515555163461844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/03/sinar-islam-semakin-cemerlang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/3713515555163461844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/3713515555163461844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/03/sinar-islam-semakin-cemerlang.html' title='SINAR ISLAM SEMAKIN CEMERLANG DI RUSIA'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-fuxwjsDsN9g/TZQ3OXTSDLI/AAAAAAAAAgE/mPN2mHshvOQ/s72-c/sinar%2Bislam%2Bmencorong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-5353620519729369423</id><published>2011-03-31T14:31:00.006+07:00</published><updated>2011-03-31T15:07:05.235+07:00</updated><title type='text'>MUSLIM RUSIA AKAN MENJADI MAYORITAS?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-DbAJfXr7pRY/TZQ00LhLFJI/AAAAAAAAAf8/hRQ9XSH4r-w/s1600/muslim%2Brusia%2Bsolat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 155px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-DbAJfXr7pRY/TZQ00LhLFJI/AAAAAAAAAf8/hRQ9XSH4r-w/s200/muslim%2Brusia%2Bsolat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590151108523398290" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: M. Aji Surya (Diplomat RI di Rusia, dalam buku MPV, Jaring Pena 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jika ada kelahiran, adakah yang salah?&lt;br /&gt;Jika ada kematian, adalah yang salah?&lt;br /&gt;Jika ada ketimpangan demografi, adakah yang salah?&lt;br /&gt;Kematian dan kehidupan bagi sebagian orang adalah sebuah misteri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya tingkat kematian dan rendahnya kelahiran pada kelompok tertentu di Rusia dapat mendorong perubahan demografi. Ditengarai, tidak sampai satu generasi ke depan jumlah umat Islam di Rusia sudah menggungguli kelompok Kristen Ortodoks.&lt;br /&gt;Sejak kedatangan saya di Rusia pertengahan tahun 2008, isu Islam akan menjadi mayoritas ini sering terdengar sayup-sayup di tengah-tengah perbincangan berbagai kelompok masyarakat. Hal ini tentu dikait-kaitkan dengan fakta rendahnya kelahiran di kalangan masyarakat suku Rusia, umumnya beragama Kristen Ortodoks, yang merupakan penduduk mayoritas di Rusia. Di negeri Beruang Putih ini, penduduk muslim hanya berjumlah sekitar 25 juta atau pada kisaran 20% dari penduduk keseluruhan.&lt;br /&gt;Suatu ketika, seorang teman membisikkan ke telinga saya dengan mangatakan bahwa 50 tahun ke depan akan menjadi historical moment yang sangat menentukan perimbangan baru penduduk di Rusia. Meskipun terus terjadi peningkatan life expectancy sebagai dampak perbaikan tingkat kesehatan masyarakat, terdapat desas-desus telah terjadi penurunan jumlah penduduk Rusia secara keseluruhan nyaris 1 juta orang per tahun. Dengan demikian, bila kecenderungan ini terus berlanjut terdapat kemungkinan jumlah warga Rusia di masa-masa mendatang tidak mengalami kenaikan, namun sebaliknya, berkurang secara signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum dapat saya amati dari waktu ke waktu rendahnya kelahiran khususnya di kota besar Moskow. Sangat jarang saya mendapat kabar seorang teman telah melahirkan jabang bayi. Bahkan, dengan kenalan yang semakin banyak, dalam setahun terakhir ini rasanya saya baru sekali menghadiri syukuran kelahiran anak dari teman-teman Rusia. Yang umumnya saya lihat hanyalah, mereka masih berpacaran, berkeluarga tanpa momongan, atau punya  satu anak dan itupun sudah lahir sebelum saya datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, bagi mereka yang sudah menikah, kelihatannya satu anak saja dianggap sudah cukup. Keinginan untuk memiliki anak dalam jumlah jamak tidak nampak, yang bisa jadi terdorong cara berpikir praktis dan pragmatis.  Maklum, dalam 5 tahun terakhir kota-kota  besar di Rusia terus mengalami tingkat kemahalan biaya hidup yang luar biasa plus kebutuhan yang semakin kompleks. Moskow misalnya, tahun 2008 dibaptis oleh sebuah lembaga rating internasional sebagai kota termahal di dunia melebihi London dan New York. Untuk menginap di hotel kelas sedang di ibukota Rusia itu pelancong harus merogoh sakunya minimal 200 dolar per malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga beberapa gosip menyebutkan ada wanita Rusia yang menginginkan keturunan namun tidak terlalu berharap memiliki seorang suami yang tetap. Lagi-lagi menurut kawan saya, alasan utamanya karena mereka ingin memiliki anak yang dapat mengurusi dirinya saat ia tua nanti.  Meskipun saya tidak percaya 100 persen, bila sinyalemen tersebut dianggap benar adanya, maka lembaga perkawinan bisa disimpulkan menjadi semakin berkurang signifikansinya. Wah bisa gawat nih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, terdengar juga sebuah berita bahwa rata-rata keluarga muslim di Rusia memiliki anak yang banyak. Adalah tidak aneh bila di kantong-kantong muslim tertentu, satu keluarga memiliki  sampai 4 anak. Ini tentu sangat terkait dengan keyakinan agamanya serta sikap optimis dalam mengarungi kehidupan meskipun semakin hari semakin kompleks. “Kami sangat yakin bahwa anak-anak kami akan dapat hidup dengan baik bila mau berusaha keras dan pantang menyerah,” kata seorang kawan dari Kazan dengan muka serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memberikan gambaran bagaimana umat Islam di Rusia semakin banyak jumlahnya, tengoklah cerita seorang lawyer muslim kota Moskow di akhir musim dingin ini. Menurutnya, umat Islam di ibukota Rusia ini makin hari makin banyak dan kini diperkirakan lebih dari 2 juta orang jumlahnya. Pada salat hari raya Idul Fitri di sebuah masjid agung kota Moskow, masjid Prospek Mira misalnya, jamaahnya meluber sampai dekat stasiun metro yang bila jalan kaki dari masjid memerlukan waktu 10 menit. “Salat saat itu sudah seperti di Makkah ketika musim haji. Di jalan dan trotoar. Penuh sesak dan asal dapat tempat,” kenangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi hal-hal itulah yang menyebabkan banyak ahli demografi Barat memberikan prediksi bahwa penduduk Rusia secara umum akan turun sepertiganya dalam kurun waktu setengah abad ke depan. Namun, minoritas muslim jumlahnya terus bertambah dan diperkirakan akan menjadi mayoritas dalam waktu yang tidak lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa laporan riset yang dilakukan oleh Graeme Smith dan diterbitkan oleh The Globe and Mail di Toronto menguatkan kenyataan di atas. Dalam observasinya di provinsi Ulyanivsk Oblast misalnya, terdapat kecenderungan penurunan jumlah penduduk secara keseluruhan, namun jumlah penduduk muslimnya khususnya yang berasal dari Tatar mengalami lonjakan mencapai 12%. Bahkan, pengamat asal Amerika bernama Paul Globe memperkirakan Rusia akan menjadi negara berpenduduk mayoritas muslim mengingat sejauh ini populasinya telah meningkat sebanyak 40%, dimana 2,5 juta hingga 3,5 juta diantaranya berada di Moskow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya dengan di negara-negara Barat pada umumnya, muslim di Rusia tergolong penduduk asli, bukan kaum pendatang (imigran).  Islam telah datang dan menyebar di Rusia  sejak lama dan berkembang di wilayah Volga tengah pada abad ke-16 yang disyiarkan oleh kaum Tatar dan Turki. Kemudian pada abad 18 dan 19, Rusia menaklukkan wilayah-wilayah di bagian selatan yang berpenduduk muslim dan dijadikan bagian dari negaranya. Daerah itu dikenal dengan nama seperti Dagestan, Chechnya, dan Kaukasus Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, ada juga ahli demografi yang tidak sepenuhnya sependapat bahwa pada kisaran tahun 2050 mendatang Rusia akan didominasi oleh masyarakat yang beragama Islam. Menurutnya, proyeksi itu agak berlebihan karena mengabaikan faktor asimiliasi dan kawin campur antara umat Islam dan mereka yang beragama Ortodoks. Asimimilasi dan kawin campur semacam ini kemungkinannya bisa tinggi mengingat kebanyakan umat Islam di Rusia masih pada taraf muallaf dan kurang mempraktikkan agamanya dengan baik, ditambah kondusifnya Rusia sebagai melting pot berbagai bangsa.&lt;br /&gt;Yang jelas, dengan mengambil gambaran pada beberapa tahun terakhir dapat dipastikan akan ada perubahan demografi di Rusia yang cukup substansial walaupun belum bisa dipastikan jumlah umat Islam akan melebihi mayoritas suku Rusia. Yang mungkin akan terjadi adalah, umat Islam akan menjadi jauh lebih banyak dari yang ada saat ini sehingga terjadi perimbangan jumlah dengan kelompok mayoritas sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tiba-tiba terbangun dari berbagai teori dan kembali melihat sebuah kenyataan  sehari-hari: adanya kerukunan beragama yang ada di Rusia, khususnya antara umat Ortodoks dan Islam. Sejauh yang saya pahami, keduanya tampak relatif mampu menjaga diri dan berinteraksi secara proporsional, bahkan terkesan cukup dekat dalam berbagai aktivitas. Tidak kurang-kurang pemimpin pemerintah yang beragama Ortodoks juga mengucapkan selamat kepada umat Islam manakala merayakan Idul Fitri dan senantiasa menegaskan bahwa mereka yang beragama Islam adalah bagian dari sebuah bangsa besar dan negara yang bernama Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila demikian adanya, apalah gunanya beberapa pihak menghembus-hembuskan isu demografi yang dibumbui dengan teori clash of civilization. Para pembuat teori ini saya pikir sering lupa bahwa sangat banyak bangsa di dunia ini yang memiliki aneka suku dan agama dapat hidup rukun berdampingan karena adanya sikap nasionalisme dan kesadaran bernegara. Hal ini pula yang sebenarnya terjadi di Rusia saat ini terlepas dari banyak sedikitnya umat atau suku tertentu. Membangun kebersamaan dan keharmonisan jauh lebih bermakna bagi kehidupan bernegara dibanding memantik persoalan primordialisme yang mendorong pepecahan. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-5353620519729369423?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/5353620519729369423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/03/muslim-rusia-akan-menjadi-mayoritas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/5353620519729369423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/5353620519729369423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/03/muslim-rusia-akan-menjadi-mayoritas.html' title='MUSLIM RUSIA AKAN MENJADI MAYORITAS?'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-DbAJfXr7pRY/TZQ00LhLFJI/AAAAAAAAAf8/hRQ9XSH4r-w/s72-c/muslim%2Brusia%2Bsolat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-5362772064014737230</id><published>2011-02-07T10:02:00.004+07:00</published><updated>2011-02-07T10:11:19.496+07:00</updated><title type='text'>MENGACA KEJUJURAN PADA SPION ANGKOT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TU9id8EkOqI/AAAAAAAAAf0/qh97FoFv-Is/s1600/angkot%2Bupload.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TU9id8EkOqI/AAAAAAAAAf0/qh97FoFv-Is/s200/angkot%2Bupload.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570779530561600162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: M. Aji Surya, Diplomat RI di Rusia&lt;br /&gt;Dalam buku Moskow-Petersburg-Vladivostok (Jaring Pena, 2010)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Uh…sebutir kejujuran. &lt;br /&gt;Seperti barang yang sangat mahal dan mewah.&lt;br /&gt;Di mananapun. Kapanpun.&lt;br /&gt;Walaupun ada di atas angkot dan bus kota.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak masalah di dunia ini sebenarnya merupakan hal-hal yang tidak perlu terjadi, sekiranya moralitas manusia bisa bertahan pada tingkat yang tinggi. Soal rendahnya tingkat kejujuran contohnya, dapat mengimbas pada hubungan pribadi hingga kehidupan kenegaraan. Semua berpulang kepada pendidikan dan teladan yang ada di lingkungan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, seperti hari-hari lainnya istri saya pergi kuliah ke Institut Bahasa Pushkin. Karena jalanan penuh dengan salju, ia memutuskan untuk naik metro bawah tanah. Rupanya dia  tidak berani berzig-zag mengendalikan mobil di atas salju yang terus menggunung setelah semalaman turun tanpa henti. “Saya juga emoh bermacet-ria,” dalihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengantarkannya ke stasiun metro terdekat. Dan dalam sekejap ia menghilang ditelan bumi. Maklum, menuju stasiun metro di Moskow, para penumpangnya harus masuk ke dalam perut bumi menggunakan eskalator pada kisaran 40 meter. Sebelum kepalanya menghilang, saya lihat tangan mungilnya melambai-lambai. “Tidak perlu dikhawatirkan, toh sudah bisa berbahasa Rusia,” batinku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu malam ketemu di rumah, ia menceritakan pengalamannya yang menurut hemat saya cukup unik dan menarik. Jadilah perbincangan malam itu cukup seru.&lt;br /&gt;“Bagaimana perjalananmu tadi?”&lt;br /&gt;“Lancar-lancar saja. Dengan metro malah lebih cepat sampainya dibanding naik mobil. Tidak kena macet. Yah, cuma kadang jumlah penumpangnya bejibun. Hampir kayak kereta Jabotabek.” &lt;br /&gt;“Ah masak sih?”&lt;br /&gt;“Ya, tapi tidak ada yang naik sampai atap kereta. Mau kesundul lorong langit-langit apa?” jawab dia sekenanya sambil menyeruput wedang jahe yang dikirim seorang teman dari Jogja.&lt;br /&gt;“Kok begitu penuh, memangnya keretanya jarang-jarang?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Hampir tiap tiga menit ada kok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat, beberapa kali naik kereta metro bawah tanah di Moskow, sungguh menyenangkan. Seolah kita masuk lorong-lorong museum yang sangat indah. Curamnya masuk stasiun metro justru menimbulkan rasa excitement tersendiri. Meskipun kadang sedikit berjejal, namun ada saja yang menarik untuk dilihat. Mulai pakaian masyarakatnya yang bermacam-macam hingga wanitanya yang ehm…, lain dari yang ada di Indonesia. Belum selesai mengagumi satu ornamen di stasiun metro, kereta biasanya sudah datang. Maklum, sekitar 7 juta penumpang mengandalkan kereta bawah tanah ini, seperti tikus-tikus dengan lorong-lorongnya yang unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keluar metro langsung nongol di kampus?”&lt;br /&gt;“Kebetulan tidak, harus naik angkutan umum jalan raya.”&lt;br /&gt;“Naik bus, trem atau angkot?”&lt;br /&gt;“Naik angkot. Bayarnya 25 rubel, atau kurang dari satu dolar AS,” jawabnya.&lt;br /&gt;“Apa yang menarik dari angkot. Bukannya suka berjejalan juga?”&lt;br /&gt;“Nggak sih. Cuma, satu pelajaran yang saya dapatkan dari naik angkot adalah mengenai kerjasama dan kejujuran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hah, ada-ada saja. Jangan terlalu ngacau ah.”&lt;br /&gt;“Begini ceritanya. Ini mungkin tidak pernah ada di Indonesia. Atau saya yang tidak tahu. Di angkot Moskow ini para penumpangnya seperti bersahabat, meskipun belum pernah kenal. Kerjasama antar-mereka sudah semacam konvensi. Dan, saya pun langsung tune in dengan kerjasama di dalam angkot itu.”&lt;br /&gt;“Maksudnya ikut dorong bersama kalau macet. Begitu maksudmu?” kupingku mulai kupasang lebih baik. Menyelidik apa jawaban yang akan diberikan. Sementara, wedang jahenya tinggal setengah gelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi, penumpang pertama yang masuk duduk di dekat sopir, tidak di tengah atau paling belakang. Sebab, orang  tadi rupanya akan sekaligus menjadi semacam kernet.”&lt;br /&gt;“Ah,” ucapku pendek.&lt;br /&gt;“Ini  yang saya lihat tadi. Gak tahu kalau di lain waktu. Riil nih saya lihat dengan dua mata saya plus dua kaca mata saya,” sergahnya sambil sedikit emosi.&lt;br /&gt;“Dia memang kernet kaleee,” ejekku.&lt;br /&gt;“Dia penumpang kok. Mahasiswa. Dia duduk persis di belakang sopir. Bisa jadi biar mudah turun. Tapi kemudian dia menjadi semacam kernet, gitu loh,” kata-katanya ketus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertawa ngakak, hahaha…. Dalam pikiran ini, penumpang pertama tadi akan teriak-teriak seperti yang ada di Ratu Plaza, sambil gelantungan, “Blok M!Blok M!” Tidak hanya itu, agak aneh juga kenapa penumpang pertama itu tidak duduk sembarangan, sesuka hati. Toh dia membayar, dan penumpang adalah raja. Bisa jadi dia ingin dekat pintu biar gampang turun, tidak melewati orang lain. &lt;br /&gt;“Jangan ketawa dulu,” kata istriku agak tersinggung. “Penumpang tadi bukan sepenuhnya akan jadi kernet seperti di Indonesia, melainkan lebih tepat jadi kondektur dalam tanda kutip. Ia akan menerima uang dari penumpang lain lalu diserahkan kepada sopir. Soalnya di sini tidak ada model kernet seperti di kita,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu, apakah ia juga jalan-jalan ke penumpang lain minta uang? Capek amat dong. Dan bagaimana kalau dia turun?”&lt;br /&gt;“Pertama, kalau dia di atas mobil ya itu tadi tugasnya. Menjadi penghubung dengan sang sopir dalam soal finansial di atas kendaraan. Kalau dia turun, ya turun saja. Nanti posisinya akan digantikan oleh yang dekat sopir lainnya.”&lt;br /&gt;“Weleh-weleh. Kok ya ada penumpang disuruh kerja begini,” kataku sambil membenarkan sarung yang sudah agak kedodoran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terus penumpang lainnya juga berkewajiban membantu sang kernet tembak tersebut. Jadi, kalau ada penumpang yang masuk berikutnya, maka ia akan menyerahkan uang kepadanya. Tapi kalau yang datang belakangan, ya dikasihkan depannya, lalu dikasihkan depannya lagi, sampai si “kernet” tadi untuk disampaikan ke Pak Sopir.”&lt;br /&gt;Angkot di kota Moskow ini sebenarnya merupakan alat angkut untuk jarak pendek, khususnya ke dan dari stasiun metro sehingga penumpang tidak perlu jalan kaki terlalu jauh. Angkot ini ukurannya sedikit kecil dari metromini dan kopaja di Jakarta. Penumpangnya maksimal 16 orang. Selain angkot, masih ada trem dan bus listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah uniknya, kalau penumpang yang paling belakang uangnya kebesaran, ya ditukar dulu sesama penumpang, baru secara estafet diberikan ke depannya. Atau kadangkala beberapa orang masuk dan saling menghitung uang, dikumpulkan lalu diserahkan depannya,” kata istriku.&lt;br /&gt;“Bagaimana sopir tahu jumlah uang dan orangnya dong?”&lt;br /&gt;“Jadi kalau yang membayar satu orang dan menyerahkan kepada depannya, ia akan bilang “eto ajin” alias satu orang. Kalau dua orang ya bilang “eto dvuh”. Dan yang diserahi duit juga langsung ngomong ke depannya lagi persis apa yang didengar dari belakang, “eto ajin” atau “eto dvuh”.&lt;br /&gt;“Enak dong sopirnya.”&lt;br /&gt;“Ya begitulah. Dia tinggal terima uang saja. Menoleh pun tidak. Dia percaya saja dengan uang yang diterima. Mau berapapun jumlahnya.”&lt;br /&gt;“Walah-walah…apa tidak ada yang ngemplang kalau begitu?”&lt;br /&gt;“Itu yang saya tidak tahu. Tetapi secara teori akan sulit, sebab ketika masuk dan duduk, kewajibannya adalah menyampaikan uang bayaran kepada depannya. Kalau dia diam saja, kan semua penumpang pasti akan bertanya-tanya, kok belum bayar. Inilah yang saya bilang kebersamaan dan kejujuran tadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kebersamaan dan kejujuran. Gotong royong dan tanpa pamrih. Dua konsep kehidupan manusia yang selalu diajarkan oleh leluhur kita, oleh agama apapun dan dalam budaya manapun. Sesuatu yang universal dan dapat dipastikan manfaatnya. Tanpa kebersamaan, apalah artinya sebuah keluarga. Apalah jua artinya sebuah bangsa. Tanpa kejujuran, yang ada pasti saling tipu dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Akhirnya hancurlah peradaban manusia akibat exploitation de l’homme par l’homme atau istilah kita TMT (teman makan teman). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat anak tetangga yang masih kelas empat  SD disebut-sebut sebagai anak cerdas dan pandai. Matematikanya selalu dapat 9 atau 10. Suatu ketika saya marahi karena menyeberang jalan raya tidak di zebra cross, sebab berbahaya. Tidak tahunya si pandai ini malah melotot sambil bilang begini, “Om, aturan itu untuk dilanggar. Kalau gak ada yang melanggar, nanti polisi kerjanya apa dong!” &lt;br /&gt;“Siapa yang ngajarin kamu ngomong begitu,” sergahku.&lt;br /&gt;“Babe saya sering bilang gitu.”&lt;br /&gt;“Asem tenan,” pikirku.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya bila konsep-konsep tentang etika mulia atau akhlakul karimah tidak dipahami dan dipraktikkan sejak dini. Itu kan sama saja bilang, “Buang aja sampah di sembarang tempat, sebab kalau tidak begitu nanti tukang sapu nganggur.” Suatu cara pikir yang ngawur dan menghambat kemajuan kehidupan.&lt;br /&gt;Tidak lama setelah istri saya cerita tentang kebersamaan dan kejujuran di dunia angkot Moskow itu, saya chatting dengan mahasiswa al-Azhar Kairo. Dia ini sering ngobrol dan sharing banyak hal dengan saya. Mulai urusan kuliah hingga masalah keluarganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja ia nyeletuk, “Mas, kalau urusan kejujuran, di Kairo tempatnya.”&lt;br /&gt;“Ah masak. Bukannya Kairo itu sebutannya nārun (neraka) dan nūrun (surga),” jawabku melalui laptop jadul.&lt;br /&gt;“Eh gak percaya sampeyan,” katanya.&lt;br /&gt;“Jelas dong. Dimana itu kejujuran ada. Ceritakan!”&lt;br /&gt;“Ada Mas, DI DALAM BUS,” jawabnya tegas menggunakan huruf kapital.&lt;br /&gt;“Hah? Copet jujur?”&lt;br /&gt;“Bukan itu. Soal bayaran.”&lt;br /&gt;“Gimana tuh?”&lt;br /&gt;“Mas waktu itu sempat naik bus sama saya di Kairo kan?”&lt;br /&gt;“Ya. Lalu?”&lt;br /&gt;“Mas gak tahu bayar karcisnya saya titipkan ke penumpang lain.”&lt;br /&gt;“Hah?”&lt;br /&gt;“Iya. Kita kan duduk di belakang. Jadi duit kita berdua saya sampaikan ke penumpang depan saya sambil bilang ‘itsnain’ yang artinya dua orang.”&lt;br /&gt;“Bukannya saat itu berjejalan?”&lt;br /&gt;“Ya, uang itu jalan sendiri sampai sopir dan kembaliannya sampai ke tangan saya tidak kurang sedikit pun.” &lt;br /&gt;“Ah masak?” Saya masih tidak percaya.&lt;br /&gt;“Bener. Ini sudah jadi kebiasaan. Ini soal kejujuran. Ini soal moralitas. Ini soal kredibilitas sebagai makhluk Tuhan,” jawabnya di laptop saya, nerocos. &lt;br /&gt;“Gile cing!”&lt;br /&gt;“Jadi meskipun bus berisi 60 orang, sejauh ini tidak perlu yang namanya kondektur dan kernet.”&lt;br /&gt;“Ck ck ck ck. Luar biasa,” batin saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran dan kebersamaan yang dibangun atas nilai-nilai budaya, tradisi ataupun  agama ternyata dapat menciptakan efisiensi. Mengurangi pemborosan. Hidup menjadi simple, enteng dan semua senang. Lalu muncul pula apa yang disebut dengan social responsibility. Tidak usah dikejar-kejar sudah secara otomatis akan melakukannya. Tidak perlu di halo-halo, gotong royong jalan. Tidak perlu didemo, kebenaran diungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pentingnya mengapa seorang nabi harus diturunkan ke muka bumi, agar memperbaiki akhlak dan budi pekerti manusia. Bukan untuk siapa-siapa, ujung-ujungnya juga demi ketenteraman hidup manusia sendiri. Makanya para nabi yang dipilih oleh Tuhan itu bersedia menjalani hidup di dunia dengan menerima caci maki bahkan penghinaan fisik demi tegaknya nilai-nilai akhlak. Para nabi, selain pandai mengajarkan akhlak juga selalu siap menjadi contoh alias suri teladan. Uswatun hasanah istilahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sialan betul. Tiba-tiba ada pertanyaan yang menggelayut dalam pikiran ini dan lama sekali saya tidak mendapatkan jawabannya. Sudah bertanya kanan kiri, eh malah diketawain. Mau tau pertanyaan itu? “Nabi siapa yang mengajarkan penduduk Moskow melakoni nilai-nilai kejujuran di atas angkot?”&lt;br /&gt;Sebelum saya bertanya pada rumput yang penuh salju, mungkin diantara pembaca ada yang bisa membantu saya. Saya ucapkan spasiba alias terima kasih. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-5362772064014737230?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/5362772064014737230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/02/mengaca-kejujuran-pada-spion-angkot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/5362772064014737230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/5362772064014737230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/02/mengaca-kejujuran-pada-spion-angkot.html' title='MENGACA KEJUJURAN PADA SPION ANGKOT'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TU9id8EkOqI/AAAAAAAAAf0/qh97FoFv-Is/s72-c/angkot%2Bupload.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-3376836028511531391</id><published>2011-02-07T09:58:00.000+07:00</published><updated>2011-02-07T10:01:41.482+07:00</updated><title type='text'>Dampak Kekacauan di Mesir, Kesempatan Menarik Turis Rusia ke Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TU9ghKBpmJI/AAAAAAAAAfs/Qj7ZRX5VVhE/s1600/piramida.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TU9ghKBpmJI/AAAAAAAAAfs/Qj7ZRX5VVhE/s200/piramida.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570777386823817362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Turis mancanegara kini berbondong-bondong meninggalkan negeri para Farao menyusul kekacauan politik dalam negeri. Bahkan tidak sedikit calon wisman yang menunda kunjungannya. Adakah kebijakan spontan untuk mendeviasikan turis Rusia dari Mesir ke Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, peluang itu kini datang setelah Mesir dirundung malang dengan demonstrasi besar-besaran yang bermaksud menjatuhkan Presiden Hosni Mubarak. Jutaan orang yang keluar rumah di semua kota Mesir untuk 'berteriak' di jalanan, jebolnya sistem keamanan dalam negeri hingga kaburnya para napi, jelas bukan kondisi yang baik bagi dunia pariwisata. Negeri Farao yang tiap tahun dikunjungi puluhan juta wisman itu, kini lebih asyik masuk dalam kancah politik domestik yang bisa berkepanjangan. Hampir mirip yang dialami oleh Thailand tahun-tahun belakangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah pasti, banyak negara menjadi risau akan keselamatan warganya yang sedang berada di negeri pyramid. Mulai dari negara besar Amerika Serikat, Jerman hingga Indonesia bersibuk ria untuk mengirimkan pesawatnya guna membawa pulang warganya, baik yang tinggal di sana maupun sekadar berlibur. Antrean panjang di bandara Kairo tidak terelakkan. Presiden Turki pun menunda kunjungan resminya. Sebuah eksodus besar-besaran sedang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kalah dengan negara lain, Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia telah mengeluarkan imbauan agar warga negara Rusia untuk sementara waktu tidak melakukan perjalanan ke Mesir. Pada waktu yang sama, Dinas Pariwisata Rusia menyarankan warganya yang sudah berencana berwisata ke Mesir dan membeli paket wisata untuk menunda keberangkatan tanpa harus membatalkan kontrak dengan tur operatornya hingga situasi kembali normal. Bahkan saat ini, Pemerintah Rusia menghimbau kepada para biro perjalanan wisata Rusia untuk sementara waktu tidak menjual paket wisata ke negeri Farao dan meminta mereka untuk berwisata ke tempat lain yang lebih aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, kini Pemerintah Rusia juga tengah bersiap-siap untuk mengevakuasi warganya bila dirasa keadaan terus memburuk. Hot line telah dibuka agar setiap warga yang dalam kesulitan dapat melakukan kontak dengan pemerintah dengan mudah serta sebuah badan ad-hoc dibentuk untuk menanggulangi berbagai kemungkinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklumlah, bagi masyarakat Rusia yang lagi gemar melancong ini, Mesir merupakan salah satu tempat favorit bagi mereka. Bukan hanya pantai dan cuacanya hangat yang dikejar, namun jarak yang tidak terlalu jauh serta ongkos melancong yang terjangkau oleh kalangan menengah menjadikan Mesir tempat wajib kunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kaget, setiap tahun wisatawan Rusia ke Mesir bejumlag 2,5 juta orang. Pada periode Januari-September 2010 misalnya, jumlah wisatawan Rusia yang berkunjung ke Mesir sebanyak 1,909 juta orang atau sedikit lebih rendah dari yang ke Turki (2.818 juta orang). Dan pada saat kerusuhan merunyak saat ini saja, konon terdapat 40 ribu wisatawan Rusia yang sedang berlibur dan 30-an ribu yang tinggal sementara di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah dapat dibayangkan dan diperkirakan, ribuan turis Rusia bersama turis mancanegara lainnya pasti akan termehek-mehek melakukan eksodus keluar Mesir dengan berbagai cara dan dengan biaya yang tidak sedikit. Political turmoil yang sedang mewabah di Mesir itu jelas akan mengganggu kenyamanan berwisata. Dan sesuai dengan karakter pelancong Rusia, mereka akan hengkang tapi tidak pulang. Hawa dingin yang bisa mencapai minus 25 di Rusia sekarang untuk sementara harus dihindari dan lebih baik mencari hawa panas di tempat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bila saja imbauan Pemerintah Rusia diamini oleh calon pelancong ke Mesir, maka kini ribuan wisatawan Rusia sedang menimang-nimang destinasi baru atau malah kebingungan mau pergi entah kemana. Namun yang pasti, mereka akan mencari tempat yang panas, penerbangan tidak sulit dan pantai yang indah. Alternatif yang terbuka saat ini adalah ke Thailand, Malaysia dan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut perhitungan kasar sementara, setidaknya terdapat sekitar 20 ribuan turis Rusia di Mesir saat ini sedang eksodus dan 130 ribu turis Rusia yang akan datang ke Mesir membatalkan lalu mendeviasikan kunjungannya. Seratus lima puluh ribu turis itu kini sedang terkatung-katung dan menanti tawaran menarik dari berbagai negara yang memiliki matahari dan hawa yang hangat. Dalam kondisi pasar seperti ini, tentu berlaku rumus sederhana: siapa cepat ia dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia beserta tur operatornya untuk segera bergerilya dan melakukan serangan taktis strategis guna menarik lebih banyak turis Rusia datang ke Indonesia. Potensi wisata dan infrastruktur yang kita miliki jelas sangat kompetitif. Dan, meskipun kepak sayap penerbangan langsung belum ada, namun wisatawan Rusia memiliki banyak pilihan, mulai dari SQ, Etihad, Emirates hingga Qatar Airways.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun masih berjarak bumi dan langit dengan Mesir, Indonesia telah mampu menjadi salah satu tujuan wisata warga Rusia. Berdasarkan data Asosiasi Tour Operator Rusia (ATOR), dalam periode Januari-Agustus 2010 jumlah wisatawan Rusia yang berkunjung ke Indonesia sekitar 50 ribu orang atau meningkat 8,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2009. Dengan prosentase peningkatan ini, Rusia merupakan negara kedua penyumbang turis asing di antara negara-negara Eropa, setelah Inggris (10%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam periode 8 bulan pertama tahun 2010 tersebut, Rusia menempati urutan ke-15 penyumbang turis asing ke Indonesia dan urutan ke-5 di antara negara-negara Eropa (setelah Perancis, Inggris, Jerman dan Belanda). Dari data statistik tersebut, 82% wisataan Rusia ke Indonesia masuk melalui airport Denpasar dan 12% melalui airport Soekarno-Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pada tahun 2009 wisatawan Rusia rata-rata menghabiskan waktu liburannya di Indonesia selama 9,8 malam atau berkurang 3 malam dibandingkan tahun 2008, akan tetapi masih tetap lebih lama 2 malam dari rata-rata wisatawan asing lainnya. Seorang wisatawan Rusia rata-rata menghabiskan biaya US$ 1.527 di Indonesia atau pada urutan keempat setelah wisatawan Norwegia (US$ 2.133), Swiss (US$ 1.709) dan Spanyol (US$ 1532). Di Bali, turis Rusia termasuk dikenal sangat royal, termasuk untuk urusan tip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan turis Rusia ke Indonesia tahun ini akan mendekati angka 100 ribu orang. Jumlah ini masih kalah jauh dibandingkan dengan jumlah turis Rusia yang berkunjung ke Thailand yang berada pada kisaran 650 ribu orang atau ke Malaysia sebesar 300 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, gejolak politik yang terjadi di beberapa negara, seperti Thailand beberapa waktu lalu dan saat ini di Timur Tengah, yaitu Mesir dan Tunisia secara otomatis berdampak pada penurunan jumlah arus wisatawan Rusia yang berkunjung ke negara-negara tersebut. Karenanya, sudah saatnya pihak berwenang di Indonesia secepat kilat melakukan koordinasi dan bertindak secara aktif dan progresif memanfaatkan peluang yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya saja separuh dari 150 ribu wisatawan Rusia yang saat ini kebingungan itu mampu ditarik ke Indonesia, maka dalam kalkulasi kasar akan dihasilkan devisa sebesar 114.525.000 dolar AS atau setara dengan Rp 1.030.725.000.000. Tentu ini bukan uang sedikit bukan? Apa boleh buat, derita sebuah negeri bisa jadi merupakan rejeki negeri lainnya. Namun, bila saja promosi Indonesia telat, maka seperti biasa, negara jiran tidak segan-segan untuk melahapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) M. Aji Surya adalah Diplomat Indonesia di Moskow, Rusia.&lt;br /&gt;http://us.detiknews.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-3376836028511531391?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/3376836028511531391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/02/dampak-kekacauan-di-mesir-kesempatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/3376836028511531391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/3376836028511531391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/02/dampak-kekacauan-di-mesir-kesempatan.html' title='Dampak Kekacauan di Mesir, Kesempatan Menarik Turis Rusia ke Indonesia'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TU9ghKBpmJI/AAAAAAAAAfs/Qj7ZRX5VVhE/s72-c/piramida.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-2374126479691484178</id><published>2011-02-07T09:51:00.004+07:00</published><updated>2011-02-07T09:58:00.833+07:00</updated><title type='text'>AWAS, BLACK WIDOWS!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TU9frw5GnzI/AAAAAAAAAfk/K8b0hQ5P2Ak/s1600/bomb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 199px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TU9frw5GnzI/AAAAAAAAAfk/K8b0hQ5P2Ak/s200/bomb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570776469544017714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: M. Aji Surya, Diplimat RI di Rusia&lt;br /&gt;Dalam buku Moskow-Petersburg-Vladivostok (Jaring Pena, 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala, kekuatan seorang perempuan diremehkan. Dianggap tidak mampu melakukan apa yang bisa diperbuat seorang lelaki. Indonesia harus mulai aware tentang kekuatan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;black widows&lt;/span&gt;, bila tidak ingin ada kebijakan “gali lobang tutup lobang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah kita terus merangsek ke berbagai kegiatan antiterorisme. Sejak bom meledak-ledak dari Bali hingga Jakarta, diam-diam Densus 88 bekerja keras terus menangkapi para teoris agar Indonesia menjadi lebih aman. Bahkan Jakarta Centre for Law Enforcement  &amp; Cooperation di Semarang terus menjadi tumpuan banyak negara untuk belajar bagaimana memberantas yang namanya terorisme. Tidak kurang-kurang, promosi Islam moderat selalu dikedepankan Pemerintah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, kita tidak henti-hentinya mendengar penangkapan dan penembakan dari orang-orang yang disebut teroris. Hampir tiap bulan kita dikejutkan aksi Densus 88 di berbagai kota, dari Aceh, Jakarta, Solo hingga kota kecil Klaten, Jawa Tengah. Seolah terorisme bak sebuah agama yang sulit sekali diberantas dan pengikutnya benar-benar tidak gentar dengan letusan pelor menembus dada mereka. Mungkin sudah lebih dari 500-an orang yang diduga terkait dengan tindakan biadab tersebut ditangkap atau didor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kapan ini semua akan selesai? Terus terang, pertanyaan ini selalu menggelitik hati dan pikiran saya. Apakah kita sudah cukup bangga sebagai bangsa yang mampu mematikan rencana aksi teror meskipun “paham teror” tidak bisa dipadamkan? Apakah ujung bedil dapat mengkerdilkan sebuah keyakinan? Lalu, sejauh mana pengejawantahan konsep Islam moderat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat bagaimana gegap-gempitanya prosesi penguburan seorang yang dianggap sebagai teroris oleh massa pendukungnya, terus terang saya agak berkecil hati. Bagaimana tidak, kadang mereka benar-benar dianggap sebagai seorang yang mati syahid, layaknya anggota pasukan Nabi Muhammad ketika harus meregang nyawa di waktu Perang Badar. Pasti akan masuk surga, lā raiba fīh alias tidak ada keraguan sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang ratusan orang, sebagaimana dilansir oleh media massa, berteriak membakar langit dengan kalimat-kalimat takbir. Hati mereka marah dan keyakinan mereka menggelegak. Berbagai spanduk dengan terang-benderang menyatakan bahwa mereka mendukung yang dituduhkan polisi sebagai teroris. Uniknya lagi, diantara mereka yang berduka dan melantunkan takbir adalah para wanita dan anak-anak. Bila begini, haruskah mereka yang menjadi pendukung itu juga ditangkap dan diganjar atas keyakinan mereka? Lalu, berapa sel penjara yang dibutuhkan untuk mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegalauan saya terus terang menjadi-jadi dengan sebuah fenomena yang sering disebut dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;black widow&lt;/span&gt;. Inilah istilah yang mungkin pertama kali muncul dari Rusia sebagai bentuk sebuah perlawanan yang dilakukan oleh para janda muslim yang suaminya meninggal karena “peperangan” melawan kelaliman. Istilah awalnya adalah shahidka. Mereka adalah sebuah sub-unit dari kelompok pengebom bunuh diri pemberontak di Chechnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terminologi black widows sendiri kemungkinan berasal dari sebuah kenyataan banyaknya wanita yang tiba-tiba menjadi janda karena suaminya (pemberontak)  terbunuh oleh tentara Rusia. Sejak tahun 2003, istilah ini menjadi sangat terkenal karena keberanian mereka melakukan aksi bunuh diri yang didorong sebuah keyakinan akan menjadi semacam pengantin Tuhan (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;brides of Allah&lt;/span&gt;). Uniknya lagi, mereka rata-rata berumur muda antara 15-19 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih segar dalam ingatan bahwa peledakan di dua stasiun metro di Rusia pada bulan Maret 2010 telah membunuh sekitar 40 orang. Hal sama juga terjadi di tahun 2004. Semua dilakukan oleh shahidka atau yang sering disebut dengan black widows. Wanita-wanita muda yang masih ranum, namun memiliki keberanian yang tidak tanggung-tanggung. Meledakkan diri menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;the bride of Allah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini di Indonesia sudah mulai terjadi proses penjandaan bagi mereka yang ditinggal mati suaminya akibat terkena pelor yang berwajib. Pasti jumlahnya belumlah sampai ratusan, namun menafikan keberadaan mereka adalah sebuah kebijakan yang salah. Para janda inilah yang kalau jujur harus diakui sebagai orang yang paling dekat dengan sang “teroris”. Dialah yang memiliki kesepahaman relatif atas suaminya yang meninggal dan dianggap salah oleh pemerintah itu. Janda ini juga yang memiliki empati dan dampak langsung baik dari segi ekonomi maupun psikologis. Bukti konkret keterlibatan janda adalah peran seorang janda terduga teroris Susilo Adib yang dituntut 8 tahun penjara. Wanita muda bercadar yang berusia 21 tahun tersebut ditengarai membantu Noordin M. Top bersembunyi di Jebres, Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menduga, meskipun sama sekali tidak berharap, bila hal ini tidak ditangani dengan baik, maka pada waktunya akan muncul black widows ala Indonesia. Sesuatu yang tidak mustahil ada. Sesuai dengan kodratnya, seorang wanita Indonesia memiliki kesetiaan yang tinggi tehadap suami dan keyakinan suaminya. Hal ini mungkin akan menjadi lebih mungkin manakala terjadi tambahan brain washing dari kelompok tertentu, entah dengan dalih untuk bertemu dengan sang suami atau seperti di Rusia menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bride of God!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, pemberantasan secara sporadis terhadap para pengikut gerakan yang membenarkan pembunuhan massal tidak serta merta akan menghentikan keyakinan mereka.  Sekadar mengibarkan panji Islam moderat juga belum cukup. Diperlukan sebuah usaha untuk menemukan secara pasti apa yang disebut sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;the root causes of terrorism &lt;/span&gt;di tanah air. Mencari asbanun nuzul-nya. Setelah itu baru dilakukan pengobatan dan terapi yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak disepakai oleh banyak negara maju, namun umumnya  asal-muasal teorisme adalah kemelaratan dan rendahnya pendidikan. Dua masalah ini harus menjadi concern pemerintah dan bangsa Indonesia secara keseluruhan bila tidak ingin ada bom meledak dan munculnya black widows di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan klasik tentang minimnya budget untuk mengatasi kemelaratan mestinya tidak perlu ada bila uang negara tidak digerogoti “tikus” dalam berbagai bantuknya. Meningkatkan pendidikan di seluruh pelosok Indonesia juga bukan sesuatu yang susah, bila implementasi anggaran pendidikan tepat sasaran dan tidak dikorupsi. Yang dibutuhkan hanyalah sebuah niat baik dan implementasi niat dengan benar, tidak disisipi oleh agenda pilitik dan kepentingan pribadi. Tanpa itu, rasanya kita semua akan dibikin susah oleh aksi terorisme. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Na’ūdzubillāhi min dzālik&lt;/span&gt;. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan tentang terorisme.&lt;br /&gt;Moskow, Juni 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-2374126479691484178?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/2374126479691484178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/02/awas-black-widows.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/2374126479691484178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/2374126479691484178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/02/awas-black-widows.html' title='AWAS, BLACK WIDOWS!'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TU9frw5GnzI/AAAAAAAAAfk/K8b0hQ5P2Ak/s72-c/bomb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-322954680689647532</id><published>2011-01-19T08:10:00.004+07:00</published><updated>2011-01-19T08:30:37.462+07:00</updated><title type='text'>Sejarah dan Mitos Valentine's Day</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TTY9xsEjUDI/AAAAAAAAAfQ/Cp9CYSd9S6s/s1600/waru.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 222px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TTY9xsEjUDI/AAAAAAAAAfQ/Cp9CYSd9S6s/s320/waru.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563702313515962418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Karena sebentar lagi bulan Februari, dan ada tanggal di bulan tersebut yang oleh sebagian orang bahkan perusahaan dijadikan "hari besar" yang perlu diperingati dan dibesar-besarkan, maka kiranya penting mengetengahkan sejarah dan mitos seputar tanggal dan hari itu. Ya, tak lain adalah hari Valentine (Valentine's Day), yang dipahami sebagai "Hari Kasih Sayang". Benarkah demikian? Seperti apakah Valentine's Day sebenarnya? Bagaimana kaitannya dengan agama (Kristen) dan sikap sebagi umat Islam? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Valentine's Day, Pesta Setan Mengumbar Sahwat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Masyhud SM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine's Day mewarisi tradisi Festival Lupercalia yang merupakan ritual para penyembah berhala (Pagan) Romawi kuno dengan cara mengumbar syahwat, yang kemudian diubah oleh Paus Gelasius II menjadi Hari Valentin yang ditetapkan pada tahun 496 M. sebagai hari yang penting untuk dirayakan oleh Kristen. Tetapi pada tahun 1969 pihak Kristen sendiri melarang perayaan Valentine's Day. &lt;br /&gt;Lalu bagaimana seharusnya umat Islam menyikapi hari Valentin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A. ASAL USUL VALENTINE'S DAY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bulan Pebruari dijadikan oleh Romawi sebagai bulan cinta (love) dan kesuburan. Dalam istilah Barat, Love (cinta) lebih menunjukkan hubungan seks. Sedangkan kasih sayang memiliki istilah sendiri, yakni affection. Oleh karena itu arti sebenarnya making love adalah hubungan kelamin, bukan menjalin kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dulu, bulan Pebruari selalu ditunggu-tunggu orang Romawi penyembah berhala untuk mencari pasangan baru secara resmi, walaupun setiap hari mereka juga terbiasa gonta-ganti pasangan. Perayaan seks mencapai puncaknya pada pertengahan bulan dalam sebuah pesta yang disebut Festival Lupercalia, dimana para perempuan muda memasrahkan tubuhnya pada para pemuda yang memilihnya dan harus melayani syahwat mereka tanpa syarat selama setahun penuh sampai datangnya bulan Pebruari lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berabad kemudian, Kristen yang ingin manancapkan pengaruhnya di Istana kerajaan Romawi, banyak mengadopsi simbol dan ajaran Paganisme (penyembah berhala) Romawi ke dalam ajaran gereja, sehingga Festival Lupercalia pun dimasukkan sebagai salah satu hari peringatan (memorial day) bagi gereja. Mitos Santo Valentinus pun dibuat untuk meyakinkan semua kalangan. Gereja mengganti istilah Lupercalian Festival dengan The valentine's Day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penulisan sejarah yang curang dan konspiratif oleh intelektual Barat yang disebarkan dengan kekuatan pedang dan uang, agar masyarakat dunia meyakini bahwa Valentine's Day merupakan hari yang sungguh penting, bersejarah dan harus dirayakan.&lt;br /&gt;Agar penetrasi budayapenyembah berhala ini bisa diterima oleh banyak kalangan di dunia, terutama pada dunia Islam, maka istilah love yang di Barat sebenarnya bernuansa syahwat, dibelokkan pengertiannya menjadi kasih sayang. Maka jadilah Valentine's Day yang sebenarnya merupakan Hari Perayaan Hubungan Seks mengalami pengaburan dan pembelokan makna (enfimisme) menjadi Hari Kasih Sayang. Padahal siapa pun orang dewasa akan mengetahui esensi (hakekat) perayaan tersebut yang banyak diakhiri dengan ritual making love (hubungan kelamin) dengan pasangan yang tidak sah (zinah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;a. Festival Lupercalia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Festival ini merupakan perayaan yang berlangsung pada tanggal 13 hingga 18 Pebruari, dimana pada tanggal 15 mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14) dipersembahkan kepada Dewi Cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata. &lt;br /&gt;Pada tanggal 13 pagi hari, pendeta tertinggi Pagan (penyembah berhala) Roma menghimpun para pemuda dan pemudi untuk mendatangi kuil pemujaan. Mereka dipisah dalam dua barisan dan sama-sama menghadap altar utama. Semua nama perempuan muda ditulis dalam lembaran-lembaran kecil, setiap satu lembar tertulis satu nama. Lembaran tersebut dimasukkan ke kendi besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, pendeta mempersilahkan para pemuda satu per satu mengambil satu nama gadis yang berada pada kendi tersebut secara acak hingga wadah itu kosong. Gadis pemilik nama yang terambil, harus menjadi kekasih pemuda yang mengambil namanya dan berkewajiban melayani segala yang diinginkan oleh pemuda tersebut selama setahun hingga tiba Festival Lupercalia di tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ikatan pernikahan, mereka bebas berbuat apa saja. Dan malam pertama hari itu, malam menjelang 14 Pebruari hingga malam menjelang tanggal 15, di seluruh kota, para pasangan baru itu merayakan apa yang kini terlanjur disebut sebagai Hari kasih Sayang. Suatu istilah yang benar-benar keliru dan lebih tepat disebut dengan Making Love Day atau Malam Kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 15 Pebruari, setelah sehari penuh para pasangan baru itu mengumbar syahwatnya, mereka secara berpasangan kembali mendatangi kuil pemujaan untuk memanjatkan doa kepada Dewa Lupercalia agar dilindungi dari gangguan serigala dan roh jahat. Dalam upacara itu, pendeta pagan Roma membawa dua ekor kambing dan seekor anjing yang disembeli diatas altar sebagai persembahan kepada Dewa Lupercalia. Persembahan ini diikuti dengan ritual meminum anggur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu para pemuda mengambil selembar kulit kambing persembahan dan berlari di jalan-jalan kota diikuti oleh para gadis. Jalan-jalan kota Roma meriah oleh teriakan dan tawa-canda para muda-mudi. Para perempuan berlomba-lomba mendapatkan sentuhan kulit terbanyak dan yang pria berlomba-lomba menyentuh gadis sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;Perempuan Romawi kuno di zaman itu sangat percaya bahwa kulit kambing yang dipersembahkan kepada Dewa Lupercalia atau Lupercus itu memiliki daya magis yang luar biasa, yang bisa membuat mereka bertambah subur, tambah muda dan cantik. Semakin banyak mereka menyentuh kulit kambing tersebut, mereka yakin akan bertambah cantik dan subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;b. Mitos Santo Valentinus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Valentine's Day berasal dari kisah dusta tentang seorang Santo (orang suci dalam pandangan Katolik) yang rela menyerahkan nyawanyademi cinta pada orang lain, yaitu Santo Valentinus. Namun pihak gereja sendiri hingga kini tidak menemukan kata sepakat siapa sesungguhnya Santo ini. Oleh karena itu, Gereja sebenarnya telah mengeluarkan surat larangan bagi pengikutnya untuk ikut-ikutan merayakan ritual yang tidak berdasar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan Katolik, ada tiga santo (orang suci) yang bernama Valentinus dan semuanya martir (tewas) pada abad ketiga. Bagi orang Eropa, Pebruari merupakan bulan panjang untuk romantika.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga versi mitos Valentinus:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Santo Valentinus adalah seorang Katolik yang dengan berani mengatakan di hadapan kaisar Claudius II yang berkuasa di Roma bahwa Yesus adalah satu-atunya Tuhan dan menolak menyembah para dewa dan dewi orang Romawi. Kaisar sangat marah dan menjebloskan Valentinus ke penjara. Orang-orang yang bersimpati kepadanya secara diam-diam menulis surat dukungan dan meletakkannya di depan jeruji penjara. Kisah ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan masalah cinta dan kasih sayang.&lt;br /&gt;2. Valentine mungkin tewas dalam upaya menyelamatkan orang-orang Kristen yang melarikan diri dari penjara untuk menghindari penyiksaan dan pembantaian.&lt;br /&gt;3. Valentinus adalah seorang pendeta yang melayani umat Kristen di Roma. Kaisar Roma, Claudius II, berkeyakinan bahwa Romawi akan tetap jaya jika memiliki tentara yang kuat dan tidak terkalahkan. Super tentara ini bisa terpenuhi oleh pemuda-pemuda yang masih suci, belum pernah menyentuh wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena karena itu kaisar melarang pemuda Roma untuk menjalin hubungan dengan wanita. Keputusan kaisar ini dianggap oleh Valentinus tidak adil. Dia menentang kaisar dan menikahkan pemuda-pemudi yang saling menyintai secara sembunyi. Ketika kegiatan Valentinnus ini terungkap, Claudius menjatuhi hukuman mati kepadanya.&lt;br /&gt;Versi lain menyebutkan, Ketika Valentine meringkuk di penjara, ia jatuh cinta pada gadis anak penjaga penjara (sipir) yang selalu mengunjunginya hingga santo tersebut mati. Sebelum eksekusi hukuman mati, Santo Valentinus mengirim surat cinta pada gadis itu yang ditandatanganinya dengan nama "From your Valentine's..." (dari kekasihmu Valentine). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini menjadi salah satu mitos yang paling dikenang hingga tanggal 14 Pebruari 496 M, Pausl Gelasius meresmikan hari itu sebagai hari untuk memperingati Santo Valentinus. Meskipun begitu, Paus Gelasius sendiri mengakui bahwa dirinya tidak mengetahui tentang santo tersebut. Ada yang mengatakan, Gelasius sengaja menetapkan hal ini untuk menandingi perayaan Festival Lupercalia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Valentine yang oleh Paus Gelasius II dimasukkan ke dalam kalender perayaan gereja, pada tahun 1969 dihapus dari kalender gereja, karena tidak diketahui asal-usulnya. Oleh karena itu gereja kemudian melarang Valentine's Day dirayakan. Walaupun demikian, larangan ini tidak ampuh dan V-Day tetap saja dirayakan oleh banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar menganggap, Valentine day merupakan budaya untuk mengenang kematian bapak gereja yang sudah dianggap meraih kesucian hidup (santo atau santa, disingkat St.), yakni St. Valentine atau St. Valentinus yang mati sekitar tahun 270 masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. MISI KRISTEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Disamping dunia bisnis memanfaatkan moment Valentine day untuk meraup keuntungan besar, Kristen menjadikannya sebagai cara efektif untuk mengkristen-kan generasi Islam melalui teori strategi marketing (pemasaran).&lt;br /&gt;Dalam pemasaran ada tiga faktor yang memiliki nilai jual: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Institutional selling value, Product selling value, dan Personal selling value.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Institutional selling value&lt;/span&gt; (nilai jual lembaga /perusahaan). Suatu lembaga / perusahaan atau merk yang sudah memiliki nama baik (mapan) mempunyai nilai jual lebih tinggi, meskipun produk (barang) yang dipasarkan sebenarnya kualitasnya sama dengan produk merk lain. Seperti Aqua (air), Hewled Packard - IBM - Sony - Toshiba (computer) dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristen sebagai nama (merk) agama tidak memiliki nilai jual (sulit diterima) oleh penduduk Indonesia yang beragama Islam. Sehingga sejak penjajah datang ke Indonesia hingga kini, jumlah pemeluk Kristen di negeri ini tidak bisa mencapai 10% dari seluruh jumlah penduduk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Product selling value &lt;/span&gt;(nilai jual produk atau barang). Konsumen berselera tinggi yang suka lukisan, tidak akan mau tahu apakah pelukisnya sudah mandi atau masih belum mandi selama setahun, yang penting dia mendapatkan lukisan yang bagus. Begitu pula kecap, yang tempat memproduksinya baunya menyengat hidung.&lt;br /&gt;Produk atau ajaran Kristen seperti tuhan Yesus, Trinitas, dosa waris dan penebusan dosa tidak akan laku (tidak punya nilai jual) bila dipasarkan ke penduduk yang sudah beragama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Personal selling value&lt;/span&gt; (nilai jual person/figur). Penampilan dan kepribadian seseorang - terutama yang sudah memiliki kharisma atau menjadi fublic figur - mudah mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu atau membeli barang yang dianjurkan olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui poin ketiga inilah Kristen menjadikan St. Valentine sebagai idola dan public figur kasih sayang manusia. Ternyata banyak umat Islam -- terutama para remajanya -- dengan mudah menerima tokoh Kristen tersebut sebagai idolanya.&lt;br /&gt;Jika kematian St. Valentine dijadikan sebagai hari kasih sayang, bisa jadi di 25 Desember nanti, umat Islam ikut-ikutan menjadikan hari kelahiran Yesus (Natal) sebagai hari keselamatan manusia di dunia dan di akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C. PENETRASI BUDAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Budaya yang biasanya didefinisikan sebagai “hasil budi daya manusia” tampaknya netral dan tidak ada muatan nilai agamisnya. Tetapi kalau kita merujuk kata tersebut dari bahasa Inggrisnya, culture, yang tersusun dari dua kata cult (cara penyembahan) dan lore (adat atau kebiasaan), baru kita menyadari bahwa pada dasarnya setiap budaya merupakan kebiasaan cara melakukan penyembahan atau penghambaan kepada Tuhan atau dewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh budaya berpakaian. Sebelum Islam datang ke Indonesia, pakaian wanita-wanita kita sangat minim yang hanya menutupi bagian diatas lutut dan di bawah pusar. Hingga kini di samping kiri jalan masuk kota Malang dari arah Surabaya, kita bisa menyaksikan patung Ken Dedes – selain dari atas lutut dan bawah pusar — masih tampak telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan Islam yang mengajarkan kewajiban menutup aurat, telah merubah budaya berpakaian wanita Indonesia secara perlahan mulai dari berpakaian kemben yang menutupi tubuh mulai dari dada hingga kaki, sampai kemudian muncul budaya berjilbab. &lt;br /&gt;Di Eropa masa lalu, mandi dianggap kebiasaan orang miskin sebagai usaha membersihkan tubuhnya dari kotoran. Setelah Kristen lahir dan merambah benua itu, semakin hari penduduknya yang buta huruf bertambah jumlahnya, hingga jatuh dalam masa kegelapan Eropa. Melalui kerajaan dinasti Muawiyah di Andalusia (Spanyol), Islam memperkenalkan budaya membaca – terutama kewajiban membaca Al-Qur’an – dan ilmu pengetahuan pada Eropa, juga membudayakan kewajiban mandi minimal satu jum’at sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah Eropa berangsung-angsur menapaki jalan pencerahan, sehingga kosakata dari Arab yang bernuansa peradaban diserap kedalam bahasa-bahasa Eropa. Sebagai contoh yang diserap oleh bahasa Spanyol: Alcoba - kamar tidur (dr al-qubba - kubah), alacena – lemari (dr al khizana), almohada – bantal (dr &lt;span style="font-style:italic;"&gt;al mukhada&lt;/span&gt;), dll; Yang diserap oleh bahasa Potugis: alcatifa – selimut (dr &lt;span style="font-style:italic;"&gt;al qatifa&lt;/span&gt;), alfandega – rumah penginapan / hotel (dr &lt;span style="font-style:italic;"&gt;al funduq&lt;/span&gt;), safra – panen (dr &lt;span style="font-style:italic;"&gt;isfarra&lt;/span&gt;), dll; Yang diserap oleh Inggris: cable – kabel (dr &lt;span style="font-style:italic;"&gt;hablun&lt;/span&gt;), sugar – gula (dr &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sukar&lt;/span&gt;), algebra – aljabar - matematika (dr &lt;span style="font-style:italic;"&gt;al jabr&lt;/span&gt; – Ibn Jabir – nama ulama pakar matematika), alchemy – chemical – kimia (dr &lt;span style="font-style:italic;"&gt;al kamiyah&lt;/span&gt; – hitungan), algoritm – algoritma – matematika (dr &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Al Khawarizm&lt;/span&gt; – nama ulama astronom muslim dan bapak matematika modern), dll.&lt;br /&gt;Jika perayaan Valentine's Day yang memfigurkan dan mengidolakan Santo Valentinus sudah menjadi kebiasaan umat Islam, maka budaya Islam tercemari oleh budaya Kristiani, yang justru pihak Kristen sekarang melarang perayaan tersebut karena dianggap merusak moral manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;D. SIKAP ISLAM TERHADAP VALENTINE'S DAY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, Allah mengingatkan kita agar tidak terpesona dengan rayuan dan tipu daya iblis yang senantiasa menampakkan begitu indahnya perbuatan-perbuatan nista manusia, padahal perbuatan itu sebenarnya amat menjijikkan:&lt;br /&gt;"Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau Telah memutuskan bahwa Aku sesat, pasti Aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti Aku akan menyesatkan mereka semuanya, Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis (ikhlas beribadah) di antara mereka." (Q.s. al-Hijr : 39-40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, Allah melarang kita mendekati zinah, apalagi melakukan perzinahan.&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk." (Q.s. al-Isra' : 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, Allah melarang kita mudah terpengaruh oleh perilaku kebanyakan orang, tanpa mengetahui dasar mereka untuk melakukan perbuatan tersebut:&lt;br /&gt;“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)” (Q.s. 6 al An’am 116)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawab-nya.” (Q.s. 17 al Isra’ 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Rasulullah saw. Mengingatkan kita gar tidak mengikuti perilaku (budaya) orang-orang Yahudi dan Nasrani, juga para penyembah berhala lainnya:&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ&lt;br /&gt;"Abu Said ra. menyampaikan bahwa Nabi saw. bersabda: "Sungguh kamu akan mengikuti perilaku (budaya) orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, selangkah demi selangkah. Hingga meskipun mereka mendaki memasuki lubang biawak, kamu pun ikut mendakinya." Kami (Abu Said dkk.) bertanya: "Ya Rasulullah! Apakah kami akan mengikuti orang-orang Yahudi dan Nasrani?" Nabi menjawab: "(Mengikuti) Siapa lagi." (HR. Bukhari no. 3197) []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-322954680689647532?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/322954680689647532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/01/sejarah-dan-mitos-valentines-day.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/322954680689647532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/322954680689647532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2011/01/sejarah-dan-mitos-valentines-day.html' title='Sejarah dan Mitos Valentine&apos;s Day'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TTY9xsEjUDI/AAAAAAAAAfQ/Cp9CYSd9S6s/s72-c/waru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-5955523074138683864</id><published>2010-12-23T13:43:00.002+07:00</published><updated>2010-12-23T13:50:53.278+07:00</updated><title type='text'>Buku Bagus: Langsung Jadi Langsing</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TRLxMab0lDI/AAAAAAAAAe8/3Ym67Zdg4nY/s1600/cover%2Blangsung%2Blangsing%2Buplod.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TRLxMab0lDI/AAAAAAAAAe8/3Ym67Zdg4nY/s320/cover%2Blangsung%2Blangsing%2Buplod.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553766486057980978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda duduk berdampingan dengan seorang gendut di bus, atau berdesakan dengan si perut buncit dalam gerbong kereta? Udara pengap, terik matahari menyengat, berbaur dengan napas orang itu yang tersengal-sengal, dan bau keringat yang tidak sedap. Bagaimana perasaan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin Anda memang seorang yang sangat gemuk atau obesitas. Berat badan Anda terus bertambah, perut besar membuat Anda susah mencari baju, celana, atau sepatu yang pas. Ketika berada di mobil, sofa, di lift, atau dimana saja, Anda makan tempat. Anda pun terasa begitu berat jika dibonceng dengan motor. Anda mudah terserang banyak penyakit, duduk susah, jongkok terasa berat, mau berdiri juga susah, banyak keringat, dan nggak pede ketemu orang. Bahkan, akhir-akhir ini Anda mulai merasakan sulit bernapas, sukar beraktivitas, berjalan pun terasa sangat berat, sendi lutut dan kaki terasa pegal, pinggang juga sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada seorang pun yang mau jadi obesitas! Semua orang sudah mulai sadar akan dampak buruk dari berat badan yang berlebihan, makin banyak orang mengerti makanan apa yang banyak mengandung lemak dan kalori serta berusaha menghindarinya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;fitness center&lt;/span&gt; mulai menjamur dimana-mana, iklan-iklan di berbagai media menawarkan beraneka ragam health food, dan yang lebih ngetren lagi adalah, pusat-pusat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;slimming&lt;/span&gt; telah menjadi industri komersial yang makin banyak dikunjungi orang. Namun, kalau kita lihat di sisi lain, seiring dengan makin banyak orang gencar menurunkan berat badan, angka obesitas ternyata makin bertambah dari hari ke hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia kita memang semakin dipenuhi oleh orang gemuk. Bukan hanya di negara maju, di negara berkembang seperti Indonesia sekalipun, angka kejadian obesitas makin hari makin bertambah banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan memang merupakan suatu kenikmatan. Namun, makan enak jangan membuat Anda menjadi semakin gemuk. Kalau di negara industri barat yang sudah maju orang lebih banyak mengkonsumsi makanan instan, maka masyarakat negara berkembang ―dan miskin pula seperti Indonesia― terjadi proses serupa. Tawaran &lt;span style="font-style:italic;"&gt;voucher&lt;/span&gt; makan gratis atau murah sambil belanja, serta diskon beraneka ragam dengan paket bermacam-macam di restoran terjadi dimana-mana. Perubahan pola hidup demikian membuat banyak orang berbisnis makanan dan membuka gerai-gerai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;junkfood&lt;/span&gt;. Celakanya lagi, makanan sekarang cenderung lebih manis, lebih asin, dan lebih berlemak! Porsi makanan juga jauh bertambah banyak, ukuran burger sekarang sudah hampir dua kali lipat ukuran tahun 80-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin meningkatnya jumlah manusia obesitas pada abad ini, telah menjadi suatu bom waktu yang setiap saat siap meledak dan mematikan. Di seluruh dunia, kini ada lebih dari satu miliar orang dewasa dengan berat badan lebih (gemuk), dan paling sedikit ada 300 juta orang yang masuk kategori obesitas (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Body Mass Index&lt;/span&gt;/BMI atau Indeks Massa Tubuh di atas 30). Di Amerika Serikat, Eropa, dan Australia, epidemi global obesitas menyerang setengah sampai dua per tiga dari total populasi yang ada, angka ini cukup menakutkan. Kita tengok bagaimana dengan Indonesia, angka orang gemuk sudah mendekati sepertiga jumlah penduduk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1985, oleh suatu konsensus di antara organisasi-organisasi kesehatan dunia telah disepakati, bahwa lemak yang berlebihan atau obesitas sudah diakui sebagai suatu penyakit. Rata-rata pria dan wanita dewasa memiliki 15 dan 25 persen jaringan lemak. Ini setara dengan berat 10 kg dan 15 kg, yang merupakan timbunan trigliserida. Bila lemak ini berlebihan akan menimbulkan banyak pengaruh buruk bagi tubuh. Dampak buruk bukan hanya pada jantung, hipertensi, diabetes, stroke, gagal napas, sakit sendi dan tulang, batu empedu, gangguan hati, bahkan beberapa penyakit kanker. Juga berpengaruh pada segi penampilan, psikologis, dan kualitas hidup. Jika dulu gemuk identik dengan kemakmuran, sekarang justru gemuk menjadi keburukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, banyak juga yang mati muda karena obesitas. Biaya pengobatan akan meningkat jutaan rupiah per bulan tiap kenaikan BMI satu poin. Bila BMI lebih dari 40, maka Anda akan menghabiskan sampai puluhan juta rupiah untuk berobat.&lt;br /&gt;Nah, bagi Anda yang obesitas maupun yang ingin menjaga diri dari obesitas, buku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Langsung Jadi Langsing&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Jaring Pena, 2010) wajib Anda baca. Buku ini mengupas apa dan bagaimana obesitas serta berbagai strategi jitu untuk mengalahkan obesitas, mulai dari mengubah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lifestyle&lt;/span&gt;, diet yang benar, olahraga yang baik, pencegahan, pengobatan, bahkan bedah bariatrik untuk mengurangi lemak. Anda tetap bisa makan kenyang tapi jangan sampai jadi gemuk. Anda bisa hidup sehat, bisa menurunkan berat badan, dan terhindar dari berbagai penyakit. Anda akan jadi pemenang mengalahkan obesitas! []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-5955523074138683864?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/5955523074138683864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/12/buku-bagus-langsung-jadi-langsing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/5955523074138683864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/5955523074138683864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/12/buku-bagus-langsung-jadi-langsing.html' title='Buku Bagus: Langsung Jadi Langsing'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TRLxMab0lDI/AAAAAAAAAe8/3Ym67Zdg4nY/s72-c/cover%2Blangsung%2Blangsing%2Buplod.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-5255126045080869532</id><published>2010-11-13T10:16:00.019+07:00</published><updated>2010-11-13T11:46:47.779+07:00</updated><title type='text'>Digdaya; Mobil Buatan Anak SMK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4S3VtycqI/AAAAAAAAAdE/5jKRLd6XLTE/s1600/digdaya%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4S3VtycqI/AAAAAAAAAdE/5jKRLd6XLTE/s320/digdaya%2B1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538885333643588258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malam Minggu kemarin (6 November 2010) saya dan istri refreshing. Tidak ke mall. Tidak ke taman-taman eksotis di Surabaya. Tidak juga ke bioskop. Tapi, ke Jatim Expo di seberang kantor pusat Jawa Pos, Graha Pena. Istri saya ingin sekali melihat mobil buatan anak SMK (dulu STM dan SMEA) yang sebelumnya dia lihat di Republika online. Saya pun tertarik ingin lihat karya anak SMK yang menurut saya sudah luar biasa itu untuk seukuran anak sekolahan. Memang, sepertinya SMK sedang ditingkatkan 'derajatnya' agar tidak menjadi 'anak tiri' yang sekandung dengan SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir isya saya berangkat. Sesampainya di Jatim Expo, arena tak seramai kalau pameran komputer atau pameran printing yang biasanya juga dihelat di gedung itu. Saya mulai berpikir, kenapa kalau pameran pendidikan tidak seramai konser atau acara hura-hura. Ternyata setelah saya lihat banner besar  ditengah panggung, pameran itu adalah Pameran Karya Pendidikan Tinggi dan Karya Siswa SMK dengan tagline "Kawula Muda Berkarya". Di situ ada hasil karya siswa SMK, debat bahasa Inggris, job marketing, hasil karya mahasiswa, LKTM (mungkin Lomba Karya Tingkat Mahasiswa ya?), dan parade seni.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua blok stand. Blok selatan stand mahasiswa dan blok utara stand SMK. Berbagai kampus dan SMK se-Jawa Timur yang memiliki karya prestasi hadir di situ, termasuk dari Madura. Saya dan istri pertama ke stand SMK. Ada banyak kreasi anak SMK dengan jurusan di masing-masing sekolah. Ada yang membuat kerajinan, lukisan, perhiasan 'mirip' emas, batik, tata boga, seni pertunjukan, budidaya pertanian, makanan, dan teknologi. Saya dan istri pun mencoba jahe anget karya SMKN 1 Malang yang memproduksi jahe anget, aloevera, rosella, dan nata de aloevera. Saya juga mencoba topeng karya SMKN 3 Blitar. Sedangkan di SMKN 7 Surabaya, saya menyaksikan 'helm charge HP' dan piranti penguat Wifi. Saya berpikir, jika anak-anak SMK ketika lulus mau berwiraswasta, maka mereka sudah memiliki modal keahlian. Bahkan, mereka juga sudah bisa merakit sepeda motor!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengelilingi area stand, sampailah di stand yang kita ingin segera lihat. Stand mobil. Saya langsung saja ke arah 4 mobil yang diparkir di tengah area itu. Wow, keren juga. Mirip mobil Ford yang bertipe sport dan gagah sekali. Saya pun langsung ngobrol dengan guru yang kebetulan membimbing dalam pembuatan mobil itu. Ternyata mobil-mobil itu memang benar-benar buatan anak SMK, yaitu SMKN Singosari, Malang. Dirjen SMK memang sedang mengembangkan mobil di SMK dengan menjadikan beberapa SMK di Indonesia sebagai prototipenya, antara lain SMK di Malang, Solo, Semarang, dan Jakarta. Anak-anak SMK itu sudah bisa merakit (assembling), membuat body dan interior mobil. Dalam pelaksanaannya, anak-anak dibimbing oleh ahli yang didatangkan dari China. Kemampuan anak SMK itu tidak diragukan. Buktinya, mobil-mobil itu jadi dibuatnya. Selain itu, banyak anak-anak SMK yang sudah 'dipesan' perusahaan-perusahaan besar untuk bekerja di perusahaan tersebut. Luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merek mobil karya anak SMK itu diberi nama ESEMKA DIGDAYA. Yah, merek yang sangat Indonesia sekali, dan sepertinya 'menjual' juga. Harapannya mungkin mobil-mobil itu bakal digdaya di tanah air sebagai mobil nasional karya anak bangsa. Syukur-syukur bisa ekspor. Anak-anak akan menunjukkan kedigdayaan Indonesia di mata dunia. Keempat mobil itu adalah Esemka Digdaya 2.0 (hitam)dengan dua kabin tertutup, Digdaya 1.5i (merah) dengan dua kabin dan bagasi terbuka di belakang, Esemka Digdaya 2.01 (putih)dengan dua kabin tertutup, dan Digdaya 1.5i (hitam)dengan satu kabin dan bagasi terbuka di belakang. Di mobil terakhir inilah ada tanda tangan Pesiden SBY, Gubernur Jatim Soekarwo, Wakil Gubernur Jatim Gus Ipul, dan Polda Jatim yang lalu (Anton Bahrul Alam). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun tertarik melihat interior dan mencoba mobil itu. Saya diperbolehkan masuk dan duduk di dalamnya, tapi tidak bisa test drive karena sudah malam. Saya lihat dan rasakan enak juga interiornya. Rata-rata untuk membuat mobil itu menghabiskan lebih dari 100 juta rupiah. Banyak juga yah? Jika ada keseriusan dari pemerintah, kenapa mobil-mobil itu tidak dijadikan mobil nasional (mobnas) saja? Jika mobil karya anak SMK ini jadi mobil nasional, saya mau jadi pembeli pertamanya. Semoga. SMK, bisa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4TGPgv8gI/AAAAAAAAAdM/1rnS7ZZNKvo/s1600/spanduk.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4TGPgv8gI/AAAAAAAAAdM/1rnS7ZZNKvo/s200/spanduk.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538885589676323330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4TT4FCthI/AAAAAAAAAdU/gTHzPZKnroM/s1600/pamekasan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4TT4FCthI/AAAAAAAAAdU/gTHzPZKnroM/s200/pamekasan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538885823904265746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4Tdq6gLZI/AAAAAAAAAdc/ztl7kAw4zzs/s1600/malang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4Tdq6gLZI/AAAAAAAAAdc/ztl7kAw4zzs/s200/malang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538885992169090450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4TlmNkkyI/AAAAAAAAAdk/C2Mfinh9InY/s1600/helm%2Bces.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4TlmNkkyI/AAAAAAAAAdk/C2Mfinh9InY/s200/helm%2Bces.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538886128345846562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4UDmtQMDI/AAAAAAAAAds/_YHO1mmS6Qs/s1600/perhiasan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4UDmtQMDI/AAAAAAAAAds/_YHO1mmS6Qs/s200/perhiasan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538886643874803762" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4ULvFfX6I/AAAAAAAAAd0/RHzCm0xCNY8/s1600/motor.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4ULvFfX6I/AAAAAAAAAd0/RHzCm0xCNY8/s200/motor.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538886783562899362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4UUi5WGUI/AAAAAAAAAd8/pxdbcxVz_4g/s1600/digdaya%2Bhitam.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4UUi5WGUI/AAAAAAAAAd8/pxdbcxVz_4g/s200/digdaya%2Bhitam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538886934909557058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4Ub1vbShI/AAAAAAAAAeE/yEpry9MrGuA/s1600/digdaya%2Bmerah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4Ub1vbShI/AAAAAAAAAeE/yEpry9MrGuA/s200/digdaya%2Bmerah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538887060227312146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4UkiJU1RI/AAAAAAAAAeM/9NtkUieYoOE/s1600/digdaya%2Bputih.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4UkiJU1RI/AAAAAAAAAeM/9NtkUieYoOE/s200/digdaya%2Bputih.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538887209586054418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4U4weJxQI/AAAAAAAAAeU/vQYZpki2D_A/s1600/esemka%2Brajawali.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4U4weJxQI/AAAAAAAAAeU/vQYZpki2D_A/s200/esemka%2Brajawali.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538887557028889858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4VALTT3rI/AAAAAAAAAec/n25adtxtVX0/s1600/digdaya%2Bttd%2Bsby.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4VALTT3rI/AAAAAAAAAec/n25adtxtVX0/s200/digdaya%2Bttd%2Bsby.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538887684490256050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4VJexIxFI/AAAAAAAAAek/WDkmFlrecXY/s1600/digdaya%2Bcoba.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4VJexIxFI/AAAAAAAAAek/WDkmFlrecXY/s200/digdaya%2Bcoba.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538887844334453842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4WEpdnlHI/AAAAAAAAAe0/8h_hL0MLyJQ/s1600/interior.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4WEpdnlHI/AAAAAAAAAe0/8h_hL0MLyJQ/s200/interior.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538888860817658994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4VRiqbSfI/AAAAAAAAAes/BL2foJzvA-g/s1600/smk%2Bbisa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4VRiqbSfI/AAAAAAAAAes/BL2foJzvA-g/s200/smk%2Bbisa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538887982819002866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-5255126045080869532?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/5255126045080869532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/11/digdaya-mobil-buatan-anak-smk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/5255126045080869532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/5255126045080869532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/11/digdaya-mobil-buatan-anak-smk.html' title='Digdaya; Mobil Buatan Anak SMK'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TN4S3VtycqI/AAAAAAAAAdE/5jKRLd6XLTE/s72-c/digdaya%2B1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-6493049935326719438</id><published>2010-11-06T10:59:00.002+07:00</published><updated>2010-11-06T11:02:26.363+07:00</updated><title type='text'>Bung Tomo; Tokoh Heroisme Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTTDgzMQ6I/AAAAAAAAAc8/Zw63TFZart8/s1600/uplod2+-+foto+bung+tomo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTTDgzMQ6I/AAAAAAAAAc8/Zw63TFZart8/s320/uplod2+-+foto+bung+tomo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536281899242898338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sutomo lahir di kampung Blauran, Surabaya, Jawa Timur, tanggal 3 Oktober 1920. Ia lebih dikenal dengan sapaan akrab oleh rakyat sebagai Bung Tomo. Ayahnya bernama Kartawan Tjiptowidjojo, seorang kepala keluarga dari kelas menengah. Ia mengaku mempunyai pertalian darah dengan beberapa pendamping dekat Pangeran Diponegoro yang dikebumikan di Malang. Ibunya berdarah campuran Jawa Tengah, Sunda, dan Madura. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutomo dibesarkan di rumah yang sangat menghargai pendidikan. Ia berbicara dengan terus terang dan penuh semangat. Ia suka bekerja keras untuk memperbaiki keadaan. Pada usia 12 tahun, ketika ia terpaksa meninggalkan pendidikannya di MULO. Sutomo melakukan berbagai pekerjaan kecil-kecilan untuk mengatasi dampak depresi yang melanda dunia saat itu. Belakangan ia menyelesaikan pendidikan HBS-nya lewat korespondensi, namun tidak pernah resmi lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutomo kemudian bergabung dengan KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Belakangan Sutomo menegaskan bahwa filsafat kepanduan, ditambah dengan kesadaran nasionalis yang diperolehnya dari kelompok ini dan dari kakeknya, merupakan pengganti yang baik untuk pendidikan formalnya. Pada usia 17 tahun, ia menjadi terkenal ketika berhasil menjadi orang kedua di Hindia Belanda yang mencapai peringkat Pandu Garuda. Sebelum pendudukan Jepang pada 1942, peringkat ini hanya dicapai oleh tiga orang Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutomo pernah menjadi seorang jurnalis yang sukses. Kemudian ia bergabung dengan sejumlah kelompok politik dan sosial. Ia terpilih menjadi anggota Gerakan Rakyat Baru pada 1944. Bung Tomo adalah pahlawan yang terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA, yang berakhir dengan pertempuran heroik di Surabaya tanggal 10 November 1945. Bung Tomo terutama sekali dikenang karena seruan-seruan pembukaannya di dalam siaran-siaran radionya yang penuh dengan emosi. Hingga kini peristiwa pertempuran 10 November itu diperingati sebagai Hari Pahlawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Tomo meninggal di Padang Arafah, Arab Saudi, 7 Oktober 1981 pada umur 61 tahun. Koleksi barang-barang pribadi yang bersejarah milik Bung Tomo disimpan di Museum Tugu Pahlawan Surabaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-6493049935326719438?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/6493049935326719438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/11/bung-tomo-tokoh-heroisme-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6493049935326719438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6493049935326719438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/11/bung-tomo-tokoh-heroisme-indonesia.html' title='Bung Tomo; Tokoh Heroisme Indonesia'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTTDgzMQ6I/AAAAAAAAAc8/Zw63TFZart8/s72-c/uplod2+-+foto+bung+tomo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-4254783074987684126</id><published>2010-11-06T10:05:00.016+07:00</published><updated>2010-11-06T11:09:59.471+07:00</updated><title type='text'>Museum 10 November Surabaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTI_QtCfXI/AAAAAAAAAbM/QlD-VlABHCs/s1600/uplod2-museum.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTI_QtCfXI/AAAAAAAAAbM/QlD-VlABHCs/s320/uplod2-museum.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536270831086370162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Museum 10 November ini berada di kompleks Tugu Pahlawan Surabaya. Tepatnya di sebelah utara tugu. Jika kita masuk dari arah pintu utama di selatan, untuk menuju museum terus saja jalan ke utara melewati tugu. Kita akan melihat 3 atap bangunan berbentuk prisma segi empat atau tumpeng segi empat berjejer. Bangunan atap yang terbesar ada di tengah. Bentuk ketiga bangunan  prisma tersebut tersusun dari 3 bagian yang bertingkat ke atas yang masing-masing berbentuk prisma juga. Bagian paling bawah terbesar, bagian tengah lebih kecil, dan puncaknya paling kecil. Dua tingkat paling atas terbuat dari susunan kaca. Banguna  prisma inilah museum tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letak museum ini cukup unik pula. Ketiga bangunan prisma itu tampak tertanam dan menyembul dari bawah tanah. Ya, memang museum ini lantai dasarnya dibuat turun di bawah tanah sehingga lantai dua dan atapnya tampak berada di permukaan tanah. Saat kita hendak masuk, batu berukuran besar nongkrong dengan gagahnya menghadang kita. Di batu itu tertulis: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Padamu generasi: Tanpa pertempuran Surabaya, sejarah bangsa dan Negara Indonesia akan menjadi lain.” &lt;/span&gt;Sebuah penegasan bahwa pertempuran Surabaya memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu masuk museum turun ke bawah tanah. Di pintu masuk inilah pengunjung membeli tiket sebesar 1000 rupiah. Sangat murah, kan? Nah, di ruang pintu masuk terdapat prasasti peresmian museum. Ternyata Museum 10 November baru diresmikan 19 Februari 2000 oleh Presiden Abdurrahman Wahid alias Dus Dur. Padahal, museum sejarah ini dibangun mulai 10 November 1991 dan baru difungsikan pada 10 November 1998. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki museum, kita akan disuguhi diorama sepanjang jalan masuk yang turun ke bawah. Di tembok jalan masuk terpampang nama-nama pahlawan yang tertulis dalam lempeng tembaga. Sampai di lantai dasar, kita akan melihat foto-foto pertempuran 10 November di Surabaya. Terdapat pula diorama suasana arek-arek Suroboyo saat mendengarkan pidato heroik Bung Tomo di radio yang bersejarah itu. Tampak pula satu foto tokoh Surabaya bernama Cak Durasim yang memiliki parikan perjuangan: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Bekupon omahe doro, melu Nippon tambah soro”&lt;/span&gt; (Bekupon rumahnya burung dara, ikut Nippon tambah sengsara). Siapakah Cak Durasim? Dia seorang tokoh perjuangan Surabaya pada masa pendudukan Jepang yang berjuang melalui seni ludruk. Sebuah seni pertunjukan khas Surabaya atau Jawa Timur. Di tengah-tengah ruangan ada patung pertempuran arek-arek Suroboyo. Di dalam museum ini pula tampak oleh saya beberapa turis mancanegara. Entah dari negara mana, saya tidak sempat tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naik ke lantai 2, kita banyak disuguhi dengan diorama statis di ruang utama dan diorama dinamis yang berada masuk di ruang-ruang kamar. Di ruang utama banyak dipajang barang-barang pribadi milik Bung Tomo seperti bendera Iboe Tentara Pemberontakan Poesat Jawa Timur (tentu pemberontakan Bung Tomo terhadap penjajah), pisau belati dan senapan Bung Tomo, radio Bung Tomo, bahkan tulisan tangan Bung Tomo. Tulisan tangan dengan pensil ini tampak masih jelas sekali terbaca. Di sisi lain tampak berbagai macam senapan laras pendek dan laras panjang yang digunakan para pejuang. Senapan itu ada juga yang merupakan hasil rampasan dari penjajah. Ketika saya mencoba mengangkat, wah cukup berat juga. Di ruang diorama statis, kita akan menyaksikan diorama yang disertai suara musik dan pidato perjuangan serta lampu berwarna. Jadi lebih hidup suasana dioramanya. Selain itu, mulai 10 November 2010, rencananya mobil milik Bung Tomo yang selama ini ada pada anak Bung Tomo (Bambang Sulitomo) akan dihibahkan ke museum ini. Mobil sedan Opel model lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas menikmati museum, kita bisa keluar melewati pintu keluar. Nah, di jalur keluar ada tempat yang menjual pernak-pernik Tugu Pahlawan dan kerajinan bertema Surabaya. Contohnya, kaos bergambar Tugu Pahlawan dan kota Surabaya, papan berlogo Suro-Boyo, replika kapal, dan sebagainya. Saya pun membeli papan berlogo kota Surabaya untuk di pajang di bifet rumah sebagai kenang-kenangan. Maklum, karena saya tinggal di Surabaya. Inilah foto-fotonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTJNhPVjrI/AAAAAAAAAbU/Wd_eItwOJM8/s1600/uplod2+-+batu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTJNhPVjrI/AAAAAAAAAbU/Wd_eItwOJM8/s320/uplod2+-+batu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536271076043361970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTJbEgmZiI/AAAAAAAAAbc/9m7om_SMkb8/s1600/uplod2+-+peresmian.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTJbEgmZiI/AAAAAAAAAbc/9m7om_SMkb8/s320/uplod2+-+peresmian.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536271308849309218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTJyyn9DpI/AAAAAAAAAbk/rNlA5RmlvI4/s1600/uplod2-patung+juang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTJyyn9DpI/AAAAAAAAAbk/rNlA5RmlvI4/s320/uplod2-patung+juang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536271716365176466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTJ8_qEb5I/AAAAAAAAAbs/8ncc_ofmd8k/s1600/uplod2-didepan+patung+juang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTJ8_qEb5I/AAAAAAAAAbs/8ncc_ofmd8k/s320/uplod2-didepan+patung+juang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536271891662401426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTKMPfbaqI/AAAAAAAAAb0/svtSe6tY-M4/s1600/uplod2-diorama+arek.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTKMPfbaqI/AAAAAAAAAb0/svtSe6tY-M4/s320/uplod2-diorama+arek.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536272153610775202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTKhY6qvqI/AAAAAAAAAb8/0MpsACf6T1o/s1600/uplod2-foto+juang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTKhY6qvqI/AAAAAAAAAb8/0MpsACf6T1o/s320/uplod2-foto+juang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536272516918197922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTLACANV9I/AAAAAAAAAcM/gRWwgbMw9zc/s1600/uplod2-cak+durasim.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTLACANV9I/AAAAAAAAAcM/gRWwgbMw9zc/s320/uplod2-cak+durasim.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536273043343366098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTLOYLi9qI/AAAAAAAAAcU/Ira2SORsogo/s1600/uplod2+-+foto+bung+tomo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTLOYLi9qI/AAAAAAAAAcU/Ira2SORsogo/s320/uplod2+-+foto+bung+tomo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536273289814668962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTLY1IUruI/AAAAAAAAAcc/zwP78mkiNSg/s1600/uplod2+-+barang+bung+tomo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTLY1IUruI/AAAAAAAAAcc/zwP78mkiNSg/s320/uplod2+-+barang+bung+tomo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536273469384470242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTLkol3LpI/AAAAAAAAAck/MSy-Y0ZWmak/s1600/uplod2-radio.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTLkol3LpI/AAAAAAAAAck/MSy-Y0ZWmak/s320/uplod2-radio.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536273672177135250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTLtjVRz5I/AAAAAAAAAcs/btMNFnqms_k/s1600/uplod2-tulisan+bung+tomo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTLtjVRz5I/AAAAAAAAAcs/btMNFnqms_k/s320/uplod2-tulisan+bung+tomo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536273825384222610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-4254783074987684126?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/4254783074987684126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/11/museum-10-november-surabaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/4254783074987684126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/4254783074987684126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/11/museum-10-november-surabaya.html' title='Museum 10 November Surabaya'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTI_QtCfXI/AAAAAAAAAbM/QlD-VlABHCs/s72-c/uplod2-museum.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-3678648225062408973</id><published>2010-11-05T15:37:00.005+07:00</published><updated>2010-11-06T10:33:43.083+07:00</updated><title type='text'>Tugu Pahlawan Surabaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNPC86_FuyI/AAAAAAAAAaM/NhjOFck69kA/s1600/uplod+-+tugu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNPC86_FuyI/AAAAAAAAAaM/NhjOFck69kA/s320/uplod+-+tugu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535982718850284322" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Karena ini bulan November, maka tepat kiranya kita mengenang perjuangan pahlawan dalam berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Karena kebetulan saya sehari-hari hidup di Surabaya, maka saya pun ingin berbagi pengalaman tentang hal yang berkaitan dengan pahlawan di kota Surabaya. Tentang apa? Tentang Tugu Pahlawan, Museum 10 November, dan Bung Tomo. Tiga hal ini saya tulis menjadi 3 bagian sendiri-sendiri agar enak dibaca dan tidak terlalu panjang walaupun tugu dan museum itu dalam satu kompleks. Saya ingin berbagi pengalaman saat berkunjung ke kompleks Tugu Pahlawan di jantung kota Surabaya itu. Saya dan istri sengaja ke Tugu Pahlawan tanggal 2 Mei 2010 karena berhasrat mengetahui sejarah kepahlawanan Surabaya. Ya, tanggal itu bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional. Pasca upacara Hardiknas tingkat provinsi itulah saya menyusuri setiap sudut kompleks Tugu Pahlawan dan ruang-ruang Museum 10 November. Foto-foto dan catatan kunjungan saya ke Tugu Pahlawan ini sengaja saya simpan karena akan saya tampilkan bulan November ini. Ya lumayan lama, hampir setengah tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugu Pahlawan terletak di pusat kota Surabaya. Tugu ini sebagai  ikon kota Surabaya, selain patung Suro-Boyo (Ikan-Buaya) yang ada di depan KBS (Kebun Binatang Surabaya). Tugu setinggi 45 meter itu berada di  sebelah barat kantor Gubernur Jatim. Kompleks Tugu Pahlawan letaknya di tengah-tengah empat jalan yang membentuk segi empat. Di sebelah timur adalah Jalan Pahlawan, sebelah selatan Jalan Tembaan, sebelah barat Jalan Bubutan, dan sebelah utara Jalan Kebon Rojo. Jika Anda tahu Tunjungan Plaza, maka cukup terus ke utara. Jadi, untuk mencari Tugu Pahlawan tidaklah sulit. Bahkan, ada juga situs www.tugupahlawan.com, tapi itu bukan situs resmi Tugu pahlawan, melainkan tempatnya para blogger Surabaya pada nyangkruk di dunia maya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda membawa kendaraan sendiri, maka sebelah selatan tugu adalah tempat parkirnya. Pintu utama Tugu Pahlawan ada di sebelah selatan, yaitu di Jalan Tembaan. Jika Anda jalan kaki atau memakai kendaraan umum bisa turun di sebelah barat atau timur tugu karena bisa masuk lewat pintu samping. Pintu samping ini tidak bisa dilewati kendaraan. Jika Anda turun di sebelah utara tugu, Anda akan berjalan kira-kira 300-an meter ke selatan karena sebelah utara tugu adalah kompleks perkantoran dan tidak ada pintu masuk dari sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memasuki gerbang kompleks tugu, langsung kita saksikan diorama perjuangan di tembok yang menghadap selatan. Di tengah tengah arah masuk tugu, ada patung Sukarno-Hatta yang cukup besar dan tinggi. Di pondasi kedua patung itu sebuah pesan dari Bung Karno tertulis di tembaga: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Pahlawan sedjati tidak minta dipudja djasanja. Bunga mawar tidak mempropagandakan harumnja, tapi harumnja dengan sendiri semerbak ke kanan-kiri. Tetapi, hanja bangsa jang tahu menghargai pahlawan-pahlawannja, dapat menjadi bangsa jang besar. Karena itu, hargailah pahlawan-pahlawan kita! Merdeka! Soekarno. Djokjakarta, 10 Nop. ’49.” &lt;/span&gt; Sebuah pesang agung dari Bapak Pendiri Bangsa. Tak hanya itu. Di belakang patung terdapat 10 pilar yang digambarkan bekas bangunan dengan formasi terpisah 3-4-3 pilar. Di pilar-pilar itulah terdapat coretan perjuangan seperti: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Rawe-rawe rantas, malang-malang poetoeng”, “Freedom forever”, “Merdeka!” &lt;/span&gt;dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melewati patung Sukarno-Hatta,kita akan langsung melihat lapangan luas kira-kira seukuran lapangan bola lebih luas sedikit. Rumput hijau menghiasai lapangan yang biasa dipakai untuk upacara dengan taman bunga mengelilinginya. Tampak bersih dan asri di tengah keriuhan jalanan kota Surabaya. Nah, di tengah-tangah itulah berdiri kokoh Tugu Pahlawan, sekokoh semangat perjuangan arek-arek Suroboyo. Untuk mengenang perjuangan arek-arek Suroboyo melawan penjajah Belanda bersama Sekutu pada 10 November 1945 itulah tugu monumen tersebut dibangun sekaligus ditetapkan tanggalnya sebagai Hari Pahlawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk Tugu pahlawan cukup unik. Mirip pensil yang terbalik dengan pokok yang besar dan mengecil ke atas. Di bagian puncaknya lancip persisi seperti bagian pensil yang diasah. Sisinya ada 10 bidang dengan cat putih yang membalutnya. Di bagian antara batang dan puncak yang lancip ada bagian yang bercat kuning emas menyerupai bingkai. Jika kita di bawahnya persis dan mendongak ke atas, tentu tampak tinggi seklai dan kita tampak sangat pendek dibuatnya. Nah, inilah foto-fotonya. Selamat menikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNPDWwwIo7I/AAAAAAAAAaU/gvB8idEI-4E/s1600/uplod+-+diorama+dpn.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNPDWwwIo7I/AAAAAAAAAaU/gvB8idEI-4E/s320/uplod+-+diorama+dpn.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535983162779804594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNPDnQPsRfI/AAAAAAAAAac/-KDrCAKXe14/s1600/uplod+-+dioranma+dpn+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNPDnQPsRfI/AAAAAAAAAac/-KDrCAKXe14/s320/uplod+-+dioranma+dpn+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535983446111569394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNPD1papyzI/AAAAAAAAAak/WLMuCTz5uBc/s1600/uplod+-+patung.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNPD1papyzI/AAAAAAAAAak/WLMuCTz5uBc/s320/uplod+-+patung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535983693386599218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNPEDQ7DYqI/AAAAAAAAAas/aJshcRAEnL4/s1600/uplod+patung+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNPEDQ7DYqI/AAAAAAAAAas/aJshcRAEnL4/s320/uplod+patung+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535983927329776290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNPF6fuHIHI/AAAAAAAAAbE/8wScdBGRhE4/s1600/uplod+rawe2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNPF6fuHIHI/AAAAAAAAAbE/8wScdBGRhE4/s320/uplod+rawe2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535985975706460274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNPER2zEIgI/AAAAAAAAAa0/BjSMBIAbqMY/s1600/uplod+tembaga.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNPER2zEIgI/AAAAAAAAAa0/BjSMBIAbqMY/s320/uplod+tembaga.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535984178014986754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNPEkKeTlfI/AAAAAAAAAa8/0DYlg7zkXRk/s1600/uplod-+tugu+dr+timur.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNPEkKeTlfI/AAAAAAAAAa8/0DYlg7zkXRk/s320/uplod-+tugu+dr+timur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535984492534273522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-3678648225062408973?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/3678648225062408973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/11/tugu-pahlawan-surabaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/3678648225062408973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/3678648225062408973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/11/tugu-pahlawan-surabaya.html' title='Tugu Pahlawan Surabaya'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNPC86_FuyI/AAAAAAAAAaM/NhjOFck69kA/s72-c/uplod+-+tugu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-2602285804179467928</id><published>2010-10-29T09:53:00.003+07:00</published><updated>2010-10-29T09:58:35.474+07:00</updated><title type='text'>Mbah Marijan; Semelekete Gunung Merapi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TMo3ozeELaI/AAAAAAAAAZ0/x9-X9na8LkQ/s1600/mbah-maridjan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TMo3ozeELaI/AAAAAAAAAZ0/x9-X9na8LkQ/s320/mbah-maridjan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533296266328681890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya belum pernah bertemu dengannya. Belum juga pernah mendaki Merapi. Saya baru pernah mendaki Lawu. Dan sejak itu saya sudah tak ingin lagi mendaki, walaupun rumah tempat lahir dan masa kecil saya di pegunungan.  Piki rsaya, buat apa capek-capek naik gunung, tapi kalau sudah sampai puncak malah turun lagi. Buat apa naik kalau untuk turun? Begitu persepsi saya. Tapi karena gunung itulah saya mengenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum pernah melihat biodata dia sebelumnya. Karena saya pikir, dia masih hidup. Karena masih hidup itulah, dia bagi saya masih belum seberkesan setelah tiada. Kadang saya kurang tertarik melihat biodata orang yang masih hidup walaupun terkenal. Tapi sejak meninggalnya, hati saya berontak ingin sekali melihat biodatanya. Di mana? Di Wikipedia. Ternyata ada, bahkan di Wikipedia bahasa Inggris. Dan Wikipedia-nya pun update, sehari setelah meninggalnya. Di Wikipedia ditulis Mbah Marijan meninggal tanggal 26 Oktober 2010 terkena awan panas Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, dialah Mbah Marijan. Juru kunci Merapi yang fenomenal. Dia bukan pejabat, tapi mengajarkan kita arti tanggung jawab. Dia bukan panglima TNI, tapi mengajarkan kita keberanian dan keteguhan sikap. Dia bukan kyai, tapi mengajarkan kita tentang kepasrahan tolah pada Ilahi. Dia bukan hartawan, tapi royalty iklannya untuk para tetangga. Dia bukan si miskin, tapi si kaya jiwa. Dia bukan motivator, tapi telah menginspirasi dan menggerakkan banyak orang. Dia bukan artis, tapi terkenal dan tak haus popularitas. Dia bukan pasukan berani mati, tapi telah membuktikan mati demi kesetiaan tugas. Dia bukan pemuda berotot kekar, tapi si tua bersemangat baja. Dia bukan wakil rakyat, tapi benar-benar mewakili jiwa masyarakatnya. Dia bukan presiden, tapi benar-benar berkarakter pemimpin dan dicintai rakyat. Dia tak minta simpati, tapi telah menarik empati. Sekali lagi, dia bukan siapa-siapa. Dia benar-benar Mbah Marijan 100%! Yang asli, tanpa kepentingan populis, bisnis, apalagi politis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah Raden Ngabehi Surakso Hargo atau Penewu Surakso Hargo dan kita kenal dengan Mbah Maridjan. Dialah pemegang amanah juru kunci Merapi dari Sri Sultan Hamengkubuwana IX sejak 1982. &lt;br /&gt;Dilahirkan di tanah Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta tahun 1927. Di tanah itu pula tangal 26 Oktober 2010 kembali pada-Nya dengan bersujud saat wedhus gembel menjemputnya. Semua kehilangan, tapi bangga! Kita punya Mbah Marijan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengenangnya, inilah lagu Mbah Marijan dari Cak Dikin.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Mbah Marijan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Cak Dikin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak mengenalnya&lt;br /&gt;Seorang lelaki suku Jawa&lt;br /&gt;Penakluk gunung yang berbahaya&lt;br /&gt;Urung meletus karena doanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikenal tak hanya Indonesia&lt;br /&gt;Juga dikenal mancanegara&lt;br /&gt;Lelaki yang perkasa&lt;br /&gt;Lugu dan bersahaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbah Marijan itu namanya&lt;br /&gt;Mbah Marijan tokoh pemberani&lt;br /&gt;Mbah Marijan tokoh disegani&lt;br /&gt;Sebagai juru kunci&lt;br /&gt;Banyak yang menjuluki&lt;br /&gt;Semelekete Gunung Merapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2x:]&lt;br /&gt;Mbah Marijan… (Rosa! Rosa!)&lt;br /&gt;Mbah Marijan… (Rosa! Rosa!)&lt;br /&gt;Mbah Marijan pancen rosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 29 Oktober 2010&lt;br /&gt;Ratman Boomen&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-2602285804179467928?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/2602285804179467928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/10/mbah-marijan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/2602285804179467928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/2602285804179467928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/10/mbah-marijan.html' title='Mbah Marijan; Semelekete Gunung Merapi'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TMo3ozeELaI/AAAAAAAAAZ0/x9-X9na8LkQ/s72-c/mbah-maridjan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-7703653293101215717</id><published>2010-10-28T22:04:00.002+07:00</published><updated>2010-10-28T22:09:06.209+07:00</updated><title type='text'>Mental Kere!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TMmRimmWYJI/AAAAAAAAAZs/theUCcPXgeA/s1600/kere.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 224px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TMmRimmWYJI/AAAAAAAAAZs/theUCcPXgeA/s320/kere.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533113640864342162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya benar-benar tidak suka dengan yang satu ini: mental kere! Kere (bahasa Jawa) di sini yang dimaksud adalah miskin. Saya juga tidak mau dibilang, apalagi masuk anggota pengidap mental kere. Saya pun sebenarnya tidak tahu apa definisi final mental kere, karena memang tidak ada definisi finalnya. Jangankan kamus, di daftar istilah saja mungkin tidak banyak ditemukan. Namun, bukan karena tidak ada definisi final itulah, saya lalu tak bisa merasakan dan mendefinisikan dengan definisi saya. Justru sebaliknya, saya bisa mendefinisikan “mental kere” dengan pengalaman empiris yang saya hadapi. Tentu subyektif. Anda pun bisa berbeda dengan saya dan mendebat karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang mau dibilang kere? Tidak ada, bahkan yang faktanya kere (secara materi) sekalipun. Apalagi yang benar-benar tidak kere. Jika kere dalam hal materi saja tidak ada orang yang mau, tapi nyatanya ada juga yang mengidap mental kere tanpa mau tahu. Jika kere dengan tak punya banyak uang, itu bisa banyak orang memahami dan menerima. Tapi, mental kere banyak orang tak memahami sehingga ia “menerima” (lebih tepatnya mengidap). Jika kere duit itu material (fisik), maka mental kere adalah immaterial (psikis), lebih ke karakter dan cara berpikir. Jika kere duit bisa diubah dengan kerja keras, maka mental kere tak mudah dikikis walaupun dengan rupiah yang melimpah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa sih mental kere itu? Menurut saya, mental kere itu ada dua. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, orang yang sebenarnya tidak kere secara materi, tapi mentalnya benar-benar kere. Mental kere jenis ini adalah manifestasi dari kerakusan dan kepelitan. Contohnya, orang kaya atau berkecukupan yang masih suka korupsi dan menjarah uang yang bukan haknya. Atau, orang kaya yang tidak mau menegeluarkan uangnya untuk membantu sesama dan hanya menumpuk-numpuknya. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, orang yang kere secara materi, tapi tidak mau (susah) untuk mengubah diri dari kekereannya itu. Mental kere jenis ini adalah manifestasi kebodohan dan kelemahan. Bodoh dan lemah dalam motivasi hidup dan semangat perubahan. Walaupun ada banyak kesempatan mengubah kekereannya, tapi kesempatan itu tak diambilnya. Kalaupun dimotivasi untuk berubah, dia malas dan tak mau berusaha keras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jenis mental kere ini ada di dunia nyata kita. Kalau jenis mental kere yang pertama, kita sudah banyak tahu. Nah, jenis mental kere kedua inilah yang sempat saya temui sendiri. Ini yang sempat membuat saya mangkel, walaupun jenis mental kere pertama juga tidak kalah membuat anyel. Inilah pengalaman saya dengan mental kere kedua ini. Suatu saat, ada seorang pemuda di kampung lulusan SMA yang kerjanya tidak jelas. Bisa dibilang menganggur. Lantas ada informasi lowongan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) ke Korea. Untuk bisa ikut TKI ini harus membayar 8 juta ke lembaga yang katanya mengurusnya. Pemuda itu tergoda dengan gaji yang katanya belasan juta jika dikurskaan ke rupiah itu. Dia ingin instan mengubah hidupnya. Maka, pemuda itu pun tergiur dan membayar 8 juta walaupun harus menyusahkan orangtuanya. Orangtuanya harus berhutang pada saudaranya untuk kepentingan itu. Akhirnya setelah beberapa waktu, pemuda inipun ikut ke pelatihan TKI. Namun, sampe beberapa bulan tak jadi berangkat ke Korea. Bahkan hingga dua tahun tidak berangkat-berangkat. Harapan tinggal harapan. Uang tak bisa kembali dan lembaga yang mengurus TKI itupun tidak jelas juntrungnya. Kesimpulan saya: dia ditipu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua tahun ditipu soal TKI itu, pemuda ini dikabari kakaknya. Di kota kakaknya ada lowongan kerja milik teman kakaknya itu.  Bahkan, teman kakaknya minta dicarikan orang untuk menghandle pekerjaan itu. Lowongan kerja ini bisa dijamin kebenarannya dan tanpa dipungut biaya serupiah pun. Lowongan kerja ini butuh segera diisi karena memang benar-benar butuh orang. Ketika ditelpon oleh kakaknya, si pemuda itu tidak mau karena alasan yang sangat sepele: sedang membantu memperbaiki dapur rumah. Padahal orangtuanya sudah menyuruh dia untuk pergi mengisi kesempatan kerja itu. Kecewalah sang kakak dengan si pemuda itu. Kesempatan mengubah diri yang sudah jelas, malah ditolaknya. Sedangkan penipuan TKI 8 juta dia mau. Tidak hanya itu. Kakaknya sudah berkali-kali memberikan motivasi dan bantuan pekerjaan untuk dia, tapi selalu saja tidak mau dengan berbagai alasan yang sebenarnya konyol dan bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian kedua itu. Tak lama si pemuda mendapat kabar dari tetangganya bahwa ada lowongan pekerjaan sebuah perusahaan otomotif di Jakarta. Tapi, untuk masuk lowongan kerja itu harus bayar 3 juta. Informasi lowongan kerja ini pun tidak jelas dan tak bisa dipertanggungjawabkan. Pemuda itu pun sepertinya tergoda dengan lowongan pekerjaan abal-abal itu. “Dasar mental kere,” begitu mungkin batin kakaknya. Jika pemuda-pemuda bermental kere seperti ini, maka bahaya mengancam Indonesia. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-7703653293101215717?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/7703653293101215717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/10/mental-kere.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7703653293101215717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7703653293101215717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/10/mental-kere.html' title='Mental Kere!'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TMmRimmWYJI/AAAAAAAAAZs/theUCcPXgeA/s72-c/kere.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-8784458360482040390</id><published>2010-10-02T11:58:00.007+07:00</published><updated>2010-11-06T12:08:02.206+07:00</updated><title type='text'>Ngangsu Kawruh dari Richard Branson</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TKa8_9DwGuI/AAAAAAAAAZE/oY1BsA7xMP4/s1600/richard-branson.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 174px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TKa8_9DwGuI/AAAAAAAAAZE/oY1BsA7xMP4/s200/richard-branson.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523309799924570850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekitar beberapa malam yang lalu saya hampir tidak sengaja melihat tayangan BNI Inspire Lecture 2010 (27 September) di Metro TV. Saya sebut “hampir” karena kalau tidak kebetulan saya lihat saat itu dan acaranya menurut saya tidak bagus, saya tak akan menontonnya. Bagi saya bukan “acara” itu yang membuat saya tertarik, tapi “tokoh” yang dihadirkan dalam acara tersebut. Sebelumnya diberitakan Richard Branson yang datang mengisi agenda BNI itu dengan naik andong. Naik andong inilah yang memantik saya, pasti orangnya “aneh” bin nyentrik. Siapa Richard Branson? Saya waktu itu juga tidak begitu tahu. Dan saya yakin dia pasti tidak tahu saya. Richard pun tentu tak penting saya tahu dia. Namun demikian, nama dan wajahnya terasa tak asing di benak ini. Magnet yang menarik saya jadi menonton tayangan itu adalah karena Si Richard disebut “pengusaha legendaris Inggris” yang memiliki 250-an perusahaan Virgin Company. Edan, to? Otak saya langsung berpikir, pasti inspiring benar orang ini. Saya pun lalu ingin menontonnya. Seperti apa sih dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, pengusaha nyentrik dengan rambut pirang gondrong itu memang inspiring. Gila, edan, asem tenan, ucap saya berkali-kali saat mengikuti obrolannya dengan Ira Kusno, sang pembawa acara, dan penanya saat itu. Istri saya yang sedang di depan komputer kamar sebelah jadi tertarik ikut-ikutan nonton dari kejauhan dan minta volume televisinya dikeraskan. Ide-ide out of the box dan inspiring meluncur dengan gaya santainya dari pria yang “tidak selesai” sekolah dengan predikat nilai berhitung dan membaca rendah. Edan meneh, to? Gelak tawa pun membuat suasana makin renyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal unik di awal pembicaraannya yang membuat saya kaget, kagum, dan ngekek-ngekek. Ketika itu Richard ditanya oleh Ira Kusno, “Sir, kenapa Anda memakai baju batik?” Apa kira-kira jawabannya? “Menurut saya, ekspor terburuk Inggris ke Asia adalah setelan jas dan dasi. Kenapa orang Asia malah pakai jas dan dasi, seperti seragam sekolah di Jepang itu?” Jawabannya sungguh edan. Benar-benar di luar dugaan saya, mungkin juga di luar dugaan Anda. Dan pastinya, di luar dugaan orang Inggris sekalipun. Ratu Inggris pun sepertinya tak berani mengucapkan jawaban demikian. Hahahaha….. Saya lihat, orang-orang bule yang mungkin dari Inggris di acara itu tersenyum kecut, mungkin agak tersinggung. “Batik itu lebih bagus. Batik punya nilai individualitas yang tak dimiliki jas dan dasi,” imbuhnya. Apa kira-kira maksud “individualitas” yang dimaksud Richard? Menurut saya sih mungkin nilai “unik budaya asli” yang dimiliki Indonesia.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang menarik saat ditanya Hermawan Kertajaya, pakar marketing dari Surabaya itu. “Anda tak lulus sekolah. Anda juga bukan dari golongan bangsawan. Tapi, dengan menjadi pengusaha sukses, Anda mendapat gelar Doktor honoris causa dan gelar “Sir” dari Ratu Inggris. Dengan demikian, untuk menjadi orang sukses tak harus pendidikannya tinggi dan dari bangsawan. Apakah Anda setuju?” tanya Hermawan. Richard menjawab sambil senyum-senyum. “Hehehe… Iya juga, tapi kuliah juga lebih baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan yang tidak terlalu lama itu, karena Richard akan segera terbang ke New York, memiliki banyak catatan yang bisa saya ambil. Apa saja? Berikut ini catatan saya yang mungkin bisa bermanfaat bagi Anda, mungkin juga tidak, yang pasti bermanfaat bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berpikir di Luar Biasa (Think Out Of the Box)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini sama dengan untuk tidak seperti pepatah lokal kita, “katak dalam tempurung”.  Berpikir di luar “yang biasa” saya catat dari ide-ide bisnis yang telah direalisasikannya. Tidak sekadar ide, tapi benar-benar telah diwujudkannya. Siapa yang berpikir bahwa orang bisa menikmati wisata angkasa? Tidak hanya wisata pantai, gunung, air terjun atau lainnya. Tapi, meraih yang mungkin orang memikirkannya pun seolah mustahil. Richard punya ide dan membuat kenyataan dengan salah satu perusahaannya: Virgin Galactic. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Jadilah Berbeda dan Terbaik (Be Different and the Best)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menjadi berbeda dengan lebih baik, begitu kira-kira yang saya catat saat Richard menjawab seorang penanya. Jika ingin menjadi unggulan, jadilah berbeda dengan kualitas yang lebih baik, bahkan terbaik. Richard mencontohkan, jika ada perusahaan A, B, dan C memiliki produk X yang biasa-biasa, maka jadilah perusahaan lain dengan produk X terbaik yang berbeda dari perusahaan yang sudah ada itu. Buatlah kualitas unggulan yang tidak dimiliki perusahaan yang telah ada. Kualitas unggulan itulah yang akan dicari orang. Beranilah jadi saingan, katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jadilah Keluarga (Be a Family)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya tidak salah, saat menjawab pertanyaan dari Menteri Perdagangan Mari Ela pangestu, Richard melontarkan prinsip “menjadi keluarga”. Ia bercerita bagaimana sikap dan pandangannya terhadap perusahaan serta karyawannya. Perusahaan itu adalah orang-orangnya. Oleh karenanya, Richard menjadikan karyawan sebagai bagian dari keluarganya. Bukan sebagai jongos dan “orang lain” yang harus ditekan dan wajib patuh tanpa reserve dengan pimpinan. Karena jongos, maka dianggap tak akan ada ide brilian darinya, tak diberi ruang ekspresi, juga tak boleh bereksperimen apapun a. Karena dianggap orang lain, maka tak perlu lebih dekat secara pemikiran dan psikologis dengannya. Aku bos, kamu jongos! Jika pimpinan perusahaan menjadi raja diktator macam itu, karyawan yang dari sononya brilian pun akan jumud dan tak pernah berkembang. Maka, jangan salahkan jika si karyawan jadi “pemberontak” dan akhirnya desertir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dekat dan Menggali Ide dari Bawah (Near and from Buttom Up)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena Richard menganggap orang-orang yang bekerja bersamanya adalah keluarganya, maka kedekatan pasti terbangun. Psikologis, pemikiran, ide, visi dan misi perusahaan akan terbangun sinergi antara pimpinan dan legium karyawan. Karena dekat itulah sehingga tak ada jurang (barrier) yang secara psikologis, bahkan teknis membelenggu dan mengganggu. Karyawan adalah partner yang berhak mengungkapkan ide-ide dan keluhannya secara bebas untuk kemudian menjadi pertimbangan serius. Bahkan, bisa jadi ide brilian yang mewujud dan solusi sebuah persoalan yang sedang melilit. Ide brilian dan solusi jitu tak selalu muncul dari bos, bisa juga dari “jongos”. Bagaimana kedekatan Richard dengan karyawan dan cara mengali ide dari bawah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terkagum-kagum dengan cara Richard menggali ide dan mendekati karyawan. Dia memberikan contoh apa yang telah dilakukannya. Richard yang ingin membangun maskapai penerbangan terbaik di Inggris, ia menjelajahi semua rute penerbangan yang ada. Sambil membawa notebook, pengusaha yang berangkat dari membuat majalah ini duduk di kursi yang membuatnya nyaman di pesawat. Di setiap penerbangan itulah Richard ngobrol dan bertanya dengan para penumpang, peragawati, teknisi, dan pilot. Berbagai ide, keluhan, juga harapan tentang maskapai penerbangan Richard catat di buku catatannya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Richard melakukan hingga sampai demikian, pastilah dia begitu memperhatikan saat ngobrol dengan mereka itu. Tidak seperti banyak bos yang jika karyawannya mengungkapkan ide , keluhan atau harapannya, dia malah ngobrol sendiri atau pura-pura memperhatikan. Bahkan, ada juga boas yang dating dan mau ngobrol dengan karyawannya pun tidak. Hasil ngobrol itu tentu tak sekadar dicatat Richard, tapi diformulasikan dalam satu masterplan yang akan diwujudkan. Tidak seperti banyak bos lain, masukan dari karyawan hanya menjadi bekas catatan notulensi rapat dan tak pernah jadi kenyataan. Dari kegiatan ngobrol dan keliling turun ke bawah itulah dalam dua tahun maskapai penerbangan Richard mampu menjadi yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah catatan saya, mungkin Anda yang juga menontonnya punya catatan lebih banyak dan lebih baik dari saya. Ada kesimpulan saya yang lain, ternyata pengusaha-pengusaha sukses itu: tidak biasa, berbeda, berpikir simple, solutif, berani (kalau tidak dibilang nekad), kritis, humoris, dan humanis. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 2 Oktober 2010&lt;br /&gt;Ratman Boomen&lt;br /&gt;ratmanboomen@gmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-8784458360482040390?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/8784458360482040390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/10/sekitar-beberapa-malam-yang-lalu-saya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/8784458360482040390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/8784458360482040390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/10/sekitar-beberapa-malam-yang-lalu-saya.html' title='Ngangsu Kawruh dari Richard Branson'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TKa8_9DwGuI/AAAAAAAAAZE/oY1BsA7xMP4/s72-c/richard-branson.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-819768252162248373</id><published>2010-09-29T16:12:00.013+07:00</published><updated>2010-11-06T10:36:29.359+07:00</updated><title type='text'>Buku Seruling Diplomat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTNKRuH1fI/AAAAAAAAAc0/3z04zLwjVYw/s1600/cover+seruling.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 218px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTNKRuH1fI/AAAAAAAAAc0/3z04zLwjVYw/s320/cover+seruling.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536275418384422386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekitar sepekan setelah lebaran 2010 kemarin, tepatnya tanggal 20 September 2010, saya menemani penulis buku Tetralogi Rusia, M. Aji Surya untuk launching dan bedah buku ke-3-nya yaitu buku Seruling Diplomat (Jaring Pena, 2010), di almamaternya Pondok Gontor Ponorogo. Dia datang dari Rusia jauh-jauh untuk berbagi pengalamannya menjelajah dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sukses dengan kedua bukunya Vodka, Cinta dan Bunga (VCB) dan Moskow-Petersburg-Vladivostok (MPV), M. Aji Surya berkisah tentang nilai-nilai lokal dan universal dengan menyajikan buku ke tiganya, yaitu Seruling Diplomat (SD). Karya ketiga dari Sang Diplomat berbakat ini merupakan buku ke-3 dari Tetralogi Rusia yang ia impikan. Bisa dibilang, buku Seruling Diplomat sebagai lanjutan dari buku VCB dan MPV dengan bidikan yang berbeda, yaitu tentang renungannya atas berbagai hal di negeri-negeri di pelosok dunia. Lebih tepatnya tentang “kearifan sosial dunia”. Sebagai seorang diplomat Indonesia di Rusia, M. Aji Surya menuliskan karyanya berdasarkan pengalamannya menjelajah negera-negara yang didatanginya, bahkan ditempatinya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini menyajikan berbagai kisah penuh kearifan dan renungan dengan bahasa yang menyegarkan juga jenaka. Berbagai nilai-nilai kearifan sosial universal yang mungkin tak pernah terbayangkan oleh kita, membuat kita terhenyak. Lihat saja berbagai judul menariknya, seperti Melukis Kehidupan Keluar dari Kemapanan yang mengajak kita agar berpikir keluar dari kemapanan (think out of the box), Bule dalam Karung, Neokolonialisme Hape, Nyantri di Rusia, Simfoni Jalanan di kairo, Dialektika Perkawinan Siti Nurbaya, Senyum dan Poligami, dan lainnya. Membaca Seruling Diplomat, Anda akan terbawa keliling dunia dan menemukan berbagai nilai-nilai yang sangat bermanfaat juga menginspirasi. []&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TKMF7_WlikI/AAAAAAAAAYU/ME7hKBY9_2k/s1600/aku+dan+aji+upload.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TKMF7_WlikI/AAAAAAAAAYU/ME7hKBY9_2k/s320/aku+dan+aji+upload.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522264096262949442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TKMGHX0_v6I/AAAAAAAAAYc/3WfVVio8TWk/s1600/aku+dan+aji+2+upload.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TKMGHX0_v6I/AAAAAAAAAYc/3WfVVio8TWk/s320/aku+dan+aji+2+upload.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522264291811508130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TKMGPhuI5CI/AAAAAAAAAYk/uKQq_X7Mf40/s1600/aji+ngomong+upload.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TKMGPhuI5CI/AAAAAAAAAYk/uKQq_X7Mf40/s320/aji+ngomong+upload.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522264431906055202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TKMGaW9-VbI/AAAAAAAAAYs/zAx9dyCOflM/s1600/peserta+upload.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TKMGaW9-VbI/AAAAAAAAAYs/zAx9dyCOflM/s320/peserta+upload.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522264617998243250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-819768252162248373?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/819768252162248373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/09/buku-seruling-diplomat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/819768252162248373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/819768252162248373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/09/buku-seruling-diplomat.html' title='Buku Seruling Diplomat'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TNTNKRuH1fI/AAAAAAAAAc0/3z04zLwjVYw/s72-c/cover+seruling.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-3472017184903823401</id><published>2010-08-30T16:03:00.011+07:00</published><updated>2010-08-30T16:35:22.679+07:00</updated><title type='text'>Buku Baru: Membonsai Hipertensi</title><content type='html'>Ini memang sudah sekitar sebulan yang lalu, tapi kiranya tetap masih bermanfaat. Tepatnya pada tanggal 4 Juli 2010 bertempat di Gramedia Expo Surabaya, telah dilaunch buku "Membonsai Hipertensi". Buku kedua karya dokter ahli Ginjal Dr. dr. Djoko Santoso, Sp.PD, KGH, Ph.D ini sangat penting dan menarik dibedah. Suasana riang dan jenaka karena dipandu oleh seorang dokter yang seniman, menjadikan peserta tambah gayeng menikmati acara. Pesertanya pun datang tak hanya dari Surabaya, tapi juga dari daerah sekitar Jatim, seperti Sidoarjo, Mojokerto, bahkan Pacitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan saja saya disuruh menjadi salah satu penelis, bersama Dr. Djoko sebagai penulis dan Direktur Lab. Klinik Parahita. Buku yang membedah hipertensi dari A-Z ini sangat enak dibaca dan dipahami. Menguraikan hipertensi mualai dari definisi, gejala, akibat bahayanya, komplikasinya, pengobatannya, hingga operasi dan perawatannya. Semua dijelaskan dalam buku terbitan Jaring Pena (2010) yang tidak terlalu tebal ini. Buku ini wajib dibaca oleh penderita hipertensi maupun orang yang ingin terhindar dari hipertensi. Selama acara, peserta tampak sangat antusias, terbukti dari banyaknya penanya. Tak hanya bertanya, penanya pun mendapat hadiah. Mantap, bukan? Berikaut ini foto-fotonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/THt4XKmMmEI/AAAAAAAAAXc/cPb0-YAyh9M/s1600/latar+upload.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/THt4XKmMmEI/AAAAAAAAAXc/cPb0-YAyh9M/s320/latar+upload.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511130908394821698" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/THt4pv0rULI/AAAAAAAAAXs/s82IDInKE5s/s1600/dr+joko+upload.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/THt4pv0rULI/AAAAAAAAAXs/s82IDInKE5s/s320/dr+joko+upload.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511131227625312434" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/THt4wpqCirI/AAAAAAAAAX0/NJJrjGGwT-c/s1600/para+pembicara+upload.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 307px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/THt4wpqCirI/AAAAAAAAAX0/NJJrjGGwT-c/s320/para+pembicara+upload.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511131346229168818" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/THt4j5hF62I/AAAAAAAAAXk/099Szjphc0c/s1600/peserta+upload.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/THt4j5hF62I/AAAAAAAAAXk/099Szjphc0c/s320/peserta+upload.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511131127148309346" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/THt46AU5GxI/AAAAAAAAAX8/OwoZGt0pfaE/s1600/dr+joko+tanda+tangan+upload.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/THt46AU5GxI/AAAAAAAAAX8/OwoZGt0pfaE/s320/dr+joko+tanda+tangan+upload.jpg" border="0" &lt;br /&gt;alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511131506933308178" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/THt5AbYWnwI/AAAAAAAAAYE/ygMmW01lggw/s1600/selamat+upload.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/THt5AbYWnwI/AAAAAAAAAYE/ygMmW01lggw/s320/selamat+upload.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511131617274797826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-3472017184903823401?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/3472017184903823401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/08/buku-baru-membonsai-hipertensi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/3472017184903823401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/3472017184903823401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/08/buku-baru-membonsai-hipertensi.html' title='Buku Baru: Membonsai Hipertensi'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/THt4XKmMmEI/AAAAAAAAAXc/cPb0-YAyh9M/s72-c/latar+upload.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-5204070246337584921</id><published>2010-07-23T08:57:00.016+07:00</published><updated>2010-07-23T11:07:32.971+07:00</updated><title type='text'>Puspa Agro; Pusat Agrobisnis Terbesar di Indonesia</title><content type='html'>Beberapa waktu lalu, H+2 pasca-peresmiannya, saya dan istri berkunjung ke Puspa Agro Jatim. Sebuah Pusat Perdagangan Agrobis terbesar pertama di Indonesia, bahkan katanya terbesar kedua di Asia. Tak jauh dari tempat tinggal saya, hanya sekitar 15-20 menit dengan mobil. Dengan motor tentu lebih cepat lagi. Itu kalau jalanan perbatasan Surabaya-Sidoarjo tidak macet. Maklum,jalur padat karena melewati terminal Bungurasih dan ruas keluar-masuk tol Waru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letak Puspa Agro di Jl. Sawunggaling, Desa Jemundo, Kec. Taman, Kab. Sidoarjo, Jatim. Tak hanya lumpur Lapindo yang dimiliki Sidoarjo, Puspa Agro juga kian tersohor. Peresmainnya dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa yang disaksikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Pertanian Suswono, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad. Hadir pula perwakilan dari 23 provinsi di Indonesia. Tak hanya itu, perwakilan negara sahabat juga datang. Dalam peresmiannya, Puspa Agro mencatat du rekor Muri, yaitu  aksi bakar ikan bandeng sepanjang 5,2 kilometer dan panggangan ikan bakar sepanjang 5,5 kilometer. Untuk memecahkan rekor itu, panitia menyiapkan 6,5 ton ikan; 6 ton arang; dan 2,5 ton minyak tanah. Luar biasa! Sayang, waktu pemecahan rekor ini saya tidak sempat datang menyaksikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jalan utama jalur Surabaya arah ke Krian (atau jalur Surabaya-Mojokerto) masuk belok kiri sekitar 1 km. Saat masuk, gerbang motif daun dari besi warna hijau muda tampak melengkung di atas jalan masuk. Areanya luas, sekitar 50 hektar! Dua bangunan pasar utama telah berdiri. Paling depan untuk sayur-mayur yang bersebelahan dengan los daging. Di sebelah timurnya untuk pasar lelang. Di utara  blok sayuran akan dibangun lagi blok untuk tanaman hias dan hewan peliharaan. Di utara blok pasar lelang sedang dibangun blok lagi. Karena baru saja jadi, memang belum 100% los terisi. Tapi beberapa waktu ke depan pasti akan ramai. Adapun di sebelah utara jalan masuk bertengger dua blok semacam rumah susun. Mungkin ini diperuntukkan bagi pedagang atau siapapun yang beraktivitas di Puspa Agro. Jangan khawatir pula, lahan parkirnya luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memang baru pembangunan tahap I. Pasar tahap I yang diperuntukkan bagi pedagang kecil hingga grosir tersebut memiliki 1.045 lapak yang 30 persen di antaranya diisi para petani dari 22 kabupaten di Jatim. Sementara itu, tahap II yang dijadwalkan beroperasi Desember 2010 berisi 4.000 lapak plus fasilitas cold storage, chiller, balai lelang, serta laboratorium uji kelayakan pangan. Wah, sepertinya Jatim benar-benar serius. Puspa Agro memang diharapkan menjadi percontohan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah harga di Puspa Agro lebih murah? Sepertinya iya. Istri saya membeli cabai, kubis, buah kol, dan beras juga lebih murah dibandingkan di luar. Saya coba beli jeruk besar dari Magetan harganya 10 ribu, rasanya maknyus, manis tenan. Yah, Puspa Agro saya pikir ke depannya bakal menjadi salah satu ikon Jatim, khususnya Sidoarjo. Saya ikut bangga. Kalau ibu saya dari Kebumen atau ibu mertua saya dari Solo ke rumah saya sini, bakal saya ajak ke Puspa Agro! Hehehe.... Ini dia foto-foto Puspa Agro yang saya ambi. Selamat menikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkKoIZ9ULI/AAAAAAAAAV0/U5GlxpgicZU/s1600/puspa+agro+logo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkKoIZ9ULI/AAAAAAAAAV0/U5GlxpgicZU/s320/puspa+agro+logo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496936504749805746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkLBwOWLMI/AAAAAAAAAV8/meHOmRrTdEs/s1600/gerbang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkLBwOWLMI/AAAAAAAAAV8/meHOmRrTdEs/s320/gerbang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496936944935251138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkLSCPQbyI/AAAAAAAAAWE/SOS-UwlUrlk/s1600/reklame.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkLSCPQbyI/AAAAAAAAAWE/SOS-UwlUrlk/s320/reklame.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496937224648814370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkLm3b20wI/AAAAAAAAAWM/Q2bBGY4HnlM/s1600/blok+sayur.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkLm3b20wI/AAAAAAAAAWM/Q2bBGY4HnlM/s320/blok+sayur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496937582526124802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkLzFB90KI/AAAAAAAAAWU/XAr-cKLNtu0/s1600/los+sayur.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkLzFB90KI/AAAAAAAAAWU/XAr-cKLNtu0/s320/los+sayur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496937792334057634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkMOBp_77I/AAAAAAAAAWc/4XC3-S4mZ9Y/s1600/melayani+pembeli.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkMOBp_77I/AAAAAAAAAWc/4XC3-S4mZ9Y/s320/melayani+pembeli.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496938255284694962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkMb4dQhGI/AAAAAAAAAWk/mqFgxQ_mkBE/s1600/pasar+lelang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkMb4dQhGI/AAAAAAAAAWk/mqFgxQ_mkBE/s320/pasar+lelang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496938493333505122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkMoQOgJfI/AAAAAAAAAWs/K18cchxxfwY/s1600/sawi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkMoQOgJfI/AAAAAAAAAWs/K18cchxxfwY/s320/sawi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496938705872496114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkM2KPDSWI/AAAAAAAAAW0/4_g2BvHLTgI/s1600/tomat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkM2KPDSWI/AAAAAAAAAW0/4_g2BvHLTgI/s320/tomat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496938944782354786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkNG0WYoDI/AAAAAAAAAW8/ZgLLG0YDxnA/s1600/pisang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkNG0WYoDI/AAAAAAAAAW8/ZgLLG0YDxnA/s320/pisang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496939230965309490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkNUabevNI/AAAAAAAAAXE/wpqLZNWvx_g/s1600/adenium.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkNUabevNI/AAAAAAAAAXE/wpqLZNWvx_g/s320/adenium.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496939464525528274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkSRKdzFXI/AAAAAAAAAXM/G64Ygi-flVM/s1600/makan+jeruk.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkSRKdzFXI/AAAAAAAAAXM/G64Ygi-flVM/s320/makan+jeruk.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496944906258814322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-5204070246337584921?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/5204070246337584921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/07/puspa-agro-pusat-agrobisnis-terbesar-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/5204070246337584921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/5204070246337584921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/07/puspa-agro-pusat-agrobisnis-terbesar-di.html' title='Puspa Agro; Pusat Agrobisnis Terbesar di Indonesia'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEkKoIZ9ULI/AAAAAAAAAV0/U5GlxpgicZU/s72-c/puspa+agro+logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-7157483475712057936</id><published>2010-07-17T09:16:00.011+07:00</published><updated>2010-07-17T09:59:40.429+07:00</updated><title type='text'>Festival Indonesia Cerdas (FIC) 2010</title><content type='html'>Festival Indonesia Cerdas (FIC) 2010 merupakan even pendidikan yang digelar oleh Grup Jawa Pos, khususnya PT Temprina dan JP BOOKS, yang didukung penuh oleh Jawa Pos dan JTV. Ajang merupakan lanjutan dari Gebyar Buku Murah (GBM) 2009 itu dilaksanakan tangal 7-11 Juli 2010 kemarin. Bertempat di DBL Arena kompleks Jawa Pos Jl. A. Yani 88 Surabaya, even ini mendapat dukungan dari banyak sponsor. Rencananya FIC akan diselenggarkan rutin tiap tahun dengan berbagai improve-nya.&lt;br /&gt;Even ini diikuti oleh sekolah-sekolah unggulan di Jawa Timur, lembaga pendidikan lain, puluhan penerbit nasional, dan agen alat peraga pendidikan. Gubernur Jawa Timur H. Soekarwo membuka acara ini dengan penuh antusias. Selanjutnya FIC diramaikan oleh Menteri Pendidikan Nasional Moh. Nur dalam Seminar Pendidikan Berbasis Karakter. Selain pameran buku dan eksibisi sekolah dan lembaga pendidikan lain, FIC juga diramaikan dengan even-even yang berhadiah besar seperti: &lt;br /&gt;1.Olimpiade Matematika dan Sains Tingkat SD, SMP, dan SMA.&lt;br /&gt;2.Lomba Pidato Bahasa Inggris Tingkat SMP.&lt;br /&gt;3.Lomba Cerdas Cermat Lalu Lintas Tingkat SMA.&lt;br /&gt;4.Workshop Penulisan Majalah Sekolah.&lt;br /&gt;5.Lomba Fotografi Tingkat SMP-SMA.&lt;br /&gt;6.Lomba Menyanyi Jingle Indonesia Cerdas Tingkat SD.&lt;br /&gt;7.Pemilihan Duta Indonesia Cerdas.&lt;br /&gt;8.Lomba Mewarnai Tingkat TK.&lt;br /&gt;9.Sedekah Buku ke Berbagai Sekolah dan Lembaga.&lt;br /&gt;10.Jalan Sehat Keluarga.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEEXpDXMJnI/AAAAAAAAAUs/JY2XPGux7AQ/s1600/uplod1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEEXpDXMJnI/AAAAAAAAAUs/JY2XPGux7AQ/s320/uplod1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494699014413362802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEEZjm1sEXI/AAAAAAAAAVU/BW3wiI9xgAc/s1600/uplod6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEEZjm1sEXI/AAAAAAAAAVU/BW3wiI9xgAc/s320/uplod6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494701119880565106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEEZXUKTWII/AAAAAAAAAVM/iSsInqgp8vs/s1600/uplod5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEEZXUKTWII/AAAAAAAAAVM/iSsInqgp8vs/s320/uplod5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494700908708321410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEEYsoA04jI/AAAAAAAAAVE/ZSSsn--OYcA/s1600/uplod4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEEYsoA04jI/AAAAAAAAAVE/ZSSsn--OYcA/s320/uplod4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494700175302910514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEEYfcHIOzI/AAAAAAAAAU8/fIIkdlhHAW4/s1600/uplod3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEEYfcHIOzI/AAAAAAAAAU8/fIIkdlhHAW4/s320/uplod3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494699948769819442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEEYRN3UktI/AAAAAAAAAU0/Dlt9pPphUVE/s1600/uplod2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEEYRN3UktI/AAAAAAAAAU0/Dlt9pPphUVE/s320/uplod2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494699704427254482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEEbEHNpl_I/AAAAAAAAAVc/OgahqDYjoCQ/s1600/uplod.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEEbEHNpl_I/AAAAAAAAAVc/OgahqDYjoCQ/s320/uplod.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494702777838442482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEEcEMsXeEI/AAAAAAAAAVk/gvqvM7MpLMg/s1600/uplod+x.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEEcEMsXeEI/AAAAAAAAAVk/gvqvM7MpLMg/s320/uplod+x.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494703878821083202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEEcPP4qieI/AAAAAAAAAVs/GCgavSSXoPQ/s1600/uplod+y.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEEcPP4qieI/AAAAAAAAAVs/GCgavSSXoPQ/s320/uplod+y.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494704068656531938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-7157483475712057936?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/7157483475712057936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/07/festival-indoneisa-cerdas-fic-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7157483475712057936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7157483475712057936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/07/festival-indoneisa-cerdas-fic-2010.html' title='Festival Indonesia Cerdas (FIC) 2010'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TEEXpDXMJnI/AAAAAAAAAUs/JY2XPGux7AQ/s72-c/uplod1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-8675550127891547561</id><published>2010-07-02T15:07:00.004+07:00</published><updated>2010-07-02T15:24:55.214+07:00</updated><title type='text'>10 Ribu Beli Waktu; Kisah Naif di Penjara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TC2gRdumjxI/AAAAAAAAAUU/1Gf2ETCvZmw/s1600/penjara-luar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TC2gRdumjxI/AAAAAAAAAUU/1Gf2ETCvZmw/s320/penjara-luar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489219742732816146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke Lapas Narkotika Pamekasan, Madura. Saya dan kawan-kawan hendak membesuk seorang teman yang “dipenjara” di sana. Teman saya itu bukan bandar narkoba, bukan pula pengedar ganja.  Bukan pemburu sabu-sabu, bukan pula pengoplos pil koplo. Dia disel karena menabrak mati seorang pengendara motor di sebuah tikungan saat jam 2 tengah malam. Untungnya, kejadian naas itu dalam rangka kerja, sehingga bisa dibantu lebih oleh rekan-rekan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ke Madura pagi itu lumayan cukup ramai. Kami memakai 3 mobil; 1 kijang dan 2 mobil box karena sekalian mengantar barang di Pulau Garam itu. Rombongan cukup banyak orang. Yang begitu menyentuh hati, istri dan anak-anak kecil teman saya yang dipenjara itu ikut juga. Betapa sedihnya jika sang ayah tak bisa bersama dalam keluarga untuk beberapa saat, apalagi di sebuah tempat yang sangat tidak diinginkan. Saya hanya bisa membatin dan mengelus dada. Nelangsa rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami melewati jembatan Suramadu selepas keluar dari tol Perak. Saat di tengah jembatan Suramadu, seolah saya berada di antara dua masyarakat dan dua budaya yang berbeda: Jawa dan Madura. Selesai menyeberang jembatan 4,5 kilometer itu, roda mobil mulai menapaki jalan aspal Madura yang tidak terlalu lebar. Belum lagi betapa macetnya jalan karena tumpahan pasar di Tanah Merah. Harus hati-hati. Ada pemandangan menarik di Pasar Tanah Merah, penumpang dan sapi “duduk” bersama dalam mobil angkutan. Mereka akrab dan sepertinya tidak ada yang merasa terganggu dengan bau badan penumpang berkaki empat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan, saya memperhatikan beberapa kultur masyarakat Madura yang khas, mulai dari pola bangunan rumah hingga kegiatan di pasar. Hampir di setiap rumah pasti ada bangunan kecil di dekatnya yang mirip saung. Itu bukan sekadar saung, tapi mushala pribadi. Tidak hanya itu, sebagian ada makam keluarga di belakang rumahnya. Cukup menarik, dan mengingatkan saya pada 6 tahun silam saat pertama kali saya ke Madura, ke Pondok al-Amien Prenduan Sumenep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hampir 4 jam itu akhirnya mengantar kami sampai ke Lapas juga. Itu pengalaman pertama saya ke penjara. Saat mahasiswa dulu, fakultas sering mengadakan kunjungan ke penjara, tapi saya tak pernah ikut. Terik mentari tengah hari itu membuat suasana cukup panas. Bangunan khas penjara di depan mata. Tembok dengan tebal satu meter lebih itu berdiri kokoh. Cat putihnya membuat makin mencolok terterpa sinar matahari. Kawat berduri yang dialiri tegangan listrik mengitari ujung tembok. Beberapa pos penjagaan tampak nongkrong di pojok-pojok tembok dengan sombongnya. “Penjara memang sombong dan egois,” batin saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan yang menjadi sesepuh rombongan mendekati pos jaga di sebelah pintu masuk. Wow, pintu kayu abu-abu itu tebal juga. Seperti pintu gerbang benteng di film-film perang kuno. Tiba-tiba seorang petugas menuding-nuding ke saya sambil meneriakkan sesuatu ke kawan sesepuh itu. Wah, ternyata penjaga itu tahu kalau saya memotret penjara, padahal saya sudah berpura-pura SMS. Karena memotret penjara dilarang, maka saya pun akhirnya mengakhiri memotret dan merekam setelah dapat beberapa gambar. Ada sesuatu yang menarik saya untuk mengambil gambar di dekat pintu masuk itu. Sangat menarik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berbicara beberapa saat dengan petugas jaga, kawan sesepuh tadi berbalik menuju kami yang menunggu di seberang. “Ono opo, Mas?” tanya kami. “Mbayar mlebune je,” jawabnya dengan muka anyel. Asem tenan, batin saya. Hati saya mulai panas, benci sekali dengan perilaku aparat hukum. Saya tahu, itu jelas bukan oknum, tapi kebejatan yang terstruktur. Bagaimana tidak, jelas sekali terlihat tulisan besar di samping pintu masuk: TIDAK DIPUNGUT BIAYA! Tapi, apa yang terjadi? Semua pengunjung harus membayar 20 ribu per kepala. Apa biar nggak bayar harus masuk tanpa kepala? Bayangkan saja, berapa uang yang terkumpul dalam sehari jika ada 100 pengunjung. Rombongan saya saja sekitar 13 orang. Berapa uang dalam sepekan, sebulan, setahun dan seterusnya? Jika sehari ada 100 pengunjung, akan terkumpul 2 juta rupiah. Dalam sepekan akan terkumpul 14 juta rupiah. Dalam sebulan akan terkumpul 60 juta rupiah. Dan, dalam setahun akan terkumpul 720 juta rupiah! Hampir satu milyar! Itu baru dari pungutan liar masuk, belum dari pungli lainnya. Badala...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat saya anyel sekali adalah karena ada tulisan “TIDAK DIPUNGUT BIAYA” itu. Andaikata tidak ada tulisan itu, mungkin saya agak memaklumi walaupun tetap anyel. Masak masuk penjara aja bayar, kayak masuk kebun binatang saja. Apa sudah begitu bejatnya moral (oknum?) aparat hukum kita hingga tak punya malu lagi terang-terangan melakukan kebejatan? Apakah syaraf “kemaluan”  mereka sudah putus? Entahlah… “Saya akan buktikan nanti bagaimana di dalam penjara,” batin saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengumpulkan uang “karcis” liar dan KTP dari kami semua, kawan sesepuh itu kembali ke loket dekat pintu masuk tepat di bawah tulisan “TIDAK DIPUNGUT BIAYA” tadi. Sungguh, saya ingin memaki-maki sambil terbahak-bahak melihat pemandangan konyol itu, tapi tak bisa. Benar-benar menggeramkan sekaligus menggelikan. Naif…naif….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun akhirnya masuk ke dalam penjara satu per satu. Pintu tebal itu tak dibuka lebar-lebar, hanya cukup masuk untuk satu orang bergiliran. Di balik pintu, seorang petugas memberikan kalung semacam co-card pengunjung. Kalung itu pun sudah sangat lusuh. Selanjutnya kami disuruh masuk ke sebuah ruangan sekitar 4mx4m, lebih luas sedikit dari kamar saya di pesantren mahasiswa dulu yang dihuni dua santri. Ruangan itu ternyata untuk pemeriksaan pengunjung. Ada tiga meja petugas dengan kursinya sejajar tembok. Di depannya ada beberapa kursi dan bangku panjang untuk pengunjung. Di sisi lain ada sekitar tiga kamar kecil dari tripleks dengan masing-masing sebuah bangku agak panjang di dalamnya. Saya tengok ke dalam, sepertinya kamar kecil itu untuk penggeledahan yang bersifat privasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdesak-desakan dalam ruang yang tak cukup itu karena berisi banyak orang. Ditambah lagi pengunjung lain. Barang-barang pangunjung diperiksa. Tas plastik dan bungkusan dibuka, juga ditanyakan isinya. Dilihat sebentar, lalu dibungkus kembali. Tak diperiksa sampai dalam dan detail. Tidak ada detektor atau sensor. Sejak masuk, saya perhatikan juga tidak ada kamera CCTV. Semua secara manual tanpa peralatan memadai, apalagi teknologi canggih. Waktu itu, petugas pemeriksanya wanita. Ada beberapa petugas pria juga. Kelihatannya pemeriksaan barang itu sekadarnya saja. Saya berani menjamin, kalau ada pengunjung yang menaruh narkoba di dalam nasi atau roti, tidak akan ketahuan. Wong cuma dilihat luarnya saja kok. Kalau begitu ya maklum saja jika Lapas Narkoba malah jadi sarangnya bandar narkoba. Bandar narkoba yang dipenjara bukannya tobat, tapi tambah hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup lama kami di ruang pemeriksaan itu. Setelah semua barang bawaan diperiksa, tak berapa lama teman kita yang dipenjara itu datang. Ternyata petugas memperbolehkan kita bertemu di ruang itu. Betapa harunya saat teman kita memeluk erat anak paling kecilnya yang baru sekitar 1 tahun lebih sedikit. Tak terasa kedua kelopaknya pun basah oleh airmata kesedihan dan kerinduan. Kami yang memperhatikannya hanya bisa diam dan termangu, tenggelam dalam suasana haru. Diamnya kami untuk beberapa saat itu seolah mempersilakan dia menumpahkan semua perasaan batinnya kepada anak-nanak dan istrinya. Saya lihat, istrinya pun berkaca-kaca, walau tak tersedu-sedu. Saya sangat memahami apa yang dirasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena banyaknya rombongan kami dan agar pertemuan dengan teman yang dipenjara itu lebih nyaman, petugas akhirnya menyuruh kami ke balai-balai di sebelah dalam kompleks. Menuju balai lesehan itu, kami harus merelakan HP dititipkan petugas di ruang pemeriksaan tadi. “Waduh, gak bisa curi-curi foto lagi nih,” keluh saya dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju balai lesehan, sebuah pintu besi kami lalui. Balai lesehan itu memang digunakan untuk pertemuan tahanan dengan pembesuknya. Cukup luas, muat untuk acara kenduren satu RT. Cukup dingin, karena lantai yang diaci tanpa dialasi tikar. Di sisi tembok ada papan besar seukuran meja sekolah bertuliskan kata-kata mutiara Menteri Hukum dan HAM masa lalu, DR. Yusril Ihza Mahendra. Mau tahu tulisannya? “ORANG YANG TIDAK BAIK HIDUP DALAM SISTEM YANG BAIK AKAN MENJADI BAIK, ORANG YANG BAIK HIDUP DALAM SISTEM YANG TIDAK BAIK AKAN MENJADI TIDAK BAIK”. Mantap benar tulisan itu. Benar-benar kata-kata mutiara. “Apakah kata-kata itu terefleksi di penjara ini?” tanya retoris hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun melingkar seperti mau kenduren saja. Perbincangan hangat dimulai. Gelak tawa kami ciptakan agar teman kita tidak larut dalam kesedihan penjara. Cerita-cerita di penjara keluar dari mulut teman kita itu. Dari sekian banyak ceritanya, kok lebih banyak yang tidak menyenangkan. Nampak benar, uang tetap menjadi raja di penjara. Mau lebih nyaman sedikit di dalam sel, pakai uang. Mau apa sedikit, pakai uang. Hampir semua pakai uang. Sepertinya penjara tahu benar pepatah Barat: time is money. Yang bisa moni hanya money. Kalau gak punya money, gak bisa moni! Nek kere money, isone mung moni-moni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bincang-bincang kita tidak terlalu lama. Jarum jam sudah menembus waktu dhuhur. Tiba-tiba ada seorang petugas yang mondar-mandir di dekat kami. Tak lama kemudian dia bilang, “Mas, waktunya tinggal 5 menit lagi ya?” Emangnya waktunya berapa lama sih, kok dari tadi gak ada pengarahan dan pemberitahuan waktu berkunjung? Teman kita yang dipenjara ternyata tahu apa maunya si petugas dan trik menghadapinya. “Kasih uang saja dia, 10 ribu aja. Bilang uang rokok,” sarannya. Lalu seorang kawan menghampiri dan memberikan uang itu tanpa banyak bicara. Si petugas menerima tanpa malu-malu sambil melihat ke arah kita. Tak ada penolakan sedikit pun. Wajahnya tak menyiratkan ewuh pakewuh alias sungkan sama sekali. Transaksi itu tanpa sembunyi-sembunyi, di balik tembok atau diselipkan, misalnya. Semua serba terang. Semua seolah sudah biasa. Kita hanya bisa saling pandang dan tersenyum kecut. &lt;br /&gt;“Sepuluh ewu iso nggo tuku wektu pirang menit yo?” tanya saya pada teman lain.&lt;br /&gt;“Wah, mbuh ora ngerti. Didelok wae mengko nganti jam piro,” jawabnya.&lt;br /&gt;Setelah menerima upeti itu, si petugas langsung klewes-klewes pergi. Asem tenan….memang money yang moni di sini! Kalau sudah begini, siapa yang salah, petugas atau pengunjung? Saya bingung menjawabnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun melanjutkan bincang-bincang pascpemberian uang rokok itu. Jarum jam terus saya hitung. Saya penasaran sampai berapa menit harga 10 ribu tadi. Ternyata setelah hampir 20-an menit, petugas tadi kembali sambil memberitahukan, “Mas, waktunya sudah habis.” “Nggih, Paaaak!” jawab kami hampir serempak. Saya pun akhirnya tahu berapa lama waktu seharga 10 ribu itu. Selama perjalanan pulang, otak saya muter-muter melihat pengalaman konyol dan naif barusan. Ada pertanyaan besar di kepala saya, apa Menteri Hukum dan HAM bisa memberantas yang beginian? Saya kok 100% meragukannya. Pantas saja kongkalikong  kamar sel mewah seperti Artalita Suryani alias Ayin wajar terjadi.  Saya jadi yakin dengan alasan kenapa saya nggak mau jadi hakim, jaksa, pengacara, apalagi sipir penjara walaupun saya, katanya ijasah sekali lagi katanya ijasah, sarjana hukum. Saat perjalanan pulang, saya SMS istri: “Mieh, ad crita knyol n naif d pnjara”. “Oke tak tnggu ya,” jawabnya dari seberang Pulau Jawa sana. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratman Boomen&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-8675550127891547561?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/8675550127891547561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/07/10-ribu-beli-waktu-kisah-naif-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/8675550127891547561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/8675550127891547561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/07/10-ribu-beli-waktu-kisah-naif-di.html' title='10 Ribu Beli Waktu; Kisah Naif di Penjara'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/TC2gRdumjxI/AAAAAAAAAUU/1Gf2ETCvZmw/s72-c/penjara-luar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-4560105215528824169</id><published>2010-05-17T08:43:00.002+07:00</published><updated>2010-05-17T08:45:44.352+07:00</updated><title type='text'>Buku MPV (Moskow-Petersburg-Vladivostok); Salju, Wanita Hingga Islam di Rusia</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S_CfvUtPKnI/AAAAAAAAAUM/JZ8DaQp0QeE/s1600/mpv+upload.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 216px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S_CfvUtPKnI/AAAAAAAAAUM/JZ8DaQp0QeE/s320/mpv+upload.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472049182616267378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah sukses dengan buku pertamanya Vodka, Cinta dan Bunga (VCB), M. Aji Surya berbagi kisah penuh makna di Rusia dengan menyajikan buku keduanya Moskow-Petersburg-Vladivostok (MPV) terbitan Jaring Pena (2010). Karya kedua dari Sang Diplomat berbakat ini merupakan buku ke-2 dari Tetralogi Rusia yang ia impikan. Bisa dibilang, buku MPV sebagai lanjutan dari buku VCB dengan bidikan yang berbeda, yaitu tentang wanita, salju hingga Islam di Rusia. Ketiga hal itu menjadi poros dalam berbagai kisah penuh kejutan, makna dan kearifan yang diulas oleh penulis dengan bahasa yang renyah, menyegarkan, penuh inspirasi, juga mencerahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang diplomat Indonesia di Rusia, M. Aji Surya menuliskan karyanya berdasarkan pengalamannya menjelajah Rusia dari pusat ibukotanya (Moskow), kota di ujung barat  (Petersburg) hingga kota di ujung timur Rusia (Vladivostok). Berbagai perjalanan ditempuhnya dengan  aneka pengalaman lahir dan batin. Bayangkan saja, jarak antara Moskow-Vladivostok yang masih di negara Rusia saja menempuh 9 jam penerbangan non-stop. Sama seperti penerbangan Moskow-Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku setebal 300 halaman ini oleh Dwiki Dharmawan (Musisi-Komposer)  disebutnya melukiskan Rusia, beyond our imagination. Para tokoh dari berbagai kalangan di Indonesia dan Rusia memberi apresiasi tinggi terhadap buku Moskow-Petersburg-Vladivostok dengan memberikan endorsement. Selain Dwiki Dharmawan, ada juga Hazrat Rushan Abbasyov (Wakil Mufti Besar Rusia Bidang Kerjasama Internasional), Trias Kuncahyono (Wartawan Kompas dan Penulis Buku Best Seller Jerusalem; Kesucian, Konflik dan Pengadilan Akhir), Prof. Dr. Bahtiar Effendy (Pengamat Politik dan Dekan Fisip UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), dan Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf (Direktur Utama Perum LKBN Antara). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bab yang sangat menarik adalah Demografi dan Proposal Poligami. Di bab ini M. Aji Surya menyajikan hal yang cukup mengagetkan. Mengapa? Karena “ulah” salah seorang politisi Rusia, Vladimir Zhirinovsky, dari Partai Demokrasi Liberal Rusia (LDPR). Zhirinovsky mengajukan usulan poligami sebagai alternatif solusi bagi masalah demografi di Rusia. Kok bisa? Rusia saat ini sedang dilanda “problema lajang” akibat perbandingan pria-wanita tak tak imbang; 1 pria banding 5 wanita. Pernyataan politisi nyentrik ini bias kita baca di hal. 70-71 buku MPV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di Rusia 30% bayi terlahir di luar nikah. Jika seorang pria mendapatkan hak untuk mendaftarkan pernikahannya dengan wanita kedua yang telah melahirkan, tanpa bercerai dengan istri pertamanya, dengan alasan karena pria tersebut menghormati istri pertamanya dan tidak ingin rumah tangganya runtuh, maka kami akan turut bertanggung jawab atas keluarga istri kedua,” kata Zhirinovsky dikutip oleh kantor berita RIA Novosti. Ketua LDPR mengatakan bahwa di wilayah-wilayah Muslim Rusia, secara de facto ‘skema abu-abu’ poligami itu riil ada, dan kurang lebih penduduk di sana menganutnya dengan loyal. “Kita harus melegalisasikan status hubungan perkawinan ini,” kata Zhirinovsky. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dari Ketua LDPR itu tidak lain adalah untuk meningkatkan angka kelahiran di negara ini. Secara khusus, ia mengusulkan untuk memberikan premi (bonus) sebesar 100 ribu rubel (sekitar $3,3 ribu) kepada para wanita atas kelahiran anak pertama. Saat ini negara telah memberikan anggaran 300 ribu rubel ($10 ribu) untuk kelahiran anak kedua. “Mari kita realisasikan premi 100 ribu rubel atas kelahiran anak pertama. Saya yakin dengan begitu sebagian wanita yang semula ingin melakukan aborsi akan membatalkan niatnya dan lebih memilih melahirkan bayinya,” kata politisi Zhirinovsky. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kalah menarik, adalah bab Mengaca Kejujuran pada Spion Angkot. Di bagian ini kita disuguhi kisah nyata menyegarkan tentang  kearifan orang Rusia. Bagaimana tidak, di dalam angkot, kejujuran mewujud dan bukan sekadar angan-angan. Di Moskow, angkot tak perlu kernet yang mengambil ongkos penumpang. Seorang penumpang secara sukarela menjadi “kernet” dadakan dan penumpang lain membayarkannya ke “kernet” tersebut untuk kemudian diberikan ke sopir. Tak ada yang ngemplang ongkos angkot dan uang kembalian tak kurang. Adakah ini di Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berbagai kearifan orang Rusia lainnya bisa kita temukan dalam bab Gembok Cinta Tahan Banting, Asyiknya Masuk Sekolah Dasar, Az Buki Vedi, Variasi Tingkat Kesabaran, dan Angkat Topi pada Embahnya Profesor. Berbagai kisah tentang wanita disajikan dengan cantik dan menarik dalam Pesona Wanita Rusia dan Ira Citra Gadis Rusia. Tentang Islam, penulis menyajikan kisah antara lain dalam Miliarder Bersuara Lembut, Muslim Rusia Akan Menjadi Mayoritas?, Sinar Islam Makin Cemerlang, dan Mengejar Peresmian Masjid. Bahkan ada dua kisah orang Indonesia dalam bab Rendra; Rendra yang Berdarah Rusia dan Thas’s The Friends Are For, sebuah kisah warga negara Indonesia yang ditahan di salah satu penjara Rusia.  Membaca MPV, menyelami kearifan dan kedalaman negeri Rusia dari tutur seorang diplomat Indonesia. Menyegarkan, mencerahkan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-4560105215528824169?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/4560105215528824169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/05/buku-mpv-moskow-petersburg-vladivostok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/4560105215528824169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/4560105215528824169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/05/buku-mpv-moskow-petersburg-vladivostok.html' title='Buku MPV (Moskow-Petersburg-Vladivostok); Salju, Wanita Hingga Islam di Rusia'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S_CfvUtPKnI/AAAAAAAAAUM/JZ8DaQp0QeE/s72-c/mpv+upload.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-4212574417272387928</id><published>2010-05-04T15:38:00.005+07:00</published><updated>2010-05-04T16:09:45.754+07:00</updated><title type='text'>Kirab Budaya Surabaya 2010</title><content type='html'>Memperingati hari jadi kota Surabaya tahun 2010 yang jatuh tanggal 31 Mei ini, pemerintah kota Surabaya mengadakan berbagai agenda seperti: Surabaya Shoping Festival, Kirab Budaya, Festival Rujak Ulek, dan sebagainya. Pada 2 Mei 2010 kemarin Kirab Budaya digelar mengambil start di depan kantor gubernur Jawa Timur di kompleks Tugu Pahlawan. Berikut ini foto-foto yang berhasil saya rekam. Kirab Budaya ini diikuti oleh berbagai pihak baik dari instansi pemerintah, swasta, dunia pendidikan, kalangan budaya, komunitas internasional, masjid, dan kalangan dunia usaha. Selamat menikmati!&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_j2-lPejI/AAAAAAAAAT8/v9RwLhCiIrE/s1600/kirab-unwiku9.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_j2-lPejI/AAAAAAAAAT8/v9RwLhCiIrE/s320/kirab-unwiku9.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467339006302714418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_jwcDdruI/AAAAAAAAAT0/EF4XtlIvOe4/s1600/kirab-sampang2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_jwcDdruI/AAAAAAAAAT0/EF4XtlIvOe4/s320/kirab-sampang2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467338893955018466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_jbR1ce_I/AAAAAAAAATk/jDyqFt2w2UY/s1600/kirab-naga2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_jbR1ce_I/AAAAAAAAATk/jDyqFt2w2UY/s320/kirab-naga2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467338530434612210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_jT-GwyFI/AAAAAAAAATc/c8tpIMQEOGk/s1600/kirab-masjid+cheng+hoo2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_jT-GwyFI/AAAAAAAAATc/c8tpIMQEOGk/s320/kirab-masjid+cheng+hoo2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467338404879452242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_jKP-uP_I/AAAAAAAAATU/Au_F32Tzqdk/s1600/kirab-macan3.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_jKP-uP_I/AAAAAAAAATU/Au_F32Tzqdk/s320/kirab-macan3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467338237878878194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_jDVK4QFI/AAAAAAAAATM/EC3wN2OamLQ/s1600/kirab-jago5.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_jDVK4QFI/AAAAAAAAATM/EC3wN2OamLQ/s320/kirab-jago5.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467338119012958290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_i9cknX6I/AAAAAAAAATE/2xNpADEubFo/s1600/kirab-international+community.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_i9cknX6I/AAAAAAAAATE/2xNpADEubFo/s320/kirab-international+community.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467338017920737186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_i1kT_iDI/AAAAAAAAAS8/-exovaQ2jdc/s1600/kirab-dewa+amor1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_i1kT_iDI/AAAAAAAAAS8/-exovaQ2jdc/s320/kirab-dewa+amor1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467337882559547442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_itccKAII/AAAAAAAAAS0/yR0IQow0LCw/s1600/kirab-anoman+raja1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_itccKAII/AAAAAAAAAS0/yR0IQow0LCw/s320/kirab-anoman+raja1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467337743007350914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_iho-cx-I/AAAAAAAAASs/B4UUJJpQ2aw/s1600/kirab-anoman+joget3.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_iho-cx-I/AAAAAAAAASs/B4UUJJpQ2aw/s320/kirab-anoman+joget3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467337540213983202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_iW5z7LHI/AAAAAAAAASk/P5KBz_8mjc8/s1600/kirab-anoman1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_iW5z7LHI/AAAAAAAAASk/P5KBz_8mjc8/s320/kirab-anoman1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467337355754679410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_iJAtkgbI/AAAAAAAAASc/3Yqgbe6ofaY/s1600/kirab+budaya.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_iJAtkgbI/AAAAAAAAASc/3Yqgbe6ofaY/s320/kirab+budaya.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467337117088907698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_jjR6xg8I/AAAAAAAAATs/fySIybfRkJs/s1600/kirab-penari4.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_jjR6xg8I/AAAAAAAAATs/fySIybfRkJs/s320/kirab-penari4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467338667895915458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_j8JL2AGI/AAAAAAAAAUE/d5ePBG2ZpPY/s1600/kirab-warok6.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_j8JL2AGI/AAAAAAAAAUE/d5ePBG2ZpPY/s320/kirab-warok6.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467339095048323170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-4212574417272387928?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/4212574417272387928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/05/kirab-budaya-surabaya-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/4212574417272387928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/4212574417272387928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/05/kirab-budaya-surabaya-2010.html' title='Kirab Budaya Surabaya 2010'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9_j2-lPejI/AAAAAAAAAT8/v9RwLhCiIrE/s72-c/kirab-unwiku9.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-7674846465562979984</id><published>2010-04-30T10:35:00.003+07:00</published><updated>2010-04-30T10:44:26.442+07:00</updated><title type='text'>Majalah Cerdas Edisi 5 :  Merekonstruksi Sistem Pendidikan yang Holistik (Pendidikan Berbasis Karakter)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9pQXXMO7oI/AAAAAAAAAQU/OKlku1LSHGw/s1600/cover+cerdas+5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 236px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9pQXXMO7oI/AAAAAAAAAQU/OKlku1LSHGw/s320/cover+cerdas+5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465769460060057218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Majalah Cerdas edisi 5 (Maret-April 2010, PT JePe Press Media Utama, Surabaya) ini mengambil fokus Merekonstruksi Sistem Pendidikan yang Holistik; a Road to Pendidikan Berbasis Karakter. Pendidikan berbasis karakter memang sedang dimunculkan di kalangan dunia pendidikan. Bahkan Mendiknas dan Presiden SBY rencananya akan meresmikan pendidikan berbasis karakter pada Mei 2010 ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di edisi ini, ulasan lain menganai: Gus Dur di Mata Adik Kandungnya (dr. Umar Wahid); Apa Pendidikan Presiden-presiden AS?; Jika Situs Jejaring Sosial Masuk di Pembelajaran PT di AS. Sedangkan sisipan edisi ini adalah Surat Edaran DAK 2010 Dirjen Mendikdasmen Nomor 698/C/KU/2010. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-7674846465562979984?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/7674846465562979984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/04/majalah-cerdas-edisi-5-merekonstruksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7674846465562979984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7674846465562979984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/04/majalah-cerdas-edisi-5-merekonstruksi.html' title='Majalah Cerdas Edisi 5 :  Merekonstruksi Sistem Pendidikan yang Holistik (Pendidikan Berbasis Karakter)'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9pQXXMO7oI/AAAAAAAAAQU/OKlku1LSHGw/s72-c/cover+cerdas+5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-2601147568554535918</id><published>2010-04-30T10:33:00.003+07:00</published><updated>2010-04-30T10:43:55.233+07:00</updated><title type='text'>Majalah Cerdas Edisi 4 : Sukses UNAS, Kenali Model-Model Pembelajaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9pP4npUO7I/AAAAAAAAAQM/xsx5GN9QwRI/s1600/cover+cerdas+4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 239px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9pP4npUO7I/AAAAAAAAAQM/xsx5GN9QwRI/s320/cover+cerdas+4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465768931901062066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Majalah Cerdas edisi 4 (Februari-Maret 2010; PT JePe Press Media Utama, Surabaya) ini mengambil tema Sukses Unas, Kenali Dulu MODEL-MODEL PEMBELAJARAN. Ini sangat penting bagi siswa dan guru dalam rangka menyukseskan Unas. Dengan mengetahui dan memahami model-model pembelajaran, diharapkan pembelajaran bisa berjalan dengan baik dan mencapai hasil maksimal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di edisi ini ada juga beberapa ulasan lain yang cukup menarik seperti: Mendiknas M. Nuh di Mata Teman Sekolah SD-nya; Top 50 Guru Bisnis Berpengaruh di Dunia; Rakor Program DAK dan Dekonsentrasi BOS SMP 2010; Soft Opening Mall Buku Pertama di Indonesia, dll. Yang tidak kalah penting adalah sisipan Permendiknas No. 5 Tahun 2010 tentang JUKNIS DAK 2010. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-2601147568554535918?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/2601147568554535918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/04/majalah-cerdas-edisi-4-sukses-unas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/2601147568554535918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/2601147568554535918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/04/majalah-cerdas-edisi-4-sukses-unas.html' title='Majalah Cerdas Edisi 4 : Sukses UNAS, Kenali Model-Model Pembelajaran'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9pP4npUO7I/AAAAAAAAAQM/xsx5GN9QwRI/s72-c/cover+cerdas+4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-7919627807802481098</id><published>2010-04-30T10:31:00.002+07:00</published><updated>2010-04-30T10:43:09.715+07:00</updated><title type='text'>Majalah Cerdas Edisi 3 : UNAS Dilanjutkan!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9pPVaTtJII/AAAAAAAAAQE/ZAyHOxHOVJU/s1600/cover+cerdas+3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 241px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9pPVaTtJII/AAAAAAAAAQE/ZAyHOxHOVJU/s320/cover+cerdas+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465768327025337474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Majalah Cerdas edisi 3 (Januari-Februari 2010; PT JePe Press Media Utama, Surabaya) mengambuil tema harap Tenang UNAS Dilanjutkan. Membahas berbagai hal tentang Unas 2010 yang tetap masih dilakukan walaupun banyak pihak meminta tidak dilanjutkan. Ulasan lain adalah wawancara dengan Sekretaris BSNP Terkait Soal-Soal UASBN dan UN; Jadwal UN Utama, Susulan dan Ulangan bagi SMP/MTS/SMPLB dan SMA/MA/SMALB; Permendiknas Nomor 84/2009 Soal Revisi Permendiknas Nomor 75/2009. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-7919627807802481098?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/7919627807802481098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/04/majalah-cerdas-edisi-3-unas-dilanjutkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7919627807802481098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7919627807802481098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/04/majalah-cerdas-edisi-3-unas-dilanjutkan.html' title='Majalah Cerdas Edisi 3 : UNAS Dilanjutkan!'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9pPVaTtJII/AAAAAAAAAQE/ZAyHOxHOVJU/s72-c/cover+cerdas+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-6264340009527350436</id><published>2010-04-30T09:43:00.002+07:00</published><updated>2010-04-30T09:53:35.817+07:00</updated><title type='text'>Buku Pendidikan Berbasis Karakter</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9pGFjbcn-I/AAAAAAAAAP8/liNfg5I3TWA/s1600/cover+PBK+upload.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 212px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9pGFjbcn-I/AAAAAAAAAP8/liNfg5I3TWA/s320/cover+PBK+upload.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465758158991171554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Membangun Generasi Berkarakter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul : Pendidikan Berbasis Karakter&lt;br /&gt;Penulis : Drs. Najib Sulhan, MA&lt;br /&gt;Penerbit: Jaring Pena, Surabaya&lt;br /&gt;Cetakan : Pertama, 2010&lt;br /&gt;Tebal : viii + 184 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada berbagai pertanyaan yang muncul saat kita melihat tawuran pelajar atau mahasiswa. Salah satunya adalah, kenapa orang yang berpendidikan kok malah melakukan tindakan yang tidak terdidik? Apa yang salah dengan pendidikan? Jika ada yang salah dengan pendidikan kita, lalu apa solusinya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai seminar, kajian, lokakarya, dan penelitian pun dilakukan oleh para pakar untuk menjawab persoalan tersebut. Berbagai pandangan masyarakat umum pun mengemuka. Benang merah yang dapat ditarik dari persoalan tersebut: karena pendidikan mengutamakan angka-angka akademis semata dan meninggalkan akhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selain itu, juga tidak adanya sinergisitas antara pendidikan di sekolah dan pendidikan di keluarga. Pendidikan sekolah hanya terjadi di ruang-ruang kelas. Dan selain ruang kelas dirasa bukan ruang pendidikan, akhirnya, pendidikan hanya menempati “pojok” masyarakat kita dan tidak holistik. Pendidikan hanya mengejar angka dan semata menjadi tanggung jawab sekolah. Orangtua yang “memiliki” anak dan hampir 24 jam berinteraksi dengan anaknya, banyak yang merasa tidak perlu mendidiknya di rumah. Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari hal tersebut, dunia pendidikan akhir-akhir ini menyuarakan pendidikan karakter. Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh pun menyampaikan bahwa Presiden SBY  mencanangkan Pendidikan Berbasis Karakter pada 2 Mei 2010. Menyambut itu, penerbit Jaring Pena telah menerbitkan buku Pendidikan Berbasis Karakter; Sinergi antara Sekolah dan Rumah dalam Membentuk Karakter Anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku karya praktisi dan tokoh pendidikan, Drs. Najib Sulhan, MA ini merupakan buku yang menyajikan ulasan bagaimana pendidikan berbasis karakter dibangun dan direalisasikan. Dengan bahasa yang enak dan struktur yang jelas, konsep pendidikan berbasis karakter mudah dipahami dan dilaksanakan. Buku setebal 184 halaman ini terbagi dalam 5 bab. Bab 1 tentang Pilar Dasar Pendidikan Berbasis Karakter. Bab 2 tentang Memahami Konsep Belajar di Sekolah. Bab 3 tentang Mengoptimalkan Kecerdasan Majemuk. Bab 4 tentang Strategi dalam Pembentukan Karakter. Bab 5 tentang Sekolah dan Orangtua Satu Bahasa. Berbagai contoh praktis di dalamnya memperjelas uraian dan aplikasi di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis dalam bagian awalnya menyampaikan tiga pilar pendidikan berbasis karakter sebagai pijakannya. Ketiga pilar itu memadukan potensi dasar anak yang selanjutnya bisa dikembangkan.  Pilar pertama, membangun watak, kepribadian atau moral. Pilar kedua, mengembangkan kecerdasan majemuk. Pilar ketiga, kebermaknaan pembelajaran. Ketiga pilar tersebut ditampilkan dalam “rumah karakter” sebagai bangunan pendidikan berbasis karakter yang meliputi pondasi, tiang, dan atap. Agar ketiga pilar itu kokoh dan berjalan dengan baik, maka perlu ada kontrol, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilar pertama mengacu pada perilaku (akhlak) yang mulia, misalnya yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad. Beliau menjadi model atau idola perilaku mulia anak didik, guru, dan orangtua. Pilar kedua mengacu pada prinsip bahwa semua anak itu cerdas. Setiap anak memiliki keunikan dan kecerdasan yang berbeda-beda (multiple intelligence) seperti ditawarkan oleh Prof. Howard Gardner. Kecerdasan masing-masing itulah yang dikembangkan. Ada anak yang cerdas musik, cerdas logik-matematik, cerdas visual-spasial, cerdas kinestetik, cerdas linguistik, cerdas interpersonal, cerdas intrapersonal, dan cerdas natural. Pilar ketiga mengacu pada proses pembelajaran yang bermakna, yaitu yang memberikan nilai manfaat untuk menyiapkan kemandirian anak.&lt;br /&gt;Konsep pendidikan karakter yang digagas penulis juga mensinergikan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Peran orangtua di rumah adalah sama sebagaimana guru di sekolah dalam hal mendidik anak. Kesalingpahaman dan kerjasama dalam mendidik anak menjadi syarat terciptanya pendidikan berbasis karakter. Mengapa? Karena, apalah jadinya jika karakter yang dibangun sekolah diruntuhkan oleh orangtua, atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca buku Pendidikan Berbasis Karakter seolah “membaca diri” dan membaca cermin dunia pendidikan kita, baik kita sebagai guru, orangtua, maupun anak didik. Jika kita ingin bersama-sama membangun generasi Indonesia yang berkarakter, buku ini harus dibaca. Jangan lupa, dilaksanakan! Siap? []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-6264340009527350436?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/6264340009527350436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/04/buku-pendidikan-berbasis-karakter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6264340009527350436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6264340009527350436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/04/buku-pendidikan-berbasis-karakter.html' title='Buku Pendidikan Berbasis Karakter'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S9pGFjbcn-I/AAAAAAAAAP8/liNfg5I3TWA/s72-c/cover+PBK+upload.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-8112966175444569826</id><published>2010-03-24T11:55:00.001+07:00</published><updated>2010-03-24T11:57:33.379+07:00</updated><title type='text'>Buku Problem Besar NU Pasca Gus Dur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S6mbpiB7-AI/AAAAAAAAAOU/UT5mJrnePTE/s1600-h/cover+NU+Pasca+gusdur-ipload.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S6mbpiB7-AI/AAAAAAAAAOU/UT5mJrnePTE/s320/cover+NU+Pasca+gusdur-ipload.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452059961720567810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ada di pikiran Anda saat mendengar kata “NU”? Mungkin sebagian besar akan terbayang wajah Gus Dur, kiai nyentrik yang juga mantan presiden itu. Atau, Anda membayangkan sebuah ormas Islam terbesar di negeri ini dengan kultur yasinan, tahlilan, dan istighatsah-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NU memang ormas Islam terbesar di Indonesia. Jumlahnya mencapai sekitar 50 hingga 50 juta orang dari 200-an juta penduduk Indonesia. Kiprah NU sebagai ormas Islam yang juga pernah menjadi sebuah partai politik sangat signifikan dalam percaturan berbangsa dan bernegara. Tokoh-tokohnya pun banyak yang berperan penting dan diakui baik nasional maupun internasional. Warga Nahdliyin di tingkat bawah pun memiliki peran yang tak bisa dinafikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di balik “kebesaran” itu, apakah NU tak punya kelemahan, kekurangan, juga tantangan dan ancaman? Apalagi setelah ikon besar NU selama ini, Gus Dur, meninggalkan NU untuk selama-lamanya. Mundzar Fahman, seorang mantan wartawan Jawa Pos, mengulas kekuatan dan permasalahan NU terkini tersebut dalam bukunya: Problem Besar NU Pasca Gus Dur. Berbagai persoalan yang mengemuka di tubuh NU dikupasnya. Salah satu persoalan itu adalah syahwat politik tegangan tinggi para kiai dan tokoh NU. Dengan tingginya syahwat politik itu, akibatnya perseteruan di level politik praktis antar-warga NU acap kali terjadi. Saking sibuknya di arena politik praktis itulah sampai-sampai pesantren dan rumah sakit juga warga Nahdliyin tidak diopeni sungguh-sungguh. NU yang khittah-nya sebagai jam’iyah keislaman-kemasyarakatan, seolah telah “berubah wajah” menjadi organisasi politik-kemasyarakatan. Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku terbitan Jaring Pena Surabaya (Maret, 2010) ini mengupas banyak hal tentang itu dalam eman bagian: Misi Besar NU, Kekuatan NU, Kelemahan NU, Peluang yang Terbuka bagi NU, Tantangan dan Ancaman NU,  dan Apa yang Perlu Dilakukan NU?&lt;br /&gt;Kiranya harus dibaca khususnya oleh para tokoh NU di semua level dan Nahdliyin di pelosok tanah air. Yang bukan orang NU, tentu sangat layak mengkonsumsinya untuk berbagai kepentingan. Mau?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-8112966175444569826?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/8112966175444569826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/03/buku-problem-besar-nu-pasca-gus-dur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/8112966175444569826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/8112966175444569826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/03/buku-problem-besar-nu-pasca-gus-dur.html' title='Buku Problem Besar NU Pasca Gus Dur'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S6mbpiB7-AI/AAAAAAAAAOU/UT5mJrnePTE/s72-c/cover+NU+Pasca+gusdur-ipload.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-3360824010504706874</id><published>2010-03-24T11:45:00.003+07:00</published><updated>2010-03-24T11:55:13.618+07:00</updated><title type='text'>Buku Success, Healthy, Happiness</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S6mbGwn3gzI/AAAAAAAAAOM/zI5a5EheGQU/s1600-h/cover+SHH-upload.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S6mbGwn3gzI/AAAAAAAAAOM/zI5a5EheGQU/s320/cover+SHH-upload.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452059364342334258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ingin menyetrum diri Anda dengan setrum-setrum kecil tapi bisa membangkitkan, buku Success, Healthy, Happines adalah jawabannya. Ada tiga hal yang sangat didambakan setiap manusia: kesuksesan (success), kesehatan (healthy), dan kebahagiaan (happiness). Sepertinya ketiga hal itu tidak bisa dipisah dan berkurang. Jika salah satu berkurang atau hilang, sepertinya akan ada masalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda sukses dan sehat tapi tidak bahagia, Anda akan menderita batin. Jika Anda sukses, merasa bahagia tapi sakit-sakitan, Anda akan merepotkan orang lain dan uang Anda bisa ludes untuk sekadar berobat. Jika Anda merasa bahagia, sehat, tapi tidak sukses, Anda tidak bisa berbuat lebih banyak daripada orang yang sukses dan memiliki banyak kesempatan. Mungkin ada yang bilang, “Yang penting bahagia, tidak harus sukses dan sehat, karena banyak orang yang sukses dan sehat tapi tak bahagia.” Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda boleh tidak sepakat dengan pendapat di atas. Tapi siapapun yang tidak memiliki atau kehilangan salah satu dari tiga hal itu, akan merasa “kurang” dalam hidupnya. Sukses, sehat, dan bahagia adalah hak setiap orang. Tak ada larangan meraihnya. Semua berbakat sukses, sehat, dan bahagia. Semua tergantung siapa? Tergantung orangnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku karya Ali Murtadlo dan Tatik Suryani (Jaring Pena, Maret 2010)ini membahas tiga dambaan setiap manusia itu layaknya kacang. Ringan, simpel, pendek dan renyah sekali dibaca. Rata-rata satu judul satu halaman saja. Walaupun ringan dan simpel, tapi bisa menyetrum dan menyentil Anda. Dan inilah tujuan buku ini: menyetrum! Agar pembacanya tersengat aliran listrik sukses, sehat, dan bahagia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang terdiri atas 3 bagian ini selalu dimulai dengan tes dari masing-masing bagian. Bagian pertama tentang success (sukses). Dimulai dengan Kuis Mental Sukses. Selanjutnya Anda bisa tersengat dengan membaca Tuhan Tak Takdirkan Miskin, Aku Nggak Bakat, Stop Bilang Nasin-Nasib,  karena membalikkan kesadaran salah dan konyol yang banyak menjangkiti orang. Dalam bagian ini disuguhkan juga setrum-setrum sukses dalam I’am Possible; Pak Dahlan Bisa Kok; Mulai Kuli, Tidak Usah Gengsi; Cuci Otak Sebersih-Bersihnya; dan lainnya. Kebiasan-kebiasan buruk yang tidak mendukung kesuksesan disentil dalam Kenalilah Pencuri Waktumu, Aduh Nggak Ada Waktu, juga Ceriwis Salah Alamat. Setrum sukses yang lain akan Anda rasakan saat membaca judul-judul selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian dua, tentang healthy (sehat), Anda akan dites dengan kuis Hidup Sehatkah Kita? Selanjutnya Anda akan diestrum dengan hal-hal yang kelihatannya remeh-temeh dalam keseharian tapi sangat berpengaruh bagi kesehatan. Titip Gorengan Ya!; Maaf Tidak Bisa Sarapan; Sayang Anak Tapi Rokokan; Bapakku Merokok Juga Sehat; Makanmu Kayak Kambing, dan lainnya. Selain itu, Anda juga mempraktikkan kiat sehat seperti The Power of Air Putih; Enzime Friendly, Apa Sih?, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang di bagian terakhir tentang happiness (bahagia), Anda akan dites Bahagiakah Anda? Kemudian Anda akan disetrum dengan motivasi bahagia seperti Syukuri What We Have; Everyday is a Great Day; Be Positive; Jaga Terus Antusiasme; A Pleasing Personality; SMS Allah Sebelum Shubuh, dan masih banyak lagi. Bagian terakhir ini adalah puncak dari dua hal sebelumnya: sukses, sehat lalu berbahagia! Bagaimana dengan Anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-3360824010504706874?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/3360824010504706874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/03/buku-success-healthy-happiness.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/3360824010504706874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/3360824010504706874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/03/buku-success-healthy-happiness.html' title='Buku Success, Healthy, Happiness'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S6mbGwn3gzI/AAAAAAAAAOM/zI5a5EheGQU/s72-c/cover+SHH-upload.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-2056126865820391045</id><published>2010-02-22T15:14:00.002+07:00</published><updated>2010-02-22T15:35:20.537+07:00</updated><title type='text'>JP BOOKS Butuh Naskah Buku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S4JBqtVsOrI/AAAAAAAAANs/KY-80X83VbU/s1600-h/JP+Books+Mr+Ratman2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 44px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S4JBqtVsOrI/AAAAAAAAANs/KY-80X83VbU/s320/JP+Books+Mr+Ratman2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440983501797866162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini informasi penting bagi Anda yang suka menulis. Tulisan Anda tentu ingin diterbitkan dalam bentuk buku, bukan? Nah, ini kesempatan baik. JP BOOKS, sebuah penerbit Jawa Pos Group membutuhkan naskah buku yang bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fiksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Novel religi, novel sejarah, novel perjalanan, novel keluarga, novel budaya, novel politik, dll.  Yang dibutuhkan adalah novel yang bermakna, membangun, mendidik, dan mengandung nilai-nilai positif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nonfiksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku umum: agama, motivasi, teknologi, tips-tips, how to, kesehatan, pendidikan, anak-anak, dll.&lt;br /&gt;Buku-buku penunjang pendidikan: referensi, pengayaan, soal-soal dan solusinya, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kriteria:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-Naskah diketik komputer (fonts Times New Roman; ukuran 12 spasi 1,5; ukuran A4).&lt;br /&gt;-Bahasa baik dan mudah dipahami.&lt;br /&gt;-Susunan naskah/kerangka terstruktur (sistematis).&lt;br /&gt;-Naskah memuat kelengkapannya (biasanya nonfiksi), seperti: kata pengantar, daftar isi, daftar istilah, daftar pustaka, dan lainnya yang diperlukan.&lt;br /&gt;-Naskah yang dirimkankan bisa berupa print-out atau soft file.&lt;br /&gt;-Naskah yang dikirim disertai biodata dan fotocopy KTP yang masih berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Alamat JP BOOKS:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jl. Karah Agung No. 45 Surabaya Jatim Tlp. 031-8289999 ekstensi 303, 302&lt;br /&gt;Contact person:&lt;br /&gt;HP. 085749404009 – email: ratman_alkebumeny@yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-2056126865820391045?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/2056126865820391045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/02/jp-books-butuh-naskah-buku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/2056126865820391045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/2056126865820391045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/02/jp-books-butuh-naskah-buku.html' title='JP BOOKS Butuh Naskah Buku'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S4JBqtVsOrI/AAAAAAAAANs/KY-80X83VbU/s72-c/JP+Books+Mr+Ratman2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-5417866582227122996</id><published>2010-02-19T09:25:00.003+07:00</published><updated>2010-02-19T09:57:40.220+07:00</updated><title type='text'>Buku Cerdas Tematik SD/MI - Lamongan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S3392Pzqw3I/AAAAAAAAANk/xS9bZFF6QWQ/s1600-h/cover+2B+-+upload.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 231px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S3392Pzqw3I/AAAAAAAAANk/xS9bZFF6QWQ/s320/cover+2B+-+upload.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439783033331434354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S339m0dfIFI/AAAAAAAAANc/sbxHRfObx7s/s1600-h/cover+1B+-+upload.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 233px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S339m0dfIFI/AAAAAAAAANc/sbxHRfObx7s/s320/cover+1B+-+upload.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439782768292601938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Telah terbit buku Cerdas Tematik untuk SD/MI Kelas 1,2,3. Buku ini hasil kerjasama LP Ma'arif NU Lamongan dengan PT JePe Press Media Utama, Surabaya. Isi buku ini memuat 5 mata pelajaran yang disusun dalam tema-tema tertentu. Ke-5 mata pelajaran itu adalah PKN, IPA, IPS, Bhs. Indonesia, dan Matematika. Buku setebal 200-an halaman ini menarik karena full color dan dalam ukuran A4. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku tematik ini dibuat per-semester yang pasti digunakan oleh kalangan Lembaga Pendidikan Ma'arif. Namun demikian, Buku ini juga bisa digunakan oleh SD/MI pada umumnya karena dibuat untuk umum. Selain buku materi, penerbitan buku temtaik ini juga dilengkapi dengan Lembar Kerja (LK) Tematik. Tujuannya agar pembelajaran tematik bisa berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku tematik ini telah dilaunching pada hari Senin, 15 Februari di Gedfung IPHI Lamongan. Acara dihadiri oleh 800-an guru dan pengurus Ma'arif Lamongan. Selain launching buku, juga pengukuhan Tim KKG Tematik MI Ma'arif Lamongan. Ketua PCNU Lamongan dan Kakandepag Lamonga  juga memberi sambutan dalam acara tersebut. Selamat buat Ma'arif Lamongan!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-5417866582227122996?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/5417866582227122996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/02/buku-cerdas-tematik-sdmi-lamongan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/5417866582227122996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/5417866582227122996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/02/buku-cerdas-tematik-sdmi-lamongan.html' title='Buku Cerdas Tematik SD/MI - Lamongan'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S3392Pzqw3I/AAAAAAAAANk/xS9bZFF6QWQ/s72-c/cover+2B+-+upload.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-6364980772296406912</id><published>2010-02-18T10:54:00.005+07:00</published><updated>2010-02-18T11:19:03.577+07:00</updated><title type='text'>Buku Vodka, Cinta dan Bunga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S3y-ZBlcbtI/AAAAAAAAANU/vv4dCgzgej4/s1600-h/vodka+kecil.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 216px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S3y-ZBlcbtI/AAAAAAAAANU/vv4dCgzgej4/s320/vodka+kecil.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439431787088211666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Buku yang Bikin Anda Katrok tentang Rusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tak dapat mengerti tentang Rusia dengan pikiranmu.&lt;br /&gt;Kau tak dapat mengukurnya dengan ukuran tertentu.&lt;br /&gt;Ia mempunyai alam yang khusus.&lt;br /&gt;Kau hanya percaya pada Rusia.&lt;br /&gt;(Tjutchev, 28 November 1866)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ada di otak Anda saat mendengar kata Rusia? Mungkin di saraf otak Anda berputar bayangan palu arit, komunis, Kremlin, dan Lenin. Jika yang terbayang hanya itu, maka Anda benar-benar berada dalam lorong sempit pengetahuan tentang Rusia. Bagaimana sebenarnya Rusia sekarang? Sepertinya lontaran kata-kata Tjutchev di masa lampau tersebut tidak salah. Utamanya bagi orang luar Rusia yang melihat Rusia. Itulah mungkin kata-kata yang pas untuk menggambarkan kesan terhadap Rusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ingin menikmati ‘hidangan’ lezat tentang Rusia kontemporer, buku Vodka, Cinta dan Bunga adalah menu yang tepat Anda lahap. Buku ini layaknya vodka, semakin dibaca, semakin memabukkan dan ketagihan. Membaca satu bab, ingin rasanya menenggak bab lainnya. Dan setiap kali membaca satu bab, Anda akan menemukan ‘rasa’ yang lain tentang Rusia. Renyah racikan bahasanya, terasa bumbu bahasanya, dan nikmat dibaca.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anda tidak akan kecewa dengan kualitas isinya. Karena kedua penulisnya orang yang tinggal di Rusia sehingga benar-benar menjiwai tulisannya. M. Aji Surya, adalah seorang diplomat RI yang tinggal Moskow dan Khoirul Rosyadi adalah mahasiswa yang sedang menggaet Ph.D di kampus RUDN, Moskow. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku setebal 253 halaman ini menyingkap fakta yang jarang diketahui dan pengalaman unik penulisnya tentang Rusia. Anda akan banyak mengidap virus ‘wow’ saat melahap bab demi bab. Hawa patriotisme akan terasa saat membaca bab Glorious of The Past, Best Ever Underground Museum, dan Sisa-Sisa Patriotisme. Dinginnya salju akan menusuk tulang Anda saat menikmati kata demi kata di bab Berbeku-Ria di Ismailova, Pemakaman di Musim Salju, dan Balada Salju. Saat Anda menikmati bab Jalan Sunyi Tolstoy, Lenin dan Kapitalisme, McDonald’s Yes America No, dan Masyarakat di Simpang Jalan, pertarungan ideologi dan pemikiran akan memenuhi otak Anda. Namun, Anda akan menemukan kekonyolan luar biasa saat Anda menekuri bab Misteri Harga di Udara, Dokument Pazalsta, dan Terwolina. Selanjutnya, Anda akan geleng-geleng kepala di bab Dilema Bahasa, Seks dan Tuhan, serta Tuhan? Dan bab yang jarang ditulis oleh penulis buku lain tentang Rusia, yaitu bab Kota Santri. Di bab ini Anda akan menemukan suasana kota Kazan yang nyantri seperti di Indonesia. Dan di bab-bab lain, Anda akan menemukan keunikan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca buku ini tak sekadar rekreasi, tapi kita banyak memetik hikmah. Tentang patriotisme, jati diri bangsa, pendidikan, dan sebagainya. Anda seolah-olah berada di Rusia saat membaca detail kalimat deskripsi di buku ini. Dan setelah membacanya, ingin segera pergi ke Rusia membuktikan kebenaran tulisannya. Itu kesan saya!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratman Boomen&lt;br /&gt;(Editor buku Vodka, Cinta dan Bunga, &lt;br /&gt;juga penikmat buku)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-6364980772296406912?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/6364980772296406912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/02/buku-vodka-cinta-dan-bunga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6364980772296406912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6364980772296406912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/02/buku-vodka-cinta-dan-bunga.html' title='Buku Vodka, Cinta dan Bunga'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S3y-ZBlcbtI/AAAAAAAAANU/vv4dCgzgej4/s72-c/vodka+kecil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-1727359290329186496</id><published>2010-01-26T13:53:00.006+07:00</published><updated>2010-01-26T14:19:35.053+07:00</updated><title type='text'>4 Orang Jombang yang Terkenal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S16VwYy-ooI/AAAAAAAAAM0/7qouylL7mu8/s1600-h/gusdur+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 223px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S16VwYy-ooI/AAAAAAAAAM0/7qouylL7mu8/s320/gusdur+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430942859177927298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jawa Timur, khususnya Jombang memang terkenal dengan orang-orangnya yang memang terkenal. Baik yang jadi presiden, seniman, pembunuh, hingga dukun. Saya pikir-pikir, lengkap juga ya Jombang punya orang-orang terkenal. Siapa saja, berikut ini sekedar contohnya. Contohlah yang baik, ambil pelajaran dari yang buruk.&lt;br /&gt;Gus Dur alias KH. Abdurrahman Wahid.lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940 – meninggal di Jakarta, 30 Desember 2009 pada umur 69 tahun adalah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia yang keempat dari tahun 1999 hingga 2001. Ia menggantikan Presiden B. J. Habibie setelah dipilih oleh MPR hasil Pemilu 1999. Penyelenggaraan pemerintahannya dibantu oleh Kabinet Persatuan Nasional. Masa kepresidenan Abdurrahman Wahid dimulai pada 20 Oktober 1999 dan berakhir pada Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. Tepat 23 Juli 2001, kepemimpinannya digantikan oleh Megawati Soekarnoputri setelah mandatnya dicabut oleh MPR. Abdurrahman Wahid adalah mantan ketua Tanfidziyah (badan eksekutif) Nahdlatul Ulama dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S16WCw36CcI/AAAAAAAAAM8/ARXJ-Eeqesc/s1600-h/ainun+najib.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 311px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S16WCw36CcI/AAAAAAAAAM8/ARXJ-Eeqesc/s320/ainun+najib.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430943174878693826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Emha Ainun Nadjib (lahir di Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953; umur 56 tahun) adalah seorang tokoh intelektual yang mengusung nafas islami di Indonesia. Ia merupakan anak keempat dari 15 bersaudara. Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelumnya dia pernah ‘diusir’ dari Pondok Modern Gontor Ponorogo karena melakukan ‘demo’ melawan pemerintah pada pertengahan tahun ketiga studinya, kemudian pindah ke Yogya dan tamat SMA Muhammadiyah I. Istrinya yang sekarang, Novia Kolopaking, dikenal sebagai seniman film, panggung, serta penyanyi.&lt;br /&gt;Lima tahun hidup menggelandang di Malioboro Yogya antara 1970-1975 ketika belajar sastra kepada guru yang dikaguminya, Umbu Landu Paranggi, seorang sufi yang hidupnya misterius dan sangat mempengaruhi perjalanan Emha.&lt;br /&gt;Selain itu ia juga pernah mengikuti lokakarya teater di Filipina (1980), International Writing Program di Universitas Iowa, Amerika Serikat (1984), Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda (1984) dan Festival Horizonte III di Berlin Barat, Jerman (1985).&lt;br /&gt;Dalam kesehariannya, Emha terjun langsung di masyarakat dan melakukan aktivitas-aktivitas yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik, sinergi ekonomi guna menumbuhkan potensialitas rakyat. Di samping aktivitas rutin bulanan dengan komunitas Masyarakat Padhang mBulan, ia juga berkeliling ke berbagai wilayah nusantara, rata-rata 10-15 kali per bulan bersama Musik Kiai Kanjeng, dan rata-rata 40-50 acara massal yang umumnya dilakukan di area luar gedung. Selain itu ia juga menyelenggarakan acara Kenduri Cinta sejak tahun 1990-an yang dilaksanakan di Taman Ismail Marzuki. Kenduri Cinta adalah forum silaturahmi budaya dan kemanusiaan yang dikemas sangat terbuka, nonpartisan, ringan dan dibalut dalam gelar kesenian lintas genre.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S16WbIcyP9I/AAAAAAAAANE/lTg22irIl1k/s1600-h/ryan+jagal+jombang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 115px; height: 106px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S16WbIcyP9I/AAAAAAAAANE/lTg22irIl1k/s320/ryan+jagal+jombang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430943593524248530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tersangka kasus mutilasi, Very Idham Heryansah alias Ryan, dari Desa Jati Wates, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Empat orang telah dimutilasi olehnya.  Empat mayat ditemukan di pekarangan belakang rumah orangtua Ryan di Jombang. Para korban diduga dihabisi antara 2007-2008. Guntur asal Nganjuk, Aril, Vincent asal Solo, dan Grandy asal Belanda. Keempat mayat itu dieksekusi oleh Ryan dalam rentang waktu yang berbeda. Aril dan Vincent yang mungkin dihabisi dalam waktu yang sama. Guntur dibunuh dan dikubur sekitar Juni-Agustus 2007. Vincent dibunuh bersama-sama dengan Aril sekitar April 2008. Brandy (dibunuh) Januari 2008. Karena ulah si Ryan ini, Jombang terkenal dan jadi tampak serem.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S16WqtgLiII/AAAAAAAAANM/6xtYA7nr-ps/s1600-h/ponari.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 93px; height: 124px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S16WqtgLiII/AAAAAAAAANM/6xtYA7nr-ps/s320/ponari.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430943861168638082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapa Muhammad Ponari sebenarnya?  Dialah si dukun cilik yang terkenal itu. Ponari adalah warga Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang . Ia bocah kelas 3 SD di desa itu. Sejak menemukan batu “ajaib” yang katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit, ratusan bahkan ribuan orang setiap hari berbondong-bondong mendatangi rumah anak tunggal pasangan suami istri Kasim, 40, dan Mukaromah, 28 tersebut. Ponari dikenal warga sebagai dukun tiban alias dukun dadakan. karena kisah Ponari ini, Jombang jadi seger, lucu, menyenangkan sekaligus memprihatinkan (kok ya percaya gitu loh....).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-1727359290329186496?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/1727359290329186496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/01/4-orang-jombang-yang-terkenal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/1727359290329186496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/1727359290329186496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/01/4-orang-jombang-yang-terkenal.html' title='4 Orang Jombang yang Terkenal'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S16VwYy-ooI/AAAAAAAAAM0/7qouylL7mu8/s72-c/gusdur+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-5822248498191095163</id><published>2010-01-05T14:14:00.004+07:00</published><updated>2010-01-26T13:52:10.675+07:00</updated><title type='text'>Majalah Cerdas Edisi 2: Kisi-kisi UASBN dan UAS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S16QSOS5u5I/AAAAAAAAAMs/YkXzDP6N68o/s1600-h/cerdas+ed+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 236px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S16QSOS5u5I/AAAAAAAAAMs/YkXzDP6N68o/s320/cerdas+ed+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430936843404819346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Telah terbit majalah Pendidikan Cerdas edisi 2 bulan Januari-Februari 2010. Berisi berita dan penjelasan penting kebijakan pendidikan nasional oleh Diknas dan Pusat Perbukuan Nasional. Isu utama membahas masalah UAN yang memanas, apakah dihentikan atau diteruskan. Yang penting dan eksklusif, edisi 2 ini ada Kisi-kisi untuk UASBN dan UAS SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK tahun 2010. Juga berisi Pengumuman Lomba Penulisan Buku Pengayaan/Nonteks 2010 oleh Pusbuk. Baca Cerdas, Anda makin cerdas....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-5822248498191095163?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/5822248498191095163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/01/majalah-cerdas-edisi-2-kisi-kisi-uasbn.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/5822248498191095163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/5822248498191095163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/01/majalah-cerdas-edisi-2-kisi-kisi-uasbn.html' title='Majalah Cerdas Edisi 2: Kisi-kisi UASBN dan UAS'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S16QSOS5u5I/AAAAAAAAAMs/YkXzDP6N68o/s72-c/cerdas+ed+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-7856763029953915393</id><published>2010-01-05T11:02:00.002+07:00</published><updated>2010-01-05T11:28:51.515+07:00</updated><title type='text'>Gus Dur dan Keanehan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S0K_-dUXl_I/AAAAAAAAAMk/JLqnB1g0AKs/s1600-h/gud+dur.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 113px; height: 122px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S0K_-dUXl_I/AAAAAAAAAMk/JLqnB1g0AKs/s320/gud+dur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423107981050353650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah Gus Dur meninggal, begitu terasa pengaruhnya di sebagian masyarakat, terutama Nahdhiyyin. Saya pribadi mengakui "kelebihan" Gus Dur justru setelah meninggalnya. Saya mengakui kecerdasan pribadinya, terutama saya suka joke-jokenya yang cerdas dan mentertawa. Bahwa ada masyarakat yang mengelu-elukan Gus Dur, iya. Bahwa ada masyarakat yang "tidak suka" Gus Dur, iya juga. Saya dulu saat mahasiswa mungkin nggak begitu suka Gus Dur, karena menurut saya "ngawur", sehingga saya aktif juga demonstrasi "menurunkan" Gus Dur. Tapi sekarang, saya mungkin tengah-tengah. Saya mengakui kelebihannya dan beberapa prinsipnya, tapi juga nggak setuju sebagian yang lain. Dan ini wajar-wajar dan sah-sah saja. &lt;br /&gt;Secara pribadi, saya mengakui, menghargainya dan menghormatinya. Ide-idenya tentang bernegara ada yang sangat setuju, misalnya kemandirian dari pengaruh asing dan pemberantasan korupsi. Ide-idenya saat jadi presiden juga besar. Misalnya pemisahan TNI-Polri, pembubaran Depsos dan Deppen, dan kebebasan pers. Yang tak pernah dilupakan anak sekolah adalah: libur selama bulan Ramadhan adalah kebijakan Gus Dur! Betapa senangnya anak sekolah libur selama itu.&lt;br /&gt;Hal yang tak lepas dari Gus Dur adalah "keanehan", baik sebelum atau sesudah meninggalnya. Aneh di sini artinya nggak wajar, di luar kebiasaan, nggak nalar, nggak masuk akal, atau semacamnya. Soal definisi aneh bisa debatable, tapi kira-kira maknanya begitu lah. Keanehan itulah yang mungkin diartikan sebagai kontroversi. Bagi sebagian orang kontroversi, bagi sebagian lainnya mungkin tidak. Bahkan bagi Gus Dur, itu biasa aja. Gitu aja kok repot...hahaha....&lt;br /&gt;Keanehan itu yang menjadi kelebihan Gus Dur. Apa sih hal aneh itu? Misalnya, pasukan berani mati zaman Gus Dur matu dilengserkan. Sepertinya tidak ada tokoh di Indonesia yang dibela sampai ada pasukan berani mati, selain Gus Dur. Hal aneh yang lain setelah meninggal adalah: tanah makamnya dijumputi orang untuk obat pegel linu. Apa masuk akal coba? Aneh kan? Itulah pengaruh anehnya Gus Dur.&lt;br /&gt;Hal yang saya ketahui barusan adalah, ternyata Gus Dur juga sangat dipengaruhi oleh 5 sesepuh. Lima sesepuh ini mungkin Pak Kyai, entah siapa, Gus Dur tak mau menyebutkan. Gus Dur begitu taatnya dengan 5 sesepuh ini. Sampai-sampai dalam acara Kick Andy, Gus Dur mengatakan jika 5 sesepuh ini menyuruhnya masuk api, Gus Dur juga akan masuk api. Aneh bukan? Saya jadi ketawa, Gus Dur yang ditaati oleh banyak orang ternyata masih harus taat dan "disetir" oleh 5 sesepuh itu. Saya nyadar, jangan mengelu-elukan orang berlebihan, juga jangan mengagung-agungkan orang berlebihan. Yang pantas diagung-agungkan hanya Allah semata. Apakah Gus Dur nanti jadi pahlawan? Kita tunggu aja...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-7856763029953915393?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/7856763029953915393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/01/gus-dur-dan-keanehan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7856763029953915393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7856763029953915393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/01/gus-dur-dan-keanehan.html' title='Gus Dur dan Keanehan'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S0K_-dUXl_I/AAAAAAAAAMk/JLqnB1g0AKs/s72-c/gud+dur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-6009264784457756703</id><published>2010-01-05T10:18:00.004+07:00</published><updated>2010-01-05T10:47:57.182+07:00</updated><title type='text'>Mobil Menteri Lukai Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S0K2YwwNIXI/AAAAAAAAAMc/apjS95ut-JE/s1600-h/crown+royal+saloon.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 285px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S0K2YwwNIXI/AAAAAAAAAMc/apjS95ut-JE/s320/crown+royal+saloon.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423097437827703154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru aja rame mobil baru para menteri dan pejabat tinggi. Mobilnya menteri yang dulunya Camry yang 400 jutaan jadi Crown Royal Saloon yang 1,3 milyar per bijinya! Apa mewah itu mobil? Bagi yang biasa naik mobil mewah, itu biasa. Persoalannya, menteri dan pejabat itu pakai uang RAKYAT! Rakyat masih banyak yang sekarat, susah makan, gak punya kerjaan, gak punya rumah, putus sekolah, gak bisa bayar SPP, mahasiswa nunggak kuliah, dll. Kok ya tega-teganya naik mobil mewah di atas penderitaan rakyat. &lt;br /&gt;Kata Metro TV, mobil yang 1,3 milyar itu kalo untuk mbangun sekolahan bisa 3 gedung. Atau kalau untuk menyekolahkan anak SD bisa mencapai 3000 anak. Coba bayangkan kalo 1,3 milyar kali sebanyak menteri dan pejabat itu. Berapa gedung sekolah dan anak SD yang bisa ceria belajar dan berprestasi? Apalagi kalao buat modal usaha rakyat. Berapa rakyat yang bisa usaha mandiri? Apa mereka nggak merasa cukup pakai Camry? Yang biaya bensin, sopir, service dan pajaknya juga udah ditanggung negara alias ditanggung rakyat? Sampai hati ini, baru Laode Ida (wakil DPD) yang mengenbalikan mobil itu. Yang lain apa pada nggak berperasaan? &lt;br /&gt;Jika menilik mobil para pejabat di luar negeri, mereka rata-rata pakai mobil kisaran di bawah 500 juta. Kalau ngak salah saya lihat di Metro TV, PM Inggris aja pakai mobil 198 jutaan, kaisar Jepang 300 jutaan, PM Malaysia pakai mobil 300 jutaan. Pejabat kita? Tahu sendiri lah... Padahal mobil itu hanya dipakai di Jakarta aja. Nggak bakalan menteri pakai mobil itu untuk perjalanan dinas muter-muter Jawa, apalagi luar Jawa.&lt;br /&gt;Pajak mobil manteri itu anggarannya 62,5 milyar. Berapa lagi uang rakyat hanya untuk fasilitas menteri yang kadang kebijakannya tidak membela rakyat? Jangan sampai rakyat berdoa dalam batinnya karena kesal, "Moga-moga si menteri tabrakan mati pakai mobil itu...." Dengerin tuh pak/bu menteri dan pejabat tinggi!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-6009264784457756703?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/6009264784457756703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/01/mobil-menteri-lukai-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6009264784457756703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6009264784457756703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2010/01/mobil-menteri-lukai-hati.html' title='Mobil Menteri Lukai Hati'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/S0K2YwwNIXI/AAAAAAAAAMc/apjS95ut-JE/s72-c/crown+royal+saloon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-8009755826476854717</id><published>2009-12-07T19:34:00.001+07:00</published><updated>2009-12-07T19:36:49.010+07:00</updated><title type='text'>Bensin Kakek dari Surga; Kisah Nyata Saya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sxz2qD8oeUI/AAAAAAAAAME/GRH2AMutJ_s/s1600-h/bensin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 277px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sxz2qD8oeUI/AAAAAAAAAME/GRH2AMutJ_s/s320/bensin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412472054667049282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malam Sabtu kemarin saya dan istri keluar bakda maghrib. Ke salah satu mall terbesar di Surabaya hendak mencari HP yang diiklankan di koran. “Pih, ini HP murah. HP papi kan katanya sinyalnya jelek.” Akhirnya pun saya menuruti istri. “Perempuan memang suka tergoda iklan,” batin saya. Selepas maghriban kami pun meluncur dengan Astrea hitam 90-an. Tadinya istri minta pakai mobil saja, tapi mobil kami sedang rewel karena radiatornya bocor. &lt;br /&gt;Di tengah perjalanan istri saya mengingatkan untuk mengisi bensin motor. Maklum jarum bensin motor sudah tak berfungsi lagi. Jadi untuk tahu bensin masih ada apa tidak, hanya kira-kira saja. Pakai insting. Kapan isi, berapa liter, kita-kira ngisi lagi kapan. Untuk soal ini kadang saya mleset. Sering nuntun gara-gara kelupaan ngisi. “Pih, diisi bensin dulu,” suruh istri saya. “Lha wong tadi siang baru tak isi sak liter botolan kok. Insya Allah masih bisa,” saya ngeyel. Padahal saat itu persis melewati pom bensin. “Diisi dulu aja, daripada nanti nuntun.” “Nggak ah, masih nyampe.” Saya memang agak nyeyel. Akhirnya debat itu saya menangkan. Nggak jadi isi bensin. Lha iya wong pom bensinnya juga sudah kelewatan kok. &lt;br /&gt;Sesampai di mall, kami langsung ke ajang pameran HP yang diiklankan itu. Wah…ramai banget. Kelihatan gaya hidup modern-nya. Anak-anak muda dengan aksesori perlambang kemodisan dan kemodernan: baju modis, HP mutakhir, dan lainnya. Pokoknya, mall memang sepetak cermin kemodernan di tengah hingar bingar kota yang menyisakan banyak problema, termasuk ketimpangan sosial. Tidak lama saya di situ, karena ternyata iklan tak sama dengan kenyataan. Busyet, iklan memang merangsang sekaligus membutakan. Saya pun bilang sama istri, “Dasar iklan, yang diiklankan selalu tak seperti kenyataan.” &lt;br /&gt;Karena kecewa di mall itu, kami akhirnya memutuskan ke mall pusat HP di Surabaya selatan. Di sana pun akhirnya tak menemukan HP yang cocok. Saya pun bilang ke istri, “Ngapain sih beli HP baru, wong yang lama masih bisa dipakai?” Karena tak mendapatkan apa-apa, kami memutuskan pulang. Lagian juga hari sudah malam. &lt;br /&gt;Di tengah perjalanan pulang, istri saya pengin makan burung dara. “Oke, kita cari warung ya.” Kami pun menyusuri jalan mencari warung yang jualan burung dara. Tiba-tiba, gas motor terasa beda. Agak tersendat-sendat. “Wah, alamat buruk nih…,” batin saya. Benar saja….grek…grek…..grek…. Motor tak mau jalan. Gas tak bisa lagi. “Pasti bensinnya habis nih, Pih. Tadi sudah tak bilangin, ngeyel.” Istri saya terus saja menceramahi saya karena saya nggak mau ngisi bensin tadi. Khas ceramah istri yang kecewa. “Iya, iya, papai minta maaf.” “Pokoknya papi janji nggak ngeyel lagi,” ancamnya. Wah, kalo dah gini, saya nggak akan mendebatnya.&lt;br /&gt;Kami minggir. Saya pun menuntun motor. Saya dah beberapa kali nuntun motor seperti ini. Ya ngak kapok-kapok juga. Jalan sepi penjual. Nggak ada penjual di pinggir jalan. Penjual bensin botolan juga nggak ada. Motor terus saya tuntun di tengah deru kendaraan dan reman-remang jalan. Saya juga kasihan dengan istri. Dia jalan di belakang. Wajahnya kecewa karena harus jalan kaki gara-gara kengeyelan saya. Saya juga menyesal kenapa ngeyel ngak mau isi bensin. Ternyata ngeyel tak selamanya menguntungkan.&lt;br /&gt;Sudah beberapa ratus meter saya nuntun motor. Nggak juga ada penjual bensin botolan. Dan saya tahu, di sepanjang jalan itu nggak ada pom bensin. Kalo mau sampai pom bensin, kami harus jalan paling tidak 3 kiloan. Wah…kebayang capeknya. Badan saya pun mulai panas dan berkeringat. Saya lihat istri, masih sama. Kami hanya pasrah. Terbayang betapa jauhnya untuk mencapai pom bensin.  Ada satu penjual ban bekas, kami berharap jualan bensin botolan. Setelah kami tanya, “Nggak jualan bensin, Mas.” Wah, lemes.&lt;br /&gt;Dalam kepasrahan itu, tiba-tiba ada yang tanya istri saya, “Kenapa, Mbak?” Seorang kakek tua dengan motor tuanya menghenyakkan bayangan di kepala saya. “Bensinnya habis, Pak,” jawab istri saya. Kami berdua nggak tahu apa yang akan dilakukan si kakek tua ini. Kami nggak peduli mulanya. Tapi si kakek lantas minggir dan berhenti persis di depan motor yang saya tuntun. Lalu sebuah kantong plastik diambilnya dari cantelan motor butut Suzuki 70-an itu. Saya benar-benar nggak tahu apa yang akan dilakukannya.&lt;br /&gt;Saya dan istri masih bertanya-tanya, mau apa si kakek ini dengan kami? Kakek usia 70-an ini mendekati saya, lalu mengatakan, “Mas, ini saya bawa bensin.” What??? Saya kaget dan bertanya-tanya dalam hati. Kok bisa si kakek ini bawa bensin. Dia pun mengeluarkan botol oli. “Kok botol oli, Pak?” tanya saya keheranan. “Ini botol oli tapi isi bensin, Mas. Saya kemana-mana bawa bensin. Ya untuk nolong orang kalo ada yang kesusahan kayak Mas ini.” Deg….nyesss….. Langsung otak saya yang tadinya panas langsung dingin dan kaku. Keheranan. Orang macam apa ini? Di kota besar seperti Surabaya masih ada orang “super baik” macam ini? Saya bener-bener nggak percaya apa yang sedang saya lihat. &lt;br /&gt;Saya pun lantas membuka jok motor. Ketika hendak menuangkan bensin itu, sang kakek berkata, “Oh ya, saya juga bawa corong, Mas.” Ya Allah, si kakek ini bawa corong juga? Untuk membantu orang yang kehabisan bensin di jalan!!! Kakek “dari surga” ini pun menuangkan bensin secukupnya ke motor saya. “Mas, ini sudah cukup untuk sampai ke pom bensin.” “Terima kasih, Pak,” jawab saya benar-benar ikhlas. Entah berterima kasih macam apa dengan kakek ini. Saya pun langsung mengambil dompet. “Nggak usah Mas. bener-bener nggak usah,” tolak kakek dengan isyarat tangannya. Saya pun memaksanya gar menerima uang yang tak seberapa dibanding bantuannya itu. Tapi si kakek ini pun tak mau jua.&lt;br /&gt;Selama perjalanan pulang saya dan istri tidak henti-hentinya bicara keheranan dengan kebaikan si kakek ini. Saya juga heran kenapa tidak bertanya nama dan alamat rumahnya. Saya hanya bergumam dalam hati, “Semoga kita kelak bertemu di surga ya, Kek.” Air mata saya mau menetes, tapi saya tahan. Terbersit saya ingin menirunya. Jantung ini berdegup kencang ingat kakek tadi. Dia bukan siapa-siapa. Dari penampilannya jelas orang miskin. Dari usianya jelas sudah bau tanah. Sama sekali tak ada yang dibanggakan dari ukuran materi. Tapi itu semua bagi saya tidak ada artinya. Bagi saya, dia kaya! Dia tua usia, tapi panjang amalnya! Dia kaya daripada para koruptor dan orang kaya yang menindas orang macam kakek ini! Dia layak mendapat surga daripada orang kaya yang menyumbang dan diiklankan di media massa! &lt;br /&gt;Coba bayangkan, dia sengaja membawa bensin dan corong kemana-mana hanya ingin menolong siapapun yang kehabisan bensin di jalan.  Tanpa pamrih. Tanpa minta balasan. Tidak ada tendensi politik, ekonomi, popularitas, apalagi kekuasaan. Adakah yang naik Mercy atau BMW menolong orang yang menuntun motor kehabisan bensin di jalan malam-malam? Tidak ada! Tapi si kakek uzur dengan motor bututnya yang menolongnya. Ketika hendak tidur, ingin rasanya saya bermimpi berjumpa dengannya di surga. Terima kasih ya, Kek. Semoga kita berjumpa di surga. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-8009755826476854717?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/8009755826476854717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/12/bensin-kakek-dari-surga-kisah-nyata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/8009755826476854717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/8009755826476854717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/12/bensin-kakek-dari-surga-kisah-nyata.html' title='Bensin Kakek dari Surga; Kisah Nyata Saya'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sxz2qD8oeUI/AAAAAAAAAME/GRH2AMutJ_s/s72-c/bensin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-1510015294033584199</id><published>2009-12-04T09:52:00.009+07:00</published><updated>2009-12-04T10:31:46.291+07:00</updated><title type='text'>204 Juta untuk Prita: PRIHATIN!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SxiAWQ_JxaI/AAAAAAAAAL8/Jj98tIs7OXM/s1600-h/prtia+mulyasari.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 108px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SxiAWQ_JxaI/AAAAAAAAAL8/Jj98tIs7OXM/s320/prtia+mulyasari.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411216072290977186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selepas pulang dari sosialisasi instrumen buku teks pelajaran di Surabaya bakda maghrib kemarin, TVOne saya hidupkan. Prita didenda 204 juta! Begitu isi beritanya. Gila, batin saya. Prita yang mengeluhkan pelayanan RS OMNI via email ke temannya justru diganjar denda dan ancaman kurungan. Sebagai orang yang pernah belajar di "hukum", saya benar-benar kecewa dan amat prihatin dengan keputusan itu. Kenapa? Karena keadilan seolah telah sirna. Saya jadi ingat kata Pak Thamrin Tamagola (Sosiolog UI) bahwa: pengadilan adalah LADANG PEMBANTAIAN KEADILAN! Begitu katanya saat debat di TVOne juga. &lt;br /&gt;Entah apa yang sedang terjadi di negeri yang katanya "negara hukum" ini. Saya jadi ingat pakem-pakem dan prinsip hukum yang pernah saya baca di buku fotocopian saat kuliah dulu. Tapi itu rasanya cuma teori. Yang saya sangat ingat sewaktu kuliah adalah: HUKUM TIDAK HIDUP DI RUANG KOSONG! Saya lebih cenderung sepakat bahwa keadilan tidak hanya ditegakkan berdasarkan pasal-pasal yang bisa dibajak oleh para mafia hukum, tapi juga ditegakkan berdasar keadilan substansial (nurani). Bagi saya, sejatinya hukum adalah keadilan itu sendiri. Bukan pasal-pasal atau UU semata. &lt;br /&gt;Dosen saya bilang saat itu, katanya, ada 3 hal yang berkait erat dalam penegakkan hukum: hukum itu sendiri, aparat hukum, dan budaya hukum. Sepertinya ketiga hal itu sekarang sedang "sekarat" dihisap vampir-vampir berdarah duit yang berkeliaran di institusi-institusi hukum kita, baik vampir dari luar maupun vampir jadi-jadian dari dalam.&lt;br /&gt;Kembali ke kasus Prita, ada pertanyaan: dimana keadilan itu? Dimana hukum yang katanya untuk melindungi masyarakat? Katanya konsumen dilindungi UU Konsumen? Untuk apa UU ITE? Justru hukum jadi alat teror oleh orang berduit untuk meneror rakyat biasa. Untung saja Pak Fahmi Idris (mantan menteri industri, juga ketua IDI) saat wawancara langsung ikut menanggung separuh denda Prita. Prita pun menangis. "Terima kasih. Hanya Allah yang bisa membalas, Pak!" katanya seraya menghapus air matanya. Ini baru kasus Prita, masih banyak kasus lain. Akankah air mata yang tumpah karena ketidakadilan akan terus mengalir di negeri ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-1510015294033584199?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/1510015294033584199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/12/prita-2004-juta-prihatin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/1510015294033584199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/1510015294033584199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/12/prita-2004-juta-prihatin.html' title='204 Juta untuk Prita: PRIHATIN!'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SxiAWQ_JxaI/AAAAAAAAAL8/Jj98tIs7OXM/s72-c/prtia+mulyasari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-6704244619762452084</id><published>2009-11-26T13:13:00.004+07:00</published><updated>2009-11-26T14:16:55.042+07:00</updated><title type='text'>Buku Baru: A to Z Korupsi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sw4oQvqJpOI/AAAAAAAAAKE/6lrzv9HMb9o/s1600/ANTI_KORUPSI+2+(ok).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 224px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sw4oQvqJpOI/AAAAAAAAAKE/6lrzv9HMb9o/s320/ANTI_KORUPSI+2+(ok).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408304470654821602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang ingin menambah wawasan tentang korupsi dan metode pemberantasannya, kini ada buku baru terbit. Buku A to Z Korupsi; Menumbuhkembangkan Spirit Anti-Korupsi, karya Dr. Ulul Albab. Buku tulisan Rektor Unitomo Surabaya ini membahas korupsi dari A sampai Z, dari hal yang teoritis sampai praktik metode-metode pemberantasan korupsi di berbagai negara dan menurut Islam.&lt;br /&gt;Buku yang sebenarnya disertasi ini sangat cocok bagi pengkaji korupsi, akademisi, dan orang-orang yang care dengan masalah korupsi. Termasuk koruptor juga perlu baca! Biar tobat! Buku ini diterbitkan oleh Jaring Pena (Jawa Pos Group) dan telah dilaunching yang dihadiri pejabat KPK. Selamat membaca! Eh, beli dulu ding ya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-6704244619762452084?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/6704244619762452084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/11/buku-baru-to-z-korupsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6704244619762452084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6704244619762452084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/11/buku-baru-to-z-korupsi.html' title='Buku Baru: A to Z Korupsi'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sw4oQvqJpOI/AAAAAAAAAKE/6lrzv9HMb9o/s72-c/ANTI_KORUPSI+2+(ok).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-7441864854381168382</id><published>2009-11-25T22:11:00.004+07:00</published><updated>2009-11-26T13:48:21.323+07:00</updated><title type='text'>Misteri Nama Ketua MK: Mahfud MD</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sw4kRU8qHOI/AAAAAAAAAJ8/UMbfUQpN1o8/s1600/mahfud+md.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 252px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sw4kRU8qHOI/AAAAAAAAAJ8/UMbfUQpN1o8/s320/mahfud+md.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408300082618047714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak tahu nama ketua Mahkamah Konstitusi (MK) sekarang? Mahfud MD. Nama tokoh asal Madura ini begitu terkenal berkat memanasnya kasus Cicak vs Buaya. Momentum yang membuat namanya begitu melambung dan dikenal keberaniannya adalah pemutaran rekaman pembicaraan Anggodo (adik Anggoro, kasus PT MASARO) dengan beberapa tokoh Polri dan Jakgung. &lt;br /&gt;Tapi, tahukah Anda, rahasia nama guru besar hukum UII Jogja itu? Ternyata nama belakang pria yang tegas sikap ini menyimpan cerita lucu. Saya pun sejak mengenal nama Mahfud MD, bertanya-tanya apa sebenarnya kepanjangan dari "MD" itu. Saya mendapat jawabannya saat menonton acara "Satu Jam Lebih Dekat" yang saat itu menampilkan Mahfud MD. Usut punya usut, nama singkatan MD itu ternyata hasil karya guru sekolahnya. Kok bisa? &lt;br /&gt;Begini ceritanya. Saat sekolah dulu di kelasnya ada tiga anak yang bernama Mahfud. Karena tidak mau di beri nama Mahfud A, Mahfud B, dan Mahfud C seperti pengalaman saya dulu, sang guru beride lain, yaitu menambahkan nama bapaknya di belakang ketiga murid Mahfud itu. Maka Mahfud yang sekarang jadi ketua MK itu jadi Mahfud MD. Apa itu MD? MD adalah singkatan dari Mahmudin, bapaknya Pak Mahfud itu. Sejak saat itulah ijasah sang ketua MK jadi tertulis nama Mahfud MD. Saya kira MD itu Mahfud MaDura! Haha...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-7441864854381168382?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/7441864854381168382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/11/misteri-nama-ketua-mk-mahfud-md.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7441864854381168382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7441864854381168382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/11/misteri-nama-ketua-mk-mahfud-md.html' title='Misteri Nama Ketua MK: Mahfud MD'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sw4kRU8qHOI/AAAAAAAAAJ8/UMbfUQpN1o8/s72-c/mahfud+md.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-5946174055555790972</id><published>2009-11-25T18:57:00.003+07:00</published><updated>2009-11-25T20:08:58.884+07:00</updated><title type='text'>Amnesti Korupsi: Usul Dahlan Iskan untuk SBY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sw0inACli9I/AAAAAAAAAJ0/VsG6ABvvpsE/s1600/amnesti+korupsi+cover+new+2+copy.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 212px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sw0inACli9I/AAAAAAAAAJ0/VsG6ABvvpsE/s320/amnesti+korupsi+cover+new+2+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408016780962925522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kontroversi kasus Cicak vs Buaya alias Bibit-Candra yang melibatkan institusi penegak hukum, membuat kita jengah. Polisi dan Kejaksaan berhadapan dengan KPK yang didukung masyarakat secara moral dan opini. Memang secara kasat mata kasus itu bisa "dilihat" siapa kira-kira yang bermasalah. &lt;br /&gt;Saking serunya kontroversi itu, Presiden SBY sampai membentuk tim adhoc guna memverifikasi dan mencari fakta. Dan akhirnya, TIM 8 berkesimpulan bahwa kasus Bibit-Candra tidak cukup bukti untuk dimejahijaukan. SBY pun merespon rekomendasi itu, tapi publik menilai dia kurang sigap dan riil bertindak.&lt;br /&gt;Kasus Bibit-Candra mungkin hanya gunung emas dari masalah korupsi dan mafia hukum di Indonesia. Anggodo sebagai markus tentu bukan satu-satunya yang berkeliaran di gedung-gedung institusi penegak hukum, khususnya polisi dan kejaksaan. Di lain pihak, kasus Bibit-Candra berkaitan baik langsung maupun tidak dengan kasus-kasus lain.&lt;br /&gt;Nah, pertanyaan kita: kalau semua kasus korupsi di Indonesia dimejahijaukan, akan berapa ribu kasus dan berapa tahun penyelesaiaannya? Padahal sekarang momentum tepat mereformasi penegakkan hukum di Indonesia secara formal, substantif, maupun institusional. SBY sebagai presiden jika ingin berkuasa dengan baik harus melakukan langkah ekstra ordinary dalam pemberantasan korupsi. Sekaranglah momentumnya. Dalam hangat-hangatnya kasus hukum sekarang, ada usulan dari Dahlan Iskan (CEO Jawa Pos dalam pemberantasan korupsi, yaitu AMNESTI KORUPSI. &lt;br /&gt;Usul Dahlan Iskan ini dilatarbelakangi oleh pengalamannya di Tiongkok (Hongkong, khususnya) dalam memberantas korupsi. Hongkong sukses memberantas korupsi dengan institusi KPK model Hongkong (Hongkong SAR) dan regulasi antikorupsinya. Bahkan menjadi model pemberantasan korupsi di dunia. Karenanya, seorang pejabat KPK Hongkong Ian McWalters menulis buku tentang model pemberantasan korupsi. Nah buku inilah yang menginspirasi Dahlan Iskan dengan usul amnesti korupsi itu.&lt;br /&gt;Amnesti korupsi secara gampangnya adalah mengampuni koruptor dengan tebusan tertentu (mengembalikan uang korupsi, membayar denda, dll) dan tidak memenjarakannya. Namun jika koruptor itu korupsi lagi, maka hukumannya tidak ampun-ampun. Ini juga yang dilakukan di Hongkong, dan berhasil. &lt;br /&gt;Mengapa amnesti korupsi? Karena kasus korupsinya banyak sekali dan waktunya terlalu lama untuk diselesaikan. Dan sekaranglah momentum Indonesia melakukan amnesti korupsi, usul Dahlan Iskan kepada SBY melalui buku kecilnya. Akankah amnesti korupsi diambil? Nggak tahu lah.... Tunggu saja....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-5946174055555790972?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/5946174055555790972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/11/amnesti-korupsi-usul-dahlan-iskan-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/5946174055555790972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/5946174055555790972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/11/amnesti-korupsi-usul-dahlan-iskan-untuk.html' title='Amnesti Korupsi: Usul Dahlan Iskan untuk SBY'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sw0inACli9I/AAAAAAAAAJ0/VsG6ABvvpsE/s72-c/amnesti+korupsi+cover+new+2+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-479619909051482374</id><published>2009-11-18T19:26:00.001+07:00</published><updated>2009-11-18T19:28:24.877+07:00</updated><title type='text'>Majalah Pendidikan Baru: CERDAS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SwPjHykWrXI/AAAAAAAAAJs/_ff-i-3sRwo/s1600/cerdas+rgb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 242px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SwPjHykWrXI/AAAAAAAAAJs/_ff-i-3sRwo/s320/cerdas+rgb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405413700747570546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Telah terbit perdana Majalah Pendidikan bulanan baru bernama CERDAS. Majalah berslogan Clever, Reliable, Develop and Smart ini hadir sebagai bacaan yang sangat layak dikonsumsi oleh masyarakat luas, khususnya yang berkecimpung di dunia pendidikan. Tidak hanya mengulas masalah pendidikan, majalah ini juga menampilkan sisi lain yang tidak ada di majalah pendidikan selainnya. &lt;br /&gt;Bacaan yang diterbitkan oleh PT JePe Press Media Utama (JP BOOKS, Jawa Pos Group) ini mengangkat kebijakan-kebijakan vital pendidikan terbaru seiring menteri pendidikan baru. Kebijakan Depdiknas bebrapa tahun ke depan pun dibahas, termasuk Program Buku Murah (BSE), Unas yang bisa jadi tiket masuk PTN, dan sebagainya. Yang penting pula, ada Daftar 940 Judul Program Buku Murah (BSE). Jadi, beli CERDAS, Anda tambah cerdas!&lt;br /&gt;Jika berlangganan, hubungi PT JePe Press Media Utama telp. 031-8289999 ext. 303.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-479619909051482374?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/479619909051482374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/11/majalah-pendidikan-baru-cerdas_18.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/479619909051482374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/479619909051482374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/11/majalah-pendidikan-baru-cerdas_18.html' title='Majalah Pendidikan Baru: CERDAS'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SwPjHykWrXI/AAAAAAAAAJs/_ff-i-3sRwo/s72-c/cerdas+rgb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-1129138505398856693</id><published>2009-09-28T11:20:00.008+07:00</published><updated>2009-09-30T08:34:33.353+07:00</updated><title type='text'>Dijual: Pedang Kerajaan Kuno Antik</title><content type='html'>Beberapa waktu lalu sahabat saya mengutarakan bahwa ia memiliki beberapa benda kuno antik yang bernilai tinggi. Bernilai tinggi karena memiliki nilai sejarah yang tinggi. Di antaranya yang ia miliki adalah Samurai Jepang dan Pedang Kerajaan. Jika ada yang menginginkan benda itu, bisa menghubungi sahabat saya. Berikut ini deskripsi dan foto benda kuno antik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEDANG KERAJAAN&lt;br /&gt;Panjang pedang keseluruhan 105 cm. Bilah pedang diukir sekitar 42 cm dari gagang. Gambar mahkota terukir sekitar 27 cm dari gagang. Gagang terbuat dari gading dan kuningan berukir mahkota, kapal layar, dan motif flora.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SsA1exZUQ5I/AAAAAAAAAJE/v5vHpt99juM/s1600-h/pedang+utuh.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SsA1exZUQ5I/AAAAAAAAAJE/v5vHpt99juM/s320/pedang+utuh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386363957106983826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SsKzRvJvleI/AAAAAAAAAJM/LPJpEhDwks0/s1600-h/bilah+pedang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SsKzRvJvleI/AAAAAAAAAJM/LPJpEhDwks0/s320/bilah+pedang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387065221585016290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedang ini dimiliki oleh para raja Inggris, di antaranya King George VI.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SsK0lYyMCFI/AAAAAAAAAJU/hNaMVpzze48/s1600-h/george+vi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 233px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SsK0lYyMCFI/AAAAAAAAAJU/hNaMVpzze48/s320/george+vi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387066658689648722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ROYAL SWORD&lt;br /&gt;The sword is 105 cm in length. The blade is carved around 42 cm from the grip. A picture of a crown is carved around 27 cm from the grip. The grip of the sword is made of ivory and solid brass curved in crown ancient, noval ship, and floral motives.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contact person: 085749404009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-1129138505398856693?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/1129138505398856693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/09/dijual-pedang-kerajaan-kuno-antik_28.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/1129138505398856693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/1129138505398856693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/09/dijual-pedang-kerajaan-kuno-antik_28.html' title='Dijual: Pedang Kerajaan Kuno Antik'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SsA1exZUQ5I/AAAAAAAAAJE/v5vHpt99juM/s72-c/pedang+utuh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-4337609055168723475</id><published>2009-09-28T10:18:00.009+07:00</published><updated>2009-09-30T08:42:24.218+07:00</updated><title type='text'>Dijual: Samurai Kuno Antik</title><content type='html'>Beberapa waktu lalu sahabat saya mengutarakan bahwa ia memiliki beberapa benda kuno antik yang bernilai tinggi. Bernilai tinggi karena memiliki nilai sejarah yang tinggi. Di antaranya yang ia miliki adalah Samurai Jepang dan Pedang Kerajaan. Jika ada yang menginginkan benda itu, bisa menghubungi sahabat saya. Berikut ini deskripsi dan foto benda kuno antik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAMURAI&lt;br /&gt;Samurai ini hanya dimiliki secara terbatas oleh para perwira Jepang, tidak dimiliki oleh prajurit biasa. Salah satu pemilik samurai ini adalah Jendral Hideki Tojo, orang nomor dua di jajaran militer Jepang semasa Perang Dunia II setelah Jendral Yamamoto yang merancang penyerangan secara mendadak terhadap Pearl Harbour, Amerika.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SsAuM7B2waI/AAAAAAAAAI8/8GF9IJmm9q4/s1600-h/gagang+samurai.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 230px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SsAuM7B2waI/AAAAAAAAAI8/8GF9IJmm9q4/s320/gagang+samurai.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386355953873895842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SsAt1qsj-rI/AAAAAAAAAI0/dmoDlkIzOqk/s1600-h/samurai+utuh.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 224px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SsAt1qsj-rI/AAAAAAAAAI0/dmoDlkIzOqk/s320/samurai+utuh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386355554352626354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SsK3So9fByI/AAAAAAAAAJc/b2t5zCdHxiQ/s1600-h/Hideki+tojo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 233px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SsK3So9fByI/AAAAAAAAAJc/b2t5zCdHxiQ/s320/Hideki+tojo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387069635149367074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAMURAI&lt;br /&gt;This samurai is in the possession of a Japanese officer, not of a common Japanese soldier. One of the owners of the samurai was General Hideki Tojo, the number two man in Japanese military after General Yamamoto who led the attact of Pearl Harbour, America.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contact person: 085749404009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-4337609055168723475?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/4337609055168723475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/09/dijual-samurai-kuno-antik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/4337609055168723475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/4337609055168723475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/09/dijual-samurai-kuno-antik.html' title='Dijual: Samurai Kuno Antik'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SsAuM7B2waI/AAAAAAAAAI8/8GF9IJmm9q4/s72-c/gagang+samurai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-7259904480856067224</id><published>2009-09-11T14:00:00.003+07:00</published><updated>2009-09-11T14:16:44.461+07:00</updated><title type='text'>Lowongan Pahala: Masjid Nurul Huda Butuh Al-Qur'an dan Buku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sqn5HQS0sUI/AAAAAAAAAIg/utQowqOUqiA/s1600-h/readquran.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sqn5HQS0sUI/AAAAAAAAAIg/utQowqOUqiA/s320/readquran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380105132899086658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masjid Nurul Huda di Desa Pengaringan Kec. Pejagoan Kab. Kebumen Jateng berada di lereng perbukitan di bagian utara Kabupaten Kebumen. Pengaringan adalah satu-satunya desa di Kebumen yang penduduknya hampir separo-separo beragama Islam dan Kristen. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Usaha dakwah dan pembinaan kaum muslimin di sana sedang digalakkan oleh pihak intern (takmir masjid) dan pihak ekstern (kaum muslim Pengaringan yang di luar kota dan lembaga-lembaga dakwah seperti NU, Muhammadiyah, Hidayatullah) agar kaum muslimin terbina dengan baik. Keberadaannya yang ada di pedesaan menjadikannya minim fasilitas dan akses pembangunan, baik fisik maupun spiritual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, takmir, kaum muslim Pengaringan di luar kota, dan lembaga dakwah di sana akan mengembangkan program dakwah dan pembinaan di Masjid Nurul Huda Pengaringan. Berkaitan dengan itu Masjid Nurul Huda sangat membutuhkan bantuan/sumbangan dari kaum muslimin lain berupa Al-Qur’an, buku-buku Islam, dan donasi lainnya. Bantuan akan disalurkan ke Masjid Nurul Huda dan akan diberikan tanda terima serta dokumentasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan bisa melalui beberapa jalur:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Takmir Masjid Nurul Huda, Bp. ‘Alimi  HP. 088802757381&lt;br /&gt;d/a Masjid Nurul Huda Desa Pengaringan Rt. 04 Rw. 02 Kec. Pejagoan &lt;br /&gt;Kab. Kebumen, Jawa Tengah, Kode Pos 54361&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Redaksi Blog Masjid Nurul Huda, Bp. Ratman HP. 085749404009, email: ratman_alkebumeny@yahoo.com (tinggal di Surabaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika ingin mengetahui Masjid Nurul Huda bisa melihat blog Masjid Nurul Huda: www.masnuhu.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tunggu partisipasi saudara-saudara kaum  muslimin. Semoga Allah membalas amal Anda dengan balasan yang lebih baik. Amin. Terima kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-7259904480856067224?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/7259904480856067224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/09/masjid-nurul-huda-butuh-al-quran-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7259904480856067224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7259904480856067224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/09/masjid-nurul-huda-butuh-al-quran-dan.html' title='Lowongan Pahala: Masjid Nurul Huda Butuh Al-Qur&apos;an dan Buku'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sqn5HQS0sUI/AAAAAAAAAIg/utQowqOUqiA/s72-c/readquran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-8507585675722164848</id><published>2009-09-07T13:19:00.003+07:00</published><updated>2009-09-07T13:41:04.469+07:00</updated><title type='text'>Romantisme Nabi di Masjid Cheng Ho</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SqSmpdbDu0I/AAAAAAAAAIY/ttXHe90GD0s/s1600-h/masjid+cheng+ho+sby.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SqSmpdbDu0I/AAAAAAAAAIY/ttXHe90GD0s/s320/masjid+cheng+ho+sby.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378607086190181186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, setelah bedah buku Romantisme Nabi di Kediri bulan Agustus lalu, kemarin hari Ahad, 6 September 2009 buku Romantisme Nabi dibedah lagi di Masjid Cheng Ho. Dulu waktu saya masih kuliah, bercita-cita ingin sekali berkunjung ke masjid ini, masjid yang berarsitektur China. Kini kesampaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid ini  berada di kompleks PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) Jawa Timur-Surabaya.  Dengan lembaga pendidikan dan aktivitas sosialnya. Peserta bedah buku tidak hanya warga muslim Tionghaoa, tapi juga masyarakat asli Indonesia. Mereka sudah menyatu dalam kemusliman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah ternyata antusias ibu-ibu dan bapak-bapak juga luar biasa. Kayaknya mereka butuh me-refresh romantisme mereka bersama pasangan mereka. Memang, salah satu tujuan buku ini adalah agar isinya diaplikasikan dalan kehidupan rumah tangga dan hasilnya keharmonisan keluarga. Maka, buku pun diserbu. Banyak juga yang minta tanda tangan.... Hehe...malu saya, kayak artis aja, padahal bukan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berkesan lagi, sesaat sebelum bedah buku, ada seorang bernama Merry Meisiry de Araujo yang bersyahadat masuk Islam. Entahlah, dari namanya saya tak tahu pasti apakah ia orang Indonesia atau bukan. Saya tidak sempat berbincang dengannya. Semoga saja ia istiqomah bersama ISlam hingga akhir hayatnya. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-8507585675722164848?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/8507585675722164848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/09/romantisme-nabi-di-masjid-cheng-ho.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/8507585675722164848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/8507585675722164848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/09/romantisme-nabi-di-masjid-cheng-ho.html' title='Romantisme Nabi di Masjid Cheng Ho'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SqSmpdbDu0I/AAAAAAAAAIY/ttXHe90GD0s/s72-c/masjid+cheng+ho+sby.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-6474571905172113554</id><published>2009-08-01T02:08:00.002+07:00</published><updated>2009-08-01T02:14:46.455+07:00</updated><title type='text'>Buku Bagus: Romantisme Nabi; Tips Romantis Ala Nabi Bersama Istri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SnNCgTYauKI/AAAAAAAAAGo/v46AhOOyjKM/s1600-h/cover+depan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SnNCgTYauKI/AAAAAAAAAGo/v46AhOOyjKM/s320/cover+depan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364704703854327970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bilang, romantis itu gampang. Ada yang berkeluh kesah, romantis itu susah. Benarkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Nabi saja suka mencium istrinya. Jika Nabi saja disisiri rambutnya oleh wanita tercintanya. Jika Nabi saja mandi berdua dengan istrinya. Jika Nabi saja makan sepiring berdua bersama belahan jiwanya. Bagaimana dengan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda sedang mencari cara bagaimana agar romantis bersama pasangan Anda, maka inilah buku yang sedang Anda cari. Mengungkap rahasia tips-tips romantis ala Nabi bersama istri yang bisa diaplikasi dalam kehidupan sehari-hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul: Romantisme Nabi; Tips Romantis ala Nabi Bersama Istri&lt;br /&gt;Penulis: Ibnu Ahmad 'Alimi&lt;br /&gt;Penerbit: Manda Pustaka&lt;br /&gt;Tahun Terbit: 2009&lt;br /&gt;Harga: Rp. 25.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkan segera buku bagus ini di toko-toko terdekat Anda.&lt;br /&gt;Atau hubungi Manda Pustaka di 031-8671152, 085647260961.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-6474571905172113554?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/6474571905172113554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/08/buku-bagus-romantisme-nabi-tips.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6474571905172113554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6474571905172113554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/08/buku-bagus-romantisme-nabi-tips.html' title='Buku Bagus: Romantisme Nabi; Tips Romantis Ala Nabi Bersama Istri'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SnNCgTYauKI/AAAAAAAAAGo/v46AhOOyjKM/s72-c/cover+depan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-4511483410724627664</id><published>2009-07-06T19:38:00.003+07:00</published><updated>2009-07-06T19:47:40.371+07:00</updated><title type='text'>Setahun Nikahku, 6 Juli 2008-6 Juli 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SlHxPZRjELI/AAAAAAAAAGg/qB3PBGWzbJo/s1600-h/ratman-indah1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SlHxPZRjELI/AAAAAAAAAGg/qB3PBGWzbJo/s320/ratman-indah1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355326678705049778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setahun yang lalu, Ahad, 6 Juli 2008 jam 9 pagi di Musholla al-Hidayah, sebuah ikatan mulia dilangsungkan dengan didahului hafalan surat ar-Rahman. Sebuah mistaqon gholizho. Barakallau laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakuma fi khoir....&lt;br /&gt;Kini, 6 Juli 2009, genap setahun. Semoga bahtera mulia ini kekal hingga di akhirat kelak, di rumah surga-Nya. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-4511483410724627664?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/4511483410724627664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/07/setahun-nikahku-6-juli-2008-6-juli-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/4511483410724627664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/4511483410724627664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/07/setahun-nikahku-6-juli-2008-6-juli-2009.html' title='Setahun Nikahku, 6 Juli 2008-6 Juli 2009'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SlHxPZRjELI/AAAAAAAAAGg/qB3PBGWzbJo/s72-c/ratman-indah1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-2920237941269376130</id><published>2009-06-19T17:17:00.003+07:00</published><updated>2009-06-19T17:30:16.732+07:00</updated><title type='text'>Novel Science Fiction Bagus: The Otherspace</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SjtonvAjCzI/AAAAAAAAAGY/wUWejOvD8Sg/s1600-h/the+otherspace+cover+depan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 203px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SjtonvAjCzI/AAAAAAAAAGY/wUWejOvD8Sg/s320/the+otherspace+cover+depan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348984014275545906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda pernah membaca novel science fiction yang lain daripada yang lain? kayaknya ini novel baru yang belum ada novel semacamnya sebelumnya. Tentang Otherspace! Dimensi Lain! Ini dimensi baru dalam novel. Kita akan terbawa masuk dalam Dimensi Lain dari kehidupan ini. Nggak percaya? Baca aja novelnya sampai tuntas. Swear...Anda akan mendapatkan "sesuatu yang lain".&lt;br /&gt;Ini sekedar gambaran novel itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul: The Otherspace&lt;br /&gt;Penulis: Emma Vixel&lt;br /&gt;Penerbit: Manda Pustaka&lt;br /&gt;Tahun Terbit: 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami karakter sebuah dimensi sama halnya dengan mempelajari berbagai macam probabilitas yang akan terjadi di masa mendatang. Kehidupan di dalam kehidupan, menggambarkan keberadaan parallel universe dalam koridor keberadaan adikodrati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau bau sesuatu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya. Seperti lilin aroma terapi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bau kemenyan seperti ini kau bilang aroma terapi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvis, sarjana muda lulusan Melbourne University memilih untuk terlibat langsung dalam penjelajahan dunia parallel. Berkawan sang ahli computer, Gilda, keduanya membentuk sebuah tim berbasis rasa penasaran terhadap parallel universe. Bersama anggota barunya, Justis, Rhema dan Ida Bagus mereka berpetualang menuju sebuah dimensi lain dengan berbagai rupa misteri angkasa raya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian telah berhasil menembus pintu gerbang dimensi lain, dimensi Pituju. Seperti yang pernah aku katakan kepada kalian, Pituju tak hanya berada di satu tempat…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengusung nama The Otherspace, kelimanya bergelut mencari kepastian atas beragam teori, menembus koordinat pintu gerbang dan masuk ke dimensi lain, dimensi Pituju yang menghadirkan sesosok wanita misterius.&lt;br /&gt;Akankah mereka mampu bertahan dalam keberadaan dunia adikodrati yang mencengangkan itu???&lt;br /&gt;The Otherspace, sebuah karya seni perpaduan fiksi-ilmiah menghadirkan serangkaian paragraf dengan kecerdasan imajinatif, kecenderungan berfikir dan mengedepankan keberagaman cara pandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don’t ever want to be monotonous people after you know about The Otherspace.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ini komentar para novelis dan masyarakat umum yang sudah membaca novel The Otherspace:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel yang menarik sekali. Temanya memberikan wawasan bermakna akan perpaduan sains dan metafisik. (Prisca Primasari, Novelis dan editor fiksi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca The Otherspace membuat kita ‘kecanduan’, ingin membaca lembar demi lembar untuk menemukan jawaban dari teka-teki misteri yang tersembunyi. (Ibnu Ahmad ‘Alimi, Penulis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah novel yang so unique. Jarang ada penulis yang mengangkat cerita&lt;br /&gt;dari mitos-mitos yang beredar di masyarakat. Cerita yang banyak menyita&lt;br /&gt;imajinasi dan pemahaman yang luar biasa. Banyak didukung dengan teori&lt;br /&gt;dan argument-argumen yang kritis. Walau kadang harus membacanya berulang kali&lt;br /&gt;untuk mendapatkan pemahaman yang tepat, tapi tetap saja membuat&lt;br /&gt;merinding. (Yuanita Nurwakhidah, Mahasiswa Institut Manajemen Telkom)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel yang LUAR BIASA: Mengkolaborasikan teori science dan metafisika dengan sangat indah dan menarik. Membacanya membawa kita menuju DUNIA LAIN yang mencengangkan (Nova Surya-Novelis)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-2920237941269376130?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/2920237941269376130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/06/novel-science-fiction-bagus-otherspace.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/2920237941269376130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/2920237941269376130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/06/novel-science-fiction-bagus-otherspace.html' title='Novel Science Fiction Bagus: The Otherspace'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SjtonvAjCzI/AAAAAAAAAGY/wUWejOvD8Sg/s72-c/the+otherspace+cover+depan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-4113872778178428480</id><published>2009-06-05T15:27:00.003+07:00</published><updated>2009-06-05T15:57:11.792+07:00</updated><title type='text'>Pak Dahlan Lagi: Kertas Sampah Jadi Uang!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SijXKCFubQI/AAAAAAAAAGA/pUpfzddzw7Y/s1600-h/kertas+di+tong+sampah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 177px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SijXKCFubQI/AAAAAAAAAGA/pUpfzddzw7Y/s200/kertas+di+tong+sampah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343757525234642178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini lagi-lagi tentang Pak Dahlan Iskan, sang CEO Jawa Pos. Saya jadi teringat kisah teman saya dengan Pak Dahlan. Si teman saya ini cerita kisah uniknya dengan orang nomor satu di Jawa Pos itu. Saya pun tertarik. Bukan karena Pak Dahlan ganteng seperti Beckham, atau sekaya Sulaiman, bukan pula selucu Mr. Bean. Ini semata-mata karena bagi saya, kisah itu unik. Apa sih ceritanya??? Begini loh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya tentang SAMPAH JADI UANG! Haaaahhhh.... Swear....!!! Jutaan lagi...&lt;br /&gt;Yo opo seh ceritane? Suatu saat teman saya dapat kerjaan dari Pak Dahlan. Mepet deadlain-nya gila-gilaan. Dia dapat tugas me-layout bukunya Pak Dahlan dalam waktu kurang dari 10 jam. Karena esoknya buku itu mau dibawa ke Jakarta (kalau gak salah...). Padahal buku itu lumayan tebal. Tahu jam berapa dapat tugas itu? Tidak saat jam kerja, tapi jam 8 malam, bung! Waktu enak-enaknya ngumpul sama istri kan? Hehe... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, teman saya yang emang orangnya "doyan kerja" dan dekat Pak Dahlan, akhirnya berangkat ke kantor. Dia lembur mati-matian (aslinya sih masih hidup...). Mata melek dipelolotin... Biar gak ngantuk minum kopi dan lainnya... Apa yang terjadi? Paginya layout slesai. Temen saya KO juga... Matanya jadi besar (mbelolok....) dan merah-merah (kayaknya sih mata besar dan merah ini ciri khas temen saya itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dicetaklah buku itu paginya dan segera dibawa oleh Pak Dahlan. Hari berganti hari, dan jam berganti jam tanpa keliru menunjukkan menit dan detik-detiknya. Tibalah suatu waktu yang unik itu.... Teng...ting...teng.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Dahlan suatu saat datanga ke kantornya temenku itu. Dateng ke bagian finance.&lt;br /&gt;Apa yang terjadi? Pak Dahlan lalu mengatakan ke orang finance itu agar dia mengeluarkan uang (uangnya Pak Dahlan) untuk temenku yang kerja lembur itu sekian juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen finance itu bengong...kenapa? Karena pak Dahlan mengambil kertas dari tong sampah, lalu ditulisnya sebuah memo di kertas sampah itu sejumlah uang dan siapa yang dituju uang itu. Jreng....jrengggg.... Maka cairlah uang sekian juta untuk temenku yang bermata merah itu. Betapa senang hatinya hahaha....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang unik? Mungkin bagi Anda gak unik, tapi tidak bagi saya. Kenapa? Karena sampah itu...ya karena sampah itu. Kenapa pak Dahlan nggak pakai kertas memo atau kertas baru yang bersih saja? Kenapa pakai kertas di tong sampah? Itulah pak Dahlan.&lt;br /&gt;Baginya, kertas sampah bisa jadi duit jutaan. Tapi kalau yang nulis memo pakai kertas sampah itu sampeyan, apa bisa jadi uang? Haha...mungkin jadi uang, tapi uang-uangan....&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SijdbuXj-gI/AAAAAAAAAGI/A9B5Bd-Gjk8/s1600-h/dahlan+iskan+oke.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 145px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SijdbuXj-gI/AAAAAAAAAGI/A9B5Bd-Gjk8/s200/dahlan+iskan+oke.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343764426248157698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ya, itu bisa berarti penghematan, efisiensi, atau apalah. Karena Pak Dahlan posisinya sebagai big bos. Itulah ampuhnya wewenang dan jabatan. Yang sampah bisa jadi uang!!! Makanya, jangan anggap sampah tak berharga... Betul??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-4113872778178428480?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/4113872778178428480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/06/pak-dahlan-lagi-kertas-sampah-jadi-uang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/4113872778178428480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/4113872778178428480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/06/pak-dahlan-lagi-kertas-sampah-jadi-uang.html' title='Pak Dahlan Lagi: Kertas Sampah Jadi Uang!'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SijXKCFubQI/AAAAAAAAAGA/pUpfzddzw7Y/s72-c/kertas+di+tong+sampah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-2414930683497549930</id><published>2009-06-03T09:29:00.002+07:00</published><updated>2009-06-03T09:34:59.596+07:00</updated><title type='text'>Beginilah Cinta  Dua Wanita Salihah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SiXhQIBAzGI/AAAAAAAAAF4/hF9e-YyQtPM/s1600-h/wanita-muslimah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SiXhQIBAzGI/AAAAAAAAAF4/hF9e-YyQtPM/s200/wanita-muslimah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342924200090848354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah wahai pemudi Islam kepada Sayyidah Khadijah, bagaimana ia memposisikan dirinya sebagai istri yang salihah ketika memeluk suaminya (Rasulullah) di saat beliau dalam keadaan kesulitan. Ia menginfakkan seluruh hartanya untuk dakwah baik diminta ataupun tidak diminta. Ia selalu berada di samping Rasulullah bagaimanapun kondisi yang beliau hadapi. Dan, ia pun selalu menyebutkan kemuliaan akhlak Rasulullah dengan mengatakan kepada Rasulullah sendiri di saat beliau dalam keadaan sangat takut sekali: “Tidak demikian, demi Allah! Allah tidak akan menghinakanmu. Sesungguhnya engkau selalu menyambung silaturahim, berbicara benar, tetap tegar, memuliakan tamu, dan membantu yang benar.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sebuah pelajaran untuk para wanita ketika menghadapi suaminya yang sedang merasakan jiwanya dalam kegalauan dan perasaan hina (rendah diri). Wanita yang cerdas adalah yang selalu berada di samping suami dan menenangkannya di saat ia gundah serta dalam kesulitan, selalu menyebutkan kemuliaan akhlak dan tugasnya sebagai suami, kebaikan hubungannya dengan masyarakat sosial dan wawasan keilmuannya. Dan, bukan justru menambah kekacauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah kembali Ummu Salamah dengan cintanya kepada suami yang sangat menakjubkan dan jarang sekali ditemukan. Seluruh keikhlasannya diberikan kepada suami tercinta hingga akhir hayatnya. Bahkan, ia sempat menolak lamaran sahabat Rasulullah yang tidak diragukan lagi kemuliaannya, karena ia tidak menemukan seorang pun yang mampu menggantikan posisi suaminya yang telah mengisi hatinya dengan cinta, kelembutan dan kasih sayang, sedangkan ia hanya wanita janda yang sudah mempunyai anak. Tidak seorang pun yang mampu menandinginya kecuali sebaik-baik manusia, yaitu Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ia tahu bahwa Rasulullah ingin mempersuntingnya, ia pun ungkapkan segala masalah dan kekurangannya sehingga hidup yang akan mereka tempuh nantinya jelas dan tidak ada ketertutupan. Rasulullah ketika bersamanya menjalin hubungan harmonis sebagai suami istri. Rasulullah memberikan suri teladan dengan memenuhi janji, memuliakan, dan berakhlak mulia terhadapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Kitab Risâlah ilâ al-Mutahabbîn min asy-Syabâb, Prof. Dr. Nazhmi Khalil Abu al-‘Atha Musa, Dâr as-Salâm Kairo - Mesir)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-2414930683497549930?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/2414930683497549930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/06/beginilah-cinta-dua-wanita-salihah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/2414930683497549930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/2414930683497549930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/06/beginilah-cinta-dua-wanita-salihah.html' title='Beginilah Cinta  Dua Wanita Salihah'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SiXhQIBAzGI/AAAAAAAAAF4/hF9e-YyQtPM/s72-c/wanita-muslimah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-7861620965113925357</id><published>2009-06-03T09:20:00.002+07:00</published><updated>2009-06-03T09:27:36.559+07:00</updated><title type='text'>Belajarlah dari  Kisah Cinta Wanita Papa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SiXfgGXgw7I/AAAAAAAAAFw/NKbHwcnBUgE/s1600-h/ayat2+cinta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SiXfgGXgw7I/AAAAAAAAAFw/NKbHwcnBUgE/s200/ayat2+cinta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342922275502998450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wahai pemudi Islam!&lt;br /&gt;Di dalam hadis shahih muttafaq ‘alaih dikisahkan ada seorang gadis miskin yang menjaga kesucian dan kehormatannya. Inilah kisah suri teladan yang kupersembahan untuk kalian, kisah seorang wanita fakir yang mempertahankan kesucian dan kehormatannya ketika dilanda kelaparan yang hampir membinasakannya. Dan, di saat itu pula kekasihnya mengambil kesempatan ingin melampiaskan nafsu birahinya serta menggodanya untuk melepaskan kehormatannya sebagai seorang wanita suci.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kekasihnya mengeksploitasi tipu dayanya untuk melaksanakan kehendaknya, namun wanita tersebut tidak pernah lupa kepada Tuhan dan kehormatannya. Bagaimana tidak, wanita tersebut dalam keadaan genting hampir kehilangan kehormatan, dalam posisi terjepit, fitnah dan hilang kesadaran akal sehat. Akan tetapi, dengan ketakutannya kepada Allah, rasa takwa dan selalu berpegang teguh kepada perintah serta larangan Allah, hembusan nafsu birahi tersebut pun bisa dipadamkan dan tipu muslihat setan dihindarinya. Ia pun mengembalikan semua urusan kepada Allah, sehingga Allah menyelamatkannya dari tipu daya tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah dalam hadis ini memberikan contoh kepada kita bagaimana seorang wanita menjaga kesucian dan kehormatannya. Karena, wanita itu juga menyadarkan lelaki tersebut agar segera mengingat Allah  di saat-saat setan sedang meluncurkan godaannya sehingga seketika itu pula dia ingat kepada Allah dan menghindar dari perbuatan keji yang hampir menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah wahai pemuda Islam kepada saudaramu ini! &lt;br /&gt;Di saat dia sudah mendapatkan seorang wanita yang dicintainya dan dapat dia beli dengan hartanya, bahkan wanita tersebut sudah menerima apa yang akan dilakukannya, namun ketika dia diingatkan oleh wanita tersebut agar segera sadar dan bertaubat kepada Allah, seketika itu pula dia pun sadar dan takut akan azab Allah. Padalah, dia sangat mencintai wanita itu dan membangkitkan nafsu birahinya. Dengan demikian Allah telah menyelamatkannya dari seburuk-buruk kebinasaan yang mungkin dapat mematikan manusia dari kurungan, kehausan, kelaparan, sesak nafas dan bisa pula mati dengan berlahan-lahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan kembali sikap Nabi Yusuf, bagaimana ia menjaga Allah dan Allah pun menjaganya. Bagaimana Nabi Yusuf tetap tegar walaupun istri Raja Aziz menyakiti dan menipudayanya. Bagaimana ia tetap bertahan walaupun dizalimi dan dipenjarakan. Namun demikian, Allah membebaskannya dari penjara dan kekecewaan istri Raja Aziz. Bahkan, Allah menjadikannya seorang raja tersohor di Mesir dan mengembalikan Nabi Yusuf kepada ayahnya dan keluarganya tercinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Kitab Risâlah ilâ al-Mutahabbîn min asy-Syabâb, karya Prof. Dr. Nazhmi Khalil Abu al-‘Atha Musa, Dâr as-Salâm Kairo - Mesir)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-7861620965113925357?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/7861620965113925357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/06/belajarlah-dari-kisah-cinta-wanita-papa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7861620965113925357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7861620965113925357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/06/belajarlah-dari-kisah-cinta-wanita-papa.html' title='Belajarlah dari  Kisah Cinta Wanita Papa'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SiXfgGXgw7I/AAAAAAAAAFw/NKbHwcnBUgE/s72-c/ayat2+cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-7511887050112683479</id><published>2009-06-03T09:09:00.002+07:00</published><updated>2009-06-03T09:19:38.540+07:00</updated><title type='text'>Belajarlah dari  Kisah Cinta Putri Diana dan Pemuda Gua</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SiXdnkCUZuI/AAAAAAAAAFo/j-igFCcZv-M/s1600-h/gua_hira.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 174px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SiXdnkCUZuI/AAAAAAAAAFo/j-igFCcZv-M/s200/gua_hira.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342920204703000290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kisah serupa yang terjadi pada istri Raja Aziz telah terjadi di abad 20 M, tetapi dengan metode penyampaian seorang penulis Eropa yang kita kenal dengan kisah cinta Putri Diana dengan salah seorang pemuda. Kisah ini pun dipublikasikan ke seluruh penjuru dunia dan sempat menggegerkan kursi Kerajaan Inggris karena cinta tersebut lahir tanpa dasar hukum resmi, baik secara agama dan atau undang-undang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terjadi kecelakaan yang menewaskan Putri Diana dan kekasihnya, berbagai media massa di seluruh dunia disibukkan dengan kisah cinta mereka berdua hingga tersebarlah cerita baik dan buruknya hubungan mereka serta terbongkarlah rahasia-rahasia mereka yang selama ini disembunyikan. Kisah Putri Diana ini menjadi sebuah kisah cinta yang diabadikan di media massa, teater, dan drama-drama televisi.&lt;br /&gt;Allah memberikan pelajaran kepada hamba-hamba-Nya melalui kisah-kisah seperti ini maupun kisah lainnya di dalam ayat-ayat Al-Qur’an atau di dalam kejadian kehidupan sehari-hari untuk menjelaskan kepada manusia betapa pentingnya konsisten berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi dan bermasyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Rasulullah juga menyatakan dalam sabdanya tentang tiga orang laki-laki yang terkurung di dalam gua: “Adalah tiga orang laki-laki sebelum melancong ke suatu tempat. Ketika tiba masuk waktu senja, mereka melihat sebuah gua dan memasukinya untuk bermalam di situ. Setelah mereka masuk, seketika itu bebatuan besar dari gunung runtuh hingga menutupi pintu gua yang mereka tempati. Mereka pun berteriak: ‘Kalian tidak akan selamat dari reruntuhan batu ini kecuali dengan bermunajat kepada Allah dengan bekal amal Salih.’ Di antara mereka ada yang berkata: ‘Ya Allah, aku memiliki putri paman yang sangat kucintai.’ –Pada riwayat lain disebutkan: ‘Aku mencintainya’, sebuah cinta sejati dari seorang lelaki–  ‘Aku ingin menikahinya, namun dia menolakku. Setelah beberapa tahun kemudian dia datang kepadaku di saat musim kelaparan dan paceklik, maka aku berikan kepadanya seratus dua puluh dinar dengan syarat dia menerima apa yang akan kulakukan terhadapnya. Dan, ia pun menyetujui permintaanku itu. Ketika aku melampauinya –dalam riwayat lain: tatkala aku berada di antara dua kakinya–  dia berkata: ‘Bertakwalah kepada Allah! Dan jangan rusakkan cincin kecuali ada hakmu di situ.’   Seketika itu aku berpaling darinya  dan dia adalah wanita yang sangat kucintai. Dan, seketika itu pula kutinggalkan emas yang telah kuberikan kepadanya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkan lagi bahwa lelaki tadi berdoa: “Ya Allah, jika aku lakukan itu untuk mengharapkan rida-Mu, maka bebaskanlah kami dari musibah ini.”  Lelaki yang lain pun berdoa, maka hancurlah batu-batu yang mengurung mereka di dalam gua hingga kemudian mereka dapat keluar dengan selamat dan melanjutkan perjalanan kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Kitab Risâlah ilâ al-Mutahabbîn min asy-Syabâb, karya Prof. Dr. Nazhmi Khalil Abu al-‘Atha Musa, Dâr as-Salâm Kairo - Mesir)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-7511887050112683479?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/7511887050112683479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/06/belajarlah-dari-kisah-cinta-putri-diana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7511887050112683479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7511887050112683479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/06/belajarlah-dari-kisah-cinta-putri-diana.html' title='Belajarlah dari  Kisah Cinta Putri Diana dan Pemuda Gua'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SiXdnkCUZuI/AAAAAAAAAFo/j-igFCcZv-M/s72-c/gua_hira.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-4495545063768486878</id><published>2009-05-16T12:11:00.004+07:00</published><updated>2009-05-16T12:37:29.924+07:00</updated><title type='text'>Hemat ala Pak Dahlan Iskan</title><content type='html'>Apakah Anda hemat ataukah masih boros? Ada pepatah kita dengar: hemat pangkal kaya. Ada kaidah agama mengatakan: innal mubadzirina ikhwanasy-syayathin (sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah teman-teman setan). Apakah orang kaya itu hemat? Mungkin ada yang iya ada yang tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kejadian sederhana yang menarik bagi saya tentang hemat. Ini soal Pak Dahlan Iskan (CEO Jawa Pos). Ceritanya begini. Ini benar-benar terjadi. Kejadiannya saya saksikan dengan mata kepala saya sendiri. Saat itu Pak Dahlan datang ke salah satu perusahaan Group Jawa Pos untuk suatu keperluan. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sg5QjUhzURI/AAAAAAAAAFY/1LK5Gv3R4BI/s1600-h/dahlan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 193px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sg5QjUhzURI/AAAAAAAAAFY/1LK5Gv3R4BI/s200/dahlan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336291176216744210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Dahlan duduk di kursi dekat sebuah print yang sering  digunakan oleh admin. Nah, datanglah seorang admin (cewek) yang nge-print sebuah dokumen berkop perusahaan itu. Setelah print selesai, Pak Dahlan bertanya kepada si admin.&lt;br /&gt;   "Eh...apa itu?" tanya Pak Dahlan.&lt;br /&gt;   "Ini Pak......bala...bla....." Si Admin pun menjelaskan.&lt;br /&gt;Saat itulah Pak Dahlan komentar melihat ada print berwarna di hasil print itu. Ternyata yang dikomentari print warna.&lt;br /&gt;   "Ngapain print warna kalo hitam aja bisa. Kan bikin boros." Begitu ujar Pak Dahlan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sg5Q0XCzl7I/AAAAAAAAAFg/pIU8daVWtyU/s1600-h/print.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sg5Q0XCzl7I/AAAAAAAAAFg/pIU8daVWtyU/s200/print.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336291468949821362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Saya yang menyaksikan hal itu langsung memutar otak. Oooooowwww...ternyata soal hemat. Saya nggak nyangka kalo Pak Dahlan berfikir dan bersikap sedetail dan seperhatian itu. Hal seperti itu (soal print) kadang tak dipikirkan orang banyak, tapi dipikirkan Pak Dahlan.&lt;br /&gt;  Orang mungkin berfikir, nggak masalah, tapi Pak Dahlan tidak. Saya pun mengangguk-angguk dengan pola pikir Pak Dahlan. Saya pun menghitung, berapa biaya tinta warna untuk nge-print dalam harian, mingguan, bulanan, dan tahunan jika dikumpulkan? Biaya yang mungkin sedikit, tapi jika dikumpulkan akan banyak juga. &lt;br /&gt;  Ya ini soal berhemat. Kalo print hitam aja cukup, kenapa warna? Boros kan? Iya juga ya.... Haha... kita mungkin berlucu-lucu: Apa karena hal seperti ini Pak Dahlan jadi kaya? Pak Dahlan masuk dalam 30 orang kaya menurut sebuah majalah (ini kalo nggak salah loh). Dengan itu, apakah Anda masih percaya pepatah "hemat pangkal kaya"? Terserah Anda.... yang penting, hemat boleh, tapi pelit jangan....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-4495545063768486878?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/4495545063768486878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/05/hemat-ala-pak-dahlan-iskan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/4495545063768486878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/4495545063768486878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/05/hemat-ala-pak-dahlan-iskan.html' title='Hemat ala Pak Dahlan Iskan'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sg5QjUhzURI/AAAAAAAAAFY/1LK5Gv3R4BI/s72-c/dahlan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-1174919095007714086</id><published>2009-05-16T11:56:00.002+07:00</published><updated>2009-05-16T12:06:12.247+07:00</updated><title type='text'>Belajarlah dari  Kisah Cinta Yusuf-Zulaikha</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sg5JqlRKM9I/AAAAAAAAAFQ/0xOfoZLQam0/s1600-h/bunga_mawar_valentine.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sg5JqlRKM9I/AAAAAAAAAFQ/0xOfoZLQam0/s200/bunga_mawar_valentine.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336283604388033490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, mari kita ambil sebuah contoh cinta membawa bencana yang jauh dari jalan Allah, yaitu kisah cinta yang mengelabui istri raja Aziz yang bernama Zulaikha kepada Nabi Yusuf. Kisah tersebut dijelaskan dalam firman Allah:&lt;br /&gt;“Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: &lt;br /&gt;‘Marilah ke sini.’ Yusuf berkata: ‘Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.’ Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan beruntung. Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (Q.S. Yûsuf : 23-24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Yusuf adalah seorang pemuda yang sangat bersih dan tampan. Oleh karena itulah, Raja Mesir Aziz saat itu menganjurkan kepada istrinya agar memperlakukannya dengan baik dan mulia, akan tetapi istri Aziz justru jatuh cinta kepada Nabi Yusuf  karena ketampanan dan kecerdikannya.  Itulah yang membuat istri raja Aziz lupa diri dan menggoda Nabi Yusuf  sampai mengajak dan memaksanya berbuat mesum dengan menutup pintu-pintu di sekelilingnya seraya berkata kepada Nabi Yusuf: “Marilah ke sini”, atau “marilah mendekatiku dan bergegaslah! Aku sudah siap untukmu”. Akan tetapi, Nabi Yusuf menghindar sekuat mungkin dari godaan tersebut seraya berkata: “Aku berlindung kepada Allah, aku mengadu kepada-Nya dan mencegah apa yang engkau inginkan. Dialah Allah yang melindungiku dari orang-orang jahil. Dan Aziz adalah tuan serta rajaku. Oleh karena itulah, aku tidak mau mengkhianati dan berbuat kejahatan kepada istrinya. Sesungguhnya tidak akan beruntung orang-orang yang zalim, yang membalas kebaikan dengan kejahatan, atau tidak akan beruntung orang-orang yang zalim atas permintaan mereka, karena di antara mereka pengkhianat dan membalas suatu kebaikan dengan kenistaan.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wahai pemuda-pemudi Islam!&lt;br /&gt;Kisah Zulaikha ini sebagai contoh wanita yang tidak setia serta berjalan mengikuti nafsu syahwatnya dan melampiaskannya bukan pada tempat yang diperbolehkan oleh Islam, sehingga membuat nama baiknya tercoreng. Dan, Allah mengekalkan kisahnya di dalam Al-Qur’an sebagai sebuah kisah pengkhianatan seorang istri. Kisah tersebut Allah jadikan sebagai perumpamaan yang selalu dibaca siang dan malam. Selaian itu, kisah ini juga menjadi sejarah kebobrokan susila dan kerusakan keluarga, masyarakat sosial, dan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Nabi Yusuf menjadi suri teladan bagi pemuda Islam yang menjaga kehormatan dan takut kepada Allah, tidak rida dengan pengkhianatan, tidak dibutakan dengan nafsu syahwat, dan tidak tergoda dengan kecantikan, perhiasan dan kedudukan sosial politik seorang wanita. Bahkan, lebih baik baginya terkurung di dalam penjara daripada hidup dalam kemaksiatan dan kemurkaan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Berfirman:&lt;br /&gt;“Yusuf  berkata: ‘Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku.  Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.’” (Q.S. Yûsuf : 33) []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-1174919095007714086?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/1174919095007714086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/05/belajarlah-dari-kisah-cinta-yusuf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/1174919095007714086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/1174919095007714086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/05/belajarlah-dari-kisah-cinta-yusuf.html' title='Belajarlah dari  Kisah Cinta Yusuf-Zulaikha'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/Sg5JqlRKM9I/AAAAAAAAAFQ/0xOfoZLQam0/s72-c/bunga_mawar_valentine.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-2671687356730444110</id><published>2009-05-15T00:36:00.004+07:00</published><updated>2009-05-15T00:46:41.854+07:00</updated><title type='text'>Dijual Mobil Lawas: Bil Air</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SgxYz-6wWUI/AAAAAAAAAFI/bDRPDE5aNfE/s1600-h/Foto153.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SgxYz-6wWUI/AAAAAAAAAFI/bDRPDE5aNfE/s200/Foto153.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335737308613204290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya pulang ke Solo dan bermain ke rumah teman saya, ada mobil aneh yang saya lihat. Dua mobil berjajar yang nampaknya lumayan antik. Selidik punya selidik, ternyata mobil itu punya mertua teman saya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SgxYKKKvX_I/AAAAAAAAAE4/O0J6sIq3T1c/s1600-h/Foto157.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SgxYKKKvX_I/AAAAAAAAAE4/O0J6sIq3T1c/s200/Foto157.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335736590078533618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata mobil itu dijual juga. katanya ada yang sudah nawar, tapi harganya nggak cocok. apa sih mobil itu? Mobilnya merk Bil Air, buatan eropa, tahunnya lawas (saya nggak ingat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SgxYcw1_tvI/AAAAAAAAAFA/yNcuJI4Np78/s1600-h/Foto159.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SgxYcw1_tvI/AAAAAAAAAFA/yNcuJI4Np78/s200/Foto159.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335736909698152178" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda penggemar atau kolektor barang antik atau mobil lawas, silakan bisa beli tuh mobil. Bodinya masih bagus, interiornya juga belum rusak. Saya juga mencoba masuk dan duduk di dalamnya. Enak juga...longgar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-2671687356730444110?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/2671687356730444110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/05/dijual-mobil-lawas-bil-air.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/2671687356730444110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/2671687356730444110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/05/dijual-mobil-lawas-bil-air.html' title='Dijual Mobil Lawas: Bil Air'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SgxYz-6wWUI/AAAAAAAAAFI/bDRPDE5aNfE/s72-c/Foto153.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-5346906345211527512</id><published>2009-05-14T23:53:00.004+07:00</published><updated>2009-05-15T00:26:15.739+07:00</updated><title type='text'>Sesekali Pulanglah ke Kampung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SgxUDu9C2SI/AAAAAAAAAEw/ll9UWRGyRX0/s1600-h/Foto011.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SgxUDu9C2SI/AAAAAAAAAEw/ll9UWRGyRX0/s200/Foto011.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335732081647606050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pernah rindu kampung halaman tempat anda dilahirkan? Apa yang ada dalam benak jika teringat rumah tempat kita bermain saat kecil kita bersama ibu tercinta? Apa yang terbayang saat berada di tempat-tempat penuh kenangan di kampung bersama teman-teman kecil dulu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang saya rasakan saat beberapa waktu lalu pulang kampung. Walaupun jauh, dari Surabaya (Jatim) ke Kebumen (Jateng)nyopir sendiri ditemani istri, terasa dekat karena dibakar kerinduan mendalam akan kampung halaman. Sejak usia 12 tahun (lulus SD) saya hijrah dari desa ke kota. Menimba ilmu di kota dari SMP hingga kuliah di luar kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sampai di desa, bayangan masa kecil saya mulai berputar. Kenangan angon sapi (menggembala sapi), ngarit (cari rumput), repek (cari kayu bakar), slibon di cekdam (renang di waduk), main layangan, ngaji di Mesjid, saat sekolah nyeker (tanpa alas kaki) di sekolah yang bocor, dan sebagainya seolah hadir di depanku. Teman-teman masa kecilku seolah datang menemuiku, walaupun tanpa wujud. Ya...kini aku berada di sisi lain dari kehidupanku. Berada dalam episode yang baru. Tapi, kampungku adalah "identitasku" yang tak pernah akan kulupakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SgxTjxpO7FI/AAAAAAAAAEo/2_7VjgmYdCg/s1600-h/metik+cabe.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SgxTjxpO7FI/AAAAAAAAAEo/2_7VjgmYdCg/s200/metik+cabe.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335731532614003794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat di desaku, kedamaian menyelinap dalam rongga-rongga jiwaku. Tak ada bising suara kendaraan yang menyesakkan dada dan kemacetan yang membuat stres. Tak ada panas yang harus ber-AC karena udara segar ditiupkan oleh mulut dedaunan yang rindang. Tak ada hingar-bingar keramaian kota yang menimbulkan kerawanan dan kesenjangan sosial makin menjadi-jadi. Di desaku, seolah semuanya sama. Tak ada bos dan pesuruh, tak ada majikan dan pembantu, tak ada pengemis dan pengamen yang mengais uang dari minta-minta. Alam desa seolah menenggelamkan jiwa yang resah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar menikmati desaku. Memanjat pohon kelapa untuk memetik kelapa muda. Memetik cabai dan sayuran di sawah dan pekarangan. Melihat hijaunya sawah yang sedang menguning padinya. Dan mendengarkan kicau burung yang menenteramkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SgxP1cgzkaI/AAAAAAAAAEg/t0u1XphDqbE/s1600-h/rumah+ninine.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SgxP1cgzkaI/AAAAAAAAAEg/t0u1XphDqbE/s200/rumah+ninine.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335727438132646306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tiba waktunya kembali ke hingar-bingar kota, tak terasa ada yang mengalir membasahi kelopak mataku. Haru....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih ayah ibuku, aku mencintaimu.&lt;br /&gt;Terima kasih desaku, aku akan kembali lagi menengokmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-5346906345211527512?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/5346906345211527512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/05/sesekali-pulanglah-ke-kampung.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/5346906345211527512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/5346906345211527512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/05/sesekali-pulanglah-ke-kampung.html' title='Sesekali Pulanglah ke Kampung'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SgxUDu9C2SI/AAAAAAAAAEw/ll9UWRGyRX0/s72-c/Foto011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-8622557486053204853</id><published>2009-05-07T13:12:00.002+07:00</published><updated>2009-05-07T14:07:54.250+07:00</updated><title type='text'>Mangga Tengah Malam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SgJ8OTg7NII/AAAAAAAAAEY/e9hVg2YMuBs/s1600-h/mangga.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 238px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SgJ8OTg7NII/AAAAAAAAAEY/e9hVg2YMuBs/s320/mangga.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332961493958472834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anda pernah keluar tengah malam mencari buah mangga? Anda pernah mencari sesuatu yang "langka" karena istri Anda ngidam? Bagaimana rasanya mencari barang "langka"a itu? Capek, bingung, nggak karuan...? Entahlah mungkin tiap orang beda haha....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini soal pengalaman saya: mencari mangga tengah malam. Nampak aneh bukan? Mungkin aneh, mungkin juga tidak. bagi penjual mangga mungkin itu biasa. Bagi saya, ini luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya begini. Istri saya malam itu sudah hendak tidur. Di spring bed, dia sudah pakai bad cover. Tiba-tiba bilang ke saya, "Pieh, aku pengin mangga..." Haaaaaa...apaan??? Sontak saya pun kaget. Malam begini mau makan mangga? Jarum jam dinding menunjuk angka 24.00-an tengah malam! Langsung otak saya berputar, melayang-layang...campur bingung. Coba Anda bayangkan jam segitu mau cari mangga di mana? Kalo kita penjual mangga ato punya pohon mangga yang lagi buah, nggak masalah. Lagian, ini bukan "usum"-nya buah mangga, nggak musim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, apa boleh dikata, istriku memelas, "Pieh...mangga...pengiiiiin banget." Aku nggak tahu, apa istriku ngidam? Tapi kayaknya nggak. Emang sih, istriku saat itu lagi pengin banget punya anak. Maklum manten baru haha... Demi istriku tercinta, aku pun langsung ambil kunci mobil. "Mieh, tak cari mangga dulu ya keluar. Tunggu di rumah ya..." Begitu pamitku padanya. Dengan penuh harap, istriku pun melepasku mencari mangga di tengah malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil nye-start-ter mobil, otakku muter terus, nyari di mana malam-malam gini. Akhirnya pun otakku punya peta: mulai cari Alfamart 24 jam,lalu kios buah seberang jalan dekat rumah, dekat bandara Juanda (rumahku cuma dua menit dari Juanda). langsung roda mobilku berputar ke arah Alfamart 24 jam di dekat rumahku. hasilnya? "Nggak ada mangga mas. Nggak musim," begitu kata pelayan. Aku pun banting stir ke kios buah. Tutup!!! Yaaah...jam segini pasti aja kios dah tutup. Setir aku luruskan ke arah Berbek Industri, mau ke arah jalanan Terminal Bungurasih. Di timur terminal, di bawah jembatan layang biasanya malam-malam gini pasar jalanan dah buka. Sambil jalan terus dan mumet pun masih bersarang di kepalaku, aku sempatkan mampir ke Alfamart 24 jam lain. Hasilnya pun nihil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus jalan hingga hampir satu jam mencari-cari sekitar jalanan, mungki saja ada warung jualan mangga. Nggak ada bung! Pelan-pelan rem aku injak, dan berhanti di pasar jalanan dekat terminal. Aku langsung mencar-cari. Nggak ada. aku pun tanya ke panjual, "Pak, jualan mangga?" "Nggak ada mas." Aku mulai pusing. Sudah banyak tempat aku datangi. Nol. "Kalau pasar buah yang buka malam-malam mana ya Pak?" "Wah mana ya? Kalau sini nggak ada. Di Porong kayaknya ada. tapi nggak tahu juga buka apa nggak" begitu kata bapak paruh baya. Haaahhhh...Porong? Deket lumpur Lapindo??? Jauh banget...hampoir satu jam dari rumahku. Busyett...pikirku. Nggak mungkin kayaknya ke Porong. Aku pun rencana pulang dulu, mau rundingan dengan istri, gimana baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyusuri jalan Juanda. Nah, kebetulan penjual jagung bakar langganan istriku (istriku jagungmania!) buka. Iseng-iseng tanya tempat jual buah malam. Bapak dan ibu penjual jagung itu sudah akrab banget dengan saya dan istriku. Aku opun memarkir mobil persis di depan gerobak jagung yang sudah mau tutupan itu. "Pak, yang jualan mangga malam-malam gini di mana ya Pak?" Sebentar Pak jagung itu pun berpikir. Lalu dia pun memberi titik terang. "Mas, di Surabaya ada supermarket 24 jam, deket jalan Darmo." Haaahhhh....Surabaya???? Darmo???? Kebayang betapa jauhnya dari rumahku. Kalau pas siang dan mecet, bisa satu jam. Tapi saya pun akhirnya memutuskan akan ke Darmo, cari supermarket itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ke Surabaya, aku pun pulang dulu. Mendengar suara mobilku, istriku sudah membukakan pintu setelah menunggu satu jam lebih. Denganwajah penuh harap cemah dia tanya, "Dapet pieh?" "Nggak dapet," jawabku agak kelu. Akhirnya aku pun menjelaskan rencana ke Surabaya. Istriku saya tawari, mau ikut apa nggak. Akhirnya dia ikut, biar nanti kalau dapat mangga langsung bisa makan. Dia pun langsung ambil pisau. Buat siap-siap ngupas kalo nanti dapat mangga. Sebalum ke Surabaya, saya telpon ke 108 tanya alamat supermarket 24 jam. habis itu, aku pun telpon sipermarket itu, tanya ada mangga apa nggak. Dari seberang telpon njawab, "Kayaknya ada mas." hatiku pun lumayan lega. Terbayang mangga di sana, dan senyum manis istriku yang sedang makan mangga: manis!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun langsung tancap gas ke Surabaya, jalan raya Darmo!!! Jam sudah 01.30-an dini hari. jalan tidak macet seperti kalau aku pulang pergi kantor. Tidak nyampai satu jam aku pun pelan-pelan ke pelataran parkir supermarket 24 jam itu. Masih ramai ternyata. Saya dan istri pun langsung ke counter buah. Lama saya dan istri mencari-cari mangga. Banyak sekali buah di situ, baik yang lokal maupun impor. Sepertinya mangga nggak ada. saya dan istri mulai deg-degan, jangan-jangan  nggak ada. Untuk memutus keraguan, aku pun tanya sama pelayan, "Mbak, mangga ada nggak?" Jawabnya pun mengagetkan kami berdua, "Wah, nggak ada tuh mas. Lagi nggak musim." Dueeeerrrr!!!! Aku pun langsung lemes..... Ya Allah, dah jauh-jauh, malem-malem...ngaak ada mangga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum puas dengan jawaban pelayan, saya dan istri pun muter mengelilingi seluruh pojok supermarket. Kali ada mangga yang nyungsep di lain tempat. Hasilnya? La maujud: nggak ada! istriku langsung kecewa berat. Anda bisa bayangkan kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tanya sama istri, "Gimana ini baiknya...mau cari lagi apa pulang??" Dengan agak cemberut dia jawab pulang aja walaupun dengan penuh kecewa dan menahan air liur yang pengin banget mangga. Aku pun menjelaskan, malam-malam gini nggak ada orang jualan mangga. Belum sempat kami keluar peintu supermarket, saya lihat manisan mangga. Aha....mungkin ini bisa jadi penawar. "Mieh, ada manisan mangga, mau??" Dia pun mengangguk. Saya beli satu  manisan mangga dan manisan salak masing-masing satu plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun masuk mobil, mau pulang. Sebelum aku menghidupkan mobil, aku lihat istriku mulai makan manisan mangga, dan kutanya, "Mieh, manisan mangganya dah nggantiin mangganya belum?" "Belum," jawabnya. Tuing...tuing..... Sambil senyum aku pun menginjak gas....mbbbbbrurrrr... kami pun pulang dengan hasil: setengah mangga!!! &lt;br /&gt;Roda mobil melaju tak cukup kencang. Saat lihat jam dinding rumah, angka 03.00 sudah ditunjuk jarumnya. "Tidur yuuukkk, capek. Besok siang cari mangga ya sayang."  ZZZZZZZ.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-8622557486053204853?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/8622557486053204853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/05/mangga-tengah-malam.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/8622557486053204853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/8622557486053204853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/05/mangga-tengah-malam.html' title='Mangga Tengah Malam'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SgJ8OTg7NII/AAAAAAAAAEY/e9hVg2YMuBs/s72-c/mangga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-4879614349750688402</id><published>2009-04-05T10:58:00.004+07:00</published><updated>2009-04-08T13:56:27.509+07:00</updated><title type='text'>Menulis: ANTUSIASME dan SPIRITUALITAS!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SdxKXXbJhsI/AAAAAAAAADY/42xfJHYoR-o/s1600-h/dahlan+iskan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 303px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SdxKXXbJhsI/AAAAAAAAADY/42xfJHYoR-o/s320/dahlan+iskan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322210624930416322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pekan kemarin Pak Dahlan (CEO Jawa Pos Group) datang ke salah satu perusahaan penerbitan milik Jawa Pos Group. Saya tahu apa yang dilakukannya. Datang untuk mengecek naskah buku 'terbatas' yang beliau tulis khusus untuk kalangan Jawa Pos Group, tidak dijual dan dipublikasikan. Ya, semacam buku 'resep jurus khusus' bagi perguruan Jawa Pos. Buku itu tipis, cuma 58-an halaman. Tanpa halaman prelim, tanpa daftar isi. Murni judul-judul dalam lembaran-lembaran halamannya. Ukuran bukunya pun kecil, seperti ukuran buku komik. Kecil tapi berenergi. Buku itu bagi saya sebuah 'kitab energi'. Kitab yang menurut saya memuat saripati bagi orang yang berkecimpung di dunia jurnalistik atau tulis-menulis, termasuk penulis. Memuat inti jurus paling dalam dalam 'menulis-tulisan'. Apa inti jurus itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti jurus itu sebagaimana judul bukunya: HIDUP ANTUSIAS!!! Bergambar anak-anak Deteksi Jawa Pos yang berkumpul dan berekspresi antusias saat berpose dalam ulang tahun Deteksi. Ya, antusiasme. Mengapa antusiasme? Buku kecil itu dimulai dengan cerita Pak Dahlan tentang 'gulung tikar'-nya koran di Seattlle (AS) yang sudah berumur 147 tahun!!! Koran Seattlle Post-Intellegencer (disebut kotan P-I). Lalu Pak Dahlan mengaitkan kasus runtuhnya koran P-I itu dengan 'bagaimana Jawa Pos menghadapi tantangan ke depannya'. Ini semacam nasihat. Belajar dari kasus, sebagaimana pepatah: pengalaman adalah guru terbaik, experience is the best teacher. Kira-kira begitu. Dalam bahasa agama mungkin 'bermuhasabah' untuk kemudian mengmbil langkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti buku itu ada di bab terakhir, ya HIDUP ANTUSIAS itu. Antusiasme dalam menulis. karena antusiasme menulis itulah yang akan menghasilkan energi luar biasa dalam berkarya, bekerja. Antusiasme itu juga yang akan menumbuhkan kreativitas langkah-langkah dan ide-ide brilian dalam menghadapi tantangan yang lebih berat ke depan. Entah di mana letak antusisme dalam ilmu manajemen diri dan motivasi, katanya, tapi yang jelas itu energi kehidupan. Motor motivasi. Apapun dan di manapun orang itu berkarya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antusiasme layaknya 'nafsu'. Jika minus antusiasme, minus nafsu!!! Letoy, lemas, tak berdaya!!! Menulis juga butuh nafsu, nafsu nulis. Mungkin kalau di bahasa Arab jadi nafsul kitabah (maaf kalau salah ya...). Jenis nafsu inilah yang menjangkiti para ulama dan ilmuwan muslim terdahulu sehingga menghasilkan karya yang luar biasa berkualitas dan banyak jumlahnya. Lihat saja Ibnu Khaldun dengan kitab 'Al-Muqaddimah'-nya, Ar-razi dengan kitab 'Al-Hawi'-nya, Ibnu Sina dengan kitan 'Al-Qonun ath-Thibb'-nya, dan lain-lain. Mereka tak hanya menulis satu kitab, tapi berjilid0jilid kitab. Kita lihat juga Imam Bukhari yang hafal di luar kepala 100 ribu hadis shahih dan 200 ribu hadis yang tidak shahih, telah menulis puluhan kitab berkualitas yang berjilid-jilid. Kitab monumentalnya 'Shahih Bukhari' berjilid-jilid, lengkap dengan matan dan sanad hadisnya. Kitab ini bukan lagi best-seller, tapi lebih dari itu...entah apa namanya. tidak hanya ter-copy lebih dari 100 ribu eksemplar, tapi kitab Imam hadis itu dipakai sepanjang waktu sejak ditulisnya dan terus dicetak. Kualitasnya bukan lagi masuk Kick Andy, tapi "kitab tershahih di kolong langit ini setelah Al-Qur'an"!!! Apa kita tak mau terjangkiti virus intelektual Imam Bukhari ini???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Imam Bukhari bisa sampai bisa menulis demikian? Karena memiliki antusiasme! Coba saja lihat, Imam Bukhari rela melakukan perjalanan untuk mengecek sebuah hadis ke wilayah yang kalau sekarang di sebut 'pergi ke luar negeri', dalam waktu berhari-hari, bertahun-tahun. Saat itu tidak dengan Boeing, tapi maksimal dengan hewan berkaki empat (entah kuda atau onta). Bisa dibayangkan kan jika tanpa antusiasme. Lalu, ia pun menulisnya dengan antusias apa yang dia miliki dari karunia ilmiah yang diberikan Allah kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Pak Dahlan. Di buku kecil itu, selain antusiasme, beliau juga menyebutkan SPIRITUALITAS!!! Ya, spiritualitas. Nilai-nilai spiritual, energi batin yang menggelora dari aras keyakinan ruhani atas dasar landasan ilahiyah. Spiritualitas bergabung dengan antusiasme. Saya nggak tahu mana yang mempengaruhi, antusiasme mempengaruhi spiritualitas atau sebaliknya. Sulit memang memilahnya, karena abstrak. Tapi, kita bisa merasakan keberadaan dan efeknya. Spiritualitas ini menurut saya sebuah 'keyakinan' yang tertancap dalam jiwa. Maka, antusiasme menurut saya adalah 'semangat'. Dengan demikian, jika antusiasme digandengakan dengan spiritualitas menjadi: KEYAKINAN yang melahirkan SEMANGAT. Mungkin semacam itu. Ini analisa saya lohh... Anda bisa gak percaya, gak setuju, atau mengabaikannya. Terserah. Yang penting, Anda punya antusiasme dan spiritualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda (dan saya tentunya) masih malas menulis dan malas hidup, mungkin kita perlu 'membeli' antusiasme dan spiritualitas. Kalau tidak bisa bayar cash ya kredit saja. Bunganya 0% kok. Di mana belinya? Banyak yang jualan. Ada di orang lain, tokoh yang sukses, atau orang terdekat. Tapi yang jelas, dalam diri kita ada pabrik antusiasme dan spiritualitas. Tinggal kita saja yang mau memproduk atau nggak. Itu saja!!! Bagaimana memproduknya, terserah Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya itu dulu ya. Antusiasme dan spiritualitas. Ini mungkin yang menginspirasi salah satu iklan produk seluler: ANTI MATI GAYA!!! Kalau dalam menulis ya, ANTI MATI KARYA!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam antusias dan spiritualitas!!!&lt;br /&gt;Terima kasih Pak Dahlan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------&lt;br /&gt;Ratman&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-4879614349750688402?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/4879614349750688402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/04/menulis-antusiasme-dan-spiritualitas.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/4879614349750688402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/4879614349750688402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/04/menulis-antusiasme-dan-spiritualitas.html' title='Menulis: ANTUSIASME dan SPIRITUALITAS!!!'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SdxKXXbJhsI/AAAAAAAAADY/42xfJHYoR-o/s72-c/dahlan+iskan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-1897425392522908650</id><published>2009-04-04T19:14:00.004+07:00</published><updated>2009-04-04T20:05:55.093+07:00</updated><title type='text'>Buku: Ilmuwan-ilmuwan Muslim ....Karya Pertamaku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SddRTx72c4I/AAAAAAAAADQ/OCD8tI25wtk/s1600-h/ILMUWAN+MUSLIM.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 221px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SddRTx72c4I/AAAAAAAAADQ/OCD8tI25wtk/s320/ILMUWAN+MUSLIM.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320810885025264514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda ingin menulis? Dan diterbitkan menjadi buku? Atau Anda ingin menulis tapi susah banget mau nulis apa dan bagaimana nulisnya? Rumit dan susah banget kayaknya ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, dulu saya juga seperti itu. Pengin banget nulis, bingung nulis apa dan gimana nulisnya. Tapi akhirnya ada "energi" besar yang menyelinap tubuh dan jiwaku sehingga saya pun bisa menghasilkan karya: buku!!!! Wah seneng banget rasanya punya karya. Apalagi jika bisa dinikmati orang lain dan membawa manfaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sejak kuliah saya "nyambi" kerja, jadi editor!!! Walaupun saya ngedit buku, tapi saat itu saya belum bisa nulis. Payah kan? Nah akhirnya saya bernikan diri dengan mengumpulkan energi dan membangkitkan nafsu menulis. Saya dulu beli komputer, tapi lama gak dipakai nulis. Didiamin aja...mangkrak!! Paling-paling buat nulis-nilis dikit ide-ide atau apapun yang aku pelajari, diskusikan, dan kajian dengan teman-teman. Termasuk beberapa pengetahuanku dari referensi yang aku baca dan analisis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mahasiswa dulu memang "bacaholic" (maaf kalu istilahnya tidak tepat ya...). Juga "belibukuholic". ini bukan bermaksud sombong, tapi ini terjadi pad saya saat mahasiswa. Saya sering berhari-hari di kamar mbaca buku. Bisa sehari habis dua-tiga buku, tergantung tebal tipis dan kedalaman dan keseriusan materi buku yang aku baca. Kalau bukunya serius bisa lama bacanya...sekalian dianalisa gitu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ini juga membuat saya gak habis pikir: belibukuholic! Ya, untuk ukuran mahasiswa seperti saya dulu yang sudah gak dapat "beasiswa" ari ortu harus cari duit sendiri, termasuk tidak wajar dalam beli buku. kebetulan di Solo sering book fair dan banyak tempat buku bekas seperti Gladak (utara alun-alun Solo) dan Sriwedari (mba' Sri... gitu kata temen-temen). Sering gaji saya dari nyambi kerja 80% habis buat beli buku! Lalu makannya gimana? Tau ah...nyatanya bisa hidup juga sampe sekarang ya haha.... Pernah juga yang ini lucu. Saat Gramedia bazar buku, struk pembelianku panjangnya hampir SATU METER! Saking banyaknya buku yang kubeli, sampe-sampe temen saya geleng-geleng. Prinsipku: buku itu investasi! Aku yakin buku yang kubeli nanti akan menghasilkan buku dari karya-karyaku. Nyatanya? Terbukti!!! Kalaupun misalnya buku yang kubeli gak sempat aku baca, minimal jadi warisan anakku (bener kan?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya kembali ke buku pertamaku: Ilmuwan-ilmuwan Muslim. Buku itu benar-benar butuh energi yang besar untuk mennulisnya. Kenapa? Karena saya menulisnya dalam waktu sekitar 2x24 jam!!!! Gak percaya kan? Saya aja dulu gak percaya kok. Tapi nyatanya iya. Saya sampe tidak tidur 2x24 jam. Istirahat paling makan, sholat, dan mandi. kebetulan waktu itu saya masih di pondok, jadi suasananya kondusif banget. Capai dan ngantuk banget. setelah selesai ya balas dendam tidurnya haha... Wajar kan? setelah sekian lama menunggu proses cetak, betapa bahagianya saat buku itu jadi. Seolah diriku benar-benar eksis karena telah punya karya. ANTI MATI KARYA!!! (sorry mlesetin iklannya 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyadari memang menulis awalnya butuh perjuangan: lahir dan batin. Menulis, kata Dahlan Iskan (CEO Jawa Pos Group, butuh ANTUSIASME dan SPIRITUALITAS!!! percaya gak dengan kata Pak Dahlan? Aku percaya, karena Pak Dahlan juga membuktikan itu hingga dalam waktu yang relatif tidak lama bisa menghasilkan sekitar lima buku: Ganti Hati, Hati Baru, Pelajaran dari Tiongkok, Menegakkan Akal Sehat, Kentut Model Ekonomi, dan Tidak Ada yang Tidak Bisa! Buku Ganti Hati (yang menceritakan kisah ganti hatinya), dan Tidak Ada yang Tidak Bisa (bercerita tentang perjalanan Pak Karmaka, CEO Bank NISP) masuk Kick Andy. Belum lagi tulisan-tulisan Pak dahlan di koran yang sangat disukai pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe...kok malah ngomong soal nulis ya...Aku gak menggurui loh. banyak yang lebih pinter dan banyak karya dari saya, PASTI!!! Saya masih bayi soal karya buku. harus banyak "ngangsu kawruh" dari banyak orang yang sukses menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke bukuku yang pertama, buku Ilmuwan-ilmuwwan Muslim itu berisi "biografi" ilmuwan-ilmuwan muslim terdahulu, baik dari bidang fisika, kimia, biologi, matematika, sastra, dan sosial. Misalnya Ibnu Sina (Avicena), Ibnu Haitsam, Ibnu Khaldun, ar-Razi, Jabir ibnu Haiyan, dan lainnya. Karya-karya ilmiah dan penemuannya juga saya tuliskan. Buku ini memberikan pengetahuan bagi kita betapa kaum muslim memiliki ilmuwan yang terkenal dan sebenarnya jauh sebelum ilmuwan-ilmuwan Barat. Bahkan penemuan-penemuan ilmuwan muslim saat itu menjadi pondasi penemuan ilmuwan Barat selanjutnya. Saya justru menganalisa ada semacam "penyembunyian sejarah" dalam masalah ilmiah ini, sehingga nama-nama mereka tak terkenal di buku-buku pelajaran sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya ni data bukunya:&lt;br /&gt;Judul      : Ilmuwan-ilmuwan Muslim&lt;br /&gt;Penulis    : Ratman al-Kebumeny&lt;br /&gt;Penerbit   : Mediatama, Solo&lt;br /&gt;Thn terbit : 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dulu, terima kasih.&lt;br /&gt;Selamat membaca. Selamat berkarya!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-1897425392522908650?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/1897425392522908650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/04/buku-ilmuwan-ilmuwan-muslim-karya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/1897425392522908650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/1897425392522908650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/04/buku-ilmuwan-ilmuwan-muslim-karya.html' title='Buku: Ilmuwan-ilmuwan Muslim ....Karya Pertamaku'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SddRTx72c4I/AAAAAAAAADQ/OCD8tI25wtk/s72-c/ILMUWAN+MUSLIM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-7166622373646887013</id><published>2009-04-02T16:16:00.005+07:00</published><updated>2009-04-02T16:30:17.101+07:00</updated><title type='text'>Buku: Tokoh dan Ulama Hadis</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SdSDF8yJiJI/AAAAAAAAACo/_CKxOt0PpLo/s1600-h/COVER2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 228px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SdSDF8yJiJI/AAAAAAAAACo/_CKxOt0PpLo/s320/COVER2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320021198070450322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SdSC0pDRXtI/AAAAAAAAACg/w3V2cHSv0yA/s1600-h/COVER+4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SdSC0pDRXtI/AAAAAAAAACg/w3V2cHSv0yA/s320/COVER+4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320020900715781842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat rahmat Allah juga buku saya berikutnya yang berjudul "Tokoh dan Ulama Hadis" telah terbit berbarengan dengan buku "Menyingkap Rahasia Mukjizat Alquran". Buku ini menguraikan tentang tokoh-tokoh dan ulama-ulama hadis; mereka-mereka yang terkenal dalam bidang hadis. Tokoh dan ulama hadisnya mulai dari sahabat Nabi, tabi'in, hingga ulama zaman selanjutnya. Di situ diuraikan siapa dan bagaimana, misalnya, Abu Hurairah, Abdullah bin Umar, Abu Sa'id al-Khudri, dll dari kalangan sahabat. Dari kalangan ulama selanjutnya diuraikan siapa itu Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Turmudzi, Abu Dawud, Imam Nasa'i, dan Ibnu majah serta kitab-kitab mereka (kutubus sittah). Buku ini sangat layak dibaca bagi siapaun yang ingin mengetahui tokoh-tokoh hadis dan bagaimana hadis bisa sampai terpelihara sebegitu rupa hingga sampai di zaman kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut data bukunya:&lt;br /&gt;Judul     : Tokoh dan Ulama Hadis&lt;br /&gt;Penulis   : Ibnu Ahmad 'Alimi&lt;br /&gt;Penerbit  : Mashun (Kelompok Masmedia Buana Pustaka)&lt;br /&gt;Thn terbit: 2008&lt;br /&gt;Tebal     : 241 halaman&lt;br /&gt;Distribusi: toko buku di seluruh Indonesia (Gramedia, Togamas, dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat membaca!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-7166622373646887013?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/7166622373646887013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/04/buku-tokoh-dan-ulama-hadis.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7166622373646887013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/7166622373646887013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/04/buku-tokoh-dan-ulama-hadis.html' title='Buku: Tokoh dan Ulama Hadis'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SdSDF8yJiJI/AAAAAAAAACo/_CKxOt0PpLo/s72-c/COVER2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-2019127793511494517</id><published>2009-04-02T15:55:00.006+07:00</published><updated>2009-04-02T16:32:05.340+07:00</updated><title type='text'>Buku: Menyingkap Rahasia Mukjizat Alquran</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SdR-2Ee1ULI/AAAAAAAAACQ/Pp2KkI9oZuY/s1600-h/COVER.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 233px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SdR-2Ee1ULI/AAAAAAAAACQ/Pp2KkI9oZuY/s320/COVER.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320016527212499122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SdSCGigdLyI/AAAAAAAAACY/FpRHZ3KsWr8/s1600-h/COVER+3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SdSCGigdLyI/AAAAAAAAACY/FpRHZ3KsWr8/s320/COVER+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320020108685160226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan rahmat Allah buku saya (Ratman Boomen, dengan nama pena Ibnu Ahmad 'Alimi, karena bapak saya namanya Ahmad 'Alimi) yang berjudul "Menyingkap Rahasia Mukjizat Alquran" telah terbit. Buku ini mengungkap kemukjizatan Alquran. Selain bicara mukjizat Alquran, buku ini juga membahas kaitannya dengan kitab-kitab lain, yaitu Bibel (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru). Buku ini layak dibaca siapapun yang ingin memngetahui dan membuktikan kebenaran Alquran, baik muslim maupun non-muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini data buku tersebut:&lt;br /&gt;Judul     : Menyingkap Rahasia Mukjizat Alquran&lt;br /&gt;Penulis   : Ibnu Ahmad 'Alimi&lt;br /&gt;Penerbit  : Mashun (Kelompok Masmedia Buana Pustaka)&lt;br /&gt;Thn terbit: 2008&lt;br /&gt;Tebal     : 146 halaman&lt;br /&gt;Distribusi: toko buku di seluruh Indonesia (Gramedia, Togamas, dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat membaca!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-2019127793511494517?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/2019127793511494517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/04/buku-menyingakap-rahasia-mukjizat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/2019127793511494517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/2019127793511494517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/04/buku-menyingakap-rahasia-mukjizat.html' title='Buku: Menyingkap Rahasia Mukjizat Alquran'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IoOVCDI_Q8E/SdR-2Ee1ULI/AAAAAAAAACQ/Pp2KkI9oZuY/s72-c/COVER.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-3077974789851372519</id><published>2009-04-02T15:02:00.001+07:00</published><updated>2009-04-02T15:05:13.519+07:00</updated><title type='text'>Teladan Cinta Ummu Salamah</title><content type='html'>Teladan Cinta &lt;br /&gt;Ummu Salamah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini akan kuuraikan kisah Ummul Mukminin Ummu Salamah sebagai suri teladan cinta hakiki seorang istri kepada suaminya. Ummu Salamah radhiyallâhu ‘anha berkata: “Tatkala Abu Salamah (suaminya) hendak bepergian ke Madinah, ia menyiapkan untukku seekor unta, lalu menaikkanku ke atas punggung unta tersebut serta mengikutkan anak kami, Salamah,  di pangkuanku. Kemudian kami melakukan perjalanan dengan unta tersebut tanpa istirahat (tidak berhenti dan tidak menunggu sesuatu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kami berpisah dengan Makkah (sebelum keluar dari perbatasan Makkah), datanglah rombongan dari kaumku, yaitu Bani Makhzum mendekati dan menghardik kami, sembari berkata kepada Abu Salamah: “Jika engkau sudah mengalahkan kami untuk tidak menuruti kehendak kami, bagaimana tentang wanita ini?! Dia adalah keturunan kami, apa alasan kami membiarkanmu untuk membawanya, lalu kalian meninggalkan kami di sini?” Kemudian, mereka menahan Abu Salamah dan merampasnya dariku secara paksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar peristiwa yang menimpaku, kaum suamiku dari Bani Abdul Asad datang mengambilku serta anakku sehingga membuat mereka sangat marah dan berkata: “Kami tidak terima perlakuan kalian ini, dan demi Allah, kami tidak akan membiarkan anak ini bersama wanita dari bani kalian setelah kalian rampas mereka berdua dari anak kami secara paksa. Anak ini adalah anak kami juga dan kami lebih berhak terhadapnya.”&lt;br /&gt;Kemudian mereka memulai saling tarik-menarik untuk memperoleh anakku, Salamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian itu terjadi di depan mataku hingga terlepaslah Salamah dari tanganku dan mereka mengambilnya dariku. Beberapa saat setelah aku sadar, aku menemukan diriku dalam kebingungan dan kesendirian tanpa ada seorang pun di sekelilingku. Adapun suamiku tercinta menyelamatkan diri pergi ke Madinah memperjuangkan agama dan dirinya, sedangkan anakku di bawa Bani Abdul Asad dari pelukanku.&lt;br /&gt;Aku saat itu berada dalam kungkungan kaumku, Bani Makhzum, dan mereka melarangku untuk pergi ke mana-mana. Mereka pisahkan antara aku dengan suamiku, dan antara aku dengan anakku begitu cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai saat itu aku selalu keluar di saat menjelang petang ke suatu tempat ketidakberdayaanku. Aku pun duduk lesu di tempat peristiwa kepiluanku sembari mengingat-ingat kembali bayangan kepedihan perpisahanku dengan suami dan anakku di tempat itu. Dan, aku terpaku menangis hingga malam mulai mencekam. Aku terus-menerus seperti itu sampai setahun kemudian atau mendekati setahun, hingga tergugahlah hati seseorang dari kaum pamanku melihat keadaanku dan berkata kepada kaumku: “Apakah tidak sebaiknya kalian bebaskan wanita ini?! Kalian telah pisahkan dia dengan suami dan anaknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama-kelamaan kaumku mulai tergugah hati mereka dengan ucapan dari salah seorang bani pamanku, hingga akhirnya mereka berkata kepadaku: “Jikalau engkau mau, pergilah mencari suamimu.” Namun, bagaimana aku bingung mencari suamiku di Madinah, sedangkan anakku masih berada di Makkah bersama Bani Abdul Asad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin hatiku tenang dan air mataku kering seandainya aku berada di Madinah, sedangkan buah hatiku tinggal di Makkah dan tidak mengetahui kabarnya sama sekali. Di saat sedih seperti itu ada sebagian masyarakat yang memperhatikan kepedihan dan kegundahan yang kurasakan, sehingga terdetiklah hati mereka untuk membantu dan membicarakan keadaanku kepada Bani Abdul Asad serta merayu mereka sampai Bani Abdul Asad mengembalikan anakku, Salamah, kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pada itu, di Makkah aku mencari-cari seseorang yang bisa menolongku untuk menemaniku pergi ke Madinah, karena aku takut bila terjadi hal-hal yang tidak kuinginkan selama dalam perjalanan menuju Madinah tempat suamiku berlindung. Tapi apatah hendak di kata, tidak seorang pun kudapatkan yang bersedia menemaniku. Walaupun demikian, aku tetap bergegas menyiapkan unta dan anakku yang kuletakkan di gendonganku. Kemudian, aku pun pergi menuju Madinah mencari  suamiku tercinta tanpa seorang pun menemaniku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku sampai di daerah Tan’im,  aku bertemu dengan seorang pemuda bernama Usman bin Thalhah sembari bertanya kepadaku: “Wahai putri Zad Rakib,   ke manakah engkau mau pergi?” Aku pun menjawab: “Aku hendak pergi menjumpai suamiku di Madinah.” Ia bertanya lagi: “Tidak adakah orang yang menemanimu?” Aku pun menjawab: “Demi Allah, tidak ada. Hanya Allah yang bersamaku dan anakku ini.” Lalu ia berkata lagi: “Demi allah, aku tidak akan membiarkanmu pergi sendiri ke sana dan aku akan menemanimu sampai di kota Madinah.” Kemudian, ia pegang pelana untaku dan ikut mengantarku pergi ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersumpah bahwasanya aku tidak pernah ditemani seorang pemuda Arab semulia dia. Dan, apabila sampai di suatu tempat penginapan, ia menurunkan untaku dan menungguku sampai turun dari punggung unta. Ketika aku sudah turun dari punggung untaku dan sampai ke tanah, ia mendekati unta itu kembali dan membawanya ke sebuah pohon, lalu mengikatnya. Kemudian, ia pun mencari pohon yang lain untuk berteduh dan istirahat di bawah naungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah istirahat selesai, ia langsung berdiri mengambil untaku dan membawanya ke hadapanku sembari menunggu sampai betul-betul siap, lalu ia pun berkata: “Naiklah.” Setelah aku menaiki untaku dan berada di atasnya, ia datang menghampiri seraya mengambil pelana dan siap untuk berangkat kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap seperti itu ia lakukan setiap hari hingga kami sampai di Madinah. Tatkala kami sampai di daerah Quba′  tepatnya di daerah Bani ‘Amru bin ‘Auf, ia berkata: “Suamimu berada di daerah ini, maka masuklah ke daerah ini dengan rida Allah.” Dan, ia pun kemudian kembali lagi ke Makkah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpisah begitu lama, mereka akhirnya pun berkumpul kembali. Air mata Ummu Salamah menetes tak terbendung dan Abu Salamah sendiri sangat bahagia memiliki keluarga seperti Ummu Salamah serta anaknya. Inilah sekilas kisah cinta Ummu Salamah terhadap suaminya yang begitu tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah wahai pemuda Islam! &lt;br /&gt;Apakah orang yang engkau cintai akan melakukan seperti apa yang dilakukan Ummu Salamah terhadapa suaminya dan orang yang paling dia cintai? &lt;br /&gt;Dan, perhatikanlah wahai pemudi Islam! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah engkau mampu menghadapi masalah seperti yang terjadi pada Ummu Salamah yang telah berpisah begitu lama dari suami dan anaknya, hidup dalam kesendirian dan menangis pilu berkepanjangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada peristiwa Perang Uhud, Abu Salamah terluka parah, lalu Ummu Salamah sang istrinya tercinta mengobatinya hingga hampir sembuh. Namun, sangat disayangkan luka tersebut semakin membengkak dan parah seolah-olah lukanya terbuka yang menyebabkan Abu Salamah terus berada di atas ranjangnya. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Tatkala Abu Salamah sedang diobati lukanya, ia berkata kepada istrinya: “Wahai Ummu Salamah! Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Apabila seseorang terkena musibah, hendaklah ia mengucapkan innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn.” Kemudian, Abu Salamah menambahkan: “Ya Allah, kukembalikan kepadamu seluruh musibah yang mengenaiku. Ya Allah, berikanlah kepada istriku yang lebih baik dari diriku.” Allah pun kemudian mengabulkan doanya.&lt;br /&gt;Tak berapa lama Abu Salamah wafat dan Ummu Salamah mengingat apa yang diriwayatkan Abu Salamah dari Rasulullah sembari berdoa: “Ya Allah, kuserahkan kepadamu seluruh musibahku ini ….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, hati Ummu Salamah sebenarnya tidak menerima jikalau dikatakan kepadanya: “Berikanlah pengganti yang lebih baik untuknya” atau “berikanlah penggantiku yang lebih baik untuk istriku”, yang membuat hati Ummu Salamah bertanya-tanya: “Siapakah yang lebih baik dari Abu Salamah?” Namun, selang beberapa waktu Ummu Salamah berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di waktu berikutnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq datang untuk meminangnya Ummu Salamah, namun ia menolak lamaran tersebut. Kemudian, Umar bin Khattab datang juga ingin melamar Ummu Salamah, akan tetapi jawabannya sama seperti jawabannya kepada Abu Bakar ash-Shiddiq. Kemudian, giliran Rasulullah datang melamar Ummu Salamah dan ia pun menjawab: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai tiga sifat kekurangan. Pertama: aku seorang wanita pencemburu, oleh karena itulah aku takut engkau melihat kekurangan itu dariku sehingga membuatmu marah dan Allah akan mengazabku. Kedua: aku seorang wanita lanjut usia . Dan, ketiga: aku seorang janda yang sudah mempunyai anak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mendengar alasan tersebut, Rasulullah bersabda: “Adapun yang engkau uraikan tentang kecemburuanmu, maka sesungguhnya aku berdoa kepada Allah agar dihilangkan-Nya sifat cemburumu itu. Adapun alasan karena engkau sudah lanjut usia, maka sesungguhnya aku sama sepertimu. Dan, adapun karena engkau seorang janda yang sudah mempunyai anak, maka sesungguhnya anakmu adalah anakku juga.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Rasulullah pun menikah dengan Ummu Salamah. Dan, Allah telah mengabulkan doa Ummu Salamah serta mengganti untuknya dengan yang lebih baik, yaitu Rasulullah suri teladan umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini merupakan salah satu contoh pelajaran yang baik dalam masalah cinta sebagai bukti nyata bahwa Islam sangat menghormati cinta dan para pecinta sejati. Contohnya, Ummu Salamah tidak mau cintanya diganti dengan orang lain kecuali pengganti suaminya itu sederajat Rasulullah. Ummu Salamah telah memberikan suri teladan bagi kita bagaimana sebenarnya cinta suci yang hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti cinta Ummu Salamah kepada Rasulullah terlihat ketika beliau memusyawarahkan suatu masalah dengannya, yaitu manakala Rasulullah datang kepadanya dalam keadaan bimbang dan bersabda: “Para pengikutku telah binasa.” Peristiwa tersebut terjadi ketika para pengikut Rasulullah mengingkari perintah beliau setelah disetujui sebuah kesepakatan perdamaian. Saat itu beliau bersabda kepada pengikutnya: “Berdirilah engkau sekalian dan sembelihlah kurban, lalu bersegeralah mencukur rambut.” Ketika itu tak seorang pun mentaati perintah Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Salamah memberikan solusi kepada Rasulullah dan berkata: “Wahai Nabi Allah, keluarlah kepada mereka dan jangan berbicara sepatah kata pun kepada salah seorang dari mereka sampai mereka menyembelih kurban (unta) dan engkau segera panggil pencukur untuk menyukur rambutmu.” Rasulullah kemudian keluar dan tidak berbicara sepatah kata pun kepada mereka serta melakukan apa yang diidekan istrinya tercinta. Beliau pun menyembelih kurban (unta) dan memanggil pencukur rambut untuk menyukur rambut beliau. Ketika para sahabat melihat hal itu, mereka pun langsung berdiri dan menyembelih kurban. Kemudian, mereka juga saling mencukur rambut sampai hampir terjadi keributan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kisah Ummu Salamah yang sempat menyelamatkan umat Islam dari kebinasaan dan kedurhakaan, sampai-sampai Rasulullah sendiri bersabda: “Telah binasalah umat manusia.” Sabda Rasulullah ini terucap karena para pengikut beliau  tidak mentaati perintahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah cara Ummu Salamah mencintai suaminya Abu Salamah, mencintai Salamah, dan mencintai Rasulullah, serta mencintai umat Islam dengan menyelamatkan mereka dari kebinasaan yang hampir benar-benar terjadi. Dan, begitulah juga bagaimana Rasulullah mencintai Ummu Salamah serta mempercayainya untuk memusyawarahkan masalah yang sempat menimpa kaum muslimin. Rasulullah menerima idenya di saat kaum muslimin berada di puncak kehancuran. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-3077974789851372519?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/3077974789851372519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/04/teladan-cinta-ummu-salamah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/3077974789851372519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/3077974789851372519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/04/teladan-cinta-ummu-salamah.html' title='Teladan Cinta Ummu Salamah'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-6711470143544545090</id><published>2009-04-02T15:00:00.000+07:00</published><updated>2009-04-02T15:01:17.916+07:00</updated><title type='text'>teladan Cinta Nabi kepada Sang Istri</title><content type='html'>Teladan Cinta Nabi&lt;br /&gt;kepada Sang Istri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana telah kita sepakati bersama bahwa Islam selalu menjadikan kehidupan didasari dengan cinta dan kasih sayang yang dibolehkan, sebagaimana suri teladan kita, Rasulullah yang mencintai Ummul Mukminin Sayyidah Khadijah sampai ke liang lahat. Hal tersebut seperti apa yang telah disabdakan beliau sendiri:&lt;br /&gt;“Allah tidak memberikan pengganti yang lebih baik daripada Khadijah. Dia orang pertama yang beriman kepadaku ketika seluruh manusia mengingkariku, orang pertama yang percaya terhadapku tatkala manusia mendustaiku, menginfakkan seluruh hartanya kepadaku ketika tak seorang pun peduli kepada dakwahku, dan Allah memberikan karunia anak darinya, serta dijauhkan-Nya anak-anak lain dariku.” &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada suatu hari setelah wafatnya Sayyidah Khadijah, datanglah saudari Sayyidah Khadijah yang bernama Halah binti Khuwailid menjadi tamu di kediaman Sayyidah Aisyah radhiyallâhu ‘anha. Ketika itu Rasulullah sedang berada di halaman rumah, dan Halah pun mengucapkan salam kepada beliau yang mana suaranya mirip suara saudarinya, Sayyidah Khadijah, yang sangat dicintai dan melekat di hati Rasulullah. Hal tersebut membuat hati beliau berdetak kencang ketika mendengar suara salam itu.  Tanpa sadar beliau berucap:&lt;br /&gt; “Ya Allah! Ternyata Halah.”&lt;br /&gt; Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt; “Ya Allah! Ternyata Halah binti Khuwailid.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mendengar ucapan beliau, Sayyidah Aisyah radhiyallâhu ‘anha langsung berkata: “Aku cemburu.” Dia (Aisyah) menambahkan: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau masih mengingat perempuan tua dari kabilah Quraisy itu yang sudah lama wafat, sedangkan Allah telah menggantikan untukmu dengan yang lebih baik dari padanya?” (Karena Sayyidah Aisyah radhiyallâhu ‘anha masih belia dan cantik jelita). Mendengar ucapan Aisyah tersebut Rasulullah sangat marah dan bersabda (seperti hadis sebelumnya):&lt;br /&gt;“Demi Allah! Allah tidak memberikan pengganti yang lebih baik dari padanya, karena dia (Khadijah) telah beriman kepadaku ketika manusia kafir kepadaku ....”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diriwayatkan bahwasanya setelah Rasulullah menyembelih seekor kambing, beliau bersabda:&lt;br /&gt; “Berikan bagian untuk kaum kerabat Khadijah.”&lt;br /&gt; Aisyah radhiyallâhu ‘anha pernah berkata: “Perkataan Rasulullah pernah membuatku jengkel, kemudian aku berkata: “Khadijah?!” Rasulullah pun bersabda:&lt;br /&gt; “Sesungguhnya aku telah diberikan karunia cintanya.” &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wahai pemuda Islam! Mampukah engkau bayangkan cinta seperti ini?&lt;br /&gt;Dan, wahai pemudi Islam! Mampukah engkau gambarkan karunia cinta seperti ini?!&lt;br /&gt;Apakah ada yang sanggup di antara kita mencintai orang yang kita cintai seperti cinta Rasulullah kepada Sayyidah Khadijah radhiyallâhu ‘anha?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang mengatakan bahwa Islam melarang cinta, maka dia telah melakukan kekeliruan. Islam selalu mendukung cinta suci yang tidak goyah di telan masa dan tidak berubah walaupun menikah lagi dengan wanita belia nan jelita, juga tidak terpengaruh dengan kekayaan walaupun dia miskin papa. Cinta yang tetap melekat di dalam dada walaupun di saat sakit dan berada di ambang pintu kematian. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2845942505688394682-6711470143544545090?l=ratmanboomen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/feeds/6711470143544545090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/04/teladan-cinta-nabi-kepada-sang-istri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6711470143544545090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2845942505688394682/posts/default/6711470143544545090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ratmanboomen.blogspot.com/2009/04/teladan-cinta-nabi-kepada-sang-istri.html' title='teladan Cinta Nabi kepada Sang Istri'/><author><name>Ratman Boomen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04660794728501900558</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-kw3JPrD8vuM/ThuinOmAwFI/AAAAAAAAAh4/z7MX_fRpr30/s220/ratman%2Bhitam%2Bputih%2B1500.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2845942505688394682.post-8058313520300429557</id><published>2009-04-02T
